HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Juruselamat Semua Bangsa | Sengsara Dunia: Sengsara Yesus | Korban Menjadi Kurban | Benar, Ia Bangkit!

   

Kemenangan
Yesus
 


  Juruselamat Semua Bangsa
 

fokus
Dalam hidup-Nya Yesus memiliki kerinduan agar semua bangsa dapat menjalani
hidup di dunia ini dalam jalan, kebenaran, dan hidup Allah.
Dengan berada dalam jalan, kebenaran, dan hidup Allah, setiap orang mengalami keselamatan atau damai sejahtera (shalom) yang sejati, yang tidak seperti diberikan oleh dunia. Untuk mewujudkan kerinduan-Nya yang penuh kasih ini, Yesus memberikan hidup-Nya secara total sebagai teladan bagi semua bangsa sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya dan mengikuti teladan-Nya menerima hidup yang kekal bersama dengan Allah. Dengan demikian, Yesus adalah Juruselamat semua bangsa. Arti penting Yesus sebagai Juruselamat semua bangsa merupakan pokok bahasan materi ini. Selain agar remaja memahami bahwa Yesus adalah Juruselamat semua bangsa, materi ini disampaikan agar remaja tetap setia mengikuti teladan Yesus di sepanjang hidupnya.
 
Materi ini membutuhkan: gambar-gambar Yesus dari beberapa bangsa

penjelasan teks
Ketika memasuki Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai muda, Yesus disambut secara meriah oleh orang banyak (ay. 12-16).
 

Menurut penulis Injil Yohanes, orang banyak itu datang menyongsong Yesus karena mereka telah mendengar bahwa Yesus membuat mukjizat atau tanda ajaib, antara lain membangkitkan Lazarus dari antara orang mati (ay. 17-18). Banyaknya orang dan meriahnya suasana dalam penyambutan itu ternyata menjadi topik percakapan orang-orang Farisi. Mereka saling berkata, "Kamu lihat sendiri bahwa kamu sama sekali tidak berhasil, lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia" (ay. 19).
Ada nada kedengkian pada perkataan orang-orang Farisi itu. Mereka saling berkata bahwa mereka "sama sekali tidak berhasil". Yang dimaksud dengan "tidak berhasil" di sini jelas menunjuk pada ketidakmampuan orang-orang Farisi untuk mengalami penyambutan yang meriah dari orang banyak sebagaimana Yesus alami.

Selanjutnya ada nada hjperbola atau melebih-lebihkan pada perkataan orang-orang Farisi itu. Mereka berkata, "Lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia." Ungkapan "seluruh dunia" di sini agaknya tidak menunjuk pada kehadiran orang-orang dari semua bangsa atau negara. Jadi, pada satu sisi ungkapan ini bersifat emosional yang lebay atau berlebihan karena terbakar oleh kedengkian. Namun pada sisi yang lain ungkapan ini pun menyatakan bahwa memang ada orang-orang bukan Yahudi yang hadir di sana walaupun tidak dari semua bangsa atau negara. Barulah pada ayat 20, penulis Injil Yohanes memberitahukan bahwa orang-orang bukan Yahudi itu adalah orang-orang Yunani (hellenes).
Orang-orang Yunani itu menjumpai Filipus dan menyampaikan keinginan mereka bertemu dengan Yesus (ay. 21). Filipus meneruskan keinginan orang-orang Yunani itu kepada Andreas. Lalu Filipus dan Andreas pun memberitahukan hal itu kepada Yesus. Ternyata Yesus menjawab bukan boleh atau tidaknya orang-orang Yunani itu menemui Dia, melainkan bahwa saat Anak Manusia dimuliakan itu telah tiba. Artinya, keinginan orang-orang Yunani untuk bertemu dengan Yesus itu menjadi tanda tentang sudah tibanya saat kemuliaan bagi Anak Manusia. Saat kemuliaan Anak Manusia itu ditunjukkan bukan melalui jalan popularitas dan kenyamanan yang "naik daun", tetapi melalui jalan penderitaan dan kematian yang "jatuh biji". Jawaban Yesus ini tentu mengejutkan murid-murid Yesus dan orang-orang Yunani itu. Alasannya, dunia umumnya memahami kemuliaan melalui peristiwa-peristiwa "sukses" atau "jaya". Yesus menjungkirbalikkan pemahaman itu. lbarat biji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati lalu menghasilkan banyak buah, demikianlah Anak Manusia menderita dan mati. Penderitaan dan kematian Anak Manusia menghasilkan banyak buah atau berkat, yaitu keselamatan dan hidup yang kekal (ay. 22-25). Dengan demikian, melalui jalan penderitaan dan kematian-Nya, Anak Manusia itu, yaitu Yesus sendiri, menjadi juruselamat.

