HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

April 2018
Kuasa Tuhan Yesus 

 

- Kuasa Kebangkitan - Kuasa Pendamaian
- Kuasa Pemulihan - Kuasa Pemberdayaan
- Kuasa Penyertaan

 

April 2018 Minggu II

Efesus 2 : 1-22
Bahan yang diperlukan:
-

 

Fokus
_____________________

 
Rohaniwan bernama Angelo Giuseppe Roncalli mengatakan demikian, "Damai di bumi, yang paling dirindukan oleh semua orang dari segala zaman, dapat ditegakkan dengan kuat, hanya apabila perintah yang ditetapkan Allah dapat ditaati dengan setia". Pernyataan Roncalli itu menegaskan bahwa Allah berkehendak agar manusia hidup dalam perdamaian. Kehendak-Nya itu dipenuhi dalam Kristus Yesus. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus mendamaikan manusia. Langkah pendamaian Allah dimulai dari memperdamaikan manusia dengan Allah, dengan dirinya sendiri dan dengan sesama. Dengan pendamaian Allah, manusia dimampukan hidup lebih baik. Melalui pelajaran ini remaja menyebutkan arti pendamaian dalam Kristus dan percaya bahwa kebangkitan Kristus mendamaikan dirinya dengan Allah.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Latar belakang jemaat Efesus adalah orang-orang Yahudi dan dari bangsa-bangsa lain yang sebelumnya tidak mengenal Allah. Kini mereka mengenal kasih Yesus dan menjadi pengikut-Nya. Pada ayat 1 , Paulus menyebut "kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu." Apapun latar belakang anggota jemaat Efesus, sebelum mereka hidup dalam Kristus, semuanya berada dalam kematian. Menurut Paulus, kematian itu disebabkan oleh dosa-dosa mereka. Ayat 2 menyebutkan seperti apa dosa-dosa dihidupi setiap hari, yaitu: mengikuti jalan dunia ini, menaati penguasa angkasa. Bila dicermati, tampak bahwa kedosaan itu dijalani karena mereka menjadi hamba roh-roh di angkasa atau roh-roh yang bertentangan dengan kuasa Kristus. Sekarang roh-roh itu tidak berdaya lagi. Allah yang kaya dengan rahmat, oleh kasih-Nya yang besar membebaskan semua umat dari belenggu kuasa roh-roh (jahat). Semua dilakukan melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Pada ayat kelima, Paulus menyebutkan bahwa karena kasih karunia Tuhan Allah telah menghidupkan jemaat bersama-sama dengan Kristus. Karena kasih karunia, jemaat beroleh keselamatan. Di sini Paulus memberi pengajaran bahwa manusia bebas dari murka dosa karena kasih Allah. Dalam kasih, Allah rela berkurban, mati, dan bangkit. Ia yang bangkit itu menghidupkan umat-Nya untuk hidup bersama-sama dengan Kristus. Ia memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga. Mengapa Ia berbuat demikian? Pada ayat 7, kita menemukan jawab: supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah dari kasih karuniaŹNya kepada kita dalam Kristus Yesus. Kekayaan kasih karunia karena penyelamatan Allah itu terjadi karena kasih karunia dan bukan karena iman. Iman adalah alat masuk memperoleh kasih karunia Allah (keselamatan). Hal ini dijelaskan pada ayat ke-8-9 ketika Paulus berkata, "Itu bukan hasil usahamu. bukan hasil pekerjaanmu". Semua pekerjaan baik yang dilakukan jemaat pada hakikatnya bersumber dari kasih karunia Allah (ay. 10).

Kasih karunia Allah tidak pandang bulu. Diberikan untuk semua orang, baik yang berlatar belakang agama Yahudi (bersunat) atau bangsa-bangsa lain (tak bersunat). Sebelum mereka direngkuh Kristus, mereka berseteru. Orang Yahudi menyebut bangsa lain sebagai orang-orang kafir. Perseteruan membuat hidup berjarak (jauh). Namun sekarang (ay. 13), semua yang berseteru (jauh) kini menjadi "dekat" oleh darah Kristus. Tindakan Kristus menjadikan yang "jauh" menjadi "dekat" itu disebut sebagai pendamaian oleh darah Kristus. Hal ini seperti yang dikatakan Paulus pada ayat 14. "Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu perseteruan." Damai sejahtera merupakan buah pendamaian Allah.

Kristus mendamaikan manusia yang berdosa dengan diri-Nya karena kasih karunia. Dengan berdamai bersama Allah, manusia dapat berdamai dengan dirinya sendiri serta berdamai dengan sesamanya. Buah dari pendamaian Allah, manusia dan sesama adalah kesatuan hidup. Kesatuan yang dilakukan Kristus terjadi bukan semata karena Ia mempersatukan, namun juga telah merobohkan tembok pemisah.
Apa yang dimaksud Paulus dengan tembok pemisah? Kemungkinan yang paling dekat adalah tirai di Bait Allah yang memisahkan orang-orang Yahudi dan non Yahudi yang beribadah di bait Allah. Berdasarkan pemisahan itu, orang non Yahudi disebut sebagai pihak yang "jauh". Pada saat Yesus menyerahkan nyawa-Nya, tirai itu terbelah menjadi dua, dari atas sampai ke bawah (Mrk. 15:38) sehingga semua orang beroleh jalan masuk kepada Allah. Dalam konteks jemaat Efesus, tembok pemisah yang dimaksud bukan orangnya (Yahudi dan non Yahudi), namun cara hidup mereka yaitu hidup dalam perseteruan. Dibongkarnya tembok pemisah menjadikan mereka yang jauh menjadi dekat, yang dekat makin akrab. Tindakan membongkar tembok pemisah dimaknai sebagai upaya pendamaian.

