HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Agustus 2018
Dunia dan Masyarakat

 

• Ritual dan Solidaritas  • Solidarity Challenge • Politik itu Kotor? 
• Kabar Baik bagi Seluruh Makhluk

 

Fokus
_____________________

 
Hidup yang kekal seringkali dinyatakan sebagai kehidupan setelah kematian, namun sebenarnya sebagai pengikut Kristus, hidup kekal tidak hanya mengenai masa depan, tetapi pada bagaimana manusia hidup. Pemahaman bahwa untuk mendapatkan hidup adalah dengan hanya mentaati perintah-Nya dan rajin kebaktian setiap minggu di gereja tidaklah tepat. Oleh karena itu melalui pelajaran kali ini remaja hendak diajak untuk melihat makna hidup kekal yang sesungguhnya, yaitu dengan mengasihi dan bersolidaritas dengan sesamanya. Diharapkan melalui pelajaran ini remaja memahami makna mendapatkan hidup kekal dan memiliki kerinduan untuk mengasihi orang lain lewat tindakan mereka.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Kisah ini menceritakan seorang yang kaya sebagai inti cerita. Dalam kitab Matius dikatakan bahwa ia adalah seorang muda (ay. 20). Kitab Lukas menyatakan bahwa ia adalah seorang pemimpin (Luk 18:18). Kitab Markus (Mrk 10:17-22) melengkapi cerita ini sehingga kita dapat mengetahui gambaran orang kaya ini dengan lebih lengkap.

Kisah ini menceritakan pelajaran yang paling dalam mengenai apa artinya memperoleh hidup yang kekal dan iman kristiani. Orang kaya yang datang kepada Yesus mencari hidup yang kekal. Ia mencari kebahagiaan, kepuasan dan kedamaian bersama Tuhan.Tetapi pertanyaannya kepada Yesus "apa yang harus aku lakukan" sebenarnya menunjukkan bahwa ia tidak mengerti akan apa artinya hidup beriman pada Tuhan. Ia berpikir bahwa memperoleh hidup yang kekal adalah mengenai tabungan di mata Tuhan dengan menjaga dan melaksanakan hukum Taurat, sama seperti apa yang diajarkan oleh orang Farisi. Jelas bahwa ia tidak mengenal keselamatan yang berdasarkan anugerah, maka Yesus mengarahkannya pada pandangan yang benar.
Yesus menjawab sesuai dengan konsep yang dimiliki orang muda ini, yaitu dengan menjaga hukum¬hukum Allah. Ketika orang muda ini menanyakan hukum mana yang Yesus maksudkan,Yesus mengutip lima dari sepuluh perintah Allah (ay. 18-19) yang justru tidak berhubungan dengan kewajiban pada Tuhan melainkan kepada sesama manusia. Perintah-perintah ini yang mengatur kehidupan dan relasi sosial serta sikap kepada sesama.
Jawaban orang muda yang kaya adalah bahwa ia telah melakukannya, namun dalam hatinya ia masih merasakan bahwa ada hal yang belum ia lakukan. Maka Yesus menyuruhnya untuk menjual segala hartanya dan memberikannya kepada orang miskin dan mengikut Dia agar ia mendapatkan kesempurnaan (ay. 21). Memang benar bahwa ia menaati hukum Taurat yang menjadi ukuran untuk mencapai kesempurnaan iman Yahudi. Namun bagi Yesus, kesempurnaan bukanlah terletak pada bagaimana manusia berfokus pada hukum Taurat dan ritual yang ada di dalamnya, namun pada sesamanya melalui solidaritas.

Perintah Yesus membuatnya sedih dan justru menunjukkan sikap egoisnya yang tidak rela untuk menjual segala kepunyaannya dan membagikan miliknya kepada orang-orang miskin. Ia sangat terbelenggu dengan hartanya sehingga ia terikat padanya tanpa dapat melihat bagaimana ia dapat menjadi berkat dengan mengasihi sesama. Jika seseorang melihat segala kepunyaannya sebagai sesuatu yang tidak dapat memberikan arti lain selain kenyamanan dan keamanan belaka, maka hal ini adalah suatu yang harus dipatahkan karena tidak sesuai dengan prinsip kasih dan solidaritas Allah. Kebenaran dari cerita ini adalah mengenai makna kehidupan kekal. Kehidupan kekal adalah bagaimana Allah hidup. Kata kekal dalam bahasa Yunani adalah Aionios, yang berarti milik Allah, atau merupakan karakteristik Allah, dan bukan hidup abadi.

