HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 40
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

Desember 2016    
Bergumul dengan ODHA: Belajar dari Mandela
Matius 9: 20-22
  1
Santa Claus
Yakobus 1:19-27
  2
Orang Majus: Pengetahuan Menuntun Pada Iman
Matius 2:1-12
  3
Gembala: Berani Mencari Kebenaran
Lukas
2:8-20
  4

 

Orang Majus: Pengetahuan Menuntun
Pada Iman


 
 Bacaan:
 Matius 2:1-  12

 Bahan yang
 diperlukan:
-
 
 

 

FOKUS



Ilmu pengetahuan seringkali dipandang sebagai berseberangan dengan iman. Ilmu pengetahuan dipandang mengedepankan bukti, sedangkan iman mengedepankan keyakinan atau kepercayaan, bukan bukti. Tidak mengherankan jika sering terjadi ketegangan antara iman dan ilmu pengetahuan. Pelajaran ini mengajarkan kepada remaja bahwa tidak selalu ilmu pengetahuan itu bertentangan dengan iman. Ilmu pengetahuan dapat menuntun orang untuk beriman pada Tuhan jika ilmu pengetahuan dilandasi oleh hati yang bersedia mengerti karya Tuhan di setiap bidang kehidupan.
 

PENJELASAN TEKS


Siapakah orang Majus?
Injil Matius menyebut tentang para majus yang datang dari Timur untuk menyembah bayi Kristus yang baru dilahirkan (Mat. 2:1-12). Siapakah para majus tersebut tetap merupakan suatu pertanyaan. Seringkali para majus disebut juga sebagai ahli perbintangan. Dalam bahasa Yunani, kata "magos" (magoi, jamak) mempunyai empat arti:(1) seorang dari golongan imam Persia kuno, di mana astrologi dan astronomi berperan penting pada masa Kitab Suci; (2) seorang yang memiliki pengetahuan dan kuasa gaib (= okultisme), dan mahir dalam menafsirkan mimpi, perbintangan, ramal, hal-hal klenik, dan perantara roh; (3) seorang ahli nujum; atau (4) seorang dukun, yang memeras orang dengan mempergunakan praktik-praktik di atas. Dari definisi yang mungkin di atas dan dari gambaran dalam Injil, para majus kemungkinan adalah para imam Persia ahli perbintangan yang dapat membaca bintang-bintang, teristimewa makna bintang yang mewartakan kelahiran Mesias. (Bahkan ahli sejarah kuno Herodotus yang wafat pada abad ke-5 SM menegaskan bahwa keahlian kaum imam Persia adalah perbintangan).

Orang Majus Mengikuti Bintang
Perjalanan orang Majus diawali dengan munculnya bintang di Timur. Bintang yang menurut pengetahuan mereka menandakan lahirnya seorang pemimpin. Dalam hal ini mereka meyakini bintang itu menandakan lahirnya seorang raja bagi orang Yahudi. Oleh karena itu perjalanan mereka adalah untuk mencari di manakah Dia dilahirkan? Mereka melakukan perjalanan dan bertanya karena ingin menemukan Dia yang kelahirannya ditandai oleh bintang di Timur. Perjalanan mereka mengarahkan mereka bertemu dengan orang-orang Yahudi sebagaimana keyakinan yang mereka miliki bahwa bintang itu menandakan kelahiran raja bagi orang Yahudi.

Sungguh ironis orang-orang Yahudi sendiri tidak mengetahui hal itu. Mereka baru tahu setelah mendengar pertanyaan orang-orang Majus. Hal itu telah dinubuatkan oleh para nabi (lih. Mikha 5:1).
Tetapi bagi orang Majus, melalui pengetahuan tentang ilmu perbintangan, mereka mampu membaca apa yang sudah dinubutkan oleh nabi Mikha ratusan atau ribuan tahun sebelumnya. Perjumpaan itu menegaskan akan kebenaran dari pengetahuan mereka tentang keberadaan bintang itu. Bintang yang menandakan lahirnya seorang raja itu memang sudah dinubuatkan sebelumnya.

