HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 40
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

Desember 2016    
Bergumul dengan ODHA: Belajar dari Mandela
Matius 9: 20-22
  1
Santa Claus
Yakobus 1:19-27
  2
Orang Majus: Pengetahuan Menuntun Pada Iman
Matius 2:1-12
  3
Gembala: Berani Mencari Kebenaran
Lukas
2:8-20
  4

 

Bergumul dengan ODHA : Belajar dari Mandela


 
 Bacaan:
 
Matius 9:20-22

 Bahan yang
 diperlukan:
-
 
 

FOKUS



ODHA adalah singkatan dari Orang Dengan HIV AIDS.ODHA dari tahun ke tahun mengalami peningkatan (lihat grafik di bawah). Banyak orang berpikir, ODHA terkait dengan perilaku buruk yang dilakukan. Hal itu sepenuhnya benar. HIV-AIDS dapat menimpa siapa saja, termasuk bayi. Itu sebabnya penyandang ODHA tidak perlu malu. Kita sebagai bagian dari komunitas gereja pun perlu merangkul mereka. Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dengan terbuka menyatakan bahwa anaknya meninggal karena HIV-AIDS. Yang perlu dilakukan gereja adalah menjadi teman bagi ODHA sekaligus mengedukasi umat (dan masyarakat luas) untuk peduli pada ODHA. Pelajaran ini dirancang agar remaja turut serta menjadi bagian gereja yang melayani dan peduli pada ODHA.
 

PENJELASAN TEKS


Kisah ini bertutur tentang seorang perempuan yang dua belas tahun menderita pendarahan. Pendarahan adalah penyakit yang menjijikkan. Tak hanya membuat penderitanya lemas karena kehilangan darah, tetapi juga dapat menyebabkan bau yang tidak sedap. Di zaman dahulu, penderita pendarahan dianggap najis. Imamat 15:25-27 dengan tegas menyatakan: "Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis. Setiap tempat tidur yang ditidurinya, selama ia mengeluarkan lelehan, haruslah baginya seperti tempat tidur pada waktu cemar kainnya dan setiap barang yang didudukinya menjadi najis sama seperti kenajisan cemar kainnya. Setiap orang yang kena kepada barang-barang itu menjadi najis, dan ia harus mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam." Dari Imamat itu tampak jelas bahwa bukan sekadar perempuan yang menderita pendarahan itu saja yang najis, akan tetapi juga semua benda yang disentuhnya dan bahkan semua orang yang bersentuhan dengan benda itu juga dinyatakan najis. Kita bisa membayangkan penderitaan berganda yang dialami perempuan pendarahan itu selama 12 tahun! Ia tidak hanya menderita secara fisik, tetapi juga psikis dan sosial.

Injil Matius tidak menceritakan perjuangan perempuan itu sebelum berjumpa dengan Yesus. Dalam cerita yang pararel, Penginjil Markus mencatat:"Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk." (Mrk. 5:26). Artinya perempuan itu terus berjuang untuk melawan penyakitnya. Perjuangan itulah yang tampak dalam perjumpaannya dengan Yesus Melalui bacaan Matius ini, kita bisa menduga bahwa nama Yesus sudah mulai tersohor. Hal itu ditandai dengan kerumunan massa senantiasa menyertai kehadiran-Nya. Adalah wajar jika kemudian kehadiran Yesus juga menarik perhatian perempuan itu. Kita bisa menduga, karena kenajisan yang melekat dalam dirinya (ingat 12 tahun ia sakit!), pada awalnya ia hanya melihat dari kejauhan.Tentu saja ia bergumul hebat, apakah akan menerobos kerumunan orang banyak untuk menjumpai Yesus, atau berdiam saja di kejauhan. Namun tekadnya bulat: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Agaknya, ada logika terbalik dalam pemikiran perempuan itu. Jika selama ini apa saja yang disentuhnya - sebagai orang yang dianggap berdosa - menjadi najis, maka yang sebaliknya akan terjadi:Apa saja yang disentuh Yesus, yang dianggap berkuasa, maka pasti akan memulihkan. Sungguh keberanian dan perjuangan luar yang biasa. Yesus mengganjarnya dengan pemulihan diiringi kalimat: "Teguhkanlah hati, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Keberanian karena keyakinan itu yang disebut iman.Yesus menyambut perempuan yang beriman itu!
 

PENGENAAN
 


Cara pandang negatif masih menguasai sebagian orang ketika mendengar kata ODHA. Akibatnya ODHA tak hanya mengalami penderitaan fisik, tetapi juga psikis dan sosial.
 