Oleh karena perkataan Yesus itu berkaitan dengan kehadiran dan keinginan orang-orang Yunani — yang disebut orang-orang Farisi sebagai "seluruh dunia", kita pembaca kisah Injil Yohanes ini dapat mengatakan bahwa secara tidak langsung Yesus sedang menyatakan diri-Nya sebagai "Juruselamat dunia" melalui jalan penderitaan dan kematian-Nya. Pada dasarnya hal Yesus sebagai luruselamat dunia" itu merupakan sebuah pengakuan iman. Bersama dengan orang-orang Samaria (dan mungkin juga bersama dengan orang-orang Yunani) yang diceritakan dalam Injil Yohanes, kita pun berkata, "Kami percaya tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia" (Yoh. 4:42).
Kepercayaan atau iman kepada Yesus sebagai Juruselamat dunia seharusnya bukan hanya perkataan saja, tetapi juga perbuatan nyata melayani Yesus. Dalam hal ini orang mesti memerhatikan apa yang Yesus tegaskan ini "Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa" (ay. 26). Di sini ungkapan "harus mengikut Aku" menjadi penting dan menentukan bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus dan melayani Dia. "Mengikut Yesus" berarti terus belajar dan berjuang untuk meneladani pekerjaan-pekerjaan Yesus. Hanya dengan cara itulah orang percaya akan menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa di surga.

pengenaan
"Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia." Itulah pengakuan iman yang khas dari orang Kristen. Tak dapat disangkal, pemaknaan pengakuan iman ini seringkali menekankan hanya karya keselamatan Tuhan Yesus yang luar biasa, tanpa penghayatan tentang "jalan penderitaan dan kematian" dalam karya keselamatan itu. Padahal, tanpa penghayatan tentang "jalan penderitaan dan kematian" dalam karya keselamatan Tuhan Yesus, orang cenderung akan memandang murah karya Tuhan Yesus. Memang, anugerah keselamatan dari Allah itu cuma-cuma, tetapi itu bukan berarti murahan. Anugerah keselamatan dari Allah itu tercurah melalui Sang "jalan dan kebenaran dan hidup", yaitu Yesus Kristus. Anugerah keselamatan dari Allah itu mahal, sebab — seperti I Petrus 1:18-19 nyatakan — itu terjadi "dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."

Dietrich Bonhoeffer, teolog Jerman (1906¬1945) menuliskan, "Anugerah yang murah adalah anugerah tanpa pemuridan, anugerah tanpa salib, anugerah tanpa Yesus Kristus." Dengan perkataan lain, Bonhoeffer mau menegaskan bahwa orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan anugerah keselamatan dari Allah melalui Anak-Nya seharusnya merayakan anugerah itu dengan terus belajar mengikut Yesus (aksi pemuridan), yakni meneladani pekerjaan-pekerjaan Yesus.
Pengakuan iman "Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia" juga seringkali melupakan konsekuensi praktis dari ungkapan "Juruselamat dunia". Tuhan Yesus adalah Juruselamat dunia; Dia bukan hanya Juruselamat aku saja, atau keluargaku saja, atau bangsaku saja. Jika demikian, maka konsekuensi praktisnya adalah "aku seharusnya meneruskan Injil Kristus, yaitu pekerjaan-pekerjaan baik dari Yesus, kepada banyak orang lain, kepada segala bangsa." Yesus dan karya keselamatan¬Nya nyata hadir tidak eksklusif atau tertutup. Dia adalah Tuhan dan Juruselamat yang terbuka bagi dunia, bagi segala bangsa, bahkan bagi segala makhluk (Mrk. 16:15). Jadi, sebagai orang yang beriman kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia, remaja Kristen seharusnya melakukan pekerjaan-pekerjaan baik untuk semua orang tanpa sikap membeda-bedakan orang atau sikap diskriminatif. Remaja Kristen seharusnya meneladani Yesus Sang Juruselamat dunia yang membuka diri kepada semua orang demi karya kasih-Nya yang memberi damai sejahtera sejati.

langkah-langkah penyampaian
1. Awali dengan menyampaikan gambar-gambar Yesus dari beberapa bangsa (lihat Ilustrasi).
2. Ajaklah remaja memahami kisah Injil Yohanes 12:17-26 dengan penekanan tentang kehadiran Yesus dan karya-Nya bagi segala bangsa,,bukan hanya bagi orang-orang Yahudi saja (lihat Penjelasan Teks).
3. Sampaikan makna pengakuan iman yang utuh dan konsekuensi praktisnya tentang "Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia" (lihat Fokus dan Pengenaan).
4. Akhiri dengan melakukan Kegiatan.

kegiatan
1. Remaja masuk ke dalam kelompok-kelompok kecil (terdiri atas dua sampai tiga orang).
2. Di dalam kelompok-kelompok, setiap remaja diminta untuk menyampaikan pemahaman dan penghayatannya tentang "Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia". Pertanyaan di bawah ini dapat digunakan sebagai alat bantu:
• Siapakah Yesus menurut aku?
• Apa yang akan aku kerjakan untuk menyatakan imanku kepada orang lain?
3. Masing-masing kelompok dapat membagikan hasil sharing dari kelompoknya.

ilustrasi
 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999