Pencarian mereka semakin jelas, yaitu Betlehem, kota dimana Anak itu berada. Seperti yang dinubuatkan oleh nabi Mikha, ke sanalah Herodes menyuruh orang Majus untuk menemukan anak itu. Saat mereka meneruskan perjalanan, bintang itu masih nampak dan memandu langkah mereka. Hal itu membuat mereka bersukacita (ay. 10). Apa yang mereka yakini sejak awal kemunculan bintang itu, kini semakin nyata dan jelas.

Orang Majus Menemukan Mesias
Tidak sia-sia perjalanan orang Majus yang berdasarkan pengetahuan melalui ilmu perbintangan. Mereka akhirnya melihat Anak itu bersama dengan Maria, ibu-Nya. Seperti tujuan mereka sejak awal, yaitu mencari Anak itu untuk menyembah Dia, maka mereka segera sujud menyembah Raja orang Yahudi. Bukan hanya menyembah, tetapi mereka juga memberikan persembahan yang melambangkan keyakinan mereka tentang siapakah Anak yang mereka cari dan jumpai saat itu.

Orang Majus tidak terpesona dengan bintang yang bersinat terang itu. Mereka juga tidak menyembah bintang itu walaupun banyak orang pada waktu itu yang menempatkan bintang sebagai salah satu dewa yang sering dipuja. Banyak orang percaya bintang-bintang sebagai yang menentukan jalan hidup mereka. Pengetahuan yang dimiliki membuat mereka mengerti bahwa bintang itu menunjuk pada sesuatu yang lain, yaitu Raja orang Yahudi. Itulah yang mereka cari dan temukan. Bintang itu menjadi alat yang memandu mereka untuk menemukan sesuatu yang lebih besar dari bintang itu sendiri. Bintang itu telah menuntun mereka untuk menemukan Mesias yang akhirnya mereka sembah. Pengetahuan yang mereka miliki telah membawa mereka berjumpa dengan Mesias yang kelahirannya ditandai dengan bintang yang mereka lihat di langit.
 

PENGENAAN
 


Remaja tidak perlu takut untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan dalam hidup ini. Ilmu pengetahuan membuat kehidupan manusia berubah dan berkembang. Harus diakui bahwa ilmu pengetahuan memiliki dua sisi mata pisau. Jika dipakai dengan benar maka ilmu pengetahuan akan membawa kebaikan dalam hidup manusia. Namun jika dipakai dengan cara yang salah, maka ilmu pengetahuan akan mendatangkan bencana dalam kehidupan manusia.

Ilmu pengetahuan yang dipahami dan dipakai dengan benar juga dapat membuat orang beriman semakin percaya kepada Tuhan. Ilmu pengetahuan menumbuhkan kekaguman yang luar biasa akan Tuhan dan karya-Nya. Karya Tuhan yang seharusnya menuntun manusia pada keyakinan kepada Tuhan. Mereka tidak jatuh pada pendewaan akan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak membuat mereka kehilangan keyakinan kepada Tuhan, betapa pun hebatnya ilmu pengetahuan yang dimiliki mereka. Tidak sepantasnya jika pengetahuan itu dijadikan ilah atau dewa dalam hidup. Inilah yang harus diwaspadai. Banyak orang kurang waspada sehingga ilmu pengetahuan yang mereka miliki justru membuat mereka mendewakan ilmu pengetahuan itu serta melupakan Tuhan.
 
