HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Desember 
Hal-hal Akhir

 

•Kebangkitan Tubuh: Tubuh yang Mana?• Harmagedon • Antikristus •Pengharapan Kedatangan Anak Manusia • Langit Baru, Bumi Baru

 

Fokus
_____________________

 
Dalam Alkitab, kita menemukan sebutan "Anak Manusia" untuk Yesus. Istilah itu mengandung maksud: gelar Ilahi dan mulia. Istilah itu diambil dari Daniel 7:13. Dengan mengatakan diri-Nya sebagai Anak Manusia,Yesus hendak menyatakan bahwa Dialah yang dinubuatkan para nabi, dinanti¬nantikan orang dan dipercayai sebagai hakim pada akhir zaman. Sebagai pengikut Yesus, kita menantikan kedatangan-Nya kembali pada akhir zaman. Ia yang datang itu menjadikan hidup berpengharapan. Melalui pelajaran ini diharapkan remaja memahami makna pengharapan kedatangan Anak Manusia dan menyadari bahwa ia hidup dalam pengharapan kedatangan Anak Manusia.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Untuk menemukan pesan dari Injil Yohanes 9:35-41 kita perlu membaca Injil Yohanes 9 secara menyeluruh. Pasal ini diawali dengan kisah Yesus yang sedang lewat dan melihat seorang buta sejak lahirnya (ayat 1). Bagi orang Yahudi, kebutaan fisik merupakan akibat dosa. Maka dari itu murid¬murid-Nya bertanya,"Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" (ayat 2).Yesus menjawab bahwa ia lahir buta bukan sebagai dosanya atau dosa orang tuanya. Pernyataan Yesus yang berbunyi,"Pekerjaan-pekerjaan Allah dapat dinyatakan di dalam Dia" mengandung makna bahwa Yesus berasal dari Bapa, diutus melanjutkan karya Allah untuk menjadikan semuanya menjadi utuh. Ia bekerja sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Bapa. Sama seperti Bapa mengawali penciptaan dengan mengubah kegelapan menjadi terang, dalam diri si buta itu,Yesus menciptakan terang pengusir kegelapan akibat kebutaan.

Singkat cerita,Yesus membuat orang buta sejak lahir bisa melihat. Orang-orang Farisi yang tahu bahwa orang itu tidak lagi buta menjadi gamang.Ada yang marah, ada yang menerima penyembuhan yang dilakukan Yesus. Mereka yang marah beralasan karena Yesus menyembuhkan pada hari Sabat. Mereka memahami penyembuhan pada hari Sabat pasti bukan dari Allah. Namun ada sebagian orang Farisi menyebut penyembuhan itu berasal dari Tuhan sebab yang bisa memberi kesembuhan adalah Tuhan (ayat 13-16). Pertentangan di antara orang Farisi membuat mereka perlu mendatangkan saksi. Apakah benar orang yang buta sejak lahir itu benar-benar sembuh? Untuk bisa membuktikannya, kedua orang tua orang yang buta sejak lahir itu dipanggil agar memberi kesaksian di hadapan orang orang Farisi. Kedua orang tuanya mengatakan bahwa orang yang sekarang melihat itu adalah anaknya. Kepastian dari kedua orang tua orang itu membuat orang-orang Farisi makin marah pada Yesus sehingga mereka semakin menolak Yesus. Mereka marah dan membandingkan Yesus dengan Musa. Pada akhirnya orang yang sudah melihat itu diusir dari bait Allah. Bagi orang Yahudi kala itu, pengusiran dari bait Allah menandakan penolakan dunia terhadap orang itu sebab bait Allah adalah pusat dunia. Di tengah masyarakat, orang itu pasti akan dibuang dan tidak mendapat tempat layak. Masyarakat akan menghakimi orang itu menurut keinginan mereka sendiri.
Yesus mendengar bahwa si orang buta yang disembuhkannya itu diusir keluar dari bait Allah. Ia bertemu dengan orang itu dan berbincang kepadanya. Dalam pertemuan itu tampak bahwa Yesus lebih memedulikan orang itu ketimbang orang-orang Farisi yang memersoalkan tindakan-Nya di hari Sabat. Kepada orang itu Yesus bertanya,"Percayakah engkau kepada anak Manusia?" Sebelum Yesus bertanya demikian, orang itu bersaksi di hadapan orang-orang Farisi bahwa Yesus adalah nabi dari Allah (ayat 17). Sekarang ia berhadapan dengan sebuah kemungkinan baru untuk mengetahui identitas atau siapa Yesus sebenarnya.

