HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Agustus 2018
Dunia dan Masyarakat

 

• Ritual dan Solidaritas  • Solidarity Challenge • Politik itu Kotor? 
• Kabar Baik bagi Seluruh Makhluk

 

Fokus
_____________________

 
Apakah politik itu selalu kotor? Pertanyaan ini menjadi pergulatan sepanjang sejarah hidup manusia. Pada dasarnya manusia tidak bisa terlepas dari politik. Secara umum, politik mengandung dua makna. Pertama, politik dimaknai sebagai kemampuan untuk hidup bersama dalam membangun polis (kota). Polis (kota) sebagai tempat hidup bersama banyak orang. Keberadaan kota perlu ditata supaya semua warganya menikmati kesejahteraan. Kedua, politik bisa dimaknai sebagai perjuangan untuk memperoleh kekuasaan. Para pejuangnya disebut sebagai politisi. Dalam sistem politik di Indonesia (dan di dunia), politisi memakai kendaraan bernama partai guna mendapat simpati dari konstituen (pemilih),Tujuan kekuasaan adalah untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Karena itu, agenda-agenda politik menjadi penting untuk diperhatikan. Mengingat politisi adalah manusia biasa yang bisa terjatuh pada kesalahan, korupsi dan dosa, maka para politisi harus dibekali dengan norma-norma politik santun. Ketiadaan norma politik yang santun membuat kesucian politik hilang. Melalui pelajaran ini, remaja diajak menyadari bahwa politik merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan tergerak mendukung gerakan politik yang bersih.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Membaca I Samuel 8-10 kita menemukan suasana transisi kehidupan Israel sebagai sebuah komunitas besar. Pada waktu itu Allah menetapkan pemerintahan Israel di tangan Allah (teokrasi). Dalam sistem ini, seorang hakim ditetapkan menjadi perantara antara Tuhan dan manusia.Tugas hakim adalah menegaskan hukum dan keadilan Allah supaya dijalankan oleh bangsa Israel. Samuel telah diangkat menjadi hakim bagi bangsa Israel (I Sam. 7:15-17). Setelah beberapa saat, ia "didemo" oleh orang-orang Israel. Mereka menghendaki kepemimpinan yang dijabat oleh hakim diubah menjadi kepemimpinan oleh seorang raja. Hal ini menunjukkan bahwa Israel tidak siap dipimpin Allah (teokrasi). Mereka menghendaki pemerintahan dengan model kepemimpinan seorang raja (monarkhi).
Apa yang salah dengan permintaan orang Israel? Kesalahan mereka adalah tidak menghormati pemimpin yang ditetapkan Allah. I Samuel 7:15 mencatat bahwa Samuel ditetapkan menjadi hakim bagi Israel untuk seumur hidup. Namun ketika mereka melihat Samuel telah menjadi tua, mereka lupa pada penetapan Allah. Di sisi lain, Samuel melakukan kekeliruan pula. Ia mengangkat anak-anak laki-lakinya menjadi hakim atas Israel. Padahal mereka tidak memiliki kecakapan dalam menjalankan kepemimpinan atas Israel.Anak pertama dan anaknya yang kedua menggunakan kekuasaan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan menjadi keseharian Yoel dan Abia. Ketika pemimpin melakukan hal itu, rakyat menjadi korbannya.

Kejadian itu membuat orang-orang Israel menginginkan pergantian kepemimpinan dan model kepemimpinan. Dari model kepemimpinan seorang hakim (teokrasi) menjadi kepemimpinan yang diatur oleh raja. Rupanya orang-orang Israel telah melihat pola kepemimpinan pada bangsa-bangsa di sekitar mereka. Menurut mereka, kepemimpinan ala hakim-hakim tidak bisa menjamin mereka aman dari musuh. Sebaliknya musuh mereka, bangsa Filistin sebagai sebuah kerajaan, memiliki kekuatan politik dan militer yang terus menerus sebagai momok buat Israel yang tidak memiliki kedua unsur tersebut. Di sini Israel lupa bahwa sesungguhnya hakim yang memimpin mereka adalah pilihan Tuhan, maka menolak hakim dan menginginkan raja sebagai pengganti adalah bentuk penolakan pada Tuhan sendiri (ayat 7-9). Sejarah tentang pemerintahan Allah mereka lupakan. Dampak dari melupakan sejarah adalah kelumpuhan menjalankan mimpi bangsa di masa mendatang.Karena permintaan Israel yang keras itu Allah membiarkan bangsa Israel mengambil pilihannya. Mereka merasa menang karena Allah membiarkan mereka. Namun, sesungguhnya sesuatu yang mengerikan sedang dan akan terjadi tengah.bangsa itu. Bangsa yang memilih carapemerintahan menurut kehendak sendiri itu sedang dijauhkan dari anugerah Allah.

