HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

April 2018
Kuasa Tuhan Yesus 

 

- Kuasa Kebangkitan - Kuasa Pendamaian
- Kuasa Pemulihan - Kuasa Pemberdayaan
- Kuasa Penyertaan

 

April 2018 Minggu I

Yohanes 20: 19-23
Bahan yang diperlukan:

 

Fokus
_____________________

 
Rasa takut merupakan teror yang bersumber dari dalam diri. Seorang psikolog bernama Helmstetter menyebut bahwa tenor atau rasa takut dalam diri merupakan bentuk komunikasi paling buruk yang dilakukan manusia kepada dirinya sendiri. Dampak dari komunikasi buruk pada diri sendiri adalah hilangnya perasaan damai. Bagaimana bila dalam sebuah komunitas semua orang hidup dalam suasana ketakutan? Komunitas itu menjadi komunitas yang mandeg (berhenti di tempat) dan tidak berdaya. Kondisi macam inilah yang dialami oleh murid-murid Yesus. Setelah Yesus mati karena disalibkan, Mereka berkumpul dalam suasana ketakutan. Mereka mengetahui rasa benci orang-orang Yahudi menjadikan Yesus disalibkan dan mereka merasa takut karena merasa bahwa giliran mereka mengalami peristiwa yang dialami Yesus akan tiba. Penampakan Yesus yang bangkit pada Maria Magdalena (Yoh. 20:11-18) tidak bisa diterima baik oleh pribadi-pribadi maupun secara kolektif. Rasa takut telah menutup nalar dan pengalaman para murid. Melalui kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka, Yesus mengubah ketakutan menjadi keberanian. Ia menyapa, meneguhkan, dan membuat para murid memiliki harapan di masa mendatang. Fitnah, kejahatan, kematian hilang kuasanya dan tidak mampu merenggut damai sejahtera Allah. Inilah kuasa kebangkitan Yesus. Melalui kebangkitan Ia menunjukkan bahwa damai sejahtera Allah mengalahkan rasa takut. Damai sejahtera itu dibagikan kepada para murid. Dengan hidup dalam damai sejahtera, para murid mendapat kekuatan dan keberanian baru dalam menghadapi hidup. Melalui pelajaran ini remaja diharap dapat menyebutkan arti kuasa kebangkitan Yesus serta percaya arti kebangkitan Yesus bagi dirinya.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Para murid mengalami pergumulan yang berat pasta kematian Yesus. Mereka kehilangan guru dan Tuhannya. Pada saat ini mereka menemui kenyataan bahwa tubuh Tuhan Yesus sudah tidak ada lagi dalam kubur-Nya. Kepulangan Petrus bersama murid yang lain dari kubur yang sudah kosong tentunya membawa suasana campur aduk (ay. 1-10). Di sisi lain. mereka juga mendengar kesaksian Maria Magdalena yang mengaku sudah melihat Tuhan. Namun kesaksian Maria Magdalena itu seolah tidak didengar.
Para murid yang mengalami pergumulan yang sama kemudian berkumpul untuk saling berbagi di antara mereka. Selain itu, mereka pun dicekam suasana takut pada pihak-pihak yang sudah membunuh Tuhan Yesus.
Ketakutan para murid akan ancaman orang Yahudi membuat mereka berkumpul dengan pintu rapat terkunci. Injil Yohanes tidak menceritakan di mana lokasi berkumpulnya para murid itu. Hanya disebutkan bahwa para murid ada di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci Saat mereka berkumpul di ruang yang terkunci rapat itu, Yesus datang di tengah-tengah mereka. Kehadiran Yesus di antara para murid yang berkumpul dengan ruang terkunci itu menunjukkan bahwa tubuh kebangkitan Yesus adalah tubuh yang berbeda. Tuhan Yesus tidak lagi dibatasi oleh ruang sehingga walaupun pintu terkunci, Yesus bisa langsung hadir di tengah para murid. Kehadiran Yesus tersebut pertama-tama memberikan rasa damai sejahtera bagi para murid (ay. 19 dan 21). Damai sejahtera yang diberikan Yesus inilah yang bisa mengubah rasa takut para murid menjadi sukacita (ay. 20). Selain membuang rasa takut, salam damai sejahtera yang disampaikan Yesus mengikis keraguan para murid. Ia tidak hilang atau dicuri orang. Lambung dan tangan yang terluka menjadi simbol penting bagi para murid. Ia yang ditikam dan disalib itu benar-benar bangkit. Maka dari itu Injil Yohanes menceritakan kesukacitaan para murid setelah tahu bahwa yang hadir di tengah-tengah mereka itu benar-benar Yesus Tuhan.
Pada ayat 19-23, Injil Yohanes mengisahkan perutusan para murid. Bagian ini dibuka dengan pernyataan Yohanes, Maka kata Yesus sekali lagi,"Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Pernyataan damai sejahtera diberikan pada para murid untuk meneguhkan mereka bahwa damai sejahtera dalam diri para murid akan membuat mereka berani menghadapi kenyataan hidup. Hidup yang dipenuhi damai sejahtera adalah hidup yang penuh pengharapan.
Selain meneguhkan para murid, Tuhan Yesus mengembusi para murid dengan Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang memberi kuasa pada para murid. Kuasa itu pada dasarnya adalah untuk menjadikan damai sejahtera itu semakin nyata dirasakan oleh dunia. Ini berarti damai sejahtera yang dimiliki para murid diharapkan menjadikan mereka pembawa damai sejahtera.

