HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

April 2018
Kuasa Tuhan Yesus 

 

- Kuasa Kebangkitan - Kuasa Pendamaian
- Kuasa Pemulihan - Kuasa Pemberdayaan
- Kuasa Penyertaan

 

April 2018 Minggu V

Matius 28:16-20
Bahan yang diperlukan:

 

Fokus
_____________________

 
Kehidupan manusia seringkali dikaitkan dengan ziarah atau perjalanan. Dalam menempuh perjalanan manusia membutuhkan berbagai perlengkapan yang menyertainya. Perlengkapan itu bisa berupa bahan makanan yang membuatnya tetap memiliki tenaga, kompas yang mengarahkan tujuan, dan sebagainya. Dalam perziarahan hidupnya, manusia membutuhkan penyertaan Tuhan agar arah hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan. Pelajaran hari ini dirancang agar remaja sadar dalam hidupnya penyertaan Tuhan selalu hadir.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Tema penyertaan Tuhan menjadi salah satu topik utama dalam Injil Matius. Injil Matius dibuka dengan Silsilah Yesus (Mat. 1:1-17) yang menunjukkan penyertaan Tuhan atas umat Allah Israel. Penyertaan itu memuncak dalam diri Yesus, yang identitasnya disebut sebagai Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita (Mat. 1:23). Pada akhir kitabnya, penginjil Matius juga menegaskan penyertaan Tuhan yang akan berlangsung sampai selama-lamanya. Matius menulis: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat. 28:20). Justru karena keyakinan akan penyertaan itu, para murid diundang untuk berkarya membagikan semangat pemuridan kepada semua orang.

Para penafsir umumnya menyepakati bahwa Injil Matius ditulis untuk orang Yahudi dan cenderung eksklusif. David J. Bosch mengatakan: "Matius ingin agar komunitasnya tidak lagi menganggap dirinya sebagai sebuah kelompok sektarian, tetapi dengan berani dan secara sadar sebagai gereja Kristus..."
Keberadaan bukit (dataran tinggi, gunung) yang dengan terang disebutkan (Mat. 28:16) menunjuk pada alam pikir orang Yahudi. Gunung mengacu pada pemahaman orang Yahudi sebagai tempat Allah bertakhta. Sebagai contoh, pemazmur menuliskan: "Aku berseru kepada TUHAN; dari bukit¬Nya yang suci Ia menjawab aku" (Mzm. 3:5). Gunung atau bukit adalah juga tempat pelantikan atau perutusan orang-orang pilihan Allah (lih. Mzm 2:6).
Ajakan dalam penutup Injil Matius ini justru membuka eksklusivitas komunitas. Mereka diajak untuk berkarya bagi sebanyak mungkin orang. Sebab Allah mengasihi semua orang, tidak hanya orang Yahudi saja. Itulah sebabnya proklamasi tentang hakikat Yesus dinyatakan dengan tegas oleh penginjil Matius: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (ay. 18).
Dari pernyataan itu, keluarlah perintah yang sering disebut sebagai "amanat agung," karena dinyatakan sebelum Yesus meninggalkan murid-murid-Nya. Jika dilihat dari konteksnya, perintah Yesus itu bukanlah penginjilan dalam arti memenangkan jiwa-jiwa. Perintah Yesus yang dimulai dengan kata "pergilah" menunjuk pada perintah agar umat keluar dari kenyamanan keyahudian yang selama ini mereka pelihara. Dengan kata lain, perintah ini justru melawan eksklusivitas yang menjadi tujuan dari "memenangkan jiwa-jiwa." Itulah sebabnya, perintah "pergilah" dilanjutkan dengan "jadikanlah semua bangsa murid-Ku." Menjadi murid Yesus tidaklah identik beragama Kristen. Menjadi murid Yesus, sesuai dengan konsep pemuridan saat itu, adalah melakukan (atau melanjutkan) apa yang dilakukan, diajarkan, dan diperjuangkan Yesus. Penginjil Matius meringkas apa yang dilakukan Yesus: "Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa: Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan" (Mat. 9:35). Fokus Yesus adalah kerajaan Allah! Menjadi murid Yesus adalah melakukan nilai-nilai kerajaan Allah sebagaimana yang telah diajarkan Yesus dalam khotbah di bukit (Mat. 5-7).

Kalimat "baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" tidak terlepas dari semangat Matius yang ingin mengajak umat keluar dari eksklusivitasnya. Jadi, tindakan membaptis menunjuk pada bentuk inisiasi yang berbeda dengan tradisi keyahudian.

Itu sebabnya formulasi baptisan menjadi dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Penginjil Matius mau menunjukkan bahwa menjadi murid Yesus berbeda dengan menjadi beragama Yahudi. Jadi semacam ada identitas baru sebagai seorang murid Yesus.
Apa yang menjadi tugas perutusan para murid tidaklah mudah. Untuk itu, Yesus memberi penegasan: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat 28:20). Janji penyertaan disampaikan untuk para murid yang melaksanakan tugas panggilan dari Tuhan.


Pengenaan
_____________________


Setiap orang membutuhkan keberadaan orang lain yang dianggap mampu menemani perjalanan hidupnya. Dalam diri remaja, keberadaan orang lain itu seringkali bukan orang tua melainkan teman. Dari sana muncullah peer group, teman sebaya yang berciri solidaritas. Peer group tanpa daya kritis menjadi remaja hidup dalam konformitas. Mengikuti saja apa yang dilakukan teman sebayanya. Sebenarnya peergroup dapat menjadi komunitas yang menumbuhkan ketika nilai-nilai baik di dalamnya, seperti persahabatan, saling menghargai, dan sebagainya dibangun.
Di tengah berbagai kesulitan dan kebingungan, seorang remaja membutuhkan orang lain yang menyertai. Keberadaan orang lain itu memberinya pertimbangan dan pengarahan di tengah kebingungan mengenali diri dan masa depan seorang remaja. Pembimbing dan orang tua dapat menjadi teman bagi perjalanan seorang remaja. Namun remaja juga perlu belajar untuk memahami bahwa penyertaan Tuhan dalam hidupnya yang tidak pernah berhenti.
Itu sebabnya seorang remaja perlu mencoba secara positif sehingga mampu mengeluarkan apa yang terbaik dari dirinya (the best of me). Di sini diperlukan keberanian untuk keluar zona nyaman. Keluar dari zona nyaman kadang tidak mudah, namun remaja perlu mengingat penyertaan dalam hidupnya.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Tunjukkan gambar dalam ilustrasi di samping. Minta beberapa remaja menceritakan pengalaman disertai orang tua ke sekolah atau ke tempat lain. Apa perasaan mereka saat disertai orang tua: senang atau malu?
2. Jelaskan bahwa setiap orang membutuhkan penyertaan dari sesamanya. Lebih dari itu setiap orang perlu belajar memahami bahwa penyertaan Tuhan terjadi dalam hidupnya.
3. Masuklah dalam Penjelasan Teks. Manusia diberi perintah oleh Tuhan. Perintah itu tidak mudah. Itu sebabnya Tuhan meyakinkan mereka akan penyertaan-Nya yang tidak berkesudahan.
4. Masuklah dalam kegiatan.

 

Kegiatan
_____________________

Membuat jejak-jejak penyertaan Tuhan
 

Peristiwa yang terjadi

Penyertaan Tuhan yang kurasakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Ilustrasi
_____________________



 

                                                                          


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999