HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 41
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

April 2017    
GRACE ALONE
Roma 1:6-7
 
  1
VICARIOUS DEATH
Roma 5:6-11
 
  2
CHISTOS ANESTI
1 Korintus 15:12-23
 
  3
SOLA GRATIA SOLA FIDE SOLA SCRIPTURA
Roma 3:20-28
 
  4
AMAZING GRACE
1 Korintus 1:4-9
  5

 

2017

April
Minggu 4
 



 

 SOLA GRATIA SOLA FIDE SOLA  
 SCRIPTURA

 Bacaan Alkitab: Roma 3:20-28
 Bahan yang Diperlukan:


 

FOKUS



Salah satu doktrin reformasi Protestan adalah Sola Gratia, Sola Fide dan Sola Scriptura yang berarti hanya oleh anugerah, hanya oleh iman dan hanya oleh Firman. Sehagai gereja reformasi yang terus mereformasi diri, maka remaja seharusnya juga mengetahuidan memahami konsep doktrin ini dan turut serta didalamnya. Setelah Sola Gratis dibahas pada pertemuan sebelumnya, maka melalui pelajaran kali ini remaja akan diajak untuk lebih fokus mengenal dan memahami Sola Fide dan Sola Scriptura.
 

PENJELASAN TEKS


Pada ayat 19 dan 20, Rasul Paulus hendak menekankan pentingnya anugerah Kristus dan bukan pada ketaatan pada hukum Taurat yang menjadi fokus dari kekristenan jemaat di Roma pada masa itu. Rasul Paulus hendak menyatakan bahwa hukum Taurat hanya perlu ditaati oleh orang-orang Yahudi yang memang sejak dahulu memiliki hukum Taurat, sementara pengikut Kristus di Roma tidak harus mengikuti hukum Taurat yang membuat mereka terjebak pada peraturan, yang justru membuat mereka kehilangan makna sesungguhnya dari karya penebusan Kristus.

Pertanyaan mendasar dalam hidup adalah bagaimana manusia dapat membangun hubungan yang tepat dengan Allah? Bagaimana ia dapat menemukan kedamaian bersama Allah? Bagaimana keluar dari jerat ketakutan dan masuk dalam hadiratNya? Agama Yahudi menjawab "dengan mengikuti hukum Taurat secara taat" Bangsa Yahudi mengatakan bahwa hukum Taurat dimaksudkan untuk membangun hubungan yang tepat dengan Tuhan, tetapi siapa yang dapat melakukannya? Banyak orang Yahudi yang terjebak dalam legalitas hukum Taurat tersebut, yang membuat mereka menjadi pengikut hukum Taurat dan bukan pada Allah. Hukum Taurat juga membuat mereka menjadi orang-orang yang suka menghakimi orang lain dan melupakan kasih. Ketidakmampuan ini diakibatkan karena pada dasarnya setiap orang telah melakukan dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (ay.23) sehingga jawabannya tidaklah mungkin melalui usaha mereka sendiri dalam mentaati hukum Taurat, melainkan melalui karunia penebusan Kristus (ay.24).
Inilah yang menjadi pondasi Sola Gratia, hanya oleh anugerah.

Jalan kepada Allah oleh karena itu bukanlah jalan kepada hukum, bukan pula karena usaha manusia sendiri, melainkan karena anugerah melalui iman. Lebih jauh di dalam ayat 24 Paulus menyatakan pembenaran dengan cuma-cuma karena kasih karunia dalam Yesus Kristus melalui suatu metafora hukum dimana manusia diperhadapkan pada Allah dalam suatu sidang. Metafora ini yang disebut dengan pembenaran (diakioun, Yunani). Setiap kata Yunani yang diakhiri dengan oun mengandung makna tidak membuat seseorang sesuatu, tetapi memperlakukan, memberikan perhatian, dan menganggap seseorang sebagai sesuatu. Di dalam metafora ini, jika seseorang diperhadapkan pada hakim maka posisi dia dianggap tak bersalah. Sementara di dalam konsep Yudaisme dalam melihat hubungan antara manusia dengan Tuhan, setiap manusia adalah berdosa. Maka apa yang direpresentasikan melalui metafora ini adalah bahwa Tuhan, dengan kasih-Nya yang besar, menganggap dia, memperlakukan dia, dan memposisikan dia sebagai orang yang tidak bersalah dan tidak berdosa. Dia akan dilihat sebagai orang benar! Inilah yang Paulus maksudkan dengan pembenaran. Hal ini sangat bertentangan dengan paham agama Yahudi yang melihat posisi manusia sebagai orang bersalah atau berdosa dan tidak mungkin dibenarkan (Amsal 17:15, Kel 23:7), tetapi inilah yang Kristus lakukan.

