HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Desember 2017
Keramah-tamahan Allah

 
124 Bersama yang Terpinggirkan   1
128 Small is Beautiful   2
134 When Light is Stronger Than Darkness   3
142 Anugerah Terbesar   4
146 Penyertaan Tuhan   5

Desember 2017 Minggu IV

Anugerah Terbesar
Bacaan:
Titus 2:11-15
Bahan yang diperlukan: -

 

Fokus


Natal bukanlah sekadar upacara peringatan kelahiran Yesus. Lebih dari itu, natal adalah peristiwa iman terkait dengan penebusan yang dilakukan Tuhan melalui Yesus Kristus. Merayakan natal berarti merayakan rintisan keselamatan yang dimulai dari kelahiran Yesus di bumi ini. Kelahiran Yesus adalah anugerah terbesar bagi dunia ini, karena melalui Yesuslah Allah menawarkan jalan penyelamatan. Keberdosaan manusia membuat relasi dengan Allah menjauh. Anugerah dalam Yesus memungkinkan relasi itu kembali mendekat. Jalan penyelematan itu nyata di dalam Yesus. Melalui pelajaran ini remaja memahami bahwa Yesus adalah anugerah terbesar baginya dan karena itu mereka perlu belajar membagikannya kepada sebanyak mungkin orang.
 

Penjelasan Teks


Titus termasuk surat Pastoral. Disebut surat Pastoral karena ciri khas surat tersebut diarahkan kepada para gembala (atau pastor) dalam menggembalakan komunitas umat percaya. Sebagai surat Pastoral, tidak ada hal yang khusus yang diangkat dalam kitab Titus ini. Tujuan umum kitab Titus dinyatakan: "untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita" (Tit. 1:1). Dari kata "nampak dalam ibadah kita," tampaklah bahwa komunitas umat telah mulai terbentuk mapan.
Setelah memberikan nasihat tentang adanya cara hidup anggota komunitas yang tidak tertib serta guru palsu yang menyesatkan (Tit. 1:10-10), nasihat beranjak pada kewajiban-kewajiban yang perlu dilakukan anggota komunitas umat percaya (Tit. 2:1-10). Dalam nasihat itu umat diminta menjadi komunitas eksemplaris (komunitas percontohan), yang hidup sebagai teladan di tengah-tengah dunia yang ingin diselamatkan oleh Tuhan. Teladan yang dimaksudkan disampaikan dengan terperinci, di antaranya dengan hidup bijaksana, adil, dan beribadah di dunia ini (Tit. 2:12).

Dasar dari nasihat itu berangkat dari pemahaman bahwa Tuhan ingin menyelamatkan semua manusia (Tit. 2:11). Dalam rangka penyelamatan semua manusia itu.Tuhan "...membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik" (Tit. 2:14). Maksudnya, umat percaya yang telah dibebaskan dan menjadi milik Tuhan sendiri. Karena telah menerima pembebasan dan menjadi milik Tuhan itulah, umat diminta memberitakannya. Apa yang terjadi ini bukan lagi sebuah pengharapan, tetapi nyata. Dengan tegas dinyatakan:"Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua sudah nyata" (Tit. 2:11). Kasih karunia yang nyata itu nampak lewat kehadiran Yesus Kristus, Sang Penyelamat dunia.

Inilah anugerah terbesar yang perlu umat beritakan kepada semua orang. Namun, itu tidak terjadi secara otomatis, setelah umat diselamatkan langsung hidupnya berubah. Justru upaya untuk hidup tidak fasik dilakukan melalui proses, yang oleh penulis Titus disebut dengan "Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan" (Tit. 2:12). Proses pendidikan yang berbuahkan hidup yang bijaksana, adil, dan beribadah itulah yang juga perlu disampaikan kepada semua orang. Hal itu dilakukan, sekali lagi, agar karya kasih Tuhan ini dinikmati dunia ini. Dalam rangka melakukan tugas itu, umat diminta terus berkarya di bumf, sambil menaruh pengharapan akan kedatangan Sang Juruselamat.

Pengenaan


Natal kerap kali dianggap sebagai perayaan ulang tahun. ltu sebabnya natal yang dirayakan pada masa kini seringkali berwajah pesta pora. Dalam benak kita, natal identik dengan makan yang enak, hadiah yang banyak, hiburan yang asyik, hiasan yang menawan, dan sebagainya. Remaja perlu menggali makna natal lebih dalam. Natal adalah peristiwa penyelamatan yang dilakukan Tuhan melalui Yesus Kristus. Peristiwa itu dimulai dari kelahiran Yesus. Remaja perlu menghayati bahwa oleh karena kelahiran Yesus jalan menuju relasi yang harmonis dengan Tuhan terbuka. ltu semua dikerjakan oleh Tuhan. Allah yang melakukan pendamaian, membebaskan manusia dari belenggu dosa.
Tindakan kasih Allah itulah yang perlu dibagikan dalam kehidupan sekarang ini. Cara membagikannya adalah dengan menunjukkan pola hidup komunitas kristen yang dapat dicontoh orang lain. Pola Dasar dari nasihat itu berangkat dari pemahaman bahwa Tuhan ingin menyelamatkan semua manusia (Tit. 2:11). Dalam rangka penyelamatan semua manusia itu.Tuhan "...membebaskan kita dari segala
hidup komunitas remaja dalam merayakan natal dapat dijadikan proyek percontohan. Misalnya, apakah selama ini perayaan natal telah menjadi concoh hidup dalam kesederhanaan? Apakah natal dilakukan dalam semangat berbagi?

