HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Agustus 2018
Dunia dan Masyarakat

 

• Ritual dan Solidaritas  • Solidarity Challenge • Politik itu Kotor? 
• Kabar Baik bagi Seluruh Makhluk

 

Fokus
_____________________

 
Minggu lalu kita membahas solidaritas. Dalam pembahasan itu kita memahami bahwa solidaritas merupakan suatu perasaan setia kawan terhadap orang lain maupun kelompok. Rasa setia kawan menumbuhkan semangat saling menghargai, peduli dan mengasihi sesama. Semangat itu memerdekakan hidup pribadi maupun bersama dan berujung pada kesejahteraan. Dalam minggu ini kita akan merayakan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, salah satu tanggung jawab kita adalah mengisi kemerdekaan untuk kesejahteraan bangsa ini.Sayangnya, kata `sejahtera' masih sangat jauh terjadi di Indonesia. Kemiskinan, perpecahan, penindasan, kekerasan, perundungan (bullying), dan segala bentuk tindakan negatif menjadi `makanan' sehari-hari penduduk Indonesia. Mengupayakan kesejahteraan bangsa kita adalah panggilan semua warga Indonesia, termasuk para remaja. Karena itu, pelajaran Kali ini bertujuan mengajak remaja untuk peduli terhadap mereka yang miskin, tertindas, dan mengalam ketidakadilan. Mereka pun diajak untuk berhenti melakukan tindakan yang merugikan sesamanya; serta ditantang untuk menyebarkan kepedulian melalui 'dunia' yang dekat dengan mereka, yaitu dunia maya dan media sosial.
 

Penjelasan Teks
_____________________


a. Bangsa yang Galau (ay. 1 -3)
Konteks Yesaya 58 berkisah tentang keadaan bangsa Israel yang sebagian penduduknya sudah kembali ke Yerusalem. Sebagian lagi masih berada di Babel, sedang menantikan waktu kembali ke negerinya. Sebagai bangsa yang baru 'merdeka' dari tangan Babel, bangsa Israel berupaya menata kehidupannya kembali. Mereka percaya, satu hal yang menjadi dasar dari penataan tersebut adalah penataan iman kepada Allah Israel. Mereka `galau' sebab mereka merasa sudah melakukan hukum yang telah diperintahkan Tuhan, namun mereka tetap mendapat hukuman dengan dibuang ke Babel.

b. Perpaduan Ritual dan Aksi (ay. 4-7)
Nabi Yesaya menyampaikan Firman Tuhan kepada bangsa Israel yang `galau' dengan kehidupan iman mereka. Mereka tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, yang menyebabkan Tuhan marah kepada mereka. Mereka ingin menyembah Tuhan dengan benar.Yesaya mengingatkan, atas nama Tuhan, bahwa selama ini bangsa Israel telah melakukan ritual berpuasa dan memberi persembahan kepada Tuhan sesuai dengan hukum Taurat.Tetapi, bagi Tuhan, itu tidak cukup untuk menunjukkan iman mereka kepada Tuhan.Tuhan melihat mereka berpuasa, tetapi puasa mereka tidak menjadikan hidup mereka lebih baik.
Sementara mereka melakukan ritual puasa dan memberi persembahan. mereka melakukan kekerasan dan ketidakadilan kepada sesama mereka. Mereka melakukan ritual pertobatan, namun mereka membiarkan dan tak peduli pada sesama yang miskin dan lapar. Mereka belajar Taurat dengan setia, tetapi mereka membiarkan sesamanya kedinginan karena tak memiliki pakaian. Mereka melakukan ritual merendahkan diri di hadapan Tuhan, tetapi menindas sesamanya.
Yesaya menegaskan iman adalah perpaduan ritual dan aksi. Ritual menyembah kepada Tuhan tidak cukup kalau tidak diikuti oleh perbuatan nyata melakukan perintah Tuhan dengan mengasihi sesama. Ibadah kepada Tuhan bukan ibadah yang 'selfish', sebaliknya ibadah merupakan perwujudan kasih kepada Allah dan sesama.

c. Tuhan yang Mencintai Keadilan (ay. 8 — 10)
Mengapa Tuhan mengajar bangsa Israel untuk peduli kepada sesamanya sebagai bagian dari ibadah mereka, selain ritual? Jawabannya adalah Tuhan mencintai keadilan. Buktinya,Tuhan membebaskan bangsa dari penindasan di Mesir, membawa mereka ke tanah perjanjian, dan kemudian membebaskan mereka dari tangan Babel. Karena itu,Tuhan ingin bangsa Israel juga melakukan hal yang sama. Kebaikan yang dilakukan oleh bangsa Israel akan membuat mereka menyatakan kasih Tuhan membebaskan yang tertindas, miskin, lapar dan kesepian.
                                            