Orang buta yang sudah sembuh itu rupanya tidak langsung mengetahui siapakah Anak Manusia yang dimaksudkan oleh Yesus. Injil memerlihatkan alur pemahaman orang buta itu. Pertama memahami Yesus sebagai manusia, kedua memahami Yesus sebagai nabi dan akhirnya memahami Dia sebagai Anak Manusia. Ketidaktahuan orang itu menunjukkan bahwa sebenarnya khalayak ramai pada waktu itu juga tidak mengetahui identitas Yesus sebenarnya. Dalam Injil Yohanes,Yesus sering disebut sebagai Anak Allah, namun jarang disebut sebagai "Anak Manusia". Karena itu wajarlah bila orang itu tidak mengetahui identitas Yesus.Yesus tidak memberikan penjelasan secara mendetail siapakah Anak Manusia itu.Yang dilakukan-Nya adalah menyebutkan bahwa saat ini orang yang sudah sembuh dari kebutaannya itu sedang berbicara dengan Anak Manusia (ayat 37). Orang itu rupanya tidak begitu mau tahu apa definisi Anak Manusia.Apapun pengertian tentang Anak Manusia yang penting ia percaya pada Yesus, yang sedang berbicara kepadanya.Tanda kepercayaannya pada Yesus dilakukannya dengan sujud menyembah Dia (ayat 38).
Mengapa sebutan Anak Manusia penting untuk:'' membawa orang yang disembuhkan dari kebutaannya itu sampai pada pengakuan imannya pada Yesus' Ridderbos (dalam Eko Riyadi, Pr.) menyatakan:pertama, Yesus menghendaki agar mukjizat-mukjizat yang dikerjakan-Nya dimengerti.
Mukjizat-mukjizat itu menampakkan Yesus sebagai Anak Manusia yang datang dengan kuasa yang diberikan oleh Allah sebagaimana dinyatakan dalam kitab Daniel 7.

Kedua, pernyataan tentang Anak Manusia menampakkan apa artinya beriman pada Yesus. Mengimani Yesus sebagai Anak Manusia berarti mengimani Dia yang datang dari atas, menyatakan kemuliaan-Nya di dalam daging, bersedia tinggal dan hidup bersama dengan manusia.
Anak Manusia datang ke dalam dunia untuk menghakimi (ayat 39). Gagasan itu diambil dari kitab Daniel 7.Tugas Anak Manusia untuk menghakimi sebenarnya bukan gagasan asing bagi orang-orang Israel. Hal yang sulit dipahami adalah apa maksud Yesus datang untuk menghakimi supaya yang buta dapat melihat dan yang melihat menjadi buta? (ayat 39) Kalau hal ini dikaitkan dengan peristiwa sebelumnya, kita menemukan bahwa orang buta sejak lahir menjadi bisa melihat karena tindakan Yesus. Orang buta itu dapat melihat tindakan Yesus mengerjakan pekerjaan Bapa-Nya di dalam dunia. Kenyataan itu berkebalikan dengan orang-orang Farisi. Mereka yang mengaku melihat justru buta terhadap pekerjaan-pekerjaan Bapa dalam karya Yesus.ltulah maksud kedatangan .Anak Manusia untuk menghakimi.

Pengenaan
____________________


Jika Yesus mengatakan bahwa kedatangan Anak Manusia adalah untuk menghakimi, apa makna yang dapat dipetik dari kisah dalam Yohanes 9:35-41 bagi remaja masa kini? Hal pertama untuk dimengerti dan dihayati oleh remaja adalah siapa Yesus bagi mereka.Yesus adalah Allah sendiri. Ia datang untuk menjadikan hidup jadi lebih baik. Ia melakukan penghakiman. Di masa mendatang Ia akan datang kembali untuk melakukan hal yang sama (penghakiman eskatologis). Bagi Yohanes, penghakiman eskatologis Allah sudah terjadi dalam pengutusan Yesus Kristus,Anak tunggal Allah ke dunia dan dalam jawab anak manusia kepada-Nya. Buah-buah keselamatan yang akan datang sudah dialami oleh jemaat Yohanes dalam empat cara yaitu: 1) dikaruniakannya Roh Penghibur. 2) dimilikinya hidup kekal. 3) penghakiman ilahi. 4) kehadiran Yesus sebagai Mesias.

