HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 41
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

April 2017    
GRACE ALONE
Roma 1:6-7
 
  1
VICARIOUS DEATH
Roma 5:6-11
 
  2
CHISTOS ANESTI
1 Korintus 15:12-23
 
  3
SOLA GRATIA SOLA FIDE SOLA SCRIPTURA
Roma 3:20-28
 
  4
AMAZING GRACE
1 Korintus 1:4-9
  5

 

2017

April
Minggu 2
 



 

 VICARIOUS DEATH



 Bacaan: Roma 5:6-11
 Bahan yang diperlukan:-


 

FOKUS



Kematian adalah sesuatu yang pasti akan dialami oleh setiap orang. Ada orang yang karena masalah atau sakit yang dimilikinya, ingin cepat mati. Sebaliknya ada juga orang yang ingin hidup lebih lama dan berusaha menghindari kematian. Di antara kedua sikap itu, ada orang yang siap kapan pun kematian menjemput dan mengisi hidup yang masih dijalani dengan benar dan bertanggung jawab sehingga hidupnya menjadi berkat bagi yang lain.

Kehadiran Yesus di tengah dunia menjadi bukti nyata anugerah Allah bagi dunia yang membutuhkan penyelamatan. Bukan hanya kehidupan Yesus saja yang menjadi berkat bagi manusia, kematian-Nya pun mendatangkan kebaikan bagi manusia berdosa. Fokus bahan hari ini adalah mengajak remaja mengerti bahwa kematian Yesus merupakan karya keselamatan Allah dan mengingatkan remaja untuk mensyukuri anugerah keselamatan Allah tersebut melalui hidup yang mendatangkan kebaikan bagi sesama.
 

PENJELASAN TEKS


Ayat 6-8 dalam teks bacaan kali ini menggambarkan kasih Allah yang begitu besar. Kasih itu ditunjukkan justru pada saat manusia masih lemah. Kata "masih lemah" ini dalam bahasa Yunani digunakan kata asthenes yang lebih tepat diartikan 'tak ada daya atau tak punya kekuatan'. Sebagai orang yang ada dalam dosa, manusia tidak berdaya untuk menebus hutang dosa bila hanya dengan kekuatan sendiri, bahkan menjadi 'orang-orang yang durhaka' yang ingkar dan tidak setia kepada Allah, Bapa sendiri. Orang-orang yang durhaka ini sepantasnya mendapatkan murka Allah dan menerima penghukuman.

Namun pada saat itulah, Kristus mau mati bagi manusia yang tak berdaya melawan dosa. Ia menggantikan tempat orang berdosa, menebus dosa dan menyelamatkan manusia. Kematian yang menggantikan tempat orang-orang yang mestinya terhukum itu terjadi karena kasih-Nya kepada manusia. Kematian Kristus menurut Gerald F. Hawthorne dan Ralph P. Martin bersifat vicarious, artinya kematian itu bukan sekadar kematian biasa, namun dilakukan untuk orang lain sebagai pengganti orang lain dan demi kepentingan orang lain.

Kematian yang menggantikan orang lain itu menjadi anugerah bagi orang yang digantikan itu. Apalagi dalam peristiwa yang dialami Yesus, Ia mati menggantikan orang lain dengan cara disalib. Disalib merupakan kematian yang biasanya dikenakan kepada budak, pencuri, pembunuh dan pemberontak. Kematian di kayu salib dianggap kejijikan oleh orang Yahudi, bukan hanya karena sakit dan malunya, tetapi juga karena siapapun yang tergantung di kayu salib dipandang telah dikutuk oleh Allah. Sementara dalam budaya Romawi, salib merupakan sebuah bentuk kehinaan yang paling rendah yang dikenakan untuk menghukum dan mematahkan semangat pemberontakan dari kelas yang lebih rendah. Dengan kematian di kayu salib, Yesus menunjukkan kerelaan-Nya untuk berada di titik paling rendah dalam hidup seorang manusia, merendahkan diri-Nya untuk menggantikan orang lain demi mewujudkan kasih Allah (ay. 8). Jelas dalam pandangan dunia pada umumnya, apa yang Yesus lakukan ini tidak masuk akal: mana ada orang yang mau berkorban demi orang jahat atau orang fasik, bahkan bagi orang benar juga sulit orang mau berkorban dan memberi dirinya. Namun justru di tengah keadaan yang penuh kelemahan atau ketidakberdayaan akibat dosa itulah, manusia diselamatkan oleh kematian Kristus.

Di ayat 9-11, Paulus kemudian menyebutkan betapa beruntungnya manusia karena kematian Kristus itu. Kematian Kristus membawa hasil yang mulia, yaitu manusia dibenarkan oleh darah-Nya (ay. 9) dan diperdamaikan dengan Allah oleh kematian-Nya (ay. 10).

