HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Desember 
Hal-hal Akhir

 

•Kebangkitan Tubuh: Tubuh yang Mana?• Harmagedon • Antikristus •Pengharapan Kedatangan Anak Manusia • Langit Baru, Bumi Baru

 

Fokus
_____________________

 
Pada bulan Desember ini, pada masa Adven. Derap Remaja mengajak remaja untuk membicarakan tentang hal-hal akhir atau akhir zaman. Kata "Adven" berarti "kedatangan," yang menunjuk tidak hanya pada kedatangan Yesus sebagai manusia, namun terlebih lagi kedatangan-Nya kembali. Pada minggu pertama ini pelajaran berfokus pada kebangkitan tubuh yang dikaitkan dengan isu disabilitas, sebab berdekatan dengan Hari Disabilitas tanggal 3 Desember. Isu utamanya adalah: saat kebangkitan tubuh, tubuh mana yang dibangkitkan? Apakah ada kaitannya dengan tubuh yang sekarang (termasuk penyandang disabilitas), ataukah tubuh yang sama sekali baru dan berbeda dari yang sekarang? Melalui pelajaran ini remaja memahami makna kebangkitan tubuh, sehingga remaja percaya pada kebangkitan tubuh.
 

Penjelasan Teks
_____________________


1 Korintus 15:35-49 merupakan kelanjutan dari pembicaraan Paulus tentang kebangkitan, yang telah dimulai dari ayat 1. Pada 1 Korintus 15:1-34 Paulus membicarakan dan membuktikan kebangkitan Kristus yang menjadi dasar iman dan pemberitaan yang dilakukannya. Paulus meyakinkan jemaat Korintus tentang kebangkitan Kristus, supaya jemaat juga percaya kepada-Nya tanpa keraguan lagi. Kristus yang bangkit memberikan pengharapan dan keyakinan bahwa orang yang percaya kepadaŹNya akan dibangkitkan pula. Selanjutnya pada 1 Korintus 15:35-49 Paulus berbicara tentang kebangkitan tubuh. Ia mengawali dengan dua pertanyaan yang sering diajukan orang:-Bagaimanakah orang mati dibangkitkan?" dan "Dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?" Pada intinya Paulus menjawab: orang mati dibangkitkan oleh kuasa Allah; dan orang dibangkitkan dengan tubuh yang baru. Penekanan pada tubuh merupakan hal yang mungkin mengherankan atau mengagetkan bagi jemaat kota Korintus di negara Yunani. Dalam filsafat dan budaya Yunani diyakini tubuh itu rendah dan terbatas di dunia ini. Sedangkan jiwa itu lebih tinggi dan kekal. Paulus ingin meluruskan hal ini:dalam Kristus tubuh tidak lebih rendah dari jiwa, dan kebangkitan itu menyangkut tubuh dan jiwa, sebab tubuh dan jiwa merupakan satu kesatuan manusia. Baik tubuh maupun jiwa tidak ada yang kekal, sebab yang kekal hanya Allah sendiri.Tubuh dan jiwa akan bersama dibangkitkan oleh kuasa Allah pada akhir zaman.

Untuk menjelaskan lebih lanjut, Paulus menggunakan analogi atau penyejajaran kebangkitan tubuh dengan beberapa hal:
• Ayat 36-38: menganalogikan kebangkitan tubuh dengan biji yang mati namun kemudian tumbuh sebagai tanaman. Jadi setelah kematian ada kehidupan/ kebangkitan. Orang menanam benih, tetapi ketika tumbuh tidak lagi sebagai benih, melainkan tanaman. Dari mana tubuh tanaman itu berasal? Tidak lain dari Allah sendiri.
• Ayat 39: menganalogikan kebangkitan tubuh dengan jenis daging tiap makhluk yang berbeda satu dengan yang lain: daging manusia, binatang, burung, daging, masing-masing berbeda — sebagaimana diberikan oleh Tuhan. Demikian pula tubuh yang dibangkitkan merupakan tubuh yang baru.
• Ayat 41: menganalogikan kemuliaan tubuh dengan kemuliaan matahari, bulan, dan berbagai bintang berbeda satu sama lain. Demikian pula kemuliaan tubuh yang sekarang berbeda dari kemuliaan tubuh yang baru.
Setelah analogi sebagai ilustrasi, dapat disimpulkan bahwa tubuh duniawi (bagai benih yang ditabur) berbeda dari tubuh sorgawi yang dibangkitkan (ayat 42-43):
• Ditabur dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan
• Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan
• Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan
• Yang ditaburkan tubuh alamiah, yang dibangkitkan tubuh rohaniah
Demikian pula manusia pertama (Adam) berbeda dari manusia akhir (Kristus):
• Ayat 45: manusia pertama menjadi makhluk yang hidup; manusia yang akhir menjadi roh yang menghidupkan
• Ayat 46: mula-mula datang yang alamiah, kemudian yang rohaniah
• Ayat 47: manusia pertama dari debu tanah dan bersifat jasmani, yang kedua berasal dari sorga.