Pemikiran ini menegaskan bahwa kedatangan kembali Anak Manusia memang kita nantikan, namun juga mengundang untuk melakukan tindakan nyata pada saat ini. Penantian akan kedatangan kembali Anak Manusia itu tidak membuat kita pasif, tidak melakukan apapun.Apa yang harus dilakukan? Seperti Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa kita harus bekerja selagi hari masih siang (ayat 4). itulah yang harus kita lakukan.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Dengan menggunakan aplikasi Alkitab di HP, mintalah remaja mencari Manusia" di aplikasi
itu. Mintalah remaja mendiskusikan hasil temuan mereka.
2. Sampaikan penjelasan makna istilah Anak Manusia. (fokus)
3. Ajak remaja membaca Yohanes 9:35-41 dan sampaikan penjelasan teks. Pada bagian ini pendamping remaja bisa menunjukkan bagaimana orang buta yang menjadi melihat itu menghayati sebutan Anak Manusia.
4. Mintalah remaja menghayati kehidupan mereka sebagai pengikut Kristus dan pekerjaan apa yang harus dilakukan dalam penantian kedatangan kembali Anak Manusia
5. Akhiri dengan kegiatan.

Kegiatan
_____________________

Dialog Remaja

Mintalah remaja menjawab pertanyaan ini: seandainya 24 lagi Akhir Zaman terjadi, apa yang kulakukan?
Remaja diminta menuliskan apa yang akan dilakukan, apa kebutuhan masa kini dan apa harapan mereka di masa mendatang.
Akhiri kegiatan dengan menegaskan makna Anak Manusia (fokus dan penjelasan teks)
 

Ilustrasi
_____________________

 
Tukang sol sepatu bertemu Yesus

Penulis Rusia, Leo Tolstoy yang menulis buku berjudul 'Where Love Is, God Is' menceritakan tentang seorang tukang sepatu, laki-laki Rusia tua yang kesepian yang sedang membaca Lukas 7 tentang seorang Farisi yang tidak menyambut Yesus di rumahnya. Lalu orang tua ini pun mulai bertanya,"Kalau dia datang menghampiri, apakah aku akan menyambutnya?" Sembari merenunginya, diapun jatuh tertidur.Tiba-tiba, ada suara yang memanggil-manggil namanya."Martin, Martin, lihatlah keluar ke arah jalan besok Aku akan datang."

Keesokan harinya, dia pun terus memandang ke arah jalan sembari bekerja. Dia melihat seorang pria tua yang dia kenal, mengundangnya dengan semangat, dan memberikannya teh. Dia pun menyampaikan ke orang tua itu soal kasih Kristus seperti yang pernah dibacanya di dalam Alkitab. Tiba-tiba orang tua itu berurai air mata setelah mendengarkan dan meninggalkan Martin dengan ucapan terima kasih.

Beberapa saat kemudian, Martin melihat seorang wanita lewat di luar mengenakan pakaian musim panas yang lusuh, mencoba untuk menenangkan bayinya yang menangis. Dia pun mengundang wanita itu untuk duduk di sekitar api unggunnya. Dia baru tahu kalau wanita itu begitu miskin dan sudah menggadaikan syalnya untuk bisa membeli makanan. Lalu Martin memberinya makan, mantel tua untuk membungkus bayinya, dan memberikan uang untuk membeli syal baru. Di hari selanjutnya, Martin juga membantu untuk mendamaikan wanita miskin dan anak laki-laki yang mencuri apelnya. Dan sampai hari-hari berlalu, Martin tetap saja belum bertemu dengan Yesus.

Di suatu malam, Martin menyalakan lampu dan membuka Alkitab. Dia berniat untuk melanjutkan ayat yang dia Baca di hari sebelumnya.Tapi Alkitab itu tiba-tiba teriatuh,Saat dia memungutnya kembali, dia mendapati ayat lain. Sebelum membacanya, dia mendengarkan panggilan suara lagi dari luar,"Martin, itu Dia." Dia mendongak dan melihat orang tua yang sudah dia tolong, lalu orang itu pun menghilang. Hal serupa kembali terulang dengan wanita dan bayinya serta wanita dan anak laki¬laki yang berhasil diperdamaikannya. Kemudian dia duduk dan melanjutkan bacaannya,"Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;" Di bagian bawah halaman, dia membaca, "...Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku." (Matius 25:45)
Lalu di akhir kisahnya,Tolstoy menyimpulkan bahwa Martin mengerti impiannya telah terwujud; dan bahwa Juruselamat telah benar-benar datang menjumpainya di hari itu, dan dia telah menyambutnya."
Si tukang sepatu miskin ini benar-benar mendemonstrasikan kasih Allah di dalam hidupnya.ltulah yang Yesus ingatkan supaya kita mengasihi sesama seperti kita mengasihi Dia.

(https://www.jawaban.com/read/article/id/2017/01/24/58/170123172734/kisah_tukang_sepatu_miskin_yang_berhasil_bertemu_yesus)
 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999