Pada bagian ini (ayat 22-23), Jean Vanier menafsirkan dan mengungkapkan tafsiran dalam bahasa puitis demikian:

Yesus menunjukkan kepada para murid-Nya tanggung jawab mereka,
Hal yang sekaligus menakutkan dan indah.
Mereka harus diubah oleh Roh Kudus dan diutus ke dalam dunia,
Untuk mencintai orang seperti Yesus mencintai mereka,
Dan untuk memberikan hidup mereka bagi banyak orang
Karena setiap pribadi di dunia ini adalah berharga dan indah bagi Allah,
Juga keindahan itu tersembunyi
Di bawah lapis-lapis ketakutan.

Kalau para murid menjadi seperti Yesus dan tinggal dalam Dia,
Mereka akan membebaskan orang dari kekerasan dan kebencian serta hambatan dosa
Namun ada orang yang akan menolak untuk menerima murid-murid Yesus,
Seperti halnya ada orang-orang yang menolak Yesus sendiri.
Tembok-tembok tetap ada dalam diri mereka.
Orang-orang yang menerima Yesus dalam diri para murid,
Akan masuk ke dalam komunitas kasih Yesus.
Tembok penghalang mereka berupa ketakutan akan roboh
ketika mereka berjumpa dengan Yesus.
Namun kita harus hati-hati
ada orang yang menolak dan menerima Yesus karena contoh yang kita tampilkan.
Kita tidak cukup diubah oleh Roh Kudus.
Kita juga tidak menghayati dan menjadi saksi hidup Yesus.
Kita berbicara mengenai Yesus, tetapi tidak menghayati hidup Yesus.
Kita berbicara tentang kasih, tetapi tidak menghayati kasih.
Orang akan tahu bahwa kita adalah murid-murid Yesus kalau kita saling mencinta dalam komunitas,
dalam gereja.

Perutusan untuk mengampuni dan membebaskan orang oleh anugerah Roh Kudus tidak hanya menyangkut para pelayan tertahbis, yang mempunyai tugas istimewa
Untuk menerima orang ke dalam komunitas orang beriman dan melayani rekonsiliasi. Perutusan itu menyangkut semua murid Yesus. Sebagai pengikut Yesus, kita semua dipanggil untuk menghadirkan Yesus, untuk membebaskan orang dari jerat dosa, oleh daya Roh Kudus yang hidup dalam diri kita dan mencintai melalui diri kita.
Kita semua dipanggil untuk menjadi sumber rahmat, seperti perempuan Samaria itu. Kita semua dipanggil menjadi pribadi-pribadi yang mewartakan pengampunan.

(Tenggelam dalam Misteri Yesus. hal. 456-457)


Pengenaan
_____________________


Kuasa kebangkitan Yesus adalah pernyataan damai sejahtera dari Allah bagi para murid agar berani menghadapi hidup. Remaja Kristen masa kini adalah murid-murid Yesus. Dengan damai sejahtera Allah, remaja diteguhkan untuk berani menghadapi kenyataan hidup yang makin hari penuh dengan tantangan. Tantangan-tantangan itu harus dihadapi dengan hati yang dipenuhi damai sejahtera sebagaimana yang dinyatakan oleh.Tuhan Yesus. Hati yang penuh damai akan membuat seseorang memikirkan, mengalami, dan mewujudkan damai sejahtera. Selain memberikan damai sejahtera, kebangkitan Yesus juga menjadikan para murid utusan-utusan pembawa pesan damai sejahtera Allah. Di tengah berbagai peristiwa dunia yang diwarnai dengan perpecahan, konflik, ego sektoral, remaja Kristen diundang untuk mengalami damai dan membagikan damai sejahtera Kristus melalui aktivitas sehari-hari.
 




