HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Desember 2017
Keramah-tamahan Allah

 
124 Bersama yang Terpinggirkan   1
128 Small is Beautiful   2
134 When Light is Stronger Than Darkness   3
142 Anugerah Terbesar   4
146 Penyertaan Tuhan   5

Desember 2017 Minggu I

Bersama yang Terpinggirkan
Bacaan: Lukas 1:46-55
Bahan yang diperlukan: -

 

Fokus


"Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" adalah petikan sila ke-5 dari Pancasila sebagai Dasar Negara. Seolah menjadi kesimpulan, keadilan sosial laksana cita-cita sekaligus amanat dan tujuan kemerdekaan yang hendak dibangun di NKRI tercinta. Namun kita tahu bahwa mencapai keadilan membutuhkan perjuangan yang besar! Sejalan dengan hal itu, berita tentang Natal juga sejatinya mengandung nilai PERJUANGAN, bukan sekedar hadiah dan kemeriahan. Malahan inisiatif perjuangan itu datang dari Allah bagi dunia agar manusia hidup dalam damai dan pengampunan (shalom). Melalui tema ini remaja dapat memahami makna perjuangan yang diawali oleh Allah sebagaimana yang dinyatakan Maria melalui Nyanyian Magnificat-nya, sehingga remaja tergerak untuk berjuang bersama-sama dengan Allah menyatakan Damai Sejahtera secara khusus bersama dengan mereka yang terpinggirkan.

Penjelasan Teks


Bacaan kita menuliskan tentang nyanyian pujian Maria. Mengapa Maria bernyanyi? Hal apa saja yang Maria puji di dalam nyanyiannya itu? Bukankah Maria baru saja mendapat kabar kehamilan (Luk. 1:26-38) yang tentu menjadikannya berada dalam situasi pergumulan. Namun jika kenyataannya Maria tetap menyanyi dan dapat memuji Allah tentu ada hal yang sangat menarik dan menjadi pembelajaran bagi remaja untuk juga memuji Allah.

Pertama-tama secara naratif kits dapat menduga bahwa nyanyian Maria mengambil tempat di rumah Elisabet (ay. 39), selang beberapa waktu setelah Maria mendapat kabar kehamilan dari malaikat Gabriel.Adapun saat-saat itu adalah bulan yang keenam (Luk. 1:26, 36) bagi kehamilan Elisabet. Maria pun tinggal di rumah itu selama kira-kira 3 bulan (ay. 56), yang berarti mendekati masa-masa persalinan Elisabet. Kedatangan Maria sepertinya memiliki 2 tujuan (1) mengunjungi dan ikut merawat Elisabet yang hamil di usia tuanya, apalagi diikuti kabar bahwa Zakaria sang suami menjadi bisu sehingga tentu mengalami beberapa kendala. (2) Sangat mungkin Maria sendiri — sebagai perempuan muda yang belum menikah — membutuhkan peneguhan atas berita malaikat yang
diterimanya, seraya "membuktikan" perkataan Gabriel bahwa "sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Luk. 1:37). Maria tidak tahu kepada siapa lagi ia harus datang dan bercerita (alias curhat) selain kepada Elisabet.

Kedua, di sisi yang lain kita dapat menyelami/memahami bahwa fase kehamilan sejatinya menjadi kondisi dan situasi yang melemahkan (ringkih dan berbahaya) bagi setiap perempuan; namun keduanya dapat saling menjaga, menopang dan menguatkan. Malahan tanpa diduga oleh Maria, Elisabet pun bersuka bahkan memberkati Maria di saat kedatangannya (ay. 41-43): "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku sampai ibu Tuhanku mengunjungi aku?" Di sini kita menemukan dua sosok perempuan (ibu) yang mewakili kaum lemah, namun dapat saling menguatkan, hingga kemudian Maria sendiri mendapatkan peneguhan dan menyatakan imannya melalui nyanyian syukur dan pengagungan kepada Allah.

Sungguh betapa kaya dan luasnya kisah di seputar berita Natal! Ada begitu banyak tokoh yang mengungkapkan keagungan karya Allah yang nyata dalam setiap kehidupan manusia yang sarat dengan berbagai pergumulan. Hari ini kita belajar dari Maria, demikian juga dengan Elisabet, dan tentunya tokoh-tokoh lainnya: semua berjuang dan bahkan berkorban. Hal ini menjadi semakin jelas bagi kita bahwa berita Natal yang membawa Keselamatan itu juga memuat berita perjuangan yang sungguh sarat akan nilai-nilai kemanusiaan. Dan perjuangan di sini tidak berarti adu kekuatan, melainkan di dalam figur perempuan yang mengandung (ringkih dan bertaruh hidup/mati) perjuangan itu berarti keberpihakan kepada yang lemah dan terpinggirkan, dan kemudian tersampaikan dalam syair pujian Maria.