Hati menjadi penting untuk menimbang segala sesuatu yang remaja pelajari. Apakah ilmu pengetahuan itu membawa mereka semakin dekat dan semakin yakin kepada Tuhan, atau sebaliknya. Apakah pengetahuan itu membuat mereka menjadi sombong atau justru semakin merendahkan dan menundukkan diri? Kiranya remaja mampu makin merendahkan diri dan menyambah pada Tuhan yang sungguh mahakuasa, bukan pada ilmu pengetahuan itu sendiri.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Awali pertemuan dengan Kegiatan.
2. Ajak peserta untuk membaca teks Alkitab. Jelaskan bagaimana orang Majus melalui keahliannya membaca bintang-bintang di langit sebagai tanda, lalu mencari dan akhirnya menemukan Mesias. Lihat Penjelasan Teks.
3. Jelaskan bahwa ilmu pengetahuan dapat menuntun manusia berjumpa dengan Tuhan dalam kehidupannya seperti orang Majus yang menemukan Mesias. Lihat Pengenaan.
4. Hati yang bersedia merendahkan diri dan menyembah kepada Tuhan membawa orang Majus berjumpa dengan Mesias. Mereka tidak terpaku dan terpesona, serta mengagungkan bintang itu. Bagi mereka bintang itu hanyalah alat atau tanda bagi mereka untuk berjumpa dengan Mesias. Hati manusia sanggup memahami dan mengerti apa yang tidak dapat dipahami oleh akal manusia. Lihat ilustrasi.
5. Akhiri dengan mengajak remaja menyanyikan KJ 64:1 Bila Kulihat Bintang Gemerlapan.

                                                                                                   
KEGIATAN


1. Bentuklah kelompok-kelompok kecil, terdiri atas 4-5 orang.
2. Diskusikan pertanyaan berikut ini:
• Sebutkanlah plus minus ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia?
• Apakah ilmu pengetahuan itu perlu bagi kehidupan manusia?
3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
                                                                                                                                                            

ILUSTRASI

                                                  
                                                            Allah dan Alam

Amatilah seekor lebah madu yang kecil. Ia mengatur kota kecilnya sendiri. Ia membangun 10.000 rongga untuk menampung madu, 12.000 rongga untuk telur, dan sebuah tahta bagi ratu lebah. Jika lebah mengetahui bahwa suhu naik, ia menjadi cemas kalau-kalau madunya akan meleleh. Maka mereka menciptakan sistem pendingin untuk sarangnya. Ia memimpin satu regu lebah pekerja, menempatkan mereka dekat pintu masuk sarang lebah, dan menahan kaki mereka dengan perekat. Kemudian dengan mengepak-ngepakkan sayap, mereka mengatur sirkulasi udara dan menjaga suhu sarang agar tetap dingin bagi madu. Lebah itu pula yang menjelajah daerah seluas sepuluh kilometer persegi dan mengumpulkan madu dari semua bunga yang tumbuh di sana. Tetapi jika otak lebah melakukan hal sedemikian menakjubkan, siapakah kita yang mempertanyakan tuntunan Allah? Tataplah ke langit dan lihat tangan yang menyokong bintang-bintang tanpa tiang-tiang penyangga. Dia itulah Allah yang menuntun planet sehingga tidak pernah bertabrakan.

Catatan: ilmu pengetahuan kita tentang segala sesuatu di alam ini seharusnya membuat hati kita menemukan dan mempercayai Allah yang berkarya di tengah semua kemegahan dan keajaiban dunia.

Sumber:
Frank Mihalic, 1500 Cerita Bermakna, Jakarta: Penerbit Obor.                                                  
    

                                                                                                                   


A R S I P
| derap desember 0415 | derap januari 0116 | derap januari 0216 | derap januari 0316 |
| derap januari 0416 | derap januari 0516 | derap februari 0116 | derap februari 0216 | derap februari 0316 |
| derap februari 0416 | derap maret 0116 | derap maret 0216 | derap maret 0316 | derap maret 0416 |
 | derap april 0116 | derap april 0216 | derap april 0316 | derap april 0416 | derap mei 0116 |

 | derap mei 0216 | derap mei 0316 | derap mei 0416 |derap mei 0516 |derap juni 0116 | derap juni 0216 |
 | derap juni 0316 | derap juni 0416 |derap juli 0116 | derap juli 0216 | derap juli 0316 | derap juli 0416 |  |derap juli 0516 | derap agustus 0116 | derap agustus 0216 | derap agustus 0316 | derap agustus 0416 |
| derap september 0116 | derap september 0216 | derap september 0316 | derap september 0416 |
| derap oktober 0116 | derap oktober 0216 | derap oktober 0316 | derap oktober 0416 |
| derap oktober 0516 | derap nopember 0116 | derap nopember 0216 | derap nopember 0316 |
|derap nopember 0416 | derap desember 0116 | derap desember 0216 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999