Di tengah keadaan semacam itu, remaja perlu menjaga diri dari berbagai kemungkinan penularan HIV-AIDS. Namun sekaligus turut berjuang mengembangkan kepedulian pada ODHA dan mengkampanyekan gerakan sadar HIV-AIDS. Remaja perlu mengetahui bahwa tahun demi tahun, semakin bertambah jumlah terinfeksi HIV dan AIDS oleh berbagai macam sebab. Itulah sebabnya gereja - termasuk remaja - dipanggil untuk bahu membahu menyadarkan masyarakat luas, bahwa ODHA tidak perlu dijauhi, melainkan dirangkul. Banyak orang berpikir, sentuhan membuat kita ketularan. Remaja perlu tahu bahwa hal-hal berikut ini tidak membuat orang tertular HIV

■ Kehidupan sosial seperti bersalaman, berpelukan, berciuman, makan-minum bersama.
■ Aktivitas di tempat umum, seperti duduk di kendaraan umum atau bioskop, penggunaan WC umum dan kamar mandi bersama.
■ Aktivitas di tempat kerja seperti penggunaan meja kursi kantor, kalkulator, komputer, dan sebagainya.
■ Olahraga bersama, termasuk berenang bersama.
■ Gigitan nyamuk dan serangga penggigit lainnya.
■ Menggunakan pakaian, jacket, topi dan lain-Iain
■ Batuk, bersin, air ludah.
■ Merawat penderita AIDS.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Tanyakan pada remaja apakah mereka mengerti apa itu ODHA? Sampaikan pertanyaan lanjutan, misalnya, apakah orang yang terkena HIV/AIDS boleh kita sentuh dan sebagainya (manfaatkan bagian pengenaan).
2. Putarkan film pendek yang dapat mengedukasi remaja tentang HIV/AIDS. Sebagai contoh: https:// www.youtube.com/watch?v=ZMIrNcJh_20
3. Masuklah pada Penjelasan Teks. Pusatkan penjelasan pada pengalaman perempuan pendarahan. Kaitkan dengan pengalaman ODHA yang dianggap najis juga.
4. Ceritakan pengalaman Nelson Mandela dalam Ilustrasi di bawah. Berikan penekanan, tugas kita bukan menangisi keadaan, tetapi berjuang memperbaiki keadaan. Kepedulian Nelson Mandela justru muncul karena anaknya meninggal dunia akibat AIDS. Itu sebabnya ia mengampanyekan peduli ODHA.
5. Lakukanlah Kegiatan.

                                                                                                   
KEGIATAN


Membuat Proposal Terkait dengan ODHA
■ Bentuklah kelompok kecil (maksimal 5 orang).
■ Minta mereka membuat proposal kegiatan terkait ODHA.
■ Pembimbing menilai proposal tersebut, proposal yang paling mungkin dilakukan (sesuai dengan konteks setempat) diusahakan dikerjakan dalam bentuk kegiatan.

                                                                                                                                                              

ILUSTRASI

                                                  
Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela hampir di setiap kesempatan mengenakan pin pita merah di bajunya.Ternyata ada cerita di balik pin simbol HIV/AIDS itu. Kedua anaknya yakni putra dan menantunya meninggal karena HIV/AIDS.

Pada 6 Januari 2005, Nelson Mandela mengejutkan dunia ketika dari rumahnya mengumumkan, "Putra saya meninggal karena AIDS." Putra yang dimaksud Mandela adalah putra tunggalnya, Makgatho (54 tahun) yang meninggal setelah dirawat beberapa minggu di rumah sakit. Beberapa bulan sebelumnya, Zondi istri Makgatho juga meninggal karena AIDS.

Dengan pernyataan publiknya itu, Mandela menentang stigma dan rasa malu dengan banyaknya kematian karena AIDS di Afrika. Pada saat itu, sekitar 800 orang di Afrika Selatan meninggal setiap harinya karena AIDS. "Mari kita mempublikasikan HIV/AIDS dan tak menyembunyikannya..." kata Mandela.

Pada pemakaman anaknya itu, Mandela dan istrinya Graca Machel mengenakan pita merah dalam mendukung kampanye melawan AIDS, ia duduk di podium depan peti Makgatho, yang dihiasi bunga putih dan kuning.Keadaan itu tidak membuat Mandela patah semangat. Justru karena kesadaran baru itu Mandela memiliki badan amal yang memerangi kemiskinan dan HIV/ AIDS melalui Nelson Mandela Foundation.

Sumber:
http://health.liputan6.com/read/7666l8/cerita-pilu-mandela-dan-dua-anaknya-yang-kena-hivaids.
                                                                                                                   


A R S I P
| derap desember 0415 | derap januari 0116 | derap januari 0216 | derap januari 0316 |
| derap januari 0416 | derap januari 0516 | derap februari 0116 | derap februari 0216 | derap februari 0316 |
| derap februari 0416 | derap maret 0116 | derap maret 0216 | derap maret 0316 | derap maret 0416 |
 | derap april 0116 | derap april 0216 | derap april 0316 | derap april 0416 | derap mei 0116 |

 | derap mei 0216 | derap mei 0316 | derap mei 0416 |derap mei 0516 |derap juni 0116 | derap juni 0216 |
 | derap juni 0316 | derap juni 0416 |derap juli 0116 | derap juli 0216 | derap juli 0316 | derap juli 0416 |  |derap juli 0516 | derap agustus 0116 | derap agustus 0216 | derap agustus 0316 | derap agustus 0416 |
| derap september 0116 | derap september 0216 | derap september 0316 | derap september 0416 |
| derap oktober 0116 | derap oktober 0216 | derap oktober 0316 | derap oktober 0416 |
| derap oktober 0516 | derap nopember 0116 | derap nopember 0216 | derap nopember 0316 |
|derap nopember 0416 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999