HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Desember 2017
Keramah-tamahan Allah

 
124 Bersama yang Terpinggirkan   1
128 Small is Beautiful   2
134 When Light is Stronger Than Darkness   3
142 Anugerah Terbesar   4
146 Penyertaan Tuhan   5

Desember 2017 Minggu III

When Light is Stronger Than Darkness
Bacaan: Yohanes 1:1-18
Bahan yang diperlukan: -

 

Fokus


Terang dan gelap dalam istilah teologi Kristen melukiskan adanya dua hal kontradiksi, antara positif dan negatif, dalam hidup manusia. Injil Yohanes menggunakan istilah terang dan gelap ini untuk menandai kehadiran Allah sebagai Sang Sumber Terang yang mengalahkan kegelapan, yaitu dosa, melalui peristiwa Natal. Kehadiran Allah menjadi manusia dalam diri bayi Yesus menandai kemenangan Sang Terang dari kuasa dosa, dan membuat manusia memperoleh hidup yang penuh harapan. Pada masa Advent ini, pelajaran minggu ini mengajak remaja untuk merasakan kehadiran Allah sebagai Sang Sumber Terang yang memberi dampak positif bagi hidup mereka.
 

Penjelasan Teks


Injil Yohanes menulis kisah Natal berbeda dengan ketiga Injil lainnya. Ketiga Injil menceritakan kisah Natal dengan peristiwa kelahiran bayi Yesus di kandang domba yang disaksikan oleh para gembala dan orang Majus. Namun Injil Yohanes memilih mengungkap makna Natal melalui pemahaman inkarnasi Allah. Karena itulah, penulis Yohanes memulai kitabnya dengan mengatakan."Pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah" (ay. 1). Kemudian dia melanjutkan, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran" (ay. 14). Kedua ayat ini mengungkap Allah yang menjumpai manusia dengan menjadikan diri-Nya manusia melalui Yesus Kristus.
Satu hal yang menarik dari pemaknaan inkarnasi Allah disimbolkan oleh penulis Yohanes dengan terang dan gelap. Penulis tidak menjelaskan dengan detail apa atau siapa terang dan gelap itu. Tentu saja hal ini sulit dipahami — setidaknya bagi kita pembaca kitab Yohanes masa kini — karena penulis menggunakan simbol-simbol tanpa penjelasan detail untuk setiap simbol. Kesulitan lainnya adalah penulis menggunakan pendekatan filosofis untuk menjelaskan tentang Inkarnasi Allah. Pendekatan ini digunakan oleh penulis karena konteks jemaat yang sedang berhadapan dengan kelompok aliran gnostik, yang menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan untuk menolak ke-Allah-an Yesus.Sebenarnya penulis menggunakan simbol-simbol yang sudah dikenal oleh jemaat pada masa itu. Misalnya saja, simbol gelap merupakan simbol dosa dalam konsep teologi Kristen waktu itu. Dosa telah menguasai hidup manusia sehingga manusia melakukan kejahatan kepada sesamanya. Bahkan, dosa menyebabkan manusia kehilangan harapan dan tidak kuat bertahan dalam iman kepada Kristus saat mereka menderita.

Berlawanan dengan simbol gelap, penulis menggunakan simbol terang untuk menggambarkan kehadiran Allah dalam hidup manusia. Dia mengatakan, "Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia" (ay. 4). Tentu saja, penulis menunjuk terang itu sebagai Allah yang memberi kehidupan bagi manusia. Hidup di dalam Allah dalam teologi Kristen masa itu dipahami sebagai hidup yang penuh semangat, tidak mudah menyerah, dan keberanian memberitakan Injil Kristus. Hidup yang seperti ini digambarkan oleh penulis Yohanes sebagai terang yang mengalahkan kegelapan. Terang lebih kuat memberi dampak daripada kegelapan.
Tujuan penulis