Sejalan dengan itu, makhluk-makhluk alamiah berasal dari debu tanah, sedangkan makhluk-makhluk sorgawi berasal dari sorga (ayat 48). Maka manusia (kita) yang telah memakai rupa alamiah, kita akan memakai rupa sorgawi (ayat 49).
Jadi Paulus menunjukkan dan menekankan bahwa manusia akan dibangkitkan dengan tubuh yang baru,tubuh surgawi.Apakah tubuh yang baru itu sama sekali berbeda dari tubuh yang sekarang? Kalau sama sekali berbeda, dari manakah kita akan tahu dan sadar siapa diri kita saat dibangkitkan? Tubuh yang baru terkait dengan tubuh kita yang sekarang, tapi diperbarui. Sehingga kita tidak lagi memiliki tubuh yang fana, yang bisa sakit dan mati.Tubuh yang baru itu dibangkitkan dalam hidup yang abadi, yang tidak dibatasi waktu/ umur.

Hari Penyandang Disabilitas Internasional adalah peringatan yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1992 dan diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang disabilitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas.
Pertanyaan ini tidak dijawab dengan jelas dalam teks. Pertanyaan ini menunjukkan adanya konsep sempurna yang menjadi tolok ukur.

EDAN
Dewan Gereja-gereja se Dunia (WCC), pada persidangan kedelapan di Harare, Zimbabwe, tahun 1998, menyadari pentingnya membentuk suatu jejaring ekumenis yang bergerak dalam isu disabilitas. Maka dibentuklah EDAN (Ecumenical Disability Advocate Network) dengan koordinator Dr. Samuel Kabue dari Kenya. EDAN ikut serta mengembangkan teologi disabilitas, yang dilakukan oleh para penyandang disabilitas dan orang-orang yang hidup atau bekerja sama dengan kaum disabilitas, baik di sekolah-sekolah teologi maupun di gerejaŹgereja.

https://www.oikoumene.org/en/what-we-do/people-with-disabilities-edan

Pengenaan
____________________


Pada masa remaja seseorang sangat memerhatikan tubuh, karena perkembangan kedewasaan yang sangat terasa:dari tubuh kanak-kanak menjadi tubuh dewasa. Kadang ada remaja yang kurang puas dengan keberadaan tubuhnya yang ia pandang tidak ideal, sehingga menginginkan tubuh yang berbeda. Hal ini dapat memengaruhi mereka dalam membayangkan tubuh yang baru saat dibangkitkan pada akhir zaman: tubuhnya akan menjadi "sempurna" sebagaimana ia idam-idamkan saat ini. Sikap ini menunjukkan bahwa ia belum dapat menerima keadaannya sekarang. Demikian pula tentang penyandang disabilitas. Jika ia belum dapat menerima keberadaan tubuhnya saat ini, maka ia akan membayangkan dibangkitkan pada akhir zaman dengan tubuh yang berbeda, yaitu tubuh yang"sempurna." Justru kebangkitan dengan tubuh yang baru bukan berarti berbeda sama sekali.Tubuh yang baru itu tetap terkait dengan yang sekarang, namun diperbarui oleh Tuhan.Sehingga tidak ada lagi penilaian sempurna dan tidak sempurna, sebab setiap tubuh yang dibangkitkan adalah sempurna.
   