 
Pengenaan
____________________


a. Iman adalah ritual dan aksi
Kenda Creasy Dean, dalam wawancaranya dengan CNN USA pada tahun 2010, mengatakan bahwa remaja Kristen menunjukkan kehidupan iman yang palsu (fake Christians). Mereka melakukan ritual agama seperti berdoa, membaca kitab Suci, pergi ke rumah ibadah, tetapi pada saat yang sama mereka juga melakukan perundungan kepada sesamanya, melakukan kejahatan cyber di media sosial, berkata-kata kasar dan lain sebagainya.
Bacaan kita hari ini mengajak remaja untuk hidup sebagai remaja Kristen yang tidak palsu. Sama seperti bangsa Israel, remaja juga diajak untuk memahami kehidupan iman kepada Tuhan dengan tidak memisahkan antara ritual ibadah dan perbuatan kasih. Keduanya menyatu menjadi identitas mereka sebagai remaja Kristen.

b. Panggilan menjadi Pembebas

Pada saat kita merayakan HUT Kemerdekaan RI, sebenarnya kita sedang merayakan hari pembebasan bagi bangsa kita dari tangan penjajah. Pembebasan ini menjadikan Indonesia negara yang berdaulat di negerinya sendiri; bebas mengatur dirinya dan mengelola semua kekayaan Indonesia untuk kesejahteraan rakyat.
Indonesia sekarang ini 'belum bebas' dari kemiskinan, penindasan, kekerasaan, ketidakadilan, perundungan. Kita semua dipanggil untuk ambil bagian melakukan tindakan pembebasan tersebut. Panggilan ini pun berlaku bagi remaja sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Menjadi pembebas, bagi remaja, berarti mereka berkomitmen untuk tidak melakukan (lagi) perbuatan negatif kepada sesama. Mereka pun dipanggil untuk menyatakan kebaikan dan solidaritas kepada sesama sebagai bagian dari iman mereka kepada Tuhan.

c. Dunia Remaja adalah Cyberspace

Remaja generasi sekarang disebut sebagai generasi digital. Penyebutan ini menunjukkan dunia mereka adalah dunia yang dipengaruhi oleh teknologi yang paling canggih. Mereka tidak bisa dilepaskan dengan perangkat teknologi dan media sosial. Komunikasi dan interaksi mereka dengan sesamanya adalah interaksi dan komunikasi di dunia maya (cyberspace). Salah satu keuntungan dari kehidupan dunia maya adalah sarana penyebaran berita menjadi sangat cepat dan dapat dilihat oleh banyak orang dari seluruh belahan dunia. Begitu pula, ajakan untuk melakukan solidaritas atau kebaikan kepada sesama dapat dilakukan dengan cepat dalam jumlah banyak melalui media sosial. Karena itu, remaja dapat menggunakan media sosial yang mereka miliki untuk menunjukkan kepedulian sosial terhadap kemiskinan dan penderitaan manusia.

 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Pembimbing membuka kegiatan dengan berdiskusi tentang arti kemerdekaan bangsa Indonesia dan kemerdekaan diri sendiri.Tanya juga apakah remaja melihat bangsa kita sudah benar-benar merdeka saat ini?
2. Masuklah pada pembahasan teks. Pembimbing menunjukkan kondisi bangsa Israel yang berada dalam proses pembebasan dari tangan Babel. Mereka mengalami kebingungan iman, khususnya berkaitan dengan ritual keagamaan yang mereka sudah lakukan, tapi Tuhan tak berkenan (lihat penjelasan teks a).
3. Pembimbing menjelaskan tentang arti ibadah sebagai bentuk iman kepada Allah. Berdasarkan teks, bangsa Israel diajak untuk mengalami pemulihan iman dengan memadukan ritual ibadah dan perbuatan. Belajar dari pengalaman masa lalu, bangsa Israel diminta untuk tidak memisahkan ritual dengan aksi mereka (lihat penjelasan teks b dan c).Ajaklah remaja juga untuk memahami kehidupan iman mereka. Mereka dipanggil untuk menyatakan iman melalui ritual dan perbuatan (lihat pengenaan a).
4. Pembimbing mengajak remaja untuk mengisi kemerdekaan dengan menunjukkan iman mereka kepada Tuhan. Selain ritual (berdoa bagi bangsa Indonesia), remaja juga ditantang untuk menunjukkan kepedulian pada bangsa dengan mau peduli pada persoalan-persoalan bangsa ini (lihat pengenaan b).
5. Tantangan bagi remaja masa kini adalah menunjukkan kepedulian adalah melakukan penyebaran tindakan kebaikan melalui media sosial mereka.Tindakan kebaikan ini adalah bentuk langsung dari iman yang peduli pada keadaan sosial bangsa.
6. Pembimbing dapat memberi contoh dua tantangan yang telah dilakukan di media sosial oleh sejumlah orang dan berhasil mengumpulkan sejumlah dana untuk menolong orang lain. Pembimbing dapat memilih salah satu kisah dari dua kisah yang ada di bagian ilustrasi.
7. Pembimbing mengajak remaja secara langsung melakukan aksi peduli dengan melakukan kegiatan #iSolidarity Challenge (lihat kegiatan).