Yohanes menuliskan kisah ini agar jemaat tetap teguh percaya kepada Allah, sebagai Sang Terang, yang telah memberikan mereka kehidupan. Kuasa Allah lebih kuat daripada penderitaan yang mereka hadapi sebagai jemaat Kristen yang berhadapan dengan penolakan oleh masyarakat Romawi dan Yahudi pada masa itu. Kehadiran Allah di dalam Kristus memberikan jemaat kekuatan untuk bertahan dan semangat dalam kenyataan hidup yang sulit.
Oleh karena itu, penulis Yohanes mengajak jemaat untuk tetap percaya kepada Kristus, sebagai anak Allah yang memberi hidup. Dia memperlihatkan kenyataan bahwa ada orang-orang yang menolak Kristus dan jemaat. Hal ini digambarkannya dengan mengatakan bahwa terang yang sesungguhnya telah datang, yaitu Allah di dalam Kristus, namun dunia tidak mengenal-Nya, bahkan menolak-Nya. Jemaat diteguhkan kembali oleh penulis Yohanes, bahwa mereka adalah milik kepunyaan Allah dan mereka memilih percaya kepada Kristus. Mereka tidak perlu takut akan kegelapan (yaitu penderitaan di dunia) sebab Sang Terang (yaitu Kristus) ada bersama dengan mereka.

Pengenaan


Remaja Kristen, umumnya, telah mengenal simbol terang dan gelap memiliki makna kehadiran Allah dan kehidupan dalam dosa. Terang adalah Allah, dan gelap adalah dosa. Secara sederhana, remaja mengerti bahwa Allah mengalahkan dosa, seperti yang ditulis oleh penulis Yohanes bahwa terang menguasai kegelapan. Remaja memahami bahwa hidup di dalam terang berarti berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan dan menjauhi dosa.
Remaja kerap juga menerjemahkan gelap juga sebagai keadaan di mana mereka menghadapi persoalan hidup. Seperti: putus cinta, gagal mendapat nilai tinggi, gagal meraih mimpi, bermasalah dengan orangtua dan teman, ditolak dan di-bully oleh teman-teman. dan masih banyak lagi deretan masalah yang dihadapi oleh remaja. Keadaan ini membuat mereka merasa tidak nyaman, tidak punya semangat hidup, putus asa, dan tidak gembira menjalani hari-hari mereka. Mereka sulit keluar dari masalah yang mereka hadapi. Hal ini membuat mereka takut menjalani hidup ini — takut gagal, takut disakiti, takut terluka, kehilangan kepercayaan diri, tidak bisa berdamai dengan diri sendiri maupun dengan orangtua dan teman.
Natal sebagai peristiwa inkarnasi Allah — Allah menjumpai manusia dengan menjadi manusia. di dalam Kristus — menolong remaja untuk percaya pada kuasa Allah dalam hidup mereka. Sang Terang, yang memberi remaja kehidupan, datang menjadi sahabat mereka. Sang Terang, yaitu Kristus, datang menjumpai mereka sebab mereka berharga di hadapan-Nya. Kristus menjadi sahabat yang mendampingi remaja menjalani pergumulan mereka. Kristus pula memberikan mereka semangat bahwa mereka mampu keluar dari masalah, dan bertahan dalam penderitaan mereka. Kristus membuat mereka keluar dari rasa takutnya, dan berani untuk berharap akan masa depan yang baik.
Inilah artinya terang lebih kuat dari kegelapan dan terang mengalahkan ketakutan. Inilah Natal bagi hidup remaja.