Langkah-langkah Penyampaian


1. Minta remaja menyampaikan pengalamannya tentang hal-hal apa saja yang menyenangkan saat merayakan natal. Setelah selesai, kelompokkan jawaban remaja berdasarkan kategori: pesta atau berbagi.
2. Jelaskan bahwa natal adalah anugerah terbesar, yaitu penyelamatan yang dilakukan oleh Allah. Karena natal adalah anugerah, maka tugas manusia adalah membagikannya (lihat Penjelasan Teks).
3. Masuklah dalam Pengenaan. Jelaskan bahwa sekarang ini natal lebih identik sebagai pesta pora.
4. Sampaikan ilustrasi di bawah ini. Tegaskan bahwa dalam kelemahan kita, Tuhan mengizinkan kita dipakai untuk berkarya memperkenalkan anugerah penyelamatan kepada dunia ini.
5. Akhiri dengan kegiatan.
                                             

Kegiatan

Menyusun kegiatan natal yang bermanfaat buat orang lain.

  • Buatlah kelompok yang terdiri dari 5 orang remaja.

  • Minta setiap anggota dalam kelompok saling menceritakan kegiatan natal yang paling berkesan pada dirinya, terkait dengan karya kasih bagi orang lain.

  • Susunlah kegiatan natal berdasarkan pengalaman-pengalaman menarik.

  • Masuklah dalam pleno, kumpulkanlah hasil kegiatan kelompok.

  • Pilihlah salah satu kegiatan yang paling mungkin dilakukan.

Ilustrasi


Konon ketika Yesus lahir, malaikat mengadakan seleksi siapakah di antara binatang-binatang yang sebaiknya menemani Yesus yang terbaring di palungan. Yang pertama mengajukan diri adalah harimau. Ia berkata, "Sayalah yang paling pantas menjaga Yesus. Siapapun yang berani mendekat akan saya terkam dan cabik-cabik dengan kuku dan taring saya. Yesus pasti akan aman." Malaikat menjawab,"Yesus adalah Raja Damai, kekerasan tidak sesuai dengan maksud kedatangan-Nya."
Selanjutnya, majulah kancil dan berkata: "Benar; kekerasan bukan cara beradab. Untuk menjaga supaya Ia aman, saya mempunyai jurus canggih. Saya akan melakukan lobi-lobi dalam pertemuan¬pertemuan rahasia. Kalau perlu saya akan merekayasa supaya semua urusan lancar." Malaikat menjawab, "Yesus adalah Raja Keadilan dan Kebenaran. Rekayasa dan sikap licik hanya akan menyakitkan hati-Nya."
Berikutnya majulah seekor burung merak dengan menunjukkan segala keindahannya. Ia berujar, "Sayalah yang paling tepat ada di dekat Yesus. Saya akan menyiapkan penyambutan yang mewah meriah." Malaikat menjawab, "Yesus adalah Raja yang sederhana dan rendah had. Kemewahan dan gebyar-gebyar yang berlebihan jauh dari semangat hidup-Nya yang selalu dekat dengan orang kecil.
Demikianlah berbagai binatang mengajukan diri. Semuanya tidak lolos seleksi. Sementara itu, malaikat melihat seekor keledai dan lembu yang diam tak menawarkan diri. Malaikat bertanya kepada mereka, "Mengapa kalian tidak angkat bicara dan mengajukan diri menjadi pendamping Yesus?" Keledai berkata: "Siapakah saya ini? Paling-paling saya hanya dapat membantu membawa beban." Lembu menyahut,"Apalagi saya, paling-paling saya hanya dapat mengusir lalat dengan ekor saya." Kedua binatang itu lolos seleksi. Itulah sebabnya di gua-gua natal dekat palungan, sampai sekarang kedua binatang itu hadir.
 

                                                                           


A R S I P
| derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 | derap februari 0117 | derap februari 0217 |
| derap februari 0317 | derap februari 0417 | derap maret 0117 |derap maret 0217 |
| derap maret 0317 | derap maret 0417 | derap april 0117 | derap april 0217 | derap april 0317 |
| derap april 0417 | derap april 0517 | derap mei 0117 | derap mei 0217 | derap mei 0317 |
| derap mei 0417 | derap juni 0117 | derap juni 0217 | derap juni 0317 | derap juni 0417 |
| derap Juli 0117 | derap juli 0217 | derap juli 0317 | derap juli 0417 | derap juli 0517 |
| derap agustus 0117 | derap agustus 0217 | derap agustus 0317 | derap agustus0417 |
| derap september 0117 | derap september 0217 | derap september 0317 | derap september 0417 |
| derap oktober 0117 | derap oktober 0217 | derap oktober 0317 | derap oktober 0417 |

| derap oktober 0517 | derap november 0117 | derap november 0217| derap november 0317 |
| derap november 0417| derap desember 0117 | derap desember 0217 | derap desember 0317 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999