HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Desember 2017
Keramah-tamahan Allah

 
124 Bersama yang Terpinggirkan   1
128 Small is Beautiful   2
134 When Light is Stronger Than Darkness   3
142 Anugerah Terbesar   4
146 Penyertaan Tuhan   5

Desember 2017 Minggu II

Small is Beautiful
Bacaan:
Mikha 8:1-4a
Bahan yang diperlukan: -
Catatan: dalam kegiatan adalah baik jika mengundang LSM-LSM terdekat yang berhubungan dengan penyelamatan lingkungan hidup, kemanusian maupun
keadilan sosial.

 

Fokus


Small is beautiful adalah salah satu kata-kata bijak yang memotivasi orang untuk percaya diri dan menghargai hal-hal yang kecil dalam hidup ini. Di tengah dunia yang mengagungkan hal-hal besar, menghargai yang kecil dan sederhana menjadi hal yang semakin langka. Akibatnya beberapa orang merasa tidak pernah puas dengan berkat yang diterimanya. Pada masa Advent, kita diingatkan kembali bahwa karya keselamatan Allah hadir melalui kesederhanaan. Selain itu Allah pun memakai kepada mereka yang dianggap 'kecil: Pelajaran kali ini mengajak remaja untuk bersyukur dan menghargai yang sederhana dan kecil dalam hidup mereka.

Penjelasan Teks


Mikha adalah nabi Allah yang bekerja pada masa pemerintahan raja Yotam, Ahaz, dan Hesekiah. Masa pelayanannya diperkirakan terjadi 8 abad sebelum kelahiran Yesus ke dunia (759-687 sM). Pada masa itu Israel Utara dan Yehuda berada di bawah kekuasaan bangsa Asyur. Mereka menderita akibat penjajahan tersebut. Selain itu, kedua kerajaan Israel tersebut mengalami kebobrokan moral. Misalnya saja, pada masa itu di Yehuda, para pemimpin bangsa maupun agama sama-sama melakukan korupsi dan berlaku munafik. Rakyat menderita karena pemimpinnya tidak menjadi contoh dan membawa mereka kepada perubahan yang lebih balk.
Mikha menjadi penyambung lidah Allah kepada bangsa Yehuda. Salah satu berita dari Allah adalah janji keselamatan melalui Mesias yang akan datang dan melakukan perubahan bagi Yehuda. Mesias itu, menurut nubuat Mikha, berasal dari Betlehem Efrata. Menarik sekali, penulis kitab Mikha menarasikan tentang Betlehem Efrata. Kota yang terkecil dari wilayah Yehuda. Betlehem dalam bahasa Ibrani berarti `rumah roti' Kemungkinan nama Betlehem ini untuk mengingatkan bangsa Israel akan Allah yang memelihara hidup mereka, terutama saat Allah memberi mereka makanan ¬ roti adalah makanan utama bangsa Israel. Sedangkan Efrata merupakan nama lazim bagi gadis Israel, yang artinya "berbuah dan dihormati."

Walaupun Betlehem Efrata disebut sebagai kota terkecil, namun penulis kitab Mikha mau menggambarkan yang sebaliknya. Betlehem Efrata dari luas wilayah memang tidak sebanding dengan wilayah lainnya, apalagi kekuatan militernya, tidak mungkin akan menang melawan Asyur. Efrata memang nama gadis yang tidak punya kuasa apapun bagi bangsanya yang mengagungkan garis laki¬laki. Gadis, perempuan kecil, bukan perempuan dewasa. Sekali lagi, tentu bukan siapa-siapa dan apa¬apa dibandingkan anak laki-laki Israel. Namun, `rumah roti' terdengar begitu besar ketika Israel menghayati Allah yang besar memelihara mereka. Efrata, 'sang gadis' kecil dan bukan siapa-siapa, malahan begitu dihormati dan berbuah.

Sekali lagi kedengarannya Betlehem Efrata yang disebut kota terkecil dari kaum Yehuda, namun sebenarnya menyimpan kekuatan yang sangat besar. Daud, raja terbesar Israel selain Salomo, berasal dari Betlehem Efrata. Daud, sebelum menjadi raja, juga tidak diperhitungkan oleh siapapun, termasuk Samuel, untuk menjadi raja Israel.

Tentu saja, pada zaman Mikha melayani, nama Betlehem Efrata telah menjadi popular dan besar karena seorang raja besar berasal dari sana. Kemudian, Mikha membawa nubuat Allah, dari kota yang sama akan hadir Mesias yang akan menyelamatkan Israel. Injil Matius dan Lukas mengisahkan nubuat ini digenapi dengan kelahiran Yesus Kristus di kota Betlehem Efrata (Mat. 2: 1 ; Luk. 2: 4).Mengapa Betlehem Efrata yang terkecil menjadi begitu besar? Mengapa Daud yang tidak berpenampilan sebagai seorang raja menjadi raja yang besar bagi Israel? Jawabannya adalah karena Allah yang membuat mereka menjadi besar. Allah memakai mereka untuk menjadi alat damai sejahtera-Nya bagi bangsa Israel dan bagi dunia. Melalui Betlehem Efrata yang kecil, Allah menghadirkan Juruselamat manusia. Allah tidak selalu memakai kota atau bangsa yang besar, yang kuat dan gagah. Dia memilih yang kecil dan sederhana untuk menyatakan kasih¬Nya.