Pembenaran ini dilakukan oleh Kristus untuk menunjukkan keadilan-Nya. Bagaimanakah kita dapat mengetahui akan hal ini? Jawabannya adalah hanya karena Iman (Sola Fide). Iman membuat kita dapat meyakini bahwa Kristus dengan kasih¬Nya mengasihi dan menebus segala dosa kita. Imanlah yang membuat kita berada dalam hubungan yang tepat dengan Allah karena kita menyadari dengan segenap hati kita bahwa kasih Kristus nyata dalam penyelamatan dan pertobatan kita. Dengan iman kita menyadari bahwa karena keadilan Kristus lah maka setiap orang yang berdosa tidak diperhitungkan pelanggarannya, yang mendapatkan pengampunan bukan karena perbuatan mereka untuk menebus dosa mereka sendiri, sehingga kondisi ini tidak mungkin terjadi karena usaha manusia. Oleh karena itulah Rasul Paulus menyatakan tidak ada dasarnya bermegah karena semuanya adalah karena iman (ay.27)

Sola Gratia dan Sola Fide menjadi bagian yang sangat penting di dalam kehidupan reformasi Protestan. Tahun 1554 Philipp Melanchton mengatakan "sola gratia justificamus et s'ola fide justificamur" yang berarti "hanya melalui anugerah kita menjadi benar dan hanya melalui iman kita dibenarkan. Kalimat ini menyatakan bahwa Allahlah yang berinisiatif dan bekerja menjadikan kita benar, dan melalui iman yang kita miliki kita dibenarkan di dalam anugerah Allah itu.

Pemahaman akan iman dan anugerah Allah ini tidak akan terjadi tanpa adanya firman Tuhan yang nyata dalam Alkitab. Firman yang turun temurun sejak jaman dijadikan menjadi pegangan bagi kita untuk mengerti dan memahami bagaimana iman dan anugerah Allah dapat hidup dalam diri setiap pengikut Kristus. Pemahaman akan firman Allah sebagai sumber dari iman inilah yang disebut sola Scriptura atau hanya oleh firman. Sola Scriptura mengatakan bahwa Alkitab sebagai firman Allah menjadi sumber iman diatas segala tradisi dan otoritas gereja, termasuk di dalamnya interpretasi gereja akan firman itu sendiri. Segala tradisi, ajaran dan pernyataan iman gereja harus berada di bawah Firman itu sendiri.
 

PENGENAAN
 


Sola Gratia Sola Fide Sola Scriptura adalah salah satu konsep dasar iman dalam Gereja Protestan dan remaja perlu mengenal sejarah dan salah satu sikap iman Gereja Protestan ini serta bagaimana mereka dapat menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah lunturnya pemahaman sejarah gereja menjadi iman yang pragmatis maka remaja diajak kembali untuk menghidupi doktrin ini. Seringkali di dalam ajaran gereja, khususnya di sekolah minggu, anak-anak dan remaja seakan-akan lebih didorong untuk mengikuti peraturan-peraturan gereja yang ada agar mereka tidak dihukum. Pemahaman bahwa usaha mereka yang akan membawa mereka keluar dari hukuman menuju keselamatan menjadi sesuatu yang harus diluruskan. Dengan memahami sejarah Protestanisme diharapkan mereka juga dapat memahami pentingnya makna Sola Gratia, Sola Fide dan Sola Scriptura di dalam kehidupan iman mereka agar mereka tidak lagi fokus pada peraturan atau mengusahakan kebaikan demi keselamatan atau mencari prestasi dalam kehidupan iman mereka, melainkan agar mereka dapat mensyukuri anugerah dan karya keselamatan Allah dan mengimaninya dalam keseharian mereka.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Tanyakan kepada remaja pertanyaan-pertanyaan ini:
a. Apakah yang membuat mereka menghindari melakukan dosa?
b. Apakah yang dapat menyelamatkan diri mereka dan mengapa?
c. Apa yang mereka pahami tentang peraturan-peraturan gereja? Bagaimana mereka memandang peraturan-peraturan gereja?
2. Bacalah teks Alkitab dan jelaskan kepada mereka sejarah lahirnya reformasi Protestan tahun 1517.
3. Jelaskan kepada remaja penjelasan teks dan jelaskan sikap-sikap yang keliru dalam memandang iman dan keselamatan mereka.
4. Bahaslah jawaban para remaja dari langkah pertama penyampaian dan tegaskan kembali makna Sola Gratia Sola Fide Sola Scriptura sebagai kesimpulan
5. Tutuplah dengan menceritakan ilustrasi lukisan Lukas Cranach
 