Karakteristik Allah adalah karena begitu besarnya kasih-Nya maka ia memberi apa yang ia miliki, yaitu diri-Nya sendiri. Oleh karena itu untuk mendapatkan kehidupan kekal bukanlah berarti mengikuti segala hukum Taurat dan pencapaian-pencapaian pribadi (ritual), namun pada sikap yang mengasihi dan kerelaan berkorban bagi sesama (solidaritas). Kebahagiaan yang Allah janjikan bukanlah mengenai materialisme, namun seberapa banyak kasih yang dinyatakan dan bagaimana menemukan sukacita serta kedamaian jiwa di dalamnya seperti yang Allah lakukan dengan mengasihi dan memerhatikan sesama manusia. Pada akhirnya orang kaya ini meninggalkan Yesus dengan kesedihan karena kecintaannya pada hartanya lebih besar daripada kasihnya kepada manusia.

Pengenaan
____________________


Pencapaian prestasi spiritual seperti keberhasilan berpuasa, rutin bersaat teduh, berhasil membaca Alkitab setiap hari, taat pada aturan-aturan gereja, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang salah dalam penilaian masyarakat seringkali menjadi acuan iman seseorang, yang pada akhirnya bersifat eksklusif dan bahkan egois karena berpusat pada diri sendiri. Remaja pada saat ini juga terbiasa untuk berfokus pada prestasi dan kompetisi, seperti nilai akademis, kemampuan olahraga, musik dan lain sebagainya yang memiliki kecenderungan untuk mengangkat status seseorang dan tentu saja materialisme yang sebenarnya dimiliki oleh orang tua. Kompetisi memiliki kecenderungan untuk mengejar prestasi dan kemenangan, sementara yang lain kalah yang hanya mengukuhkan egosentrisme. Kecenderungan mencari keamanan dan kenyamanan (atau dijaga oleh orang tua untuk sedapat mungkin aman dan nyaman) juga tidak membantu remaja untuk dapat mengenal Kristus secara utuh karena mengikut Kristus berarti mengasihi dan bersolidaritas dengan orang lain.

Solidaritas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti suatu perasaan setia kawan terhadap orang lain maupun kelompok. Rasa setia kawan yang dimiliki oleh seseorang terhadap orang lain maupun kelompok dapat membuat seseorang tersebut rela berkorban demi orang lain maupun kelompok tanpa adanya rasa paksaan di dalam dirinya. Inilah makna kasih yang sesungguhnya. Untuk dapat memahami artinya mengikut Kristus remaja perlu senantiasa diajak untuk terbuka dan peka pada kondisi masyarakat, sehingga kemudian remaja dapat bersolidaritas dengan mereka.

 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Tanyakan pada remaja apakah artinya hidup yang kekal dan apa yang harus mereka lakukan untuk mendapatkannya.
2. Bacalah perikop dan masuklah pada penjelasan teks. Jelaskan kepada remaja mengenai perbedaan konsep hidup yang kekal menurut bangsa Yahudi yang berfokus pada melaksanakan ritual dan hukum Taurat dan Yesus yang mementingkan kesempurnaan melalui tindakan solidaritas pada sesama.
3. Ajaklah remaja untuk masuk ke dalam kegiatan. Kemudian mulailah diskusi kelompok.
4. Berikut adalah beberapa pertanyaan diskusi:
  a. Bagaimana perasaan kamu saat pertama kali menemukan isi kantong kamu? Apakah kamu pikir kamu memjliki banyak atau sedikit? Begitu kamu menemukan apa yang dimiliki tim lain di kantong mereka, apakah kamu berubah pikiran tentang nilai tim kamu?
b. Saat giliran tim kamu bermain, mengapa kamu memilih kartu yang kamu pilih? Jika kamu dapat melakukannya lagi, apakah kamu akan melakukan pilihan yang sama? Mengapa ?
c. Jika harus kehilangan segalanya, bagaimana rasanya? Apakah kamu marah? Jika demikian, pada siapa kemarahan itu kamu arahkan?
d. Jika kamu memenangkan segalanya, bagaimana rasanya? Apakah kamu lega ataukah kamu merasa bersalah? menurutmu apakah kamu pantas mendapatkan hasil itu atau hanya beruntung? Jika kamu dapat melakukannya lagi, apakah kamu akan melakukan pilihan yang berbeda?
e. Jika kamu dan lawan kamu memilih hijau. dan kamu berbagi kemenangan, apakah kamu puas? Mengapa atau mengapa tidak?
f. Apakah keputusan kamu tentang bagaimana kamu memainkan permainan dipengaruhi oleh apa yang ada dalam kantongmu? Apakah jumlah yang kecil membuat kamu cenderung lebih berani mengambil risiko? Apakah jumlah yang besar membuat kamu ingin melindungi apa yang kamu miliki?
g. Bagaimana kamu melihat sekelilingmu dengan segala kompetisi yang ada? Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan? Bagaimana kamu dapat belajar mengenai solidaritas?
S. Jelaskan pemaknaan dengan mengaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi dan tautkan dengan kehidupan mereka pada saat ini dalam melihat hubungan mereka dengan sesama.