"Dibenarkan oleh darah-Nya" mau mengingatkan bahwa soal pembenaran bukanlah hasil usaha dan kekuatan sendiri. Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (bdk. Ibr. 9:22). Dalam pemahaman orang Yahudi, di dalam darah ada nyawa atau kehidupan. Karenanya ketika darah dicurahkan, terjadi pergantian. Korban yang dicurahkan darahnya mengalami kematian, supaya ada penebusan yang memberikan kehidupan baru. Murka Allah yang ditujukan bagi orang berdosa, ditanggung oleh Kristus. Karena darah-Nya manusia dibenarkan dan diselamatkan dari murka Allah tersebut. "Diperdamaikan oleh kematian-Nya" mengingatkan status manusia sebelumnya sebagai seteru Allah. Kata Yunani katellagemen berarti memulihkan hubungan antara dua pihak. Jika tadinya manusia merupakan seteru atau musuh Allah, kematian Kristus memperdamaikan atau memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Bayangkan saat manusia masih berdosa dan ada dalam kelemahan saja kasih Allah sudah begitu nyata, apalagi kala manusia sudah diperdamaikan, pastilah manusia ada dalam anugerah kasih Allah dan jauh dari murka-Nya.
 

PENGENAAN
 


Kematian bagi remaja mungkin menjadi suatu hal yang tak pernah atau jarang dipikirkan secara serius. Di tengah usia belia, remaja biasanya lebih tertarik bicara soal mengisi hidup dengan berbagai keinginan yang hendak dicapai dan dinikmati. Namun sebagai manusia yang fana, remaja juga perlu diingatkan tentang sebuah kenyataan bahwa kematian tidak memandang usia, ia bisa datang kapan saja sehingga diperlukan kesiapan untuk menyambut 'kematian itu. Caranya adalah remaja memaknai hidup dan mengisinya dengan hal-hal yang bertanggung jawab sehingga segala hal yang terjadi dalam hidup mereka dapat. mendatangkan berkat dan kebaikan bagi sesama.
Kematian Kristus bukan sekadar kisah dramatis yang diputar ulang dari tahun ke tahun pada masa pra Paskah sampai Jumat Agung. Kematian-Nya bukan sekadar berakhirnya sebuah masa kehidupan seorang manusia bernama Ycsus. Kematian Yesus menjadi berkat karena kematian itu disebut sebagai vicarious death, kematian yang menggantikan tempat orang lain. Karena itu, remaja patut mensyukuri karya kasih Yesus Kristus yang mengorbankan hidup-Nya bagi keselamatan umat manusia, termasuk bagi mereka yang hidup di masa kini. Kematian Kristus di bukit Golgota sekian ribu tahun yang lalu juga berdampak bagi keselamatan mereka di masa kini. Kematian-Nya adalah anugerah bagi para remaja karena membawa perubahan: dari orang yang pantas dihukum menjadi orang yang dibebaskan, dari musuh Allah menjadi orang yang didamaikan dengan Allah, dari orang yang pantas mati menjadi orang yang punya hidup baru. Karenanya remaja juga diajak untuk mengisi hidup baru ini dengan meneladani Kristus yang memberi hidup dan mati-Nya bagi kebaikan sesama.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Awali dengan Ilustrasi tentang pengorbanan Maximilian Kolbe yang menggantikan tempat Gajowniczek untuk menerima hukuman mati. Tanyakan pendapat remaja tentang kisah itu: apa makna kematian Max bagi Gajowniczek.
2. Masuk dalam Penjelasan Teks. Jelaskan arti kematian dan pengorbanan Yesus bagi manusia. Penjelasan teks dimanfaatkan untuk menggambarkan betapa besar kasih Allah melalui kematian Anak-Nya itu: menebus saat lemah, tidak berdaya dan tidak memiliki kekuatan karena jadi budak dosa (ay. 6-8), mengganti manusia yang semestinya menerima murka Allah (ay. 9), memperdamaikan atau memulihkan hubungan antara manusia dan Allah (ay. 10-11).
3. Lanjutkan dengan Kegiatan menuliskan arti kematian Yesus bagi remaja secara pribadi, tambahkan Pengenaan bagi remaja untuk mensyukuri kematian Yesus sebagai anugerah kasih Allah yang menyelamatkan dan memberi hidup baru.
4. Ajak remaja menuliskan tekad mengisi hidup baru bukan sekadar untuk tidak takut mati dan siap menyambut kapan pun kematian menjemput, tapi juga untuk berani hidup dengan bertanggung jawab dan menjadi berkat bagi sesama.

                                                                                                   
KEGIATAN


-Menuliskan arti kematian Yesus Kristus bagi diri mereka secara pribadi
-Menuliskan tekad untuk menjadikan hidup mereka berarti dan menjadi kebaikan bagi orang lain di rumah, sekolah, gereja dan masyarakat.