                                                                                                   
KEGIATAN


Membaca dan memahami sejarah munculnya Sola Gratia Sola Fide Sola Scriptura pada abad pertengahan

Dua ribu tahun yang lalu, pada hari Pentakosta, Allah mencurahkan Roh Kudus. Dengan kuasa Roh, pengikut Yesus mulai menyebarkan kabar baik tentang dia di seluruh dunia. Di mana khotbah mereka terdengar, gereja-gereja bermunculan. Gereja-gereja ini menghidupi Injil dan pada gilirannya, menyebarkannya kepada orang lain juga. Seiring dengan kematangan gereja-gereja ini, mereka bergabung bersama ke dalam sebuah struktur organisasi yang membantu mereka untuk saling mendukung, saling bertanggung jawab, dan membuat mereka di jalur yang benar
dalam pengajaran mereka. Selama seribu tahun gereja terorganisir di bawah satu struktur yang menyeluruh.

Selama kurun waktu itu struktur organisasi gereja menjadi lebih kaku dan pada waktu itu banyak pemimpin gereja menyalahgunakan kewenangan. Di awal milenium kedua, perebutan kekuasaan dan perbedaan doktrin antara pemimpin gereja membuat gereja terbagi menjadi dua bagian: Gereja Ortodoks Timur, yang dipimpin oleh patriakh Gereja Konstantinopel, dan Gereja Latin Barat, yang dipimpin oleh Paus, Uskup Roma. Gereja ini kemudian dikenal sebagai Gereja Katolik Roma.
Namun karena kekuasaan yang besar di dalam negara, maka pengajaran iman menjadi kendaraan politik para pemimpin agama ini. Banyak Reformis telah mencoba untuk memperbaiki ajaran dan praktik dari Gereja Katolik Roma untuk kembali pada ketaatan kepada Firman Tuhan. Tapi kepemimpinan gereja yang kuat telah berhasil menekan upaya ini, sehingga upaya reformasi kandas.

Apa saja yang terjadi pada waktu itu?

  1. Pemimpin Gereja menyalahgunakan wewenang.
2. Orang-orang yang diduga memegang keyakinan non-ortodoks disingkirkan.
3. Waktu itu indulgensi atau surat pengampunan dosa yang ditulis oleh Paus. Indulgensi itu kemudian diperjual belikan oleh gereja kepada jemaat-jemaatnya. Salah seorang imam, Tetzel bahkan memberitakan: "Pada saat uang anda masuk dalam kotak pembelian surat indulgensi ini, maka saat itu juga jiwa anda melompat keluar dari Purgatori (api penyucian) ke Surga"
4. Pada saat itu Alkitab hanya boleh dimengerti oleh kaum agamawan saja oleh karena itu Alkitab hanya boleh diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Hal ini seringkali menjadikan Alkitab sebagai alat para agamawan untuk mendapatkan kepentingan mereka dan tidak lagi mengabarkan kebenaran Injil.

Pada abad keenam belas, reformasi tidak bisa ditahan lagi. Pelopor reformasi Gereja adalah Martin Luther (1483-1548) seorang pastor dan guru besar Universitas Wittenberg di Sachsen Jerman. Pada 1517 Martin Luther mengemukakan pokok¬pokok pikiran sebagai kritikan terhadap Gereja meliputi 95 dalil yang kemudian ditempel di pintu Gereja Wittenberg. Pendapatnya antara lain :
 

  1. Pengampunan dosa hanya dapat dilakukan oleh Yesus yang tidak berdosa. Paus tidak memiliki kekuasaan untuk mengampuni dosa.
2. Tiap orang yang menyesali kesalahannya akan terlepas dari hukuman sehingga tidak di perlukan adanya surat pengampunan dosa
3. Setiap orang dapat langsung berhubungan dengan Kristus tanpa perantara.
4. Gereja merupakan perkumpulan orang percaya dan Yesus-lah kepalanya sehingga kedudukan Paus selaku pemimpin agama tidak dapat diterimanya
5. Keselamatan merupakan anugerah dari Allah dan oleh sebab itu mustahil manusia mendapatkan keselamatannya sendiri melalui perbuatan baik mereka, melainkan oleh iman. Luther mendapatkan hal ini saat ia membaca Roma 3:28 "Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat"
6. Alkitab sebagai Firman Tuhan harus dapat dibaca oleh setiap orang, oleh karenanya harus diterjemahkan ke dalam semua bahasa (ia sendiri menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman)

Selanjutnya muncullah tokoh-tokoh reformator lain (Johannes Calvin, Zwingli, John Knocx, dn.) serta kelompok bangsawan. Rasionalisasi kelompok bangsawan mendukung reformasi Gereja pada saat itu adalah, pertama penarikan pajak dengan jumlah besar oleh Gereja, sehingga kas gereja melimpah dan mereka membangun gereja-gereja mewah di Vatikan serta orang-orang gereja [oknum] sering berfoya¬foya dengan kekayaan teresebut. Ini memunculkan kecemburuan sosial kaum bangsawan lokal dan kemudian mendukung penuh para Reformis. Kedua adanya motivasi politik yaitu ambisi melepaskan diri dan kekuasaan imperium Romawi Katolik, serta keinginan untuk membentuk suatu Negara (pemerintahan) sendiri yang dikenal dengan Negara bangsa ( Nasionalisme).