Akhirnya kita dapat bersama menjawab pertanyaan, mengapa Maria bernyanyi? Maria telah diteguhkan atas rencana dan karya Allah yang terjadi atas dirinya (dan juga bangsanya). "Jiwaku memulakan Tuhan," begitu pujian Maria yang dalam bahasa Latin disebut magnificat artinya memuliakan. Ia yang lemah tetapi dipilih dan dipakai oleh Allah sehingga pujian ini sungguh lahir dari kedalaman hati dan bukan kesombongan diri. Pujian Maria ini memiliki kesamaan dengan nyanyian Hanna dalam 1 Samuel 2:1-10. Hanya bedanya nyanyian Hanna cukup terasa dimensi pribadinya, sebab anak yang dilahirkan adalah kerinduan sekian lama atas kemandulannya. Sementara Maria mengandung seorang Anak yang di luar kehendak dan kuasanya, namun menjadi penggenapan Allah atas pengharapan Mesianik bangsa Israel.

Secara lebih rinci nyanyian Maria dapat kita pahami sebagai berikut:
1. Ayat 46-49, Maria memuji Allah karena perkara besar yang dikerjakan Allah bagi dia (dirinya). Maria memahami keberadaan dirinya di hadapan Allah hanyalah seorang hamba (Luk.1:38). Itulah sebabnya, orang akan menyebut dia berbahagia karena telah dipilih untuk mengandung dan melahirkan Sang Mesias.

2. Ayat 49-53, Maria memuji Allah karena kekudusan, rahmat, dan kuasa-Nya, yang ditujukan kepada orang-orang yang takut akan Dia (orang lain).Allah juga akan menunjukkan kuasa-Nya atas mereka yang meninggikan diri, yaitu mereka yang congkak hati, penguasa yang hanya mengutamakan takhta, dan orang kaya yang tidak memedulikan orang miskin. Bahwa keadilan Allah dinyatakan kepada mereka yang terpinggirkan dan sering mendapat perlakuan yang tidak adil. Allah datang (kelahiran Sang Anak) membawa keselamatan untuk memulihkan wajah dunia dengan keadilan dan kedamaian.
3. Ayat 54-55, Maria memuji kesetiaan Allah pada perjanjian-Nya dengan umat-Nya, lewat bapa leluhur Israel Abraham dan keturunannya sampai selamanya.

Pengenaan

Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Para penderita HIV/AIDS atau yang biasa disebut dengan ODHA masih mendapat stigma yang negatif dalam masyarakat. Mereka selalu dicap sebagai orang-orang najis yang terkena kutuk akibat perilaku dan kehidupan yang buruk, khususnya akibat seks bebas dan narkoba. Adapun data Kemenkes RI dalam 2 tahun terakhir menyebutkan bahwa di tahun 2015 dari 184.929 kasus HIV yang dilaporkan, yang disebabkan oleh perilaku seksual yang tidak benar sebanyak 6.779 kasus atau 3,6% dari keseluruhan. Hal yang membuat kita tidak boleh memandang sepele adalah data di Triwulan 2 tahun 2016, akumulasi kasus HIV/AIDS sudah mencapai angka 291.476, dengan 208.920 orang penderita HIV dan 82.556 orang penderita AIDS!

Bagaimana menghayati masa Adven dan nyanyian Maria dalam konteks dan kepedulian terhadap saudara kits ODHA? Remaja perlu belajar melihat bahwa dalam natal Allah memilih dan berpihak pada mereka yang ringkih dan tersisihkan. Pemilihan Elisabet dan Maria adalah contohnya. Perempuan adalah makhluk yang dianggap kelas dua, ringkih. Apalagi keduanya tengah hamil: Elisabet di usia tua, Maria tanpa suami. Pemilihan Allah memberikan kebahagiaan dan sukacita bagi mereka yang tersingkirkan. Merayakan natal berarti memperjuangkan kebahagiaan bagi mereka yang mengalami kesusahan.
 

