HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia




 
Peduli dan Kritis terhadap Pergumulan Bangsa 2 Samuel 12:1-14|Partisipasi bagi Negeri Daniel 2:31-45 |Nasionalis Gaul 1 Petrus 2:11-17 |Nasionalis-me Cinta Damai Matius 5:9, 43-48  

Kesaksian Kristen bagi Bangsa dan Negara


    Peduli dan Kritis Terhadap Pergumulan Bangsa  
Minggu Pertama :
4 Agustus 2019
Bacaan : 
2 Samuel 12: 1-14
Bahan yang diperlukan :

-
 

fokus
Salah satu panggilan Tuhan dalam hidup gereja adalah menjadi nabi. Panggilan menjadi nabi berarti menghadirkan diri kita dalam fungsi kenabian (sering disebut fungsi profetik). Fungsi profetik itu membuat kita peka dan kritis kepada ketidakadilan, sekaligus terpanggil untuk berani menyuarakan kebenaran atas ketidakadilan yang terjadi. Remaja sebagai bagian dari komunitas bangsa juga dipanggil untuk bersikap kritis atas situasi yang terjadi. Sikap kritis tidak selalu harus disampaikan melalui cara yang negatif, frontal, atau bahkan tekanan. Melalui teguran Natan kepada Daud, remaja dapat belajar dan diajak untuk bersikap kritis dengan cara yang baik dan membangun.


penjelasan teks
Alkitab sebagai buku kesaksian tidak hanya mencatat hal-hal baik yang dilakukan oleh para tokoh atau orang pilihan Tuhan, melainkan juga hal-hal buruk yang mereka lakukan. Daud tidak hanya dicatat sebagai tokoh yang setia kepada perintah Tuhan, namun ia juga jatuh pada ketidakmampuannya menahan nafsu (2Sam 11:1-27). Sebenarnya, tindakan Daud yang merebut istri Uria tidak menjadi persoalan dalam kehidupan masyarakat yang dipimpin oleh raja. Sebab raja adalah pemilik segala-galanya. Lagipula siapa yang tahu apa yang ada di belakang tindakan Daud. Malah ia tampak seperti pahlawan, menyelamatkan Batsyeba. Tetapi Tuhan tahu, sehingga Alkitab mencatat dengan tegas: "hal yang dilakukan Daud itu adalah jahat di mata Tuhan" (2 Sam 11:27).
Dalam rangka mengingatkan Daud, Tuhan mengutus Natan. Natan boleh disebut sebagai penasihat spiritual Daud (lihat 2Sam 7:4, 14). Dalam teks disisipkan kata nabi pada diri Natan (1Sam 12:25). Dengan demikian, kedudukan Natan cukup penting dan dekat dengan Daud. ltu sebabnya Tuhan mengutus Natan untuk menegur Daud.
Natan menyampaikan teguran Tuhan kepada Daud melalui perumpamaan. Ia bertutur tentang perilaku orang kaya yang pelit dan serakah.

Demi menjamu tamunya, orang kaya itu tega mengambil anak domba satu-satunya milik tetangganya. Bukan hanya milik satu-satunya, Natan juga menggambarkan secara dramatis bahwa tetangganya yang miskin itu merawat dombanya dengan perlakuan yang spesial: "pendek kata, dibuatnya seperti anak perempuannya sendiri" (ayat 3 Alkitab BIMK). Tuturan Natan itu membuat Daud marah. Daud berseru: "Demi Tuhan yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati" (ayat 5). Seruan Daud itu disambut dengan pernyataan yang terang dan tajam: "Engkaulah orang itu!" (ayat 7). Daud terkejut namun tak dapat mengelak. Makna cerita yang dituturkan Natan menusuk kesadarannya.

Lewat cerita, Natan menyadarkan Daud. Daud tak lagi mampu berargumentasi atas apa yang jahat yang telah dilakukannya. Natan melanjutkan dengan menyatakan bahwa apa yang dilakukan Daud bukan sekadar tidak memperlakukan sesamanya dengan baik. Daud juga telah melukai "hati Tuhan" (dalam teks disebut "menghina Tuhan," ayat 9). Tindakan Daud membuat Tuhan murka dan menghukum Daud.
Tak ada lagi yang dapat Daud katakan. Ia tersungkur dalam penyesalan yang amat sangat. Cara Natan menyadarkan Daud telah menohok hati Daud. Lirih ia berseru, "Aku telah berdosa kepada Tuhan" (ayat 13). Sungguh sebuah cara peneguran yang tepat dan bernas. Natan tak hanya kritis terhadap Daud, tetapi juga mampu mengemas kekritisannya lewat cara yang cerdas.

pengenaan
Remaja secara kognitif mengalami kematangan intelektual. la mampu diajak berpikir kritis untuk menilai realitas yang terjadi. Proses menjadi kritis perlu terus dibangun dan dipertajam agar daya Fungsi kritis dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan cara. Ada yang melakukan aksi turun ke jalan melakukan demo damai, mengajukan petisi secara online, menulis surat, dan banyak lagi yang lain. Di era milenial yang ditandai dengan penggunaan media sosial (medsos) yang sangat besar, sikap kritis yang benar dapat juga dituangkan melalui komentar atau meme di medsos. Agar mampu menulis kritik membangun yang tulus dan benar, dibutuhkan jarak dan keheningan. Remaja perlu belajar mengambil jarak, yaitu mencoba melihat setiap permasalahan tanpa melibatkan ego dan perasaan diri. Permasalahan yang ada coba dilihat secara obyektif. Model mind-mapping (peta pemikiran) dapat dilakukan di sini. Belajar keheningan adalah melakukan kontemplasi, merenungkan realitas dalam semangat cinta Tuhan. Melihat dengan jarak dan melakukan kontemplasi dilakukan agar sikap kritisnya tidak bergeser menjadi kebencian.

langkah-langkah penyampaian
1. Tanyakan kepada remaja apa artinya berpikir kritis. Minta pendapat apakah mereka pernah berpikir kritis? Kapankah itu dan dalam persoalan apa? Pertajam tuturan remaja dengan pertanyaan-pertanyaan balik yang informatif dan mendalam. Beri penegasan bahwa remaja dikenal sebagai kelompok umur yang kritis.
2. Jelaskan sebagai bagian dari bangsa, remaja perlu belajar kritis. Sikap kritis itu berangkat dari panggilan kenabian orang percaya (lihat Fokus).
3. Masuklah pada teks. Jelaskan sikap kritis Natan atas apa yang Daud lakukan. Ajak remaja melihat cara yang dipakai Natan adalah lewat cerita atau perumpamaan (lihat Penjelasan Teks).
4. Tegaskan bahwa sikap kritis remaja dapat dilakukan dalam berbagai macam bentuk. Salah satunya melalui medsos (lihat pengenaan), bisa juga melalui film pendek (lihat ilustrasi). Untuk dapat bersikap kritis melalui medos remaja perlu berlatih mengambil jarak dan masuk dalam keheningan.
5. Akhiri dengan kegiatan.

kegiatan
Diskusi kartun

1. Bagikan fotokopi kartun di bawah ini.
2. Minta remaja menyampaikan kesan atas kartun Om Pasikom ini.
3. Daya kritis apa yang sedang disampaikan melalui kartun ini?
4. Sejauh mana kartun mampu menyentil atau memberi kesadaran?

ilustrasi
Siswa SMA membuat film pendek yang berisi kritik sosial (lihat https://www.youtube.com/watch?v=71m3p7rNDHY)

 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999