HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Juruselamat Semua Bangsa | Sengsara Dunia: Sengsara Yesus | Korban Menjadi Kurban | Benar, Ia Bangkit!

   

Kemenangan
Yesus
 


  Korban Menjadi Kurban
 

fokus
Kata "kurban" dan "korban" dalam khasanah bahasa Indonesia kadang ditampilkan bergantian dengan nuansa yang tidak berbeda, sebagai "pemberian atau persembahan" kepada pihak lain, terutama kepada Allah untuk menyatakan bakti dan kesetiaan. Tapi, kedua kata itu juga punya kekhasan masing-masing. "Kurban" memiliki arti yang lebih positif, sementara "korban" selain memiliki makna persembahan, juga punya makna yang lebih negatif, yaitu orang atau binatang yang menjadi menderita akibat suatu kejadian atau perbuatan jahat; contoh: korban kebakaran, korban narkoba, korban KDRT, korban lelaki. Dengan demikian, "mengorbankan" berarti membuat orang lain menjadi korban yang mengalami penderitaan akibat perbuatan seseorang. Dalam peristiwa salib, Yesus tampak menjadi korban dan sekaligus kurban. Pelajaran hari ini disusun agar remaja memahami bahwa Kristus yang merupakan korban kekerasan dan ketidakadilan, sekaligus menjadi kurban yang memulihkan. Berbarengan dengan itu, remaja melalui pembelajaran ini mau mengembangkan sikap anti kekerasan.
 
Materi ini membutuhkan:
- Lembar sajak Isa
- Lembar khusus untuk selipan Alkitab berisi tekad


penjelasan teks

Yesaya 52:13-53:12 merupakan satu syair yang memiliki kesatuan utuh, tetapi sayangnya diabaikan oleh mereka yang membagi-bagi PL dalam pasal-pasal yang kita kenal sekarang ini. Syair ini menutup rentetan keempat "Nyanyian Hamba Tuhan" yang terdapat dalam Yesaya 42:1-6, 49:1-6, 50:4-11 dan 52:13-53:12. Kedua nyanyian pertama berisi panggilan yang Tuhan percayakan kepada hambaŹNya, sementara kedua nyanyian terakhir menggambarkan akibat pelayanan hamba itu, yaitu: dihina, menerima maut tapi dikatakan ia membawa keselamatan bagi banyak orang sehingga ia dinyatakan benar dan ditinggikan.

Yesaya 52:13-53:12'clengan gamblang menyebutkan betapa Sang Hamba Tuhan menanggung penderitaan, siksa, hinaan bukan karena menerima hukuman dari Allah akibat dosa dan kesalahan yang dilakukan-Nya. Ia ditolak sesamanya dan hancur rupanya. Di awal perikop disebutkan bahwa siapapun pasti tertegun tak percaya melihat dan mendengar jalan yang harus hamba itu tempuh. Bahkan sang hamba tidak dipandang dan tidak diterima karena ia tidak menarik dan menjijikkan. Akibatnya ia dihina, ditinggalkan bahkan orang menutup mukanya karena jijik kepadanya. Ia tidak masuk hitungan.

Di ayat 4-6 ada inti pengakuan nyanyian ini, yaitu penyakit manusia berdosalah yang ditanggungnya. Semula banyak orang menyangka bahwa penyakit dan penderitaannya itu adalah tulah dan kutuk dari Allah. Pada zaman itu diyakini bahwa orang yang menderita dan sakit tidak sembuh-sernbuh adalah orang yang dikutuk, dipukul dan dihukum Allah. Tapi ternyata hamba itu tidak bersalah. Justru manusia berdosalah yang mestinya menerima kutukan dan hukuman itu. Karena pemberontakan manusia kepada Tuhan, maka seharusnya manusia menerima penghukuman Tuhan.
Tidak ada satupun yang bisa selamat. Namun tempat manusia itu digantikan oleh sang hamba. Penghukuman yang seharusnya manusia alami, justru ia tanggung. Ia mengalami bilur karena dicambuk, manusia yang sembuh. Ia yang sakit dan menderita, manusia yang dipulihkan. Ia yang mati, manusia yang hidup.
Pada ayat 7 disebutkan bahwa dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian atau seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya. Ia tidak mengeluh atau membela diri. Penderitaan itu diterima tanpa kata.
Hamba itu menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah. Korban penebus salah diadakan untuk mengganti kerugian (Bil. 5:6-7), mengaku salah dan mohon ampun (Hos. 5:15), menanggung hukuman atas kesalahan (Hos. 14:1), memenuhi permohonan pihak yang menderita karena kesalahan itu (Kej. 42:21). Apa yang disampaikan oleh nabi Yesaya ini, digenapi dalam diri Yesus Kristus. Ia dikorbankan tapi pengorbanan-Nya menghasilkan hidup bagi manusia berdosa. Dari korban yang dikorbankan, Ia menjadi kurban yang mengurbankan diri untuk penebusan dosa dunia.