Selain mempersatukan dan menghilangkan pemisah, hidup dalam pendamaian Allah diberikan Yesus pada umat-Nya dengan cara membatalkan hukum Taurat. Hukum Taurat adalah penghalang damai sejahtera. Paulus juga menyebut bahwa hukum ini menjadi "perseteruan." Perseteruan menjadikan umat senantiasa berniat untuk memisahkan diri dari
sesama. Taurat yang mestinya sebagai hukum luhur dan mulia menjadi "sampah" karena digunakan untuk •
memisahkan kehidupan dengan sesama. Ketika relasi antar sesama manusia berjarak, damai sejahtera lenyap.

Kebangkitan Yesus menjadikan manusia menjadi warga kerajaan Allah. Semua yang hidup sebagai warga kerajaan Allah dibangun atas dasar para rasul, para nabi dengan Kristus sebagai pengikat (batu penjuru) yang mempersatukan. Di dalam Dia semua yang diperdamaikan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh (ay. 22)Allah adalah: rubuhnya tembok pemisah, kesatuan yang "jauh" dan "dekat", pembatalan Hukum Taurat.

Pendamaian Allah dikerjakan melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Bagaimana bisa dijelaskan? Manusia yang bangkit bersama Kristus adalah manusia yang tidak lagi diikat oleh kuasa-kuasa (jahat) pembelenggu manusia. Kuasa-kuasa jahat itu menjauhkan manusia berdamai dengan dirinya sendiri, sesama, dan Allah. Roh-roh itu membelenggu manusia dengan cara membangun tembok-tembok pemisah, membangun jarak, berseteru dengan Allah dan sesama. Karena kebangkitan-Nya, roh-roh itu dikalahkan dan diganti dengan kasih karunia Allah. Manusia yang hidup dalam kasih karunia Allah dibebaskan dari belenggu roh, sehingga bisa berdamai dengan dirinya sendiri dengan sesama dan dengan Allah.
Kristus menjangkau remaja Kristen masa kini untuk mengalami kasih karunia Allah. Mereka dibebaskan dari roh-roh yang memperbudak kehidupan dan mengarahkan remaja hidup dalam damai sejahtera Allah. Damai sejahtera yang memenuhi diri akan menuntun remaja menjalani hidup sehari-hari dengan semangat damai.


Pengenaan
_____________________


Pendeta Eka Darmaputera merefleksikan Efesus 2 ini sebagai surat Paulus yang berisi misi persatuan dan misi perdamaian. Kiasan yang digunakan untuk pendamaian
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Awali dengan remaja mendialogkan ungkapan "Damai di hati damai di bumi". Setelah usai dialog jelaskan bahwa ungkapan ini acapkali terdengar di masa natal. Namun sesungguhnya ungkapan ini tidak hanya cocok untuk masa natal saja. Di segala masa ungkapan ini cocok.
2. Sampaikan pada remaja bahwa manusia bisa membawa damai di tengah keluarga, masyarakat, di bumi ini bila hatinya dipenuhi dengan damai sejahtera.
3. Ajak remaja membaca Efesus 2:1-22. Berikan penjelasan pada remaja seperti apa cara Tuhan Yesus menyatakan pendamaian dan manfaat pendamaian itu. Kebangkitan Kristus menjadi kuasa pendamaian dalam hidup manusia (manfaatkan Penjelasan Teks).
4. Berikan ilustrasi seperti apa membangun pendamaian melalui kisah pembangun jembatan.
5. Ajak remaja menghayati makna pendamaian Kristus dan melakukan dalam keseharian.
6. Akhiri dengan mengajak remaja melakukan kegiatan.
 

Kegiatan
_____________________

Yel "Menjadi Pendamai"
1. Minta remaja membuat kelompok. Satu kelompok 4-5 orang.
2. Ajak remaja membuat Yel "Menjadi Pendamai".

3. Setelah membuat Yel, setiap kelompok diminta menampilkan yel di hadapan kelompok lain. Santu kelompok tertentu menyampaikan yel, kelompok lain harus memperhatikan.
4. Mintalah kelompok lain menafsirkan makna yel yang disampaikan kelompok lain. Bisa juga dengan berantai, misalnya kelompok 2 menafsirkan yel yang disampaikan kelompok 1, kelompok 3 menafsirkan yel kelompok 2, dst. Tafsiran yel ditulis dan dibacakan oleh pendamping remaja setelah semua kelompok menyampaikan yel.



Ilustrasi
_____________________


Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.
Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.
Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. "Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan," kata pria itu dengan ramah. "Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan?" "Oh ya," jawab sang kakak. "Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya."
Kata tukang kayu, "Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang." Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.

Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.
Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar. "Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku...," kata sang adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi. "Hai, jangan pergi beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu," pinta sang kakak. "Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini, kata tukang kayu, tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan."

Sumber http://jerusalembaru.blogspot.coid/2010/08/bangunlah-jembatan-jangan-tembok.html

 

                                                                          


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999