Pengenaan


Remaja masa kini hidup pada zaman di mana semua orang menginginkan menjadi "ter-wah": terkenal, terhormat, terkaya, terpandai, terbesar, terhebat, dan sebagainya. Fenomena zaman semacam ini melahirkan persaingan yang tidak sehat, jahat dan kasar. Remaja rela melakukan apapun juga termasuk tidak peduli kepada teman-temannya yang dianggap saingannya. Selain itu, fenomena ini pun kadang membuat remaja frustasi dan depresi ketika mereka tidak bisa mencapai mimpi menjadi yang "ter-wah" tadi. Mereka menjadi kehilangan semangat dan rasa percaya diri ketika mereka membandingkan teman-temannya yang punya prestasi tinggi dan banyak.
Natal merupakan peringatan hadirnya Allah menjadi manusia. Natal menjadi simbol keselamatan Allah sekaligus simbol Allah yang besar dan berkuasa memilih menjadi manusia yang kecil dan sederhana. Kelahiran Yesus di kandang domba — sebagai bayi yang kecil, tanda ketakberdayaan sebagai manusia — merupakan cara Allah menyatakan diri-Nya. Hal ini mengajarkan remaja bahwa Allah sungguh menghargai yang sederhana dan yang dianggap kecil. Betlehem Efrata buktinya.

Karena itu pada masa Advent ini, remaja belajar menghargai diri mereka sebagai alat damai sejahtera Allah, melalui hal-hal yang sederhana, biasa bahkan yang kecil. Small is beautiful, bukan slogan yang terkait bentuk tubuh yang ideal. Small is beautiful adalah slogan pada masa Advent yang mengingatkan remaja bahwa mereka bisa melakukan hal yang besar melalui hal-hal yang kecil dan sederhana. "Not all of us can do great things. But we can do small things with great love," kata Mother Teresa.Allah menghargai yang kecil dan sederhana asal dilakukan dengan cinta yang besar.

Langkah-langkah Penyampaian


1. Pembimbing membuka pelajaran dengan mengajak remaja berdiskusi tentang fenomena pencarian bakat di televisi seperti Indonesian Idol, X-Factor, KDI, dsb. Fenomena seperti ini tentu saja punya dampak positif dan negatif. Dua dampak negatifnya antara lain adalah orang ingin menjadi popular dengan cara yang singkat; dan tujuan menjadi terpopular dan terbaik membuat orang abai pada cara. Kerap remaja zaman sekarang hidup dalam mimpi ingin menjadi yang "ter-wah" (lihat Pengenaan).
2. Pembimbing masuk ke dalam pembahasan teks dengan fokus pada:
Penarasian kota Betlehem Efrata sebagai kota yang terkecil
• dari kaum Yehuda, namun sebenarnya menunjukkan sesuatu yang besar dari kota tersebut. Jelaskan arti nama Betlehem Efrata (lihat penjelasan teks). Kota Betlehem Efrata dianggap sebagai kota yang kecil tetapi melahirkan raja Israel yang besar, Daud, dan Mesias, yaitu Yesus Kristus.
• Allah memilih dan memakai kota Betlehem Efrata yang kecil untuk menjadi alat damai sejahtera-Nya.
• Natal identik dengan Allah mencintai yang kecil dan sederhana karena itu Dia hadir dalam diri bayi Yesus yang lahir bukan dari keluarga kerajaan yang kaya raya, melainkan keluarga sederhana. Bayi Yesus lahir di kota kecil di kandang domba adalah tanda Allah yang besar menghargai yang kecil dan sederhana.
 

3. Pembimbing mengajak remaja untuk melakukan hal-hal yang kecil dengan cinta yang besar (lihat Pengenaan):
• Tujuan hidup ini bukan menjadi "ter-wah" tetapi bagaimana menghargai hal-hal yang sederhana dan kecil dari Tuhan untuk mereka syukuri dan kembangkan menjadi alat damai sejahtera Allah.
• Pembimbing menceritakan kisah "57 cent" — cerita tentang Hattie May Wiatt, gadis miskin yang menyumbang semua uang yang dimilikinya, 57 cents, untuk pembangunan gereja di Philadelphia pada tahun 1800-an (lihat ilustrasi). Makna cerita ini adalah mengajak remaja belajar bahwa menjadi berkat dapat dimulai dari yang kecil asal dilakukan dengan cinta.
4. Pembimbing mengajak remaja untuk menonton video tentang Ryan's Recycling Company sebagai pintu masuk untuk mengajak remaja melakukan kegiatan "Small is Beautiful" (lihat kegiatan)

