HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 40
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

agustus 2016    
T. S. Gunung Mulia: Pro Patria et Ecclesia - Demi Tanah Air dan Gereja
Yeremia 29:7
 
  1
Amir Sjarifoeddin: Sang Revolusioner
Amos 5:24
 
  2
Martha Christina Tiahahu
Hakim-hakim 4:1-10
 
  3
Matius Menjadi Kristen Indonesia
Matius 22:15-22
 
  4

  Matius Menjadi Kristen Indonesia


 Bacaan:
 Matius 22 : 15-22

 Bahan yang
 diperlukan: 
-


 
 

FOKUS



Kita hidup di Indonesia. Setiap hari menikmati udara, air, makanan dan menikmati kehidupan dari bumi Nusantara. Kenyataan ini membuat kita mestinya menghayati bahwa kehidupan iman pada Yesus juga tidak bisa lepas dari ke-Indonesiaan. Indonesia adalah kita dan kita adalah Indonesia. Oleh karena itu, menjadi Kristen Indonesia merupakan panggilan hidup. Teladan Pendeta Basoeki Probowinoto yang bergulat dengan keindonesiaan dan kekristenan penting untuk direfleksikan oleh generasi masa kini. Nama Pendeta Basoeki Probowinoto mungkin tidak familiar di kalangan orang muda di gereja-gereja Indonesia. Padahal beliau adalah seorang putra negeri yang memiliki peran besar dalam kemerdekaan Indonesia. Beliau dipakai Tuhan untuk perkembangan, penyatuan gereja di Indonesia. Kiprah di lingkup gerejawi adalah sebagai pendeta Gereja Kristen Jawa di Jakarta, dalam kepanduan (pramuka) Kristen di Sinode GKJ. Bersama dengan Pdt.Tan Ik Hay beliau merintis UKSW Salatiga. Beliau juga aktif di Yayasan Sosial Salib Putih, LAI, DGI (PGI), DGD (Dewan Gereja se-Dunia) dan karya-karya lain di dalam gereja-Nya. Di bidang politik, Pendeta Basoeki Probowinoto berperan dalam pendirian PARKINDO (Partai Kristen Indonesia), anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara (DPRD-S) Propinsi Jawa Tengah, ketua DPRD-S Kota Salatiga, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) Republik Indonesia. Dalam biografi tentang Pdt Basoeki Probowinoto disebutkan bahwa semua yang beliau lakukan itu didasarkan pada landasan yang kuat berorientasi pada iman Kristiani. Keyakinan iman membawanya pada kepedulian terhadap karya dalam gereja dan bangsa. Ia mencintai gereja-Nya dan mencintai Indonesia. Melalui pelajaran ini remaja diajak untuk mewujudkan kasih bagi Indonesia.

PENJELASAN TEKS


Orang-orang Farisi adalah para pemimpin agama Yahudi. Mereka berkeinginan menjerat Yesus dengan pertanyaan tentang bolehkah membayar pajak kepada kaisar? Pertanyaan yang hendak ditanyakan pada Yesus itu disampaikan dengan sangat hati-hati. Kehati-hatian orang-orang Farisi tampak dari perutusan pada murid-murid mereka dan orang-orang Herodian untuk menyampaikan pertanyaan itu pada Yesus. Orang-orang Farisi bertindak hati-hati karena sebelumnya (sebanyak dua kali) mereka mencoba untuk menjebak Yesus, namun jebakan itu tidak berhasil.

Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak? Pertanyaan itu menjadi jebakan bagi Yesus sebab pada masa itu Palestina menjadi jajahan bangsa Romawi. Sebagai negeri jajahan, mereka wajib membayar pajak kepada negeri Romawi. Kaisar adalah representasi dari pemimpin negeri. Pada waktu itu terdapat berbagai jenis pajak. Ada pajak bumi, pajak penghasilan, pajak kepala bagi warga usia 14-65 tahun dan sebagainya. Pertanyaan itu menjebak sebab jika Yesus menjawab boleh, maka orang-orang Farisi akan mempermalukan Yesus di tengah masyarakat Yahudi dengan tuduhan sebagai orang yang berpihak kepada penjajah. Sebaliknya jika Yesus berkaca tidak, maka orang-orang Farisi akan mengatakan kepada pemerintah Romawi bahwa Yesus adalah penghasut rakyat dan memprovokasi rakyat untuk membangkang pemerintahan Romawi. Kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat ketika itu adalah pemberontakan dengan pembangkangan membayar pajak. Jika Yesus berkata tidak, maka orang-orang Farisi akan mudah memojokkan Dia dan meminta pemerintah Romawi menangkap dan menghukum Dia.