Langkah-langkah Penyampaian


1. Pembimbing membuka aktivitas dengan melakukan kegiatan diskusi dan bermain (lihat kegiatan).
2. Setelah memberi kesimpulan (lihat kegiatan butir 4), pembimbing masuk ke pembahasan teks. Pembimbing menjelaskan arti inkarnasi Allah sebagai terang yang hadir dalam hidup manusia. Sang Terang memberi hidup dan menguasai kegelapan. Pembimbing dapat menguraikan tentang konteks Injil Yohanes berkaitan dengan tujuan penulis Yohanes menceritakan kisah Natal dengan cara yang berbeda dengan ketiga Injil lainnya. Pembimbing memberi penekanan pada tujuan penulis untuk memberi semangat kepada jemaat yang sedang menderita untuk tetap punya pengharapan, bertahan dalam iman yang teguh kepada Kristus.
3. Pembimbing masuk ke pengenaan. Remaja diajak untuk mengenali kegelapan dalam hidup mereka. Peristiwa Natal mengingatkan mereka untuk percaya kepada Yesus sebagai sahabat yang akan menolong mereka berjalan dalam kegelapan dan keluar dari kegelapan. Yesus sebagai sahabat juga menjadi terang yang menunjukkan remaja berjalan tetap teguh dalam pergumulan remaja.
4. Pembimbing menutup aktivitas dengan menceritakan ilustrasi tentang kisah hidup aktor Chuck Norris (lihat ilustrasi).
                                                

Kegiatan


1. Pembimbing membentuk kelompok diskusi yang terdiri atas 4-5 orang remaja.
2. Setiap peserta diberikan kutipan buku Learning to Walk in the Dark karya Barbara Brown Taylor: "Sebaliknya, Aku telah belajar banyak hal dari kegelapan yang tidak pernah aku pelajari saat aku berada dalam terang, hal-hal yang selalu menyelamatkan hidupku berulang kali. Jadi inilah satu¬satunya kesimpulan logis bahwa aku membutuhkan kegelapan sama seperti aku membutuhkan terang."
3. Mintalah remaja mendiskusikan kutipan tersebut bersama anggota kelompoknya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:
• Menurut pendapatmu, apakah terang dan apakah gelap yang dimaksudkan oleh penulis (Barbara Brown Taylor)?
• Apa maksud penulis (Barbara Brown Taylor) mengatakan bahwa dia membutuhkan kegelapan sama seperti dia membutuhkan terang?
• Apa artinya si penulis mengatakan bahwa dia belajar dari kegelapan, bahkan menemukan hal¬hal yang menyelamatkan hidupnya berulang kali? Pernahkah kamu juga menemukan pengalaman yang sama dengan si penulis, dari kegelapan kamu mendapat pembelajaran hidup?
4. Pembimbing mengumpulkan jawaban dari tiap kelompok dan memberi kesimpulan dengan melakukan permainan sbb:
                                                                                           

• Menutup semua tirai jendela dan mematikan lampu ruangan sehingga ruangan menjadi gelap. Saat suasana gelap, tanyakan kepada peserta apa yang mereka rasakan? Takut? Bisakah beradaptasi? Apa yang ingin peserta lakukan dalam keadaan gelap?
• Mintalah peserta menyalakan lampu handphone mereka. Tanyakan peserta, apakah dengan adanya lampu yang menyala, mereka bisa melihat sekeliling mereka? Apakah mereka masih merasakan kegelapan yang pekad seperti tanpa ada lampu?
• Pembimbing menyimpulkan hasil diskusi dan permainan tadi bahwa Taylor belajar dari kegelapan — dari rasa takut, rasa tidak nyaman, kegagalan, kekecewaan, dsb — dia belajar
membutuhkan terang. Di tengah kegelapan dia berjumpa dengan Tuhan, Sang Sumber Terang. Karena itu dia mengatakan bahwa dia butuh gelap sama seperti dia membutuhkan terang, sebab melalui kegelapan dia berjumpa dengan Allah.

Ilustrasi


Kisah hidup aktor Chuck Norris - http//kesaksian.sabda.org/chuck norris_gods_plan

