HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Juruselamat Semua Bangsa | Sengsara Dunia: Sengsara Yesus | Korban Menjadi Kurban | Benar, Ia Bangkit!

   

Kemenangan
Yesus
 


  Benar, Ia Bangkit !
 
fokus
Benar Yesus bangkit! Kisah Yesus tidak berakhir di kuburan. Kebangkitan menjadikan batu penutup kubur terguling. Tergulingnya batu merupakan tanda dan bukti kuasa Allah. Melalui kebangkitan-Nya kekejaman kuasa maut tunduk. Maut merupakan momok yang menakutkan manusia sepanjang masa. Daya maut berusaha mengungkung kehidupan. Namun oleh Yesus kuasa maut dikalahkan. Dalam kebangkitan Yesus pengharapan terbuka bagi semua orang. Injil Markus membuktikan bahwa kebangkitan-Nya bukan cerita fiksi, melainkan peristiwa historis yang benar adanya. Melalui pelajaran ini remaja meyakini kebangkitan Yesus sebagai kemenangan atas maut dan bersedia memberitakan kebangkitan Yesus melalui hidup sehari-hari.

penjelasan teks
Penulis Injil Markus menutup tulisannya dengan menceritakan kunjungan beberapa perempuan ke kubur Yesus dan kisah kebangkitan-Nya.Pada kisah ini, Markus menekankan dua sisi kebenaran dari kebangkitan. Intinya: benar, Ia bangkit! Dua sisi kebenaran dari kebangkitan Yesus dibuktikan secara faktual dengan pembuktian sebagai berikut.
Pertama secara historis dan faktual, tidak ada perbedaan antara penyaliban dan kebangkitan. Kebangkitan Yesus adalah peristiwa historis.
 

Sebab terjadi pada tanggal tertentu, di tempat tertentu, dengan subjek tertentu. Yesus yang tiga hari sebelumnya disalibkan dan dikuburkan keluar dari kubur. Markus bercerita tentang identitas.Yesus yang disalibkan dan bangkit. Kedua, sebagai peristiwa historis, kebangkitan Yesus tidak dapat dijelaskan dengan cara yang biasa dipakai untuk memahami sesuatu. Alasannya adalah karena kebangkitan merupakan sesuatu yang terjadi di luar pengalaman manusia. Diluar iman, kebangkitan hanya dicatat sebagai peristiwa misterius yang menyejarah. Namun Alkitab membuktikan bahwa kebangkitan bukan sekadar misterius dan menyejarah, sebab ada bukti nyat, yaitu kebangkitan yang disaksikan oleh banyak orang (Stefan Leks, 2003).

Untuk menemukan kebenaran dari kebangkitan Yesus menurut Markus, kita memerhatikan Markus 16:1-8 secara mendetail. Markus menceritakan bahwa Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, Salome pergi ke kubur Yesus pada hari Minggu pagi. Banyak penafsir menyebut mereka pergi ke kubur Yesus di waktu pagi supaya mereka tidak dilihat oleh banyak orang. Pengalaman traumatis dan rasa takut terhadap peristiwa di hari Jumat rupanya masih melekat di dalam benak para murid. Rasa takut itu terkait dengan hilangnya ingatan semua murid terhadap pernyataan Yesus. Mereka lupa bahwa Yesus pernah bertutur bahwa Mesias harus menderita, mati, disalibkan, namun bangkit pada hari ketiga. Hal itu membuat pandangan, pikiran, dan hidup mereka berfokus pada kematian Yesus secara tragis.
Di perjalanan menuju makam, ada masalah besar bagi mereka yang perlu dipecahkan, yaitu bagaimana mereka akan masuk ke dalam kubur. "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" Itulah pertanyaan mereka sebab batu penutup kubur itu sangat besar. Dengan tenaga mereka, batu itu sulit, bahkan tidak mungkin dapat digulingkan. Namun ketika mereka sampai di kuburan, batu penutup kubur telah bergeser dan kubur terbuka. Saat mereka melalui lubang itu masuk ke dalam kuburan, tampaklah seorang muda dengan pakaian putih duduk di tempat Yesus disemayamkan. Penampakan malaikat itu sangat mengejutkan murid-murid perempuan Yesus. Kepada mereka kabar gembira diperdengarkan "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia" (Mrk. 16:6). Perkataan malaikat itu sangat jelas: Ia telah bangkit! Hal itu disampaikan untuk menegaskan bahwa semua perkataan Yesus adalah benar.
Markus mencatat bahwa berita kebangkitan Yesus diperdengarkan pertama kali kepada perempuan-perempuan. Mereka menjadi saksi iman tentang kebangkitan dengan melihat kubur yang kosong. Kematian adalah hilangnya hidup akibat maut. Melalui kebangkitan, maut diganti dengan kehidupan. Segala bentuk kejahatan, kekerasan, caci maki, pengalaman traumatis para murid diganti dengan hidup berpengharapan, bebasnya manusia dari ancaman ketakutan terhadap maut.