                                                   

Kegiatan


1. Pembimbing mengajak remaja untuk menonton video 60 detik tentang Ryan's Recycling Company - https://www.youtube.com/watch?v=TGx5CjcF044. Kisah seorang anak yang melakukan hal yang sederhana, selain menghasilkan uang, tetapi juga punya tujuan memelihara lingkungan.
2. Adalah baik jika pembimbing dapat mengundang lembaga swadaya masyarakat (terdekat di wilayahnya) yang bergerak dalam lingkungan hidup, kemanusian, maupun gerakan keadilan Persiapkanlah kehadiran LSM-LSM ini beberapa bulan sebelumnya. Carilah LSM yang memiliki program sederhana yang dapat secara langsung dipraktikkan oleh remaja.
                                                                                           
 

Ilustrasi


Seorang gadis kecil sedang berdiri terisak di dekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar.Ia tidak diperkenankan masuk ke dalam gereja tersebut karena "sudah terlalu penuh". Seorang pendeta kebetulan lewat didekatnya dan menanyakan mengapa dia menangis. "Saya tidak boleh masuk ke Sekolah Minggu," jawab si gadis kecil ini.
Melihat penampilan gadis kecil yang acak-acakan dan tidak terurus ini, sang pendeta segera mengerti dan bisa menduga mengapa si gadis kecil tadi tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil ini masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan mencarikannya tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil. Si gadis kecil ini tergugah begitu mendalam perasaannya, sehingga malamnya sebelum tidur, dia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya, yang seolah-olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Yesus. Ketika dia menceritakan hal ini kepada orangtuanya, yang termasuk orang tak mampu, sang ibu menghiburnya bahwa dia masih beruntung karena mendapatkan pertolongan dari seorang pendeta. Sejak saat itu, si gadis kecil bersahabat dengan sang pendeta.
 

Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya di daerah kumuh. Lalu orangtuanya meminta bantuan pada pendeta yang baik hati itu untuk melakukan upacara pemakaman yang amat sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan kamar tidur si gadis kecil dirapikan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek-sobek ditemukan. Nampak sekali bahwa dompet itu kemungkinan ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Di dalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil, yang isinya: "Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak bisa menghadiri Sekolah Minggu." Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak boleh masuk ke gereja, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uangnya sampai terkumpul sejumlah 57 sen untuk maksud yang sangat mulia.
Ketika sang pendeta membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan secarik kertas ini, sang pendeta segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini agar memperbesar bangunan gereja.

Namun ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus-menerus. Sampai akhirnya seorang pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada di dekat gereja kecil itu dengan harga 57 sen, setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu. Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan.Akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton). Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan, namun peduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pura-pura.

Saat ini, jika anda berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu-ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan istimewa untuk Sekolah Minggu yang lengkap
dengan beratus-ratus (yah Beratus-ratus)pengajarnya, semuanya ini untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah Minggu. Di dalam salah satu ruangan bangunan ini, nampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya sebesar 57 sen, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama, yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapi, foto sang pendeta baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis kecil miskin ini, yaitu pendeta DR. Russel H. Conwell, penulis buku Acres of Diamonds — suatu kisah nyata.
Kenyataan sejarah yang kolosal ini bisa memberikan petunjuk kepada kita semua, apa yang dapat DIA lakukan terhadap uang 57 sen.

(http://pepak.sabda.org/12./jan/2001/anak_kisah_57_cent_yang_tak_ternilai harganya)
 

                                                                           


A R S I P
| derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 | derap februari 0117 | derap februari 0217 |
| derap februari 0317 | derap februari 0417 | derap maret 0117 |derap maret 0217 |
| derap maret 0317 | derap maret 0417 | derap april 0117 | derap april 0217 | derap april 0317 |
| derap april 0417 | derap april 0517 | derap mei 0117 | derap mei 0217 | derap mei 0317 |
| derap mei 0417 | derap juni 0117 | derap juni 0217 | derap juni 0317 | derap juni 0417 |
| derap Juli 0117 | derap juli 0217 | derap juli 0317 | derap juli 0417 | derap juli 0517 |
| derap agustus 0117 | derap agustus 0217 | derap agustus 0317 | derap agustus0417 |
| derap september 0117 | derap september 0217 | derap september 0317 | derap september 0417 |
| derap oktober 0117 | derap oktober 0217 | derap oktober 0317 | derap oktober 0417 |

| derap oktober 0517 | derap november 0117 | derap november 0217| derap november 0317 |
| derap november 0417| derap desember 0117 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999