Peranan tokoh-tokoh reformator itulah yang melahirkan slogan Sola Gratia, Sola Fide dan Sola Scriptura. Martin Luther sendiri menyatakan bahwa Alkitab dan segala ajarannya dapat dipahami melalui 3 Sola ini.
Pada 1916 seorang teolog Lutheran bernama Theodore Engelder mempublikasikan sebuah artikel berjudul "Sola Scriptura, Sola Gratia, Sola Fides". Melalui ke tiga sola ini gereja menyadari bagaimana mereka harus terus bereformasi seturut dengan ajaran Kristus agar tidak kembali terperangkap dalam kesalahan yang telah terjadi. Kalimat Ecclesia reformata et semper reformanda secundum verbum Dei ("The church Reformed and always reforming according to the Word of God.") atau gereja yang mereformasi diri dan terus bereformasi sesuai dengan Firman Tuhan digunakan pertama kali oleh Karl Barth, seorang teolog terkemuka pada tahun 1947 menjadi dasar reformasi Gereja.
 

ILUSTRASI


Sebuah lukisan tergantung pada saat ini di sebuah gereja di Wittenberg, Jerman yang dibuat oleh teman Luther yang bernama Lukas Cranach. Lukisan ini menunjukkan Luther yang sedang berkotbah di mimbar sementara jemaat mendengarkan dengan seksama. Jari Luther menunjuk pada sesuatu di gereja yang menjadi inti dan jiwa dari apa yang kita pelajari dan percayai. Ia menunjuk pada salib dimana Yesus tergantung disitu. Pesannya adalah: "Kamu dan saya tidak dapat menambahkan sesuatu pada harga yang Yesus bayarkan untuk mengampuni dosa kita. Keselamatan kita adalah hadiah dari Tuhan yang turun ke dalam dunia untuk menyatakan kasih¬Nya. Kita menyatakan hadiah ini milik kita dengan iman kita, yaitu kepercayaan kita pada Kristus, dan kita mempelajari hal ini di dalam Firman Tuhan yang menjadi dasar dari apa yang kita percayai di dalam pengertian kita akan Tuhan mengenai apa yang benar dan apa yang tidak benar"              

Sumber-sumber:
http://www.resurrectionpeople.org/resources/sermons/solas.htm https://www.crcna.org/welcome/beliefs/reformed-accent/what-reformed
https://id.wikipedia.org/wiki/Solascriptura
https://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi_Protestan
https://en.wikipedia.org/wiki/Five solae

 


A R S I P
| derap januari 0116 | derap januari 0216 | derap januari 0316 |
| derap januari 0416 | derap januari 0516 | derap februari 0116 | derap februari 0216 | derap februari 0316 |
| derap februari 0416 | derap maret 0116 | derap maret 0216 | derap maret 0316 | derap maret 0416 |
 | derap april 0116 | derap april 0216 | derap april 0316 | derap april 0416 | derap mei 0116 |

 | derap mei 0216 | derap mei 0316 | derap mei 0416 |derap mei 0516 |derap juni 0116 | derap juni 0216 |
 | derap juni 0316 | derap juni 0416 |derap juli 0116 | derap juli 0216 | derap juli 0316 | derap juli 0416 |  |derap juli 0516 | derap agustus 0116 | derap agustus 0216 | derap agustus 0316 | derap agustus 0416 |
| derap september 0116 | derap september 0216 | derap september 0316 | derap september 0416 |
| derap oktober 0116 | derap oktober 0216 | derap oktober 0316 | derap oktober 0416 |
| derap oktober 0516 | derap nopember 0116 | derap nopember 0216 | derap nopember 0316 |
|derap nopember 0416 | derap desember 0116 | derap desember 0216 | derap desember 0316 |
| derap desember 0416 | derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 | derap februari 0117 | derap februari 0217 |
| derap februari 0317 | derap februari 0417 | derap maret 0117 |derap maret 0217 |
| derap maret 0317 | derap maret 0417 | derap april 0117 | derap april 0217 | derap april 0317 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999