HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Agustus 2018
Dunia dan Masyarakat

 

• Ritual dan Solidaritas  • Solidarity Challenge • Politik itu Kotor? 
• Kabar Baik bagi Seluruh Makhluk

 

Fokus
_____________________

 
Di sekitar kita ada banyak hewan.Ada yang hidup di alam terbuka, ada pula hewan piaraan. Mungkin pula di antara remaja gereja memiliki hewan peliharaan di rumah. Namun demikian apakah mereka sudah memperlakukan hewan peliharaan mereka (ataupun hewan-hewan lain) secara layak? Bagaimana pula perlakuan remaja terhadap pohon-pohonan atau tanaman? Apakah pohon diperlakukan secara rumah? Hewan, tanaman, seisi alam semesta ciptaan Tuhan dicipta oleh Tuhan agar semua ciptaan hidup dalam harmoni. Hilangnya harmoni ciptaan Tuhan menjadikan ciptaan yang sungguh amat baik jadi rusak. Manusia dipanggil untuk memberitakan kabar baik bagi seluruh ciptaan. Oleh karena itu, melalui pelajaran ini. remaja diajak untuk menyayangi seluruh ciptaan Tuhan secara proporsional, termasuk hewan-hewan yang ada dalam hidup mereka, karena Allah mengasihi seluruh ciptaan-Nya.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Perikop kita pada hari ini merupakan penutup dari Injil Markus. Penulis penutup Injil Markus ingin menegaskan bahwa sebelum naik ke surga,Yesus memberikan tugas kepada gereja-Nya.Tugas-tugas tersebut adalah:
1. Gereja menjadi pembawa kabar keselamatan (ay. 15). Jadi setiap orang Kristen berkewajiban untuk mengabarkan Injil, yaitu kabar baik tentang kerajaan Allah "...kepada seluruh makhluk." Yang menarik dari ayat 15 ini adalah bahwa kata yang digunakan bukan "semua orang/manusia" (Yun.: anthropos) ataupun seluruh "dunia" (Yun.: kosmos), tetapi "seluruh makhluk". Makhluk dalam bahasa aslinya di ayat ini adalah ktisis, yang mungkin lebih tepat diterjemahkan sebagai "ciptaan". Dengan kata lain, Hukum Kasih yang menjadi landasan kekristenan kita tidak hanya berlaku untuk sesama manusia saja, tetapi untuk seluruh ciptaan Tuhan. Konsekuensinya, kerajaan Allah juga tidak hanya untuk manusia saja, melainkan untuk seluruh ciptaan-Nya.

2. Menjadi gereja yang menyembuhkan (ay. 18). Dalam karya Yesus di dunia dapat kita lihat berkali¬kali betapa Yesus menyembuhkan orang sakit. Sakit dalam hal ini bukan hanya secara jasmani, tetapi juga secara rohani. Hal ini menunjukkan bahwa kekristenan harus membawa kesehatan, baik jasmani maupun rohani.
3. Gereja menjadi sumber kekuatan (ay. 17-18).Ayat 18 dalam perikop ini tentu bukan bermakna agar kita secara harfiah (apalagi sengaja) memegang ular dan meminum racun, tetapi agar kita tahu bahwa dalam Kristus kita telah mendapatkan kuasa untuk menghadapi segala tantangan dalam hidup. Harapan Tuhan Yesus adalah agar orang Kristen pada gilirannya dapat menjadikan kuasa yang didapat untuk menguatkan orang lain (baca: makhluk ciptaan lain). Bukan kuasa yang menindas, tetapi kuasa yang menjadi berkat.

Pengenaan
____________________


Nats kita kali ini adalah ayat 15. Dalam ayat ini dikatakan bahwa kita harus memberitakan Injil kepada seluruh ciptaan (lihat Penjelasan Teks poin 1). Memberitakan Injil di sini tentu bukan hanya berkhotbah, tetapi juga hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Salah satu yang berkaitan dengan tema kita kali ini adalah hidup yang mengasihi. Mengasihi bukan hanya manusia saja, tetapi juga seluruh ciptaan Tuhan, termasuk hewan, tumbuhan, dan bumi yang kita diami ini.
 

Tuhan menginginkan kita untuk menjaga dan menyayangi ciptaan-Nya, karena Tuhan sendiri pun menyayangi dan memelihara seluruh ciptaan-Nya (bdk. Kejadian 1 & 2, Mat. 6:26-29, Luk. 12:24-28). Bahkan ketika mendatangkan bencana air bah,Tuhan tidak lupa untuk menyelamatkan hewan-hewan (Kej. 6:19), karena itu kita juga harus memperlakukan ciptaan-ciptaan Tuhan ini secara layak dan semestinya. Salah satu contohnya adalah dengan cara menyayangi hewan peliharaan yang dipercayakan kepada kita; tidak lupa memberi makan, menjaga agar hewan dan lingkungan tempat hidupnya selalu bersih, dll. Begitu pula dengan kuasa yang kita dapatkan dari Tuhan. Gunakan kuasa tersebut untuk melindungi sesama ciptaan Tuhan dari tindakan dan perilaku yang tidak wajar dan tidak selayaknya.
 

