HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia




 
Peduli dan Kritis terhadap Pergumulan Bangsa 2 Samuel 12:1-14|Partisipasi bagi Negeri Daniel 2:31-45 |Nasionalis Gaul 1 Petrus 2:11-17 |Nasionalis-me Cinta Damai Matius 5:9, 43-48  

Kesaksian Kristen bagi Bangsa dan Negara


    Nasionalis Gaul  
Minggu Ketiga :
18 Agustus 2019
Bacaan : 
1 Petrus 2 : 11-17
Bahan yang diperlukan :

- Alat tulis
 

fokus
Sebagai warga negara Indonesia, orang Kristen dipanggil untuk mencintai tanah air Indonesia. Mencintai tanah air itu berarti turut berpartisipasi dalam mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dalam memperjuangkan kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, mencintai tanah air adalah suatu tindakan nyata dalam dunia kehidupan sehari-hari, bukan sekadar ungkapan emosional yang dikumandangkan pada masa 17 Agustus-an. Namun, mencintai tanah air Indonesia tidak berarti menutup diri terhadap pergaulan masyarakat internasional. Justru di tengah pergaulan masyarakat internasional, orang Kristen Indonesia seharusnya mempersaksikan dirinya sebagai seorang nasionalis Indonesia yang terbuka dan yang menjadi berkat bagi kemuliaan Allah. Untuk itu, pelajaran ini diberikan dengan tujuan agar remaja mampu menghayati panggilan Tuhan untuk bersikap cinta tanah air tanpa bersikap tertutup terhadap pergaulan internasional, dan remaja pun tetap hidup menjadi berkat demi kemuliaan Allah di mana pun mereka berada.

penjelasan teks
Surat Petrus yang pertama ditujukan kepada orang-orang Kristen pendatang dan perantau yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia (1 Ptr. 1:1-2). Tentu saja sebagai pendatang dan perantau di daerah-daerah itu, orang-orang Kristen berhubungan dengan orang¬orang yang berbeda latar belakang budaya, kepercayaan, dan status sosial. Rasul Petrus, yang dituliskan pada awal surat sebagai penulis surat, pada kenyataannya ingin mengingatkan umat Kristen di perantauan (diaspora) agar hidup sesuai dengan iman Kristen. Banyak hal dihadapi dan dialami oleh orang-orang Kristen ketika bergaul di tengah masyarakat luas. Sang Rasul rindu agar umat Kristen di mana pun mereka berada tetap hidup kudus dan menjadi berkat demi kemuliaan Allah. Tulis Sang Rasul, "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu" (I Ptr. 1:14- 1 5).

Sebagai salah satu bagian dari surat Petrus yang pertama, I Ptr. 2:11-17 menyinggung hal relasi umat Kristen dengan masyarakat dan pemerintah. Pertama-tama bagian ini menegaskan pentingnya penguasaan diri di mana Pun orang Kristen berada. Prinsip penguasaan diri itu ditunjukkan oleh pernyataan "menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa" (1 Ptr. 2:11). Pada bagian berikutnya pernyataan ini menjadi lebih jelas dengan menunjukkan langkah praktisnya, yaitu mengerjakan "perbuatan-perbuatan yang baik" yang membuat orang lain "memuliakan Allah" (1 Ptr. 2:12).
Selanjutnya Penulis I Ptr menegaskan agar orang-orang Kristen pendatang dan perantau hormat (kata yang dipakai oleh LAI: `tunduklah', dari kata Yunani: hupotagete) kepada pemerintah¬pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah lokal (I Ptr. 2:13-14). Menarik untuk dicermati, Penulis mencantumkan frasa `karena Allah' pada bagian ini sebagai dasar sikap tunduk atau hormat kepada pemerintah-pemerintah. Pencantuman frasa ini penting karena dengan demikian Penulis menunjukkan bahwa sikap tunduk atau hormat itu bukan berarti tanpa batas.