Yesus menjawab pertanyaan orang-orang Farisi dengan meminta sekeping uang dinar. Di keping uang dinar itu ada gambar kaisar. Dalam tradisi kekaisaran, seorang kaisar yang berkuasa akan membuat mata uang dengan gambar dirinya. Hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan kekuasaan sang kaisar atas semua yang ada di wilayah kekuasaannya, termasuk harta benda di negeri itu."Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar" mengandung makna berikanlah kepada dia yang berhak memilikinya. Kaisar berhak menerima ketaatan sampai pada batas tertentu.
Yesus juga mengatakan,"Dan berikan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah", hal ini menunjukkan bahwa ketaatan adalah hak Allah.

Di sini tampak bahwa ketaatan kepada kaisar merupakan kewajiban warga negara, namun ketaatan kepada kaisar bukan kataatan yang total, sebab hanya kepada Allah-lah totalitas itu diberikan. Ketaatan kepada kaisar sejauh ketaatan itu sejalan dengan kehendak Tuhan.

Dengan jawaban itu, Yesus menganjurkan kepada setiap orang untuk memposisikan diri secara seimbang. Keseimbangan itu tampak dari partisipasi seseorang dalam urusan publik dan urusan Allah. Keseimbangan itu bukan fifty-fifty, melainkan sesuai dengan kadarnya masing-masing.

PENGENAAN
 


Setiap orang Kristen memiliki dua kewargaan. Ia adalah warga negara di mana ia tinggal. Ia juga adalah warga Kerajaan Surga. Kepada negara di mana orang Kristen hidup, kontribusi nyata harus diberikan. Alasannya adalah: di negeri tersebut seseorang hidup, menghirup udara, meminum air, mencecap garam dan sebagainya. Tidak ada alasan untuk meninggalkan tanggung jawab terhadap negeri di mana seseorang hidup. Terhadap Kerajaan Surga, kontribusi diwujudkan melalui kesediaan hidup dalam iman kepada Allah yang hidup dan memberi kehidupan. Kontribusi kepada negeri dan kepada Allah bukanlah hal yang bertentangan. Keduanya saling mengisi. Belajar dari pengalaman Pdt. Basoeki Probowinoto yang melayani Tuhan melalui gereja dan negeri Indonesia remaja belajar hidup total sebagai warga negara dan warga Kerajaan Surga.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1.Ajak remaja bernyanyi Bagimu Negeri, karangan Kusbini. Tanyakan kepada remaja perasaan-perasaan mereka saat menyanyikan lagu ini. Setelah mendiskusikan perasaan-perasaan remaja, ajak remaja menyanyi Bagimu Negeri dengan mengganti kata 'negeri' dengan kata 'Yesus'.
2. Sampaikan kepada remaja bagaimana seharusnya orang Kristen di Indonesia menjalani hidupnya.
3. Sampaikan kisah hidup Pdt. Basoeki Probowinoto sebagai seorang pendeta yang juga aktif dalam pelayanan publik melalui dunia politik (lihat Lampiran).
4. Sampaikan Penjelasan Teks
5. Ajak remaja melakukan Kegiatan. Bentuk kegiatan yang dilakukan ialah menuliskan Indonesia macam apa yang remaja impikan. Dari impian itu, apa yang akan remaja lakukan? Remaja bisa membuat poster impian dan tekad atau membuat narasi.
6. Meminta remaja menyampaikan impian dan tekad yang akan dilakukan di hadapan teman-teman lain.
7. Akhiri dengan menyanyikan kembali Bagimu Negeri.
 

                                                                                                   
LAMPIRAN

        
                                                             PENDETA BASOEKI PROBOWINOTO

Basoeki Probowinoto adalah anak dari pasangan Mateus Rahmat dan Rokayah, lahir di Tempurung (Tlogomulyo), Grobogan, Purwodadi, 19 Januari 1917. Sejak sekolah, Probowinoto dikenal sebagai anak cerdas, karena seringnya melakukan lompatan ke tingkat yang lebih tinggi. Setelah menempuh sekolah guru (HIK), Probowinoto justru ingin masuk ke sekolah theologia. Sambil menunggu ujian akhir kelulusan, karena ia mempunyai ijazah guru, diminta mengajar di sekolah di Purwodadi. Selain itu, ia kerap diundang untuk ceramah di berbagai gereja lokal. Setelah lulus, ia dipanggil oleh dua gereja, yaitu di Purwodadi dan di Kwitang Jakarta. Atas anjuran gurunya, ia memutuskan untuk melayani di Jakarta, yang katanya persoalannya sangat kompleks dan lebih mendesak.