6. Ceritakan mengenai ilustrasi.
7. Tutuplah dengan mengajak mereka untuk menyatakan kasih Allah melalui solidaritas pada sesama.


Kegiatan
_____________________

Solidarity Game

Tujuan permainan ini adalah untuk membantu remaja merefleksikan kondisi yang tidak setara di antara bangsa-bangsa di dunia, dan bagaimana pilihan individu dan kelompok-kelompok dapat memberikan pengaruh pada kondisi yang ada.
1. Bentuklah tim yang terdiri dari masing-masing sekitar empat orang.
2. Berikan masing-masing tim selembar kertas ukuran poster dan spidol, dan berikan beberapa menit kepada setiap tim untuk menentukan nama dan bendera "negara" masing-masing.
3. Mintalah masing-masing negara menjelaskan secara singkat makna nama dan bendera mereka.
4. Berikan masing-masing tim/negara sebuah kantong kertas/plastik berisi sejumlah kecil benda kecil (pencil, klip kertas, dll.).Anda bisa menggunakan sesuatu yang bisa dimakan seperti cokelat M & M, (pastikan dibungkus jika anda berniat untuk menggunakannya kemudian sebagai camilan!) Jumlah dalam kantong harus bervariasi, dari hanya beberapa di satu kantong sampai seratus atau lebih di kantong yang lain (Anda mungkin harus memasukkan sesuatu ke dalam kantong untuk membuat mereka semua terlihat sama). Jangan beritahu peserta bahwa tas itu tidak sama. Biarkan mereka menemukannya sendiri. Isi di dalam masing-masing kantong harus dilihat hanya oleh tim yang menerimanya dan tidak didiskusikan dengan orang lain.
5. Berikan satu kartu MERAH dan satu kartu HIJAU ke masing-masing tim dan jelaskan bagaimana cara kerja kartu-kartu tersebut (lihat dibawah)
6. Pilihlah dua tim untuk saling berhadapan.

Permainannya sederhana:

1. Setiap tim memutuskan apakah akan menampilkan kartu MERAH atau HIJAU
2. Masing-masing tim memberi kartu mereka (tanpa mengungkapkan pilihan mereka) ke
moderator
3. Setelah itu, moderator mengungkapkan hasilnya:
- Jika kedua tim memilih HIJAU, mereka membagi isi dua kantong mereka secara merata. - Jika satu tim memilih HIJAU dan yang lain memilih MERAH, tim yang memilih MERAH mendapatkan isi dari kedua kantong dan tim yang memilih HIJAU tidak mendapat apapun. - Jika kedua tim memilih MERAH, maka keduanya harus menyerahkan kantong mereka. Isi kantong itu kemudian menjadi hadiah untuk dua tim berikutnya, dan seterusnya.
4. Jika tim kehilangan segalanya, mereka tersingkir dari permainan. Lanjutkan bermain sampai salah satu tim memenangkan segalanya atau sampai dua tim terakhir memilih untuk membagikan semuanya (atau sampai moderator berpikir bermain sudah cukup lama).
 

Ilustrasi
_____________________

                                
Cerita unik ini terjadi di Seattle,Washington, tentang sembilan orang pelari 400 meter yang siap berjuang dan berusaha keras untuk menjadi yang tercepat. Ketika pistol ditembakkan ke udara, mereka langsung lari secepat mungkin untuk menjadi juara.Tapi tak berapa lama kemudian, salah satu dari mereka terjatuh. Mencoba bangkit lagi namun terjatuh juga. Dengan cepat ia berusaha bangkit untuk mengejar ketertinggalan, tapi apa daya, kakinya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Usaha pelari yang jatuh bangun terus tadi ternyata membuat perhatian penonton justru tertuju padanya. Ini membuat para pelari juga menengok ke belakang untuk melihat apa yang terjadi. Dan ketika melihat salah seorang pelari jatuh tanpa bisa bangun seperti itu, maka para pelari itu mulai memperlambat larinya dan satu demi satu kemudian berhenti, berbalik dan mendatangi si pelari yang jatuh itu. Mereka membangunkannya, menopangnya dan berjalan bersama-sama untuk menyelesaikan pertandingan! Sungguh, sebuah kejadian yang langka.

Sumber: http://www.renunganyouth.com/2013/03/solidaritas-tim.html#!/tcmbck

             
     


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999