Hal itu terungkap dari peringatan Allah tentang kesulitan yang akan dihadapi bangsa Israel dengan raja baru mereka, dan apabila bangsa itu menangis mencari Tuhan, maka Tuhan pun akan tidak peduli lagi (ayat 10-18). Segala peringatan yang disampaikan Tuhan melalui Samuel mereka abaikan. Ketika mereka mengabaikan Tuhan, segala keputusan yang mereka ambil berdasar keinginan sendiri dan abai pada nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Allah. Mereka menolak Yosia dan Abia yang korup, namun mereka sedang mempersiapkan diri dengan korupsi dengan gaya baru di masa mendatang. Korupsi itu adalah korupsi nilai-nilai kehidupan dalam sebuah bangsa. Dampaknya mereka akan menanggung sendiri segala keputusan yang sudah diambil (ayat 19-20).
                                        
 
Pengenaan
____________________


Iman pada Kristus berimplikasi pada tindakan nyata. Sebagai orang Kristen yang hidup di Indonesia, iman pada Kristus bermuara pada keikutsertaan orang Kristen dalam pembangunan di Indonesia. Menutup diri untuk ambil bagian dalam pembangunan sama dengan mengabaikan arah perjalanan bangsa ini. Untuk itu orang Kristen harus berpolitik. Berpolitik tidak harus dengan jalan "politik praktis" yaitu berpolitik dengan partai sebagai mesin politiknya. Berpolitik berarti turut ambil bagian mensejahterakan kota. Oleh karena itu tepatlah kalau kita mau mendengar dan menjalankan tuturan Andreas Yewangoe terkait dengan kesediaan orang Kristen untuk berpolitik. Beliau menuturkan bahwa di dalam berpolitik, paling tidak dibutuhkan hal-hal:
a. Prinsip-prinsip berpolitik,
b.Analisis terhadap situasi di mana prinsip ini dioperasionalisasikan,
c. Dugaan (prediksi) mengenai akibat dari operasionalisasi prinsip tersebut.

Melihat tiga hal itu dan membandingkan dengan Israel, kita menemukan bahwa bangsa ini mengabaikan tiga kebutuhan berpolitik sebagaimana dikatakan Yewangoe. Karena itu mereka terjebak dalam politik yang menguntungkan kepentingan sendiri, bukan untuk kepentingan bangsanya.
Bagairnana dengan remaja saat ini? Berbagai penelitian rnenunjukkan bahwa remaja saat ini cenderung apolitis atau tidak berminat pada politik. Jika hal ini dibiarkan, maka kehidupan bangsa akan terganggu.
Dengan memahami hal itu, remaja Kristen diundang untuk memahami dunia politik dan bersedia terlibat dalam politik yang suci bagi kehidupan bangsa Indonesia.

 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Ajak remaja menyanyikan lagu "Padamu Negeri" karya Kusbini
2. Minta remaja menceritakan hal-hal yang dilakukan oleh pemerintah RI dalam rangka mewujudkan kehidupan bangsa yang sesuai dengan cita-cita luhur bangsa ini. Cita-cita luhur bangsa Indonesia adalah: adil, makmur, berdasar Pancasila dan UUD 45.
3. Minta remaja menceritakan apa partisipasi mereka untuk mendukung terwujudnya cita-cita luhur bangsa ini?
4. Ajak remaja membaca I Samuel 8:1-22 dan sampaikan penjelasan teks.
5. Minta remaja membuat kelompok. Setelah kelompok terbagi, ajak remaja melakukan kegiatan.
6. Akhiri dengan menegaskan pada remaja makna politik dan keikutsertaan mereka dalam politik (lihat fokus dan pengenaan).