 

ILUSTRASI


                                                         Pengorbanan Max

Pada tahun 1941, seorang pastor bernama Maximilian Kolbe dipenjarakan di Auschwitz. Di tengah kekejaman kamp pembantaian itu, Max selalu berusaha melakukan kebaikan. Ia menjadi 'orang benar' sekaligus 'orang baik' bagi tiap narapidana di sana. Ia berdoa bagi mereka, membagikan makanan dan menyerahkan tempat tidurnya untuk mereka yang memerlukan.

Pada satu hari ada seorang napi berhasil melarikan diri. Telah menjadi kebiasaan, setiap kali ada satu napi lari, semua napi lain akan dikumpulkan di halaman, lalu komandan akan memilih secara acak 10 napi. Mereka akan dimasukkan ke sebuah sel; tidak diberi makan dan minum sampai mati. Begitulah pagi itu komandan mulai memilih secara acak mereka yang akan dihukum. Nama napi kesepuluh yang dipanggil adalah Gajowniczek. Begitu namanya disebut, ia langsung menangis histeris. "Oh, istri dan anak-anakku," katanya.

Tiba-tiba dari antara barisan. Max maju ke muka dan menghadap sang komandan. Ia melepas topinya dan memandang perwira Jerman itu tepat di matanya. Ia berkata: "Tuan komandan, ijinkan saya mengajukan permohonan. Saya ingin mati untuk menggantikan napi ini," katanya sambil menunjuk Gajowniczek yang masih terus menangis. "Saya tidak punya istri dan anak-anak. Selain itu, saya sudah tua. Lebih baik orang itu saja yang hidup lebih lama." Sang komandan diam seribu bahasa, juga para napi lainnya tercengang, termasuk Gajowniczek. Akhirnya terdengar suara: "Permohonanmu dikabulkan!"

Betapa penting peristiwa itu bagi Gajowniczek! Ia bersaksi: "... saya merasa sangat tercengang dan hampir tidak dapat mempercayai apa yang terjadi. Saya orang terhukum akan tetap hidup, sementara orang lain dengan sukarela menyerahkan nyawanya untuk saya orang yang tidak saya kenal! Apakah ini mimpi?"

Max akhirnya tidak mati karena kehausan atau kelaparan, tetapi karena disuntik racun pada tanggal 14 Agustus 1941. Sementara Gajowniczek berhasil lolos dari pembantaian. Ia bisa kembali pulang ke kampung halamannya setelah perang selesai. Namun setiap tahun, setiap tanggal 14 Agustus ia kembali ke Auschwitz. Ia kembali untuk mengucapkan lagi rasa terima kasih kepada orang yang telah mati menggantikannya. Di halaman belakang rumahnya didirikan sebuah tanda peringatan yang diukir dengan tangannya sendiri, sebagai penghargaan pada Maximilian Kolbe - orang yang mati baginya agar ia tetap hidup!

Dalam berbagai kesempatan, Gajowniczek mengisi hidup yang dijalaninya dengan menjadi saksi tentang kebaikan yang telah dilakukan oleh Maximilian Kolbe. Ia meninggal pada tanggal 13 Maret 1995, 53 tahun sesudah hukumannya digantikan oleh Kolbe dan mendapatkan kesempatan hidup kedua.

(Link: https://www.youtube.com/watch?v=HKokL592sGo)
 



 

 

 


A R S I P
| derap januari 0116 | derap januari 0216 | derap januari 0316 |
| derap januari 0416 | derap januari 0516 | derap februari 0116 | derap februari 0216 | derap februari 0316 |
| derap februari 0416 | derap maret 0116 | derap maret 0216 | derap maret 0316 | derap maret 0416 |
 | derap april 0116 | derap april 0216 | derap april 0316 | derap april 0416 | derap mei 0116 |

 | derap mei 0216 | derap mei 0316 | derap mei 0416 |derap mei 0516 |derap juni 0116 | derap juni 0216 |
 | derap juni 0316 | derap juni 0416 |derap juli 0116 | derap juli 0216 | derap juli 0316 | derap juli 0416 |  |derap juli 0516 | derap agustus 0116 | derap agustus 0216 | derap agustus 0316 | derap agustus 0416 |
| derap september 0116 | derap september 0216 | derap september 0316 | derap september 0416 |
| derap oktober 0116 | derap oktober 0216 | derap oktober 0316 | derap oktober 0416 |
| derap oktober 0516 | derap nopember 0116 | derap nopember 0216 | derap nopember 0316 |
|derap nopember 0416 | derap desember 0116 | derap desember 0216 | derap desember 0316 |
| derap desember 0416 | derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 | derap februari 0117 | derap februari 0217 |
| derap februari 0317 | derap februari 0417 | derap maret 0117 |derap maret 0217 |
| derap maret 0317 | derap maret 0417 | derap april 0117 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999