"Karena Allah" itulah batasan untuk sikap tunduk atau hormat kepada pemerintah-pemerintah, termasuk juga kepada majikan-majikan. Tepatnya, karena Allah yang dimaksud adalah karena sesuai dengan kehendak Allah (1 Ptr. 2:15). ltu berarti, kehendak Allah menjadi batasan sikap tunduk atau hormat tersebut. Tentu saja, kehendak Allah berkaitan erat dengan kebaikan atau perbuatan¬perbuatan yang baik. Jika sikap tunduk atau hormat itu mendatangkan kebaikan bagi semua orang, bukan mendatangkan kejahatan, ketidakadilan, atau celaka, maka sikap tunduk atau hormat itu merupakan perbuatan baik juga.
Setelah menyinggung relasi antara umat Kristen pendatang dan perantau dengan pemerintah, Penulis 1 Ptr mengingatkan agar umat Kristen tetap hidup sebagai "orang merdeka" (dari kata Yunani: eleutheros) yang hadir di tengah masyarakat luas (1 Ptr. 2:16). Merdeka di sini dapat dipahami sebagai kondisi yang bebas dan terbuka, bukan terbelenggu dan tertutup. Namun, Penulis juga menasihati agar kondisi yang bebas dan terbuka itu tidak disalahgunakan untuk perbuatan¬perbuatan yang jahat. Orang-orang Kristen diajak untuk selalu menghayati dirinya sebagai hamba Allah, yaitu pribadi yang takut akan Allah. Oleh karena itu, walaupun merdeka, bebas dan terbuka, orang-orang Kristen yang hadir di tengah masyarakat majemuk diajak untuk tetap menghormati dan mengasihi semua orang ( I Ptr. 2:17);

pengenaan
Dari pembacaan dan pemahaman atas I Ptr. 2:11-17, beberapa hal pokok dapat ditarik sebagai berita yang relevan untuk kehidupan remaja Kristen Indonesia. Pertama, hal identitas diri sebagai seorang Kristen, pengikut Yesus Kristus, yang hadir di tengah konteks dunia tertentu. Seorang Kristen memiliki panggilan hidup untuk turut ambil bagian dalam pekerjaan-pekerjaan Allah, yaitu menyatakan kabar baik (Injil) Kerajaan Allah, di mana pun ia berada. Untuk itu, seorang Kristen seharusnya mampu menguasai dirinya, tidak terjerat oleh keinginan-keinginan daging yang menyeretnya kepada perbuatan-perbuatan jahat. Dengan menguasai diri, seorang Kristen berjuang mengerjakan perbuatan-perbuatan baik bagi banyak orang demi kemuliaan Allah. Demikianlah identitas diri remaja Kristen ditentukan oleh: apakah ia hidup kudus, hidup menjadi berkat demi kemuliaan Allah atau menjadi batu sandungan? Di mana pun remaja Kristen berada, identitas diri sebagai pengikut Kristus seharusnya tetap terpancar nyata.

Kedua, hal relasi orang Kristen dengan pemerintah dan masyarakat. Seorang Kristen dipanggil untuk tunduk atau hormat kepada pemerintah-pemerintah yang berkuasa (baik pusat maupun lokal). Dalam pengertian yang positif (mempertimbangkan frasa 'karena Allah*), sikap tunduk dan hormat di sini berpadanan dengan sikap mengasihi. Jadi, seorang Kristen sebagai warga negara tertentu seharusnya mengasihi pemerintahnya dan tetap cinta tanah airnya. Ia menjadi seorang nasionalis yang mendukung dan berpartisipasi dalam perbuatan-perbuatan baik yang dikerjakan oleh negaranya demi kebaikan bersama. Demikianlah sebagai warga negara Indonesia, remaja Kristen dipanggil untuk mencintai tanah air Indonesia dan turut berpartisipasi dalam pekerjaan-pekerjaan baik yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Ketiga, hal bebas dan terbuka di tengah masyarakat yang luas. Seorang Kristen adalah orang-orang yang merdeka, bebas dan terbuka di tengah masyarakat luas. Dia juga adalah seorang yang takut akan Allah, yang mengasihi dan menghormati semua orang. Demikianlah remaja Kristen seharusnya menjalani hidupnya. Remaja Kristen Indonesia dipanggil untuk menjadi seorang yang cinta tanah air Indonesia, tetapi juga yang bebas dan terbuka terhadap masyarakat internasional. Dia seharusnya adalah seorang nasionalis gaul yang takut akan Allah, mengasihi dan menghormati semua orang.