Langkah-langkah Penyampaian


1. Tanyakan kepada remaja apa yang mereka bayangkan tentang Natal. Dapat dilakukan penghitungan sederhana menjadi statistik kecil-kecilan. Adakah di antara remaja yang menyebutkan bahwa Natal adalah PERJUANGAN?
2. Lakukan pendalaman makna Natal sebagai PERJUANGAN melalui kisah Maria dan kisah di seputar Natal yang menampilkan sisi-sisi kemanusiaan yang alami dalam kelemahan dan pergumulan tetapi justru dipakai menjadi jalan perjuangan Allah membawa selamat dunia (lihat Penjelasan Teks).
3. Tekankan Isi dari pada Nyanyian Maria, bahwa ia memuliakan Allah yang memerhatikan dirinya, juga kemudian orang lain (bangsanya) dan semua kembali karena Allah memegang teguh perjanjian-Nya.
4. Lanjutkan dengan kisah Raka, remaja yang berjuang melawan HIV/AIDS (lihat Ilustrasi).
5. Akhiri dengan kegiatan Diskusi dan membuat Kampanye Digital (Digital Campaign) untuk berjuang bersama mereka yang terpinggirkan.                                                                                               

Kegiatan

                                                                                            

Ajak remaja melakukan diskusi kelompok dengan pertanyaan berikut:
1. Carilah perbedaan HIV dengan AIDS?
2. Carilah penyebab dan penularan HIV-AIDS!
3. Bagaimana cara memperjuangkan kebahagiaan bagi ODHA?

Pada akhirnya kelompok remaja dapat diajak untuk membuat kampanye social berbentuk digital (Digital Campaign) berisi pesan-pesan perjuangan, edukatif, preventif, dan ajakan untuk menghargai dan memperjuangkan kebahagiaan bagi ODHA yang dapat disebarluaskan melalui med-sos mereka. Kegiatan ini juga dapat ditindaklanjuti menjadi Aksi Sosial Natal Komisi Remaja (dalam diskusi dengan pembimbing dan Majelis Jemaat), misalnya kunjungan studi ke BNN, perayaan natal di Panti Asuhan (yang misalnya terdapat anak kecil yang terjangkit HIV), dan lainnya.  

Ilustrasi

Teruslah Berjuang, Raka!

Desember ini — di saat semua menyerukan hari AIDS sedunia, memasang poster atau menyematkan pita merah di dada — Raka, remaja usia 13 tahun masih terus menyuplai ARV ke tubuhnya. Sesekali sekelompok orang bergantian datang ke rumah singgah Raka di kantor komunitas pers di Medan untuk memberikan semangat, meski masih belum berani sangat intens berdekatan atau bercampur makanan dengan Raka.

Sudah beberapa kali Raka dan kakak yang terus mendampinginya berpindah-pindah tempat. Mulai dari rumah kerabat sang kakak dengan kamar seadanya tanpa jendela di sebuah ruangan di lantai tiga sehingga sangat melelahkan Raka dan malah memperburuk kondisinya. Sempat juga ia dirawat di Rumah Sakit hanya akibat diare. Mungkin terkesan sepele. Namun bagi Raka, sakit itu bahkan sekedar flu saja, sudah menyiksa tubuhnya. Rumah komunitas pemerhati HIV AIDS di Medan pun juga pernah Raka singgahi, hingga akhirnya di bulan Maret/April 2012 Raka berpindah ke kantor pers ini. Mereka berdua ditemani seorang kakak asuh. Memang Raka masih tetap mengidap HIV, namun perjuangannya untuk tetap hidup dan melakukan banyak hal sungguh menggetarkan. Raka terus mengisi harinya dengan membaca buku di perpustakaan komunitas pers. Ia juga belajar menulis beberapa huruf sembari menikmati kebersamaan dengan menonton film kartun kesukaan dan bermain games di laptop kakak asuh.

Sumber: http://www.ayogitabisa.com/news/raka-remaja-yang-terus-berjuang-melawan-hivaids.html
 

                                                                           


A R S I P
| derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 | derap februari 0117 | derap februari 0217 |
| derap februari 0317 | derap februari 0417 | derap maret 0117 |derap maret 0217 |
| derap maret 0317 | derap maret 0417 | derap april 0117 | derap april 0217 | derap april 0317 |
| derap april 0417 | derap april 0517 | derap mei 0117 | derap mei 0217 | derap mei 0317 |
| derap mei 0417 | derap juni 0117 | derap juni 0217 | derap juni 0317 | derap juni 0417 |
| derap Juli 0117 | derap juli 0217 | derap juli 0317 | derap juli 0417 | derap juli 0517 |
| derap agustus 0117 | derap agustus 0217 | derap agustus 0317 | derap agustus0417 |
| derap september 0117 | derap september 0217 | derap september 0317 | derap september 0417 |
| derap oktober 0117 | derap oktober 0217 | derap oktober 0317 | derap oktober 0417 |

| derap oktober 0517 | derap november 0117 | derap november 0217| derap november 0317 |
| derap november 0417|

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999