Lahir dengan nama Carlos Ray pada tahun 1940, "Chuck" kecil tumbuh tanpa seorang ayah. Sosok ayah yang sempat diingatnya adalah seorang pria yang kasar dan suka mabuk, yang kemudian pergi meninggalkan keluarganya. Kehilangan figur ayah membuat Chuck menjadi seorang yang pemalu. tidak pernah berprestasi dalam olahraga, apalagi dalam pergaulan. Chuck selalu minder dan dihindari teman-temannya.
Chuck si pemalu ini kemudian masuk ke Angkatan Udara, dan ditugaskan di Korea. Di tanah ginseng inilah ia secara tidak sengaja mempelajari seni bela diri Tae Kwon Do. Dan di negeri ini jugalah untuk pertama kali teman-teman di baraknya memberi nama julukan "Chuck" yang berarti usapan. karena keramahan dan kelembutannya. Kemudian penambahan nama Norris diambil dari marga ibunya. Dalam seni bela diri, Chuck seperti menemukan jati dirinya. Suatu hal di mana dia tidak perlu berkomunikasi dengan orang lain atau pun bekerja dalam satu tim.Yang perlu dia lakukan hanyalah berlatih keras dan lebih keras lagi, dalam kesendirian yang dinikmatinya.
 

Ketekunannya di dalam dunia bela diri, membuahkan hasil. Chuck diminta mempertunjukkan keahliannya dalam sebuah acara besar yang dihadiri seluruh Angkatan Udara Amerika Serikat. Sebelum mempertunjukkan kebolehannya, dia diharuskan untuk memberikan sebuah pidato singkat sebagai kata sambutan. Chuck pun mempersiapkan pidatonya di atas sehelai kertas dan menghafalkannya. Tiba pada waktunya, ia berdiri di depan ribuan prajurit Angkatan Udara yang menatapnya, Chuck terdiam seribu bahasa di depan mikrofon, sangat gugup dan lupa akan semua kata-kata yang dihafalkannya. Tubuhnya dibanjiri oleh keringat dingin. Ia pun lupa bahwa apakah ia sempat mengatakan sesuatu pada acara itu, yang jelas ia tidak mau mengingat-ingatnya. Baginya, peristiwa itu adalah peristiwa yang paling memalukan dalam hidupnya.
Tidak lama kemudian, prestasinya mendunia, Ia menjuarai enam kali berturut-turut "World Karate Championships," dengan mengalahkan para petarung terhebat kaliber dunia. Dan karena bosan tidak ada lagi yang bisa mengimbanginya, kemudian ia mundur dari kejuaraan itu.

Karena prestasinya Chuck kemudian mendapat penghargaan tertinggi dalam bela diri Korea tersebut, dengan mencapai Ban Hitam tingkat delapan dalam Tae Kwon Do. Dia adalah orang pertama yang berhasil mencapai tingkatan itu sejak 4500 tahun sejarah beladiri Tae Kwon Do didirikan.
Chuck kemudian hijrah ke Hollywood yang membuat namanya melambung dan dikenal oleh seluruh orang di dunia. Salah satu debutnya yang terkenal adalah perannya dalam film "Enter The Dragon," sebuah pertarungan yang dikenang dalam sejarah perfilman maupun sejarah bela diri, saat ia bertarung melawan legenda kungfu, Bruce Lee.

Chuck Norris kini menjadi megabintang dan terjun dalam kehidupan glamor selebriti. Pundi-pundi uangnya terus bertambah dari banyak perguruan bela diri miliknya, apalagi setiap buku yang ditulisnya selalu menjadi "best seller." Segera ia masuk dalam jajaran "red carpet" di semua acara selebriti dan segera menjadi teman baik setiap presiden Amerika Serikat beserta para stafnya.

Merasa Ketakutan
"Ada beberapa perisitiwa yang mengubah hidup saya," ujar bintang film seri "Walker Texas Ranger" ini (Film ini adalah salah satu film seri yang memiliki episode terpanjang dalam sejarah perfilman, diputar di televisi selama 12 tahun.). "Yang pertama adalah saat saya membesuk Lee Atwater — mantan ketua kampanye Presiden George Bush, Sr. — di rumah sakit, Lee adalah orang yang berpengaruh besar dalam hidup saya, dan juga seorang teman dekat saya. Saat saya sampai di rumah sakit, ada begitu banyak orang penting mengantri untuk datang menjenguk, namun mereka tidak bisa masuk. Bahkan banyak keluarga dekatnya tidak diperkenankan masuk. Ia hanya mengizinkan orang¬orang tertentu untuk menjenguknya."
"Saya merasa beruntung saat itu karena dipilih untuk boleh bertemu dengan dia. Saya masuk dan melihat di dalam ruangan sudah ada beberapa orang yang sangat penting, sehingga saya memilih tempat di pojok ruangan dan melihatnya dari jauh. Saya melihat Lee sedang sekarat, usianya jauh lebih muda dari saya, baru 30-an tahun. Dia yang biasanya begitu bersemangat dan selalu menginspirasi banyak orang, kini sedang terbaring lemah tak berdaya, bergulat dengan maut karena sebuah tumor besar di kepalanya, dan tidak ada satu pun yang dapat dilakukan dokter untuk menyelamatkannya."