pengenaan
Remaja zaman now kerap sulit untuk berkorban. Justru tidak jarang remaja terlibat dalam tindakan kekerasan penuh ketidakadilan dengan mengorbankan orang lain demi kepuasan diri dan tercapainya keinginan. Teladan Yesus yang mau berkurban dan menjadi korban dengan penuh kerelaan, mestinya mendorong remaja melakukan hal yang sama. Yesus bukanlah tumbal. Tumbal tidak mengerti apa yang dihadapi dan akan dialaminya. Yesus tahu risiko yang harus Ia tanggung: dihina, ditolak, dimusuhi dan menderita. Ia rela mati di kayu salib untuk menebus dosa dunia. Sekalipun dalam pandangan dunia, Dia menjadi korban (victim) konspirasi dan penolakan orang sebangsa-Nya, tapi dalam kasih ilahi, Dia sedang berkurban (sacrifice) supaya antara Allah dan manusia berdosa terjadi rekonsiliasi. Pengurbanan-Nya justru memberi kita hadiah: hidup baru.

langkah-langkah penyampaian

1. Awali dengan diskusi singkat apa beda antara korban dan kurban. Gunakan pengantar pada bagian Fokus untuk menjelaskan persamaan dan perbedaan antara korban dan kurban. Tegaskan bahwa karya Yesus menjadikan korban sebagai kurban untuk kebaikan dunia.
2. Masuk dalam Penjelasan Teks mengenai nyanyian hamba yang menderita. Fokuskan pada penjelasan ayat 4-6 yang menegaskan soal korban penebusan dosa. Ingatkan bahwa nubuatan Yesaya ini dipenuhi dalam karya Yesus Kristus yang menjadi kurban penebus dosa bagi dunia.
3. Pada bagian Pengenaan, ajak remaja untuk melakukan kegiatan membaca sajak berjudul Isa. Bagikan lembar berisi sajak itu kepada peserta. Minta mereka merenungkan sejenak dan membagikan pemahaman mereka tentang isi sajak tersebut.
4. Akhiri kegiatan dengan mengajak remaja menuliskan tekad dalam lembar khusus (selipan alkitab) untuk menjadi pribadi yang mau mengorbankan diri bagi kebaikan sesama. Sampaikan Ilustrasi untuk menguatkan tekad mereka.
- Membaca dan mendiskusikan sajak "Isa" karya Chairil Anwar

kegiatan
- Menulis tekad di lembar khusus (untuk selipan alkitab)
 
ilustrasi
Pengorbanan di Jembatan Passaic


Di atas sungai Passaic ada sebuah jembatan gantung yang dipakai untuk tempat melintas kereta api. Ketika tidak ada kereta api yang lewat, jembatan itu harus dinaikkan agar kapal-kapal bisa melewati sungai. Sebaliknya ketika kereta akan melintas, jembatan harus diturunkan kembali.
Albert Drecker adalah orang yang bertugas menaik-turunkan jembatan gantung itu. Pada suatu hari, seperti biasa ia meninggalkan gardunya untuk menurunkan jembatan gantung karena sebentar lagi ada kereta lewat. Putranya yang baru berumur 10 tahun datang berlari-lari menyusul dia. Tiba-tiba anak itu terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Jeritannya sampai ke telinga ayahnya, namun tepat pada saat itu sang ayah harus menurunkan jembatan tersebut karena kereta api sudah tampak meluncur makin dekat dengan kecepatan tinggi.

Jika sang ayah meninggalkan jembatan dan menolong anaknya. kereta api akan masuk ke sungai dan banyak orang tewas. Tapi jika ia terus menurunkan jembatan, berarti anaknya yang akan tenggelam. Rupanya di tengah pilihan yang sulit itu, Albert Drecker memilih tetap pada tugasnya menurunkan jembatan, dan itu berarti ia harus mengorbankan nyawa anaknya.
Akhirnya kereta api itu dapat menyeberangi sungai dengan aman. Orang di dalam kereta itu tidak tahu apa yang terjadi. Mereka sedang tidur, ada yang sedang makan, minum, bernyanyi, bersenda gurau. Mereka tidak sadar bahwa di luar sana ada seorang ayah yang dengan hati pilu dan mata penuh air mata berkorban supaya mereka tetap hidup.
Mereka telah diselamatkan dengan "cuma-cuma", namun ada harga yang harus dibayar oleh Albert Drecker. Beberapa saat setelah kereta melintas, Albert turun ke sungai dan mengambil jenazah anaknya yang telah tewas tenggelam. Ia menggendong anak yang dicintainya itu sambil menangis....

(Tautan video: https://www.youtube.comiwatch?v=fs3rRDWQw5w)
 

Isa —
kepada Nasrani Sejati
(Chairil Anwar)

Itu Tubuh/ Mengucur darah/Mengucur darah//
Roboh/ Patah//
Mendampar tanya: Aku salah?//
Kulihat Tubuh mengucur darah/
Aku berkaca dalam darah//
Terbayang terang di mata masa/
Bertukar rupa ini segera//
Mengatup luka/ Aku bersuka//
Itu Tubuh/ Mengucur darah/Mengucur darah
 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219|


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999