Kebangkitan Yesus membuat Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, Salome mendapat perintah baru. Mereka diminta menceritakan semua penglihatan itu kepada Petrus. Ada dua hal aneh dari peristiwa ini Pertama, perutusan pada perempuan-perempuan untuk bersaksi. Dalam pemikiran orang Yahudi, perempuan tidak pantas menjadi saksi sebab perempuan tidak bisa diandalkan. Namun Injil menyampaikan pembaruan di balik kebangkitan. Para perempuan itu dijadikan saksi kebangkitan. Ini mengandung makna pulihnya relasi antar pribadi terjadi karena kebangkitan Yesus. Pesimisme terhadap perempuan diubah menjadi sikap optimis. Kedua, perintah memberitakan kebangkitan kepada Petrus. Mengapa nama Petrus disebut secara khusus? Karena Tuhan Yesus hendak menunjukkan bila Ia tetap mengasihi Petrus. Meski Petrus pernah melukai perasaan-Nya, kasih mendatangkan pengampunan dan pemulihan relasi antara Petrus dan Yesus. Di sini tampak bahwa kebangkitan menjadi pembuka jalan rekonsiliasi. Rekonsiliasi terjadi karena campur tangan ilahi. Secara lebih luas, rekonsiliasi terjadi karena jurang maut yang memisahkan manusia dari Allah ditutup.

Apakah dengan melihat Dia yang bangkit hati para perempuan itu menjadi lega dan bebas dari rasa takut? Ternyata belum. Ayat 8 menyebutkan bahwa mereka meninggalkan kubur dengan gentar dan tidak dapat mengatakan apa-apa kepada siapapun karena takut. Mengapa bisa terjadi? Rupanya hal itu terjadi karena mereka belum tertuju pada Yesus yang bangkit. Mereka masih berfokus pada Yesus yang disalib, mati, juga berfokus pada batu penutup kubur Yesus dan pada pengalaman¬pengalaman traumatis lainnya. Meski demikian mereka tidak menutup diri untuk menceritakan kebangkitan Yesus pada Petrus dan teman-temannya. Rupanya dengan menceritakan pengalaman itu mereka saling meneguhkan. Injil Markus menceritakan bahwa pada akhirnya Yesus dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita mulia dan tak terbinasakan tentang keselamatan kekal. Di sini Markus ingin menyampaikan bahwa kesaksian tentang kebangkitan Yesus tidak bisa dengan mengandalkan kemampuan manusia semata. Manusia adalah alat Tuhan untuk menyampaikan berita kemenangan Yesus atas kuasa maut. Dengan kata lain, setiap orang bisa dipakai menjadi sarana menyampaikan berita kebangkitan sebab memang benar bahwa la bangkit.

pengenaan
Kebangkitan Yesus membuktikan Dia hidup. Kematian tidak berkuasa atas diri-Nya. Dengan kebangkitan-Nya, pengharapan Allah dinyatakan bagi dunia. Bagi remaja masa kini kebangkitan Yesus mengandung makna:
1. Yesus adalah Tuhan yang hidup. Kebangkitan-Nya merupakan fakta historis. Dengan demikian kebangkitan-Nya dapat dibuktikan kebenarannya.
2. Tujuan dari kebangkitan Yesus adalah untuk menggenapkan janji-Nya. Ia yang bangkit itu menyatakan keselamatan kekal. Keselamatan kekal merupakan lawan dari maut.
3. Kebangkitan Yesus adalah lambang kehadiran dan perutusan memberitakan hidup berpengharapan. Yesus yang bangkit mengajak para murid menjadi orang-orang yang aktif.
Sebagaimana para murid waktu itu diminta untuk memberitakan kebangkitan-Nya, remaja saat ini juga mendapat panggilan sama. Untuk bisa memberitakan kebangkitan-Nya remaja mesti memiliki keyakinan bahwa Yesus bangkit. Keyakinan pada kebangkitan akan membuat remaja memiliki semangat mempersaksikan kebangkitan-Nya. Kesaksian tentang kebangkitan Yesus dilakukan melalui tutur kata dan perbuatan nyata (aktif). Contoh kesaksian kebangkitan Yesus adalah melalui hidup dalam keteladanan, kerja keras, sikap optimis. Dalam bersaksi tidak ada target keberhasilan melainkan kesetiaan menjalaninya sampai selama-lamanya.