 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Awali dengan mengajak remaja menceritakan pengalaman-pengalaman ketakutan. Di akhir cerita-cerita dengan tema ketakutan, pendamping menyampaikan bahwa ketakutan menjadikan damai sejahtera hilang (lihat Fokus). Selain itu, bisa juga terjadi pembalikan, artinya hilangnya damai sejahtera dalam hati menimbulkan rasa ketakutan.
2. Ajak remaja membaca Injil Yohanes 20:19-23. Sampaikan Penjelasan Teks.
3. Berikan penegasan pada remaja bahwa ketakutan yang dialami para murid membuat mereka kehilangan damai sejahtera. Kuasa kebangkitan Yesus adalah untuk menyatakan damai sejahtera Allah,
4. Berikan ilustrasi (belajar berani seperti tukang sate, lihat di bawah).
5. Sampaikan pada remaja bahwa kuasa kebangkitan itu juga dialami oleh remaja Kristen masa kini (lihat bagian Pengenaan).
6. Akhiri dengan mengajak remaja melakukan kegiatan.
 

Kegiatan
_____________________

Lomba Poster "Berani Hadapi Hidup"
Mintalah remaja membuat poster tentang kebangkitan Yesus yang menjadikan mereka berani menghadapi kenyataan hidup.
Poster-poster itu dilombakan. Lomba poster bisa dengan cara menempel poster di mading gereja atau difoto lalu diupload di medsos. Jika diupload di medsos, karya yang mendapat like terbanyak menjadi pemenang lomba.
Kegiatan lain:

Lomba Membuat Meme "Aku Tidak Takut"
Mintalah remaja membuat meme "Aku Tidak Takut" sebab disertai oleh Tuhan Yesus. Setelah usai membuat meme, mintalah remaja berbagi meme dengan teman-ternannya.


Ilustrasi
_____________________


Belajar Berani dari Tukang Sate di Sarinah

Merdeka.com - Tragedi bom Sarinah dan serangkaian aksi terorisme yang terjadi di Jakarta hari ini (14/01)membawa duka mendalam bagi Indonesia. Menanggapi hal itu, netizen kompak menyuarakan Indonesia kuat di sosial media. Namun, contoh paling nyatanya mungkin diperlihatkan oleh tukang sate yang saat ini ramai dibicarakan di Twitter, Path, dan Facebook ini.
Seorang pengguna Path bernama Wimpy mengunggah foto seorang penjual sate. Meski terlihat biasa saja, penjual sate itu ternyata berada sangat dekat dengan lokasi ledakan bom Sarinah. Bahkan menurut Wimpy, posisi jualan si tukang sate yang terlihat cukup tua itu hanya 100 meter dari TKP.
Wimpy pun menyebut fenomena unik nan berani ini adalah bukti ketangguhan orang Jakarta yang tidak takut terhadap aksi terorisme.
"Gerobak sate ini hanya 100 meter dari lokasi serangan teroris sekitar 2 jam lalu, dan si abang masih memanggang satenya dan orang-orang pun masih terus memesan sate. Ini lah Jakarta!!! Kalian tidak bisa meneror orang-orang Jakarta!! Takut tak ada dalam kamus kami," tulis Wimpy dalam akun Pathnya.
Tak ayal, netizen lain pun langsung membagikan postingan Wimpy tersebut di media sosial, dan komentar-komentar positif pun terus mengalir. Foto tukang sate berani ini semakin menguatkan kampanye netizen untuk menunjukkan kekuatan rakyat Indonesia menghadapi aksi terorisme yang sebelumnya sudah ramai di Twitter lewat hastag #KamiTidakTakut dan #tetaptenang. [bbo]

Sumber:
haps://www.merdeka.com/teknologi/tukang-sate-ini-tunjukkan-indonesia-kuat-meski-diserang-bom¬sarinah.html
 

                                                                          


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999