HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 41
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

Februari 2017    
1. SATU KATA: KASIH
Yohanes 3:16
 
  1
2. KASIH BAPA MENGINSPIRASI
Lukas 15:11-32
 
  2
3. HUKUM YANG TERUTAMA
Matius 22:3440
 
  3
4. KASIH TUHAN MENGIRINGIMU
Bilangan 6:24-26
 
  4

 


2017
Februari
Minggu 1
 



 

 SATU KATA: KASIH

 Bacaan: Yohanes 3:16
 Bahan yang diperlukan:
 - Kotak
 - Alat tulis


 

FOKUS



Apa jadinya hidup beriraan/beragama tanpa kasih? Tanpa kasih hidup beragama hanyalah ritual-ritual semata. Nihilnya kasih akan memunculkan fanatisme, fundamentalisme, radikalisme dan bisa jadi tindakan terorisme. Hilangnya kasih dalam iman menjadikan orang yang mengaku beriman berpandangan dirinyalah yang paling baik, paling benar. Biasanya tidak berhenti sampai di situ. Perasaan paling baik dan benar itu membuat seseorang merasa diri sebagai "wakil Tuhan" untuk menegakkan kebenaran atas nama Tuhan serta melenyapkan pihak lain yang tidak sejalan dengannya. Di sinilah tampil pembela-pembela agama demi mendapat sorga dari Tuhan. Fanatisme, fundamentalisme, radikalisme dan terorisme atas nama Tuhan bisa ada di semua agama [termasuk dalam kekristenan]. Dalam keadaan ini, iman tampil dengan wajah garang, suram, kaku, sadis. Apakah Yesus menghendaki demikian? Yesus mengajarkan beriman dengan kasih. Dalam Yesus, iman harus hadir secara ramah. Melalui tema,"Satu Kata: Kasih", remaja diajarkan untuk menyadari bahwa ringkasan dari iman Kristen adalah kasih. Iman dijalankan bukan demi mendapat sorga semata. Dengan kesadaran ini, remaja makin menghayati kasih Allah kepada dirinya.

 

PENJELASAN TEKS


Yohanes 3:16 merupakan satu bagian dari kisah yang terkenal dalam Injil Yohanes. Dalam kisah ini diceritakan Nikodemus seorang pemimpin agama Yahudi menjumpai Yesus pada malam hari. Mengingat Injil Yohanes memakai simbol-simbol dalam penulisannya, maka perjumpaan Nikodemus dengan Yesus pada "malam hari" ini menjadi bagian yang perlu dicermati. Terdapat dua tafsiran mengapa Nikodemus menjumpai Yesus pada malam hari. Pertama,sebagai pemimpin agama Yahudi ia malu berjumpa dengan Yesus pada siang hari karena di siang hari banyak orang bisa melihat Nikodemus. Ia kagum dengan ajaran-ajaran Yesus, namun dia malu menjadi pengikut Yesus karena status sosialnya. Kedua, Nikodemus menjumpai Yesus pada malam hari karena situasi batinnya yang sedang gelap. Michael H. Crosby menggambarkan bahwa kata "malam" menyatakan adanya kegelapan yang menyelubungi hidup Nikodemus akibat ketidakmampuannya memahami dan mempersaksikan Yesus