"Lee memandang aku dengan lemah, dan melambai agar aku mendekat.Aku harus menunduk untuk mendengar dia berbisik karena dia sudah sangat lemah untuk berbicara secara normal. Katanya perlahan, 'Chuck, percayalah pada Tuhan, aku mengasihimu Aku terkejut mendengar hal itu, seperti terpukul keras. Aku mundur perlahan darinya dan keluar dari tempat itu dengan sangat terkejut.Aku tahu itu adalah kata-kata terakhir Lee bagiku. Entah sudah berapa kali aku mendengar kata-kata itu dari para rohaniwan, tetapi semua itu seakan hanya lewat begitu saja seperti sebuah sampah bagiku. Sekarang aku mendengarnya dari sahabatku sendiri yang sedang berada di ujung kematian, sebuah pesan terakhir yang sangat penting, tidak mungkin dia menyia-nyiakan napas terakhirnya untuk berbicara padaku kalau itu tidak begitu penting."
"Aku duduk terdiam di dalam mobil dan mulai menangis, mengingat kehidupanku selama ini. Aku telah terlalu jauh dari Tuhan, terhisap dan terjebak dalam gemerlap kehidupan seorang bintang, membuat hidupku berantakan. Keluargaku berantakan, dan aku bukan ayah yang baik bagi anak¬anakku. Melihat sahabatku sedang menjelang maut, membuat diriku merasa sangat dekat akan maut juga. Sebelumnya, aku tidak pernah takut pada apa pun, bahkan dalam pertarungan bela diri hidup dan mati, tapi kini aku merasa sangat gentar. Aku merasa hidupku menjadi sangat rapuh, dan aku tersadar bahwa semua kekuatan yang telah kubangun selama ini ternyata tidak bisa menghindarkan aku dari maut."

Malam yang Mencekam
Tapi peristiwa "pesan terakhir" dari Lee Atwater pun berlalu, Chuck kembali sibuk dengan bisnisnya. Kembali tenggelam dalam kehidupan selebritisnya dan hanyut dalam pikiran bagaimana mencari uang lebih banyak lagi. Walaupun begitu, peristiwa itu telah membawanya dalam sebuah pemikiran bahwa ia membutuhkan Tuhan. Peristiwa selanjutnya terjadi tidak lama kemudian. Malam itu adalah malam di mana istrinya, Gena, akan melahirkan bayi kembar. Dokter mengatakan kelahiran ini sangat berbahaya karena ada beberapa komplikasi. Paling kurang salah satu nyawa dipertaruhkan malam itu: kalau tidak ibunya, maka salah satu dari kedua anaknya.
Malam itu sangat mencekam bagi Chuck, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada lawan yang harus dikalahkannya selain rasa takutnya sendiri, tidak ada dokter yang bisa is bayar untuk menjamin keselamatan keluarganya. Ia menangis, karena sadar uang yang begitu berlimpah di rekeningnya yang dikumpulkan sepanjang kariernya, ternyata tidak dapat menyelamatkannya. Dia lalu teringat, bahwa hanya satu Pribadi yang dapat menyelamatkan keluarganya saat ini, yaitu Yesus. Seorang Pribadi yang lembut dan penuh kasih, yang kepada-Nya ia pernah menyerahkan hidup masa remajanya di suatu KKR Billy Graham. Dan kini ia telah melupakan komitmennya untuk mengikuti Dia, Chuck menangis, merasa begitu berdosa dan telah begitu jauh dari-Nya.

