HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia




 
Peduli dan Kritis terhadap Pergumulan Bangsa 2 Samuel 12:1-14|Partisipasi bagi Negeri Daniel 2:31-45 |Nasionalis Gaul 1 Petrus 2:11-17 |Nasionalis-me Cinta Damai Matius 5:9, 43-48  

Kesaksian Kristen bagi Bangsa dan Negara


    Nasionalisme Cinta Damai  
Minggu Keempat :
25 Agustus 2019
Bacaan : 
Matius 5 : 9,43-48
Bahan yang diperlukan :

- Alat tulis
 

fokus
Indonesia adalah salah satu negeri dengan penduduk yang sangat majemuk. Perbedaan¬perbedaan, seperti suku bangsa, bahasa, budaya, agama, status sosial, dan ideologi politik, menjadi realitas yang dihidupi oleh warga Indonesia. Agar tetap terpelihara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR!), rakyat Indonesia seharusnya memandang realitas perbedaan itu sebagai kekayaan yang saling melengkapi dan membangun, bukan sebagai hambatan yang saling merusak dan menghancurkan. Oleh karena itu, dibutuhkan paham dan praktik cinta terhadap negeri yang diwujudkan melalui upaya perdamaian ("nasionalisme cinta damai"). Melalui pelajaran ini, remaja diajak untuk memahami nasionalisme cinta damai seperti ini, dan digugah untuk menjadi pembawa damai di tengah masyarakat di mana pun mereka berada.

penjelasan teks
Bagian awal Khotbah Yesus di Bukit dikenal sebagai "Ucapan Bahagia" (Mat. 5:3-12). Dalam sejarah, Ucapan Bahagia dari Yesus turut memengaruhi pemikiran dan perjuangan beberapa tokoh dunia, antara lain Mahatma Gandhi yang dikenal sebagai pejuang perdamaian di India. Salah satu Ucapan Bahagia yang dihayati Gandhi adalah "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Mat. 5:9).
Ada baiknya kita memahami lebih jauh kata 'damai' (bahasa Yunani: eirene; Ibrani: shalom) yang dipakai Penulis Injil Matius di sini. Pada kenyataannya kata ini tidak pernah dipahami sebagai kondisi tanpa persoalan atau tanpa pergumulan. Kata 'damai' lebih menunjuk kepada kondisi yang dipenuhi oleh cinta kasih, sukacita, dan kebaikan. Jadi, 'membawa damai' dalam dunia kehidupan berarti 'berjuang menghadirkan atau menyatakan cinta kasih, sukacita, dan kebaikan' di dunia kehidupan ini.

Yesus menyatakan orang yang 'membawa damai' sebagai orang yang berbahagia. Mereka akan disebut anak-anak Allah karena `membawa damai' adalah perbuatan yang berkenan bagi Allah. Yesus sendiri menyatakan perbuatan ini, bahkan Dia diimani sebagai damai sejahtera yang hadir di dunia (Yoh. 14:27). Pada bagian-bagian lain dalam Injil Matius, cara atau praktik 'membawa damai' itu diungkapkan, salah satunya pada Mat. 5:43-48.
Mat. 5:43-48 memuat pengajaran Yesus tentang mengasihi musuh dan berdoa bagi penganiaya. Pengajaran ini dapat menolong orang (pendengar dan pembaca teks Injil ini) untuk memahami perbuatan 'membawa damai' sebagaimana dikatakan oleh Yesus sebelumnya. Bagi Yesus, cara *membawa damai' itu ditunjukkan oleh perbuatan mengasihi secara radikal dan luas, bukan hanya kepada orang-orang yang mengasihinya, tetapi juga kepada musuh dan penganiayanya. Yesus menegaskan, "Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?" (ayat 46). Demikianlah praktik `membawa damai' seharusnya ditujukan kepada semua orang oleh pengikut Kristus di mana pun mereka berada (ayat 47).

pengenaan
Sebagai pengikut Kristus, remaja memiliki panggilan untuk membawa damai di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Di Indonesia yang penduduknya majemuk ini, panggilan membawa damai sungguh relevan dan signifikan demi terpeliharanya NKRI. Remaja Kristen dipanggil untuk menghidupi nasionalisme, kecintaan kepada negeri sendiri, dengan perbuatan-perbuatan konkret membawa damai, yaitu menyatakan cinta kasih, sukacita, dan kebaikan, di lingkungan yang kecil (keluarga dan gereja) Sampai di lingkungan yang luas (sekolah dan masyarakat). Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh remaja adalah menciptakan budaya damai melalui promosi dan provokasi damai sejahtera di tengah masyarakat yang gemar ujaran kebencian (hate speech). Berbahagia...



langkah-langkah penyampaian
1. Awali dengan menyampaikan Fokus.
2. Lanjutkan dengan Penjelasan Teks untuk menegaskan bahwa Yesus mengajak para pengikutnya untuk menjadi pembawa damai.
3. Sampaikan Pengenaan untuk mengingatkan bahwa peran pembawa damai menjadi tugas Remaja Kristen di tengah kehidupan berbangsa yang cenderung mengarah pada budaya kebencian dan perpecahan NKRI dalam kalimat-kalimat ujaran kebencian dan provokasi dari kalangan yang ingin membuat Indonesia menjadi negara agama.
4. Ajak Remaja untuk melakukan Kegiatan dalam kelompok sebagai ungkapan tekad menjadi pembawa damai.

kegiatan
1. Buat beberapa kelompok, terdiri atas 3-4 orang.
2. Sampaikan tugas dalam kelompok untuk membuat satu slogan ajakan perdamaian dan keutuhan NKRI.
3. Setiap kelompok menyampaikan slogan perdamaian hasil diskusi kelompok.

ilustrasi

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menyatakan, kepolisian RI tidak akan berhenti memberangus konten berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hatespeech), di dunia maya maupun nyata. Sebab, hoax dan hatespeech di Indonesia dinilai sudah menjadi kejadian luar biasa (KLB). "Ujaran kebencian merupakan kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia".
Dalam hal ujaran kebencian, kata-kata yang digunakan bersifat negatif dan mengandung SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). Ujaran-ujaran yang menghujat, menghina, dan merendahkan orang atau kelompok lain. Misalnya kata-kata kafir, pecundang, dan aneka umpatan "kebun binatang". Ujaran tersebut mengandung stigma dan prasangka negatif yang merupakan bagian dari hatespeech. Ujaran kebencian ditujukan pada seseorang atau sekelompok orang digambarkan buruk (makna diperhalus hingga jelas-jelas kasar), menyerang individu, kelompok mengandung stereotype (sifat-sifat negatif). Selain kata-kata menghina, ujaran kebencian dapat berbentuk ujaran yang menakut-nakuti. Misalnya ujaran gertakan atau ancaman.

Disadurkan dari:
https://www.liputan6.com/news/read/3327423/kabareskrim-indonesia-klb-ujaran-kebencian
https://theconversation.com/ujaran-kebencian-menyebar-via-media-sosial-saat-pilkada-dki-jakarta¬apakah-portal-berita-terlibat-92413.

 

 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 | derap agustus 0319 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999