 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Ajak remaja untuk melakukan Kegiatan I.
2. Sampaikan Penjelasan Teks.
3. Tanyakan kepada remaja, apakah mereka memiliki hewan peliharaan?
4. Sampaikan Pengenaan.
5. Menyambung poin 3 tadi, bagaimanakah remaja pemilik hewan peliharaan tadi memperlakukan hewan peliharaannya? Apakah mereka sudah memperlakukan hewan peliharaan mereka secara layak sesuai yang disampaikan di Pengenaan?
6. Ajak remaja untuk melihat kembali pernyataan sikap yang mereka buat di Kegiatan I .Apakah sudah sesuai dengan pelajaran yang mereka dapatkan hari ini. Ubah secukupnya bila diperlukan.
7. Akhiri dengan mengajak melakukan Kegiatan 2.

Kegiatan
_____________________

Kegiatan I
1. Tayangkan video berita kekerasan terhadap hewan dari
https://www.youtube.com/watch?v=YYMt_1gja94.
2. Buatlah beberapa kelompok yang terdiri atas 5-6 remaja.
3. Minta remaja untuk mendiskusikan dan memberikan pernyataan sikap terhadap video tersebut.

Kegiatan 2
1. Ajak remaja yang memiliki hewan peliharaan untuk berfoto bersama hewan peliharaannya. Remaja yang tidak memiliki hewan peliharaan dapat dicarikan cara lain, misalnya di kebun binatang.
2. Foto-foto dari poin 1 di atas dapat dipajang di media sosial mereka, media sosial remaja gereja, dan/atau majalah dinding dengan diberi caption dan hashtag sesuai dengan pernyataan sikap mereka di Kegiatan I.

 

Ilustrasi
_____________________

                                
A Man and His Dog

Ada seseorang berjalan dengan anjingnya. Dia menikmati pemandangan di sekitarnya ketika tiba-tiba dia tersadar bahwa dia sudah mati. Saat-saat kematiannya teringat di benaknya. Dia teringat pula bahwa anjingnya sudah mati bertahun-tahun sebelumnya. Selang beberapa saat, mereka melihat sebuah gerbang yang megah dengan tembok seperti pualam putih. Jalan menuju gerbang tersebut terbuat dari emas. Mereka berjalan menuju gerbang tersebut, dan melihat ada seseorang duduk di belakang meja di sebelah gerbang tersebut.

"Permisi, sampai di manakah kami?" sapa si pemilik anjing.
Ini surga, bung." sahut sang penjaga gerbang.
"Wow.Apakah Anda punya air minum? Kami sudah berjalan cukup jauh dan kami haus."
"Tentu! Silakan masuk, dan saya akan menyiapkan air dingin yang segar untuk Anda."
Sang penjaga gerbang memberikan isyarat, dan gerbang pun perlahan-lahan terbuka.
"Bolehkah ceman saya ikut masuk?" tanya si pemilik anjing sambil menunjuk anjingnya.
"Maaf, bung, tetapi hewan peliharaan dilarang masuk."
Orang itu pun tampak diam berpikir. Dia mengingat kesetiaan anjing peliharaannya selama bertahun-tahun hidupnya, lalu dia memutuskan untuk tidak memasuki gerbang itu dan meneruskan perjalanan bersama anjingnya.

Setelah berjalan kembali sekian lama melalui jalan tanah yang tidak terlalu bagus, dia sampai di gerbang sebuah peternakan yang tampaknya tidak pernah ditutup.Tidak ada pagar di samping kanan dan kiri gerbang tersebut. Di dalam peternakan dia melihat ada seseorang sedang bersandar pada pohon dan membaca buku.
"Permisi!" sapanya."Apakah Anda punya air minum? Kami sudah berjalan jauh dan kami haus."
"Tentu, ada keran air minum di sana." Sahutnya sambil menunjuk suatu tempat di dalam peternakan.
"Masuklah dan minumlah sepuasmu."
"Bagaimana dengan kawan saya ini?" balasnya sambil menunjuk ke anjingnya.
"Di dekat keran air minum harusnya ada sebuah mangkok; dia boleh ikut minum."
Mereka masuk dan minum sampai puas. Lalu mereka menemui pemilik peternakan tadi.
"Tempat apakah ini?" tanyanya.
"Ini surga," jawabnya;
"Loh, tempat yang dikelilingi tembok di sana tadi juga katanya surga."
"Oh, maksudmu tempat yang dikelilingi tembok pualam putih dengan gerbang megah dan jalanan dari emas? Bukan. Itu neraka."
"Anda tidak marah nama peternakan Anda dipakai oleh mereka?"
"Tidak. Kami justru senang mereka memilah orang yang lebih memilih harta daripada teman setianya agar tidak sampai ke sini."

Disadur dari : http://www.naute.com/stories/mananddog.phtml
 

            
 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999