Chuck juga teringat ibunya. Dia adalah seorang ibu yang tangguh membesarkan Chuck serta adik¬adiknya sendirian. Ibunya adalah seorang yang rajin berdoa, dan selalu berkata pada Chuck, "Tuhan punya rencana untukmu." Selama ini, ia tidak mengerti apa maksud ibunya itu, ia pikir semua ketenarannya ini adalah rencana Tuhan, sampai di situ saja. Tapi pada peristiwa itu, ia kini menjadi mengerti apa yang berusaha disampaikan oleh ibunya. Malam itu pun ia berdoa, agar Tuhan mengampuni semua dosanya, mengembalikan ia kembali dekat pada-Nya, menyelamatkan istri scrta bayinya, dan agar rencana Tuhan seutuhnya tergenapi dalam hidupnya. Sungguh luar biasa, Tuhan memberi tanda bahwa Dia mendengarkan Chuck, dengan menyelamatkan istri dan kedua bayi kembarnya. Malam itu juga Chuck menyerahkan.seluruh hidupnya pada Tuhan.
Sejak saat itu, ia menghentikan segala usahanya untuk menambahkan pundi-pundi uangnya, dan terjun sangat aktif dalam kegiatan kemanusiaan yang begitu banyak. Menjadi wakil dan utusan perdamaian, memimpin yayasan-yayasan kemanusiaan, masuk sampul-sampul majalah sebagai "Man Of The Year", dan begitu banyak yang lain. Ia melihat setiap hari Gena membaca Alkitab, karena pada waktu itu Gena sudah terlebih dahulu hidup dekat dengan Tuhan sebelum mengenal Chuck. Melihat hal itu, lama-kelamaan Chuck turut bergabung dalam kegiatan membaca Alkitab. Dan menurutnya, hal itu menjadi sangat menyenangkan dan dinikmatinya, membaca Alkitab bersama istrinya setiap hari.
Orang sering datang pada Chuck dan berkata, "Chuck, engkau adalah orang paling beruntung di dunia. Juara karate tak terkalahkan, bintang film terkenal, dan penulis buku-buku terlaris.Tidak ada orang seberuntung engkau di dunia!" Chuck menjawab dengan tersenyum ramah, "Keberuntungan tidak ada hubungannya dengan itu semua,Tuhanlah yang berhubungan dengan itu semua."

• Pembimbing meringkas kisah hidup Chuck Norris sebelum menceritakannya kepada peserta remaja.
• Tujuan dari mengenal perjalanan hidup Chuck Norris adalah remaja belajar bahwa hidup manusia, sesukses apapun, tidak lepas dari masalah dan rasa takut. Seperti Chuck Norris yang dalam pergumulannya, belajar berserah kepada Tuhan, dan membebaskan dirinya dari rasa takut.
 

                                                                           


A R S I P
| derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 | derap februari 0117 | derap februari 0217 |
| derap februari 0317 | derap februari 0417 | derap maret 0117 |derap maret 0217 |
| derap maret 0317 | derap maret 0417 | derap april 0117 | derap april 0217 | derap april 0317 |
| derap april 0417 | derap april 0517 | derap mei 0117 | derap mei 0217 | derap mei 0317 |
| derap mei 0417 | derap juni 0117 | derap juni 0217 | derap juni 0317 | derap juni 0417 |
| derap Juli 0117 | derap juli 0217 | derap juli 0317 | derap juli 0417 | derap juli 0517 |
| derap agustus 0117 | derap agustus 0217 | derap agustus 0317 | derap agustus0417 |
| derap september 0117 | derap september 0217 | derap september 0317 | derap september 0417 |
| derap oktober 0117 | derap oktober 0217 | derap oktober 0317 | derap oktober 0417 |

| derap oktober 0517 | derap november 0117 | derap november 0217| derap november 0317 |
| derap november 0417| derap desember 0117 | derap desember 0217 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999