HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

April 2018
Kuasa Tuhan Yesus 

 

- Kuasa Kebangkitan - Kuasa Pendamaian
- Kuasa Pemulihan - Kuasa Pemberdayaan
- Kuasa Penyertaan

 

April 2018 Minggu IV

Filemon 1 : 8-22
Bahan yang diperlukan: -

 

Fokus
_____________________

 
Setiap orang, termasuk remaja, menghadapi berbagai macam persoalan dalam hidupnya. Menghadapi persoalan itu, remaja seringkali merasa tidak berdaya. Ketidakberdayaan mereka seringkali ditandai dengan kehilangan pengharapan. Selain itu, dalam menentukan langkah-langkah ke depan, remaja juga kerap kurang berdaya. Itu sebabnya hidupnya kerap ditentukan oleh orang lain, entah teman, dunia maya, atau orang tua. Melalui pelajaran ini, remaja diajak untuk melihat kuasa pemberdayaan yang diberikan Yesus agar remaja dapat optimis menghadapi hidupnya dan tidak mudah putus asa.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Bacaan kita kali ini berisi surat Rasul Paulus kepada sahabatnya, Filemon. Berbeda dengan surat-surat Paulus yang lain, surat kepada Filemon tidak dimulai dengan pernyataan dan jabatan Paulus sebagai seorang Rasul. Hal ini membuktikan bahwa surat Filemon merupakan surat pribadi dari Paulus kepada sahabatnya, Filemon.
Perikop yang kita baca berisi permintaan Paulus kepada Filemon. Sebagai seorang Rasul yang memiliki nama besar, Paulus tentu bisa saja memerintahkan Filemon untuk mengikuti keinginannya, namun Paulus tidak melakukannya. Dia mengajukan sebuah permintaan kepada Filemon. Permintaan itu pun bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Onesimus.

Siapakah Onesimus? Dalam bacaan kita Paulus hanya menyebutkan bahwa Onesimus adalah orang yang dahulu tidak berguna. namun sekarang sangat berguna (ay. 11 ). Dengan kata lain, Paulus mengatakan bahwa di dalam Kristus, orang yang tidak berguna pun dapat menjadi sangat berguna. Itulah hakikat kekristenan: menjadikan orang lebih baik daripada sebelumnya. Kristus memberdayakan setiap orang yang percaya kepada-Nya untuk menjadi lebih baik. Percaya dalam hal ini tentu bukan sekadar percaya dalam ark eksistensial atau percaya bahwa Yesus benar-benar ada, tetapi percaya bahwa Dia benar-benar Allah yang hidup dan ajaran-ajaran-Nya membawa perubahan dalam diri kita. Kristus memampukan dan memberdayakan kita untuk melakukan hal-hal yang tidak kita bayangkan sebelumnya (bdk. Flp. 4:13).
Onesimus disebut Paulus sebagai "buah hati"nya (ay. 12). Kata "buah hati" di ayat ini secara implisit mengatakan bahwa Onesimus menjadi pengikut Kristus berkat ajaran-ajaran Paulus. Onesimus lahir kembali menjadi orang yang lebih baik melalui Paulus, dan Paulus menunjukkannya dengan analogi Onesimus sebagai anaknya sendiri.
Dalam ayat 12 ini pula, Paulus menyuruh Onesimus untuk kembali kepada Filemon. Alasannya disebutkan dalam ayat 15-18. Tampaknya Onesimus adalah seorang budak yang kabur dari tuannya.

Ada beberapa hal menarik yang dapat kita baca pada ayat 13-22:
Ayat 13-14: Paulus dapat saja tetap menahan Onesimus untuk tetap bersama dengan dirinya, tetapi itu tidak dilakukannya. Dia menyuruh Onesimus untuk kembali ke Filemon. Kristus mengubah dan memberdayakan kita untuk menjadi lebih baik, namun tidak mengajarkan kita untuk lari dari masalah. Onesimus memiliki masalah (budak yang kabur), tetapi dia diajar untuk kembali dan menghadapi masalahnya. Lagipula, Paulus tidak ingin mengambil apa yang bukan haknya. Secara hukum, Onesimus adalah milik Filemon, karena itu harus Filemon juga yang secara suka rela membebaskan Onesimus.