Bagaimana Probowinoto yang seorang pendeta memaknai kemerdekaan? Bagaimana ia turut terlibat dalam penciptaan kemerdekaan tersebut? Pemaknaan itu memang tidak datang sendirinya. Keterlibatannya dalam berbagai organisasi keagamaan dan partai politik turut membentuk suatu pemaknaan atas kemerdekaan. Namun, cikai-bakal pemikirannya sudah sejak sekolah digumuli secara serius berkaitan dengan kiprahnya di bidang politik. Ia cukup menonjol di antara beberapa pemikir Kristen, khususnya dari kalangan rohaniwan. Dengan statusnya sebagai pendeta, keberaniannya mengumpulkan beberapa tokoh Kristen untuk membentuk wadah bagi perjuangan kemerdekaan adalah salah satu karakternya yang menonjol. Pada masa pendudukan Jepang, kehidupan gereja juga mendapat pengawasan yang cukup ketat. Posisinya sebagai pendeta ditopang oleh kenalannya dengan sesama pendeta dari Jepang, membuat dia relatif bisa bergerak untuk mengorganisasi kegiatan sosial dan politik. Namun, dia sendiri mengakui bahwa kehadiran Jepang menimbulkan ketakutan di masyarakat. Bahkan, menurutnya, saat itu ketakutan itu begitu luar biasa, sehingga para pemimpin juga merasa bahwa akan ada perpecahan oleh pendudukan Jepang tersebut.

Di tengah situasi yang genting tersebut, Probowinoto malah berpikir sebaliknya. la merasa bahwa dengan hadirnya Jepang bukan tidak mungkin bangsa Indonesia malah bisa bersatu. Katanya, "Saya melihat kesempatan bahwa dengan hadirnya kekuasaan Jepang akan menimbulkan persatuan. Dengan kekerasan mereka akan dipersatukan. Justru menghadapi kekerasan Jepang, terbentuklah Perkumpulan Kristen se-Jakarta. Semua suku bangsa bersatu. Demikian pula kelompok agama, mereka bersatu bukan karena berani, tetapi akibat takut." Di bawah ancaman dan tuduhan loyal kepada Belanda, Probowinoto membangun kontak dengan tentara Jepang -melalui seorang pendeta Jepang - untuk memberikan keterangan mengenai perlakuan tak bersahabat tentara Jepang dan
untuk menjelaskan posisi Kristen secara lebih obyektif. Dengan langkah yang bijaksana, Probowinoto mendorong Kristen untuk berpihak kepada Republik, demi kemerdekaan. Mengenai kemerdekaan, ia menyatakan, "Kami, kaum Kristen Indonesia, berjuang sungguh untuk kemerdekaan Indonesia, karena kami berpendapat (yakin) bahwa bagi orang Kristen, kemerdekaan itu mewujudkan harta yang berharga. Tak ada orang, begitu juga orang Kristen, akan menyangkal bahwa cita-cita kemerdekaan adalah benar bagi negeri dan bangsa. Dan inilah yang kini menjadi dasar dari pendirian orang Kristen Indonesia." Dengan dasar itulah, ia mendorong banyak orang Kristen untuk tidak ragu-ragu memilih jalan mencapai kemerdekaan. Kehidupan bangsa juga ditransformasikan sebagai kehidupan atau nasib orang Kristen. Katanya, "Nasib yang telah Tuhan tentukan bagi bangsa kami,juga menjadi nasib kami. Adanya perbedaan di dalam pandangan......di antara kami tak akan memecah bangsa kami dan juga tidak akan menghancurkan bangsa kami."

Oleh karena itu baginya, perbedaan yang ada di antara anak bangsa bukanlah menjadi faktor untuk saling memisahkan, sebaliknya yang saling memperkaya untuk saling membangun, seperti yang dikatakannya, "Sebab (dengan begitu) tidak penting lagi perbedaan suku bangsa, tidak penting lagi perbedaan agama, adat-istiadat, dan sebagainya. Semua kita berpijak pada landasan itu." Apa landasan kehidupan berbangsa bernegara yang dianggap penting bagi Probowinoto? "Pancasila!" jawabnya. Pancasila menurut Probowinoto adalah anugerah bagi bangsa Indonesia. Di dalam dan melalui Pancasila, keberbedaan yang ada bisa dijembatani dan malah dipersatukan. Pancasila bagi Probowinoto adalah rahmat dan mukjizat Tuhan untuk bangsa Indonesia yang plural.

Sumber.
http://id.netlog.com/suwartoadi/blog/blogid=28271#blog
 

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999