langkah-langkah penyampaian
1. Ajak remaja menceritakan pengalaman-pengalaman menakutkan yang mereka alami. Apa akibat dari perasaan takut? Apa kaitan antara rasa takut dan logika? Mengapa logika tidak bisa berjalan ketika didera ketakutan?
2. Ajak remaja membaca Injil Markus 16:1-8. Berikan penjelasan tentang kebangkitan Yesus. Kubur kosong merupakan tanda bahwa Ia menang atas kematian. Kemenangan-Nya atas kematian mestinya mengenyahkan rasa takut (lihat Penjelasan Teks).
3. Sampaikan pada remaja bahwa kebangkitan Yesus menjadikan para murid diutus bersaksi tentang Dia. Para perempuan yang menurut pemikiran orang-orang Yahudi tidak pantas menjadi saksi, dipakai oleh Allah mempersaksikan kebangkitan. Berikan penjelasan pula bahwa setiap orang bisa menjadi saksi, sebab dalam menyampaikan kesaksian kebangkitan Yesus, manusia tidak sendiri. Ia yang bangkit tetap beserta umat-Nya.
4. Sampaikan pada remaja bahwa mereka dipanggil Allah menjadi saksi kebangkitan. Bagaimana caranya? (lihat pada bagian Pengenaan). Sampaikan pada remaja bahwa kesaksian yang disampaikan adalah seumur hidup. Dalam kesaksian tidak ada target keberhasilan, namun kesetiaan melakukan kesaksian.
5. Akhiri penyampaian dengan memberikan Ilustrasi.


kegiatan
Lomba Membuat-Yel Antar Kelompok
*Mintalah remaja membuat kelompok. Satu kelompok 4-5 orang.
*Setiap kelompok membuat yel kreatif dengan topik bersaksi tentang kebangkitan Yesus melalui hidup sehari-hari.
*Usai membuat yel, setiap kelompok diminta mempresentasikan yel dan menyampaikan makna di balik yel itu.
*Berikan apresiasi kepada semua kelompok.
- Yel terheboh :
- Yel terkepo :
- Yel terjelas :
- Yel terpanjang: - dll.

Ilustrasi
Kebangkitan Yesus dan Pelayanan Kaum Miskin
Disarikan dari "Sebuah Visi akan Cahaya di dalam Kegelapan"


Ibu Teresa mencatat bahwa tanggal 10 September merupakan tanggal di mana penetapan panggilan Allah dialaminya. Misteri kebangkitan Sang Ilahi yang dialaminya membuat ia terpanggil melayani orang-orang miskin melalui tarekat Misionaris Cinta Kasih. Penglihatan pertama adalah penderitaan parah kaum miskin. Mereka memohon pertolongan agar dibawa pada Yesus. Penglihatan kedua, ia melihat kerumunan orang yang sama dengan kecemasan dan penderitaan mendalam. Penglihatan ketiga. ibu Teresa kembali melihat kerumunan yang sama. Di dalam kepedihan mereka. ibu Teresa melihat Yesus tergantung pada salib - hanya dengan seberkas cahaya datang dari atas, memancar pada luka dan derita mereka. Kaum miskin itu tidak sadar dengan kehadiran Yesus pada luka mereka, ikut ambil bagian dalam penderitaan mereka, dan membawanya ke dalam kebangkitan.
Kisah ibu Teresa ini menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus dirasakan ibu Teresa sebagai sebuah hal yang benar. Atas dasar kebenaran dari kebangkitan-Nya, ibu Teresa melakukan karya yang diembankan oleh Yesus.

(Sumber: "Ibu Teresa: Secret Fire", Jakarta, Gramedia, 2009, pp. 84-86)
 

 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 |


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999