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Tanyakan kepada remaja apakah mereka tahu hari apakah yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. Jika mereka tidak tahu, Jelaskan bahwa 3 Desember adalah Hari Disabilitas Internasional. Jelaskan juga bahwa di Indonesia sudah ada Undang-undang tentang Penyandang Disabilitas, yaitu UU no. 8 tahun 2016 (dapat diunduh di http://www.kemendagri.go.id/media/documents/2016/05/ 11/u/u/uu nomor_8_tahun_2016.pdf ), yang merupakan pengganti UU no.4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat. Istilah yang dipakai sekarang adalah "penyandang disabilitas" yang lebih menghargai keberadaan dan kemampuan penyandang disabilitas, dibanding istilah "penyandang cacat" yang cenderung melihat kekurangan, bahkan ketidakmampuan penyandang disabilitas.
2. Perkenalkan juga tentang Ecumenical Disability Advocates Network (EDAN) dari Dewan Gereja-gereja se-Dunia, DGD (World Council of Churches,WCC), menyadarkan gereja-gereja tentang penyandang disabilitas yang adalah manusia yang utuh dan menjadi bagian dari gereja, serta berpartisipasi penuh dalam kehidupan dan pelayanan gereja.
3. Pakai ilustrasi tentang Jean Vanier dan komunitas L'Arche yang didirikannya untuk penyandang disabilitas perkembangan.
4. Ajak remaja membaca 1 Korintus 15:35-49. Jelaskan arti kebangkitan tubuh, dengan tubuh yang baru. Kemudian fokuskan pada tubuh penyandang disabilitas yang dibangkitkan. (Pakailah Penjelasan Teks)
5. Jelaskan bahwa hal kebangkitan tubuh pada akhir zaman justru mengingatkan kita pada hidup dan tugas kita di dunia sekarang ini, yaitu untuk memandang positif tubuh kita, termasuk penyandang disabilitas.
6. Masuk dalam Kegiatan.

Kegiatan
_____________________

1. Bentuklah kelompok-kelompok kecil terdiri dari 5-6 orang remaja.
2. Mintalah mereka sharing tentang kebangkitan tubuh yang terkait dengan tubuh mereka sendiri saat ini.
3. Kemudian mintalah remaja berdiskusi tentang kebangkitan tubuh penyandang disabilitas, yang terkait dengan penerimaan mereka akan tubuh penyandang disabilitas itu.
4. Minta remaja membuat poster atau brosur tentang kebangkitan tubuh, baik secara umum maupun khusus bagi penyandang disabilitas dalam rangka Hari Disabilitas Internasional.
5. Usai membuat poster dan brosur ditempel di majalah dinding atau diupload di media sosial sebagai sarana soasialisasi hari Disabilitas Internasional.

Ilustrasi
_____________________

 
Jean Vanier, CC GOQ (lahir 10 September 1928; umur 89 tahun) adalah seorang filsuf, teolog dan humanitarian Katolik Kanada. Pada 1964, ia mendirikan L'Arche, sebuah federasi komunitas internasional yang tersebar di lebih dari 35 negara, untuk orang-orang dengan disabilitas perkembangan dan orang-orang yang membantu mereka. Kemudian pada 1971, ia menjadi salah satu pendiri Faith and Light, dengan Marie-Helene Mathieu, yang juga berkarya bagi orang-orang dengan disabilitas perkembangan, keluarga dan teman-teman mereka di lebih dari 80 negara. Ia menjalani hidup sebagai anggota komunitas L'Arche asli di Trosly-Breuil, Perancis. Sepanjang tahun, ia telah mengarang 30 buku tentang agama, disabilitas, normalitas, kesuksesan dan toleransi. Ia meraih Companion of the Order of Canada (1986), Grand Officer of the National Order of Quebec, Legiun Kehormatan (2003) dari Perancis, Community of Christ International Peace Award (2003), Pacem in Terris Peace and Freedom Award (2013) dan Penghargaan Templeton (2015).

https://id.wikipedia.org/wiki/jean_Vanier
 

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999