Kegiatan
_____________________

#iSolidarity Challenge
1. Remaja bersama pembimbing berdiskusi, saling memberikan ide-ide tindakan kebaikan (kindness) yang ingin mereka lakukan kepada yang miskin, menderita, tertindas sebagai komunitas remaja Kristen. Sebaiknya setiap Komisi Remaja melakukan satu kebaikan secara bersama-sama.
2. Setelah mendapatkan ide, buatlah ide tersebut menjadi konsep matang untuk dilakukan bersama-sama. Pada saat mereka mewujudkan ide tersebut menjadi tindakan nyata, mintalah mereka merekam peristiwa tersebut (bisa dengan kamera telepon genggam) untuk diunggah ke media sosial yang mereka miliki.
3. Dalam video tersebut, setiap Komisi Remaja diminta menyampaikan tantangan kepada Komisi Remaja gereja lain untuk melakukan kebaikan yang lain lagi. Contohnya: Kami (Komisi Remaja GKI----) menantang Komisi Remaja GKI untuk melakukan kepedulian kepada sesama.
4. Jadikan video yang mereka buat menjadi video viral dengan menyebarkan ke media sosial yang mereka miliki dengan hastag: #iSolidarity Challenge #Remaja GKI (nama gereja) ---- #KamiCintalndonesia. Contoh: #iSolidarity Challenge #Remaja GKI Manyar #KamiCintalndonesia.
 

Ilustrasi
_____________________

                                
1. ALS Ice Bucket Challenge
Sumber: http://global.liputan6.com/read/2565553/tantangan-ice-bucket-bantu-ilmuwan-temukan¬gen-penyakit-langka
Tantangan 'Ice Bucket' Bantu Ilmuwan Temukan Gen Penyakit Langka
Liputan6.com, Massachusetts - Jika Anda menumpahkan air dingin ke atas kepala Anda sendiri sebagai bagian dari Ice Bucket Challenge pada 2014 bersiaplah untuk menyelamati diri Anda.
Uang yang dikumpulkan melalui tren media sosial itu telah membantu para ilmuwan untuk menemukan cara baru yang akan membantu mereka yang menderita penyakit degenerasi saraf motorik (MND), atau sklerosis lateral amiotrofik (ALS), sebagaimana dikenal di AS.

Tantangan tersebut telah mengumpulkan lebih dari US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun untuk ALS Association pada musim panas tahun itu dan dana bantuan telah disalurkan ke beberapa proyek penelitian, termasuk Project MinE.
Dengan dipimpin sebuah tim peneliti di Fakultas Kedokteran University of Massachussets, proyek ini berhasil menemukan gen NEK 1 , yang diperkirakan bertanggung jawab akan penyakit ALS. Demikian seperti dilansir dari The Huffington Post, Minggu (31/7/2016).

MND/ALS adalah penyakit progresif yang menyerang otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini memengaruhi sistem saraf yang mengendalikan gerakan tubuh serta dapat berimbas pada lengan dan tangan, kemampuan berbicara dan menelan, atau kemampuan untuk bernapas.
Terdapat beberapa tipe penyakit ini, dan di Inggris, MND merupakan istilah induk yang digunakan untuk menggambarkannya. Dalam artikel ini, digunakan istilah ALS sebagai jenis MND yang paling umum.
Sebagai kontras,ALS adalah istilah induk yang digunakan di AS, namun seiring dengan kesuksesan Tantangan Ember Es atau 'Ice Bucket', istilah ini kemudian juga lebih sering digunakan di Inggris dan seluruh dunia.
ALS Association telah berhasil menyumbangkan US$ 1 juta ke Project MinE, yang melibatkan 80 peneliti di 11 negara,sebagai hasil langsung dari tantangan ember es.
Para peneliti yang terlibat di dalam proyek tersebut berharap bahwa penemuan gen NEK 1 dapat membantu membuka jalan untuk metode penyembuhan baru.
Pengusaha Bernard Muller, yang menderita ALS, membantu peluncuran proyek riset itu.
"Tantangan Ember Es ALS telah memungkinkan kita untuk mendapatkan pendanaan dari sumber¬sumber baru di wilayah-wilayah baru di dunia," ungkapnya seperti dikutip ABC News.
"Kolaborasi transatlantik ini mendukung pencarian gen secara global untuk mengidentifikasi gen pemicu ALS."
"Saya luar biasa puas dengan penemuan gen NEK 1 yang merupakan satu langkah maju menuju tujuan utama kita, yaitu menghapuskan penyakit ini dari muka Bumi," tutup Muller.

2. The Kindness Challenge
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ahMI-FG2c80
Seorang ayah membuat gerakan untuk berbagi kebaikan bagi semua orang melalui Facebook. Hal ini dia lakukan untuk mengenang anaknya, Dillon, yang meninggal dunia karena bunuh diri. Dia membayangkan anaknya yang meninggal karena kesepian sebab tidak ada orang yang peduli dengannya. Karena dia membuat akun Facebook yang menantang orang untuk melakukan satu saja tindakan baik dan kemudian orang itu menantang tiga orang pertemanan mereka untuk melakukan kebaikan. Setiap perbuatan baik diunggah di media sosial mereka maupun Facebook milik the Kindness Challenge.Video-video itu menjadi viral bahkan the Kindness Challenge masuk dalam kurikulum sekolah di Amerika Serikat
 

             
     


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999