Ayat 15-22: Paulus meminta Filemon untuk menerima kembali Onesimus, Tentu hal ini tidak gampang untuk dilakukan, tetapi Paulus memberi jaminan pribadi kepada Filemon. Kristus telah mengubah Onesimus dari orang yang tidak berguna (budak pelarian) menjadi orang yang sangat berguna (saudara sepelayanan).

Segala kerugian yang diderita Filemon akibat ulah Onesimus dijanjikan akan diganti oleh Paulus. Permintaan ini diakhiri dengan keyakinan Paulus bahwa Filemon pasti akan menyetujui permintaannya ini, bahkan lebih daripada itu (ay. 21).
Kristus telah memberdayakan Onesimus untuk menjadi lebih baik dan berani menghadapi permasalahan hidupnya. Sebaliknya juga, Filemon diberdayakan oleh Kristus untuk memberi pengampunan kepada Onesimus dan menerimanya kembali, bukan sebagai budak, tetapi sebagai saudara seiman.


Pengenaan
_____________________


Seringkali remaja merasa tidak berdaya dalam menghadapi permasalahan dalam hidupnya ataupun tidak mampu untuk melakukan sesuatu. Mulai dari permasalahan dalam keluarga, sekolah, teman¬teman, dll. Di dalam ketidak berdayaan karena permasalahan yang ada, remaja kerap jatuh dalam keputusasaan, kehilangan pengharapan. Dalam situasi yang rentan seperti ini, remaja dengan mudahnya dapat jatuh dalam pergaulan yang salah. Yang justru semakin membawanya pada permasalahan yang lebih besar.
Remaja perlu menyadari bahwa Kristus memberdayakan setiap orang untuk menghadapi segala permasalahan dalam hidup ini. Remaja perlu memahami bahwa hakikat kekristenan adalah kuasa untuk mengubah seseorang menjadi lebih baik. Kita diberdayakan di dalam Kristus untuk menjadi lebih baik dan menjadikan segala sesuatu lebih baik.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Jelaskan bahwa setiap orang pasti pernah menghadapi permasalahan besar dalam hidupnya. Tanyakanlah apakah ada remaja yang pernah mengalami permasalahan besar? Lanjutkan penjelasan dengan mengatakan permasalahan kerap membuat kita tidak berdaya dan lari dari persoalan,
bahkan putus asa.
2. Perkenalkan remaja dengan sosok Onesimus, yang karena permasalahan lari dari tuannya, Filemon. Dalam penjara ia berjumpa dengan Paulus, yang memperkenalkannya pada Kristus. Lihat Penjelasan Teks.
3. Tekankan, Kristus hadir memberdayakan. Paulus diberdayakan oleh Kristus sehingga menjadi rasul Tuhan. Onesimus diberdayakan oleh Kristus melalui Paulus sehingga berani menyelesaikan persoalan.
4. Remaja perlu mengingat di tengah permasalahan hidupnya, Kristus memberdayakan masukkan dalam ilustrasi: kadang Tuhan memakai orang lain untuk memberdayakan.
5. Masuklah dalam kegiatan.
 

Kegiatan
_____________________

Aku diberdayakan Tuhan
Minta remaja mengisi tabel di bawah ini. Jika mereka kesulitan, tabel boleh dibawa pulang untuk ditanyakan pada orang yang dekat (orang tua, kakak, saudara) sehingga mereka terbantu mengisinya.
 

Permasalahan dalam Hidupku

Cara Allah Memberdayakan

   
   
   
   
   

Ilustrasi
_____________________


Gambar di samping merupakan cerita tentang persahabatan Mohammed dan Sameer. Keduanya sama-sama penyandang disabilitias. Selain kesamaan itu, keduanya sangat berbeda:
Yang satu tidak mampu melihat, yang satu lagi tidak dapat berjalan. Yang satu Kristen, yang satu lagi muslim
Namun mereka sahabat yang saling membutuhkan. Yang satu dimampukan Tuhan memberdayakan yang lain. Itu hidup!

Sumber: http://www.preemptivelove.org/mohammed_sameer_peace_in_ syria
 

                                                                          


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999