Kegiatan
_____________________

Apa aksiku untuk Indonesia?

Dengan menggunakan aplikasi android, mintalah remaja mencari artikel-artikel tentang Indonesia dan potensi-potensinya.
Mintalah remaja berdiskusi dengan panduan sebagai berikut:
- Apa potensi Indonesia menurutmu?
- Mengapa potensi itu belum bisa dikembangkan untuk kesejahteraan rakyat? - Menurutmu apa yang bisa dilakukan untuk menjadikan Indonesia sejahtera?

Pertanyaan lain:
1. Ke mana saja kamu berwisata?
2. Ceritakan pengalamanmu berwisata
3. Potensi apa yang kamu lihat dari wisata itu?
 

Ilustrasi
_____________________

                                
Zico dan Josua, 2 Anak Muda Pembela Rakyat

Mahkamah Konstitusi (MK) bukan hanya milik pakar hukum atau advokat berpengalaman. Hal itu yang ingin ditekankan oleh Dua anak muda, Zico Leonard Djagardo Simanjuntak (21) dan Josua Satria Collins (20). Keduanya nekat menggugat UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi (MK), lembaga peradilan yang kerap disebut benteng terakhir konstitusi tersebut. Pasca sidang perdana uji materi UU MD3 di MK, Zico sempat bercerita bahwa keberaniannya maju menggugat UU MD3 tak hanya persoalan khawatir aturan tersebut akan mengekangnya mengkritik keras DPR dan anggota DPR. Kesedihan terhadap mahasiswa kini Ada hal lain yang diakui mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) itu, yakni soal kesedihannya melihat banyak anak muda yang memiliki latar belakang hukum, namun takut dan tak memiliki kepercayaan diri untuk menyampaikan perkara ke MK. "Sebenarnya memang salah satu kesedihan kami, banyak orang yang tidak tahu didirikan MK ini untuk memenuhi hak warga negara, hak kita sebagai masyarakat sipil," ujarnya.Akibatnya, banyak warga negara yang terkadang kesulitan mendapatkan hak konstitusinya yang direnggut oleh pemerintahnya sendiri. Pengajuan perkara ke MK pun dinilai tidak perlu ditakuti. Di mata dia, MK sudah cukup progresif di mana tidak ada tekanan ketika warga negara mengajukan permohonan perkara."Kami ingin menjadi preseden (baik) yang buat contoh jangan takut. Semua orang yang memiliki kerugian konstitusional, ayo kita maju dukung hak konstitusional kita (melalui MK)," kata Zico.

Josua menceritakan awal mula kemunculan niat untuk menggugat UU MD3.Awalnya pada Februasi lalu, Zico mengajaknya lewat pesan Whatsapp, untuk menindaklanjuti pengesahan UU MD3 yang menuai kritik publik secara luas. Baca juga :Alasan Dua Anak Muda Ini Menggugat UU MD3 ke MK Beberapa pasal di dalam UU tersebut dinilai publik akan menjadikan DPR dan anggota DPR kian sulit dijangkau kritik rakyaknya. Pasal 122 huruf k, misalnya, memberikan kewenangan kepada DPR melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), mengambil langkah hukum kepada siapa saja yang dinilai merendahkan kehormatan DPR atau anggota DPR. Pasal ini pula akhirnya yang digugat oleh Zico dan Josua ke MK. Bagi Josua, keputusannya untuk menggugat UU MD3 ke MK bak pembuktian bahwa mahasiswa tidak hanya gemar demontrasi menentang kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat. Di akhir perbincangan, Zico dan Josua menyampaikan harapan agar anak-anak muda yang ingin mengajukan uji materi ke MK untuk yakin dan percaya diri. Hal ini dinilai penting agar stigma MK yang banyak dinilai hanya ruang untuk para ahli hukum atau advokad senior tak lagi ada membebani anak-anak muda, terutama denganlatar belakang pendidikan hukum.

https://nasional.kompas.com/read/2018/03/09/19400071/zico-dan-josua-potret-mahasiswa-tak¬hanya-bisa-demo.
 

             
     


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999