HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Desember 
Hal-hal Akhir

 

•Kebangkitan Tubuh: Tubuh yang Mana?• Harmagedon • Antikristus •Pengharapan Kedatangan Anak Manusia • Langit Baru, Bumi Baru

 

Fokus
_____________________

 
Begitu mendengar kata 'Harmagedon', banyak orang segera menghubungkan kata itu dengan akhir zaman. Selain oleh karena hasil penafsiran harfiah atas kitab Wahyu yang menuliskan kata itu, pandangan itu juga muncul oleh karena pengaruh film Hollywood yang berjudul Armageddon (lihat gambar pada lampiran). Melalui pelajaran ini, remaja diajak untuk memahami Harmagedon secara praktis bagi kehidupan mereka sehari-hari.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Kata 'harmagedon' yang tertulis dalam Wahyu 16:16 ini pada kenyataannya ditemukan hanya satu kali di dalam Alkitab. Kata Ibrani 'Harmagedon' merupakan gabungan dua kata Ibrani, yaitu: har (artinya bukit atau gunung) dan megido (menunjuk pada nama tempat). Dengan demikian, kata 'Harmagedon' dapat diartikan sebagai: (1) "bukit Megido", atau (2) "gunung Megido". Kalau kita lihat peta Israel, kita akan menemukan kata `Megido' sebagai nama kota, bukan bukit atau gunung. Meskipun demikian, orang terbiasa juga menyebut daerah perbukitan di sekitar Megido dengan istilah 'bukit Megido', maksudnya:"bukit yang berada di sekitar Megido".

Pada masa Rasul Yohanes, seandainya seorang pengikut Kristus membaca kata 'Harmagedon' dan mengartikan kata itu sebagai 'bukit Megido', maka ia dapat mengingat tulisan Kitab Yosua 12:21; 17:11, 1 Tawarikh 7:29, yang menyatakan bahwa daerah perbukitan Megido itu ditaklukkan oleh Yosua, dan ditetapkan menjadi milik Suku Manasye. Lantas, orang juga dapat teringat pada tulisan Kitab Hakim-hakim 4-5, yang menceritakan bahwa Barak bin Abinoam dan Debora berperang melawan Sisera dan Yabin, Raja Kanaan, di daerah perbukitan di Megido. Peperangan itu penting bagi kemerdekaan orang-orang Israel pada waktu itu. Karena Allah berpihak kepada Israel, Barak dan Debora mampu mengalahkan raja-raja Kanaan itu. Demikianlah orang-orang Kristen yang mengartikan Harmagedon sebagai bukit Megido. Mereka dapat mengingat kisah peperangan yang dimenangkan oleh karena kuasa TUHAN.
Ketika `Harmagedon' diartikan sebagai `gunung Megido', maka itu berkaitan dengan "gunung yang terlihat atau dekat dari kota Megido-. Gunung yang terlihat dan dekat Megido adalah Gunung Karmel. Ketika orang mengartikan Harmagedon sebagai 'gunung yang terlihat dan dekat dari Megido', yakni Gunung Karmel, maka ia akan teringat pada kisah peperangan antara Nabi Elia dan 450 nabi Baal ditambah 400 nabi Asyera, di Gunung Karmel sebagaimana tertulis dalam I Raja 18:16- 40. Orang tahu, peperangan itu dimenangkan oleh Nabi Elia; semua nabi Baal dan Asyera itu disembelih oleh Elia. Kemenangan ini tentunya karena Allah berpihak kepada Nabi Elia.Tanpa Allah, Nabi Elia tidak mungkin mampu mengalahkan nabi-nabi sesat itu. Jadi, Harmagedon sebagai Gunung Karmel tentulah dipahami sebagai tempat saat Allah menyatakan kemenangan atas musuh-musuh¬Nya.
Kesimpulannya, kata lbrani `Harmagedon' dalam Wahyu 16:16 merupakan sebuah ungkapan yang menunjuk pada suatu tempat peperangan antara kuasa si jahat dan kuasa Allah, tempat ketika Allah mengalahkan si jahat, seperti terjadi pada masa Barak dan Debora melawan raja-raja Kanaan, atau pada masa Nabi Elia melawan nabi-nabi sesat. Jadi, kata Ibrani 'Harmagedon' menunjuk pada suatu tempat peperangan antara kuasa si jahat dan kuasa Allah dengan Allah sebagai pemenang.
T.J. Boersma, pendeta asal Belanda, menegaskan bahwa tempat peperangan antara kuasa si jahat dan kuasa Allah itu dapat terjadi di mana saja, termasuk di dalam diri setiap orang. Ketika orang beriman mengalami pergumulan berat dan penderitaan hidup, ia sebenarnya sedang berada di "Harmagedon", di tempat di mana peperangan antara kuasa si jahat dan kuasa Allah berlangsung. Dengan memahami Harmagedon seperti itu, maka kita pun dapat mengatakan,Taman Getsemani dan Bukit Golgota adalah Harmagedon-Harmagedon bagi Yesus.Taman Getsemani dan Bukit Golgota merupakan tempat-tempat peperangan terjadi di dalam diri Yesus, peperangan antara kehendak-Nya sebagai manusia dan kehendak Allah.Yesus berperang di sana, dan kita tahu, kuasa Allah memenangkan peperangan Yesus.