langkah-langkah penyampaian

1. Lakukan Kegiatan 1 dengan menggunakan bahan Ilustrasi.
2. Paparkan 1 Petrus 2:11-17 untuk memahami tugas dan panggilan orang Kristen di tengah masyarakat luas (lihat Penjelasan Teks).
3. Dari penjelasan teks Alkitab, sampaikan Pengenaan. Inti yang mau disampaikan.
4. Lakukan Kegiatan 2.

kegiatan
Kegiatan 1

Remaja berdiskusi tentang tokoh dalam Ilustrasi dengan tuntunan pertanyaan di bawah
1. Menurut kamu, bagaimana cara Talita Setyadi turut berpartisipasi dalam membangun negeri?
2. Apa hal yang dapat remaja pelajari dari Talita Setyadi?

Kegiatan 2
1. Ajak remaja untuk menuliskan satu hal yang dapat dilakukan dalam rangka mencintai tanah air Indonesia.
2. Ajak remaja menyatakan tekadnya di dalam doa bersama.

ilustrasi
TALITA SETYADI — A PERFECT HARMONY

Talita Setyadi (lahir 23 Januari 1989) adalah seorang pastry chef dan pecinta musik Jazz pemilik BEAU by Talita Setyadi.Ia dipilih sebagai nominasi tokoh pengusaha muda Forbes Under 30 pada 2018. Ia dikenal sebagai ratu roti Indonesia. Dia telah menjadi trend setter bisnis kuliner Indonesia.
BEAU adalah sebuah artisan bakery dengan French Pastry. Tumbuh besar di Swiss tidak membuat ia lupa Indonesia. Saat kembali ke Indonesia pada 2013 setelah selesai sekolah kuliner di Paris, ia ingin menghadirkan inovasi, excitement, dan kebanggaan di ranah ini. Talita pun memilih pastry dibanding seni kuliner Iainnya karena melalui pastry, ia lebih berekspresi secara artistik. BEAU
diminati. Tagline BEAU adalah "Taste,Texture, Form". "Taste" merujuk pada bahan-bahan yang digunakan memakai produk yang berkualitas dan alami. Talita bertekad selalu menggunakan produk asli Indonesia untuk kue-kue yang ia buat. Mulai dari gula jawa. asam jawa, pisang ambon, pisang keprok, durian, mangga atau pandan. BEAU berhasil menjadi produk yang disajikan di kafe, restoran, dan hotel bintang lima di Jakarta dan sekitarnya.

BEAU menjadi satu produk dari anak muda Indonesia yang patut dibanggakan. Talita berharap bahwa satu saat nanti ia mampu meningkatkan standar dari baked goods di Indonesia. Talita ingin agar produk bakery Indonesia mengembangkan industri ini menjadi produk acuan "and to lead by example". Banyak perusahaan bakery di Indonesia hanya fokus membuat produk mass-market yang murah, masih jarang yang menghargai konsumen dan mengedukasi mereka untuk bisa membedakan produk yang berkualitas dan yang tidak. Talita merasa hal itu sebagai status quo karena masih belum banyak culinary professional yang mengedepankan kualitas dan teknik yang baik. Oleh karena itu, salah satu target Talita juga adalah membangun sebuah industry-accredited culinary school di Jakarta yang bisa menjadi pilihan higher education untuk anak sekolah. Saya ingin mengedukasi market agar bisa menilai dan memilih produk konsumsi yang tepat untuk kesehatan mereka sendiri. Mimpi Talita adalah mampu membawa pastry Indonesia mendunia dan membuktikan UKM Indonesia mampu maju.

Sumber:
http://baccaratindo.comitalita-setyadi-perfect-harmony/(diakses 05 November 2018).
Bisnis.tempo.co (diakses pada 14 Maret 2019)

 

 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999