Pengenaan
____________________


Billy Graham pernah menyatakan,"Penderitaan adalah kenyataan yang umum; tidak ada seorang pun dapat lepas dari cengkeramannya.... Kira semua menghadapi Harmagedon-Harmagedon pribadi." Selama masih hidup di dunia ini, kita tidak dapat lepas dari cengkeraman pergumulan dan penderitaan hidup. Kita menghadapi Harmagedon-Harmagedon pribadi, peperangan melawan kuasa si jahat. Perang Harmagedon itu tidak hanya terjadi nanti, suatu kali kelak, tapi juga saat ini! Oleh karena itu, kita mestinya selalu bersiap-siaga. Rasul Paulus dalam Efesus 6:10-12 menasihatkan, "Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara"
Adalah lebih berguna bagi remaja jika menyelami Harmagedon sebagai yang terjadi dalam hidup sekarang ini, daripada memahami Harmagedon sebagai peristiwa akhir zaman nanti saja. Kita manusia sesungguhnya tidak dapat mengetahui secara rinci tentang akhir dunia ini. Demikian juga kita tidak dapat mengetahui waktu Harmagedon itu akan terjadi. Segala ajaran yang memastikan kapan akhir dunia itu terjadi, tentulah kita tolak sebab Tuhan Yesus berkata,"Lihatlah,Aku datang seperti pencuri." Oleh karena itu, ketika kita membicarakan Harmagedon, baiklah ini dipahami sebagai perjuangan melawan kuasa-kuasa jahat yang bekerja di sekitar kita dan di dalam diri kita. Untuk itu, remaja mestinya mempersiapkan diri dengan memperkuat iman dan keyakinan pada Allah.
   

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Awali dengan melakukan Kegiatan.
2. Sampaikan arti kata"Harmagedon" (lihat Fokus).
3. Ajaklah remaja memahami makna Harmagedon dalam Wahyu 16:1-16 (lihat Penjelasan Teks).
4. Sampaikan bahwa Harmagedon adalah saat dan tempat perjuangan melawan godaan dari kuasa kegelapan. Saat dan tempat itu berlangsung sekarang ini di sekitar kita dalam kehidupan sehari¬hari. Sebagai murid-murid Kristus, remaja seharusnya mempersiapkan diri dengan memperkuat iman dan keyakinan kepada Allah (lihat Pengenaan).
5. Akhiri dengan mengajak remaja menyanyikan PKJ 230 sebagai suatu ungkapan kesiapan diri menghadapi Harmagedon dalam kehidupan mereka.

Kegiatan
_____________________

1. Remaja masuk he dalam beberapa kelompok kecil, terdiri atas 4-7 orang.
2. Setiap kelompok diberikan dua kisah tentang Dua Kelompok Harmagedon yang menetapkan waktu dan tempat Harmagedon akan terjadi (lihat Lampiran). Selanjutnya kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan berikut ini:
• Apa yang terjadi dengan dua kelompok Harmagedon yang mau menetapkan waktu dan tempat Harmagedon?
• Apa yang remaja pelajari dari dua kisah kelompok tersebut?
3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka.
 

Ilustrasi
_____________________

 
HARMAGEDON VERSI FILM HOLYWOOD

 

lampiran

DUA KELOMPOK HARMAGEDON


Kelompok David Koresh
"Tragedi Waco" di AS.Tragedi itu terjadi pada 23 Februari 1993. Ketika itu FBI bentrok senjata dengan Persekutuan Branch Davidian di Waco,Texas. Lebih dari 80 orang tewas, termasuk pemimpin "Persekutuan Ranting Daud",Vernon Wayne Howell alias David Koresh.
David Koresh berhasil mempengaruhi banyak orang dengan ajarannya tentang Hari Pengangkatan ke surga sebelum masa kesengsaraan tiba. Menurutnya, tahun 1995 adalah tahun awal masa kesengsaraan itu. Oleh karena itu, sebelum tahun itu tiba, orang-orang diajak untuk terus bersekutu di tempat khusus yang sudah ditunjuk Tuhan,Yaitu di kompleks Mt. Carmel,Waco,Texas, yang diyakini sebagai Harmagedon. Mereka yang bersekutu di tempat itu kelak akan diangkat ke langit atau surga.

FBI nyatanya melihat bahwa David Koresh dan pengikutnya ini menyimpan senjata. Setelah melakukan pengepungan selama 51 hari, FBI akhirnya menyerbu "Persekutuan Ranting Daud" ini. Maka, bentrokan senjata pun terjadi. Beberapa orang tewas karena bentrokan itu; tapi sebagian besar tewas karena bunuh diri.

Kelompok Mangapin Sibuea
Mangapin Sibuea berhasil membuat lebih dari 250 orang dari 15 propinsi di Indonesia menjual harta bendanya dan berkumpul di Bale Endah, Bandung. Bagi Mangapin Sibuea, Harmagedon akan terjadi pada November 2003 di Bale Endah. Bandung.
Mereka menanti-nantikan hari pengangkatan ke surga. Pada 10 November 2003, mereka percaya bahwa mereka akan diangkat ke surga oleh Tuhan Yesus,Yang terjadi adalah mereka diangkut oleh aparat keamanan karena dianggap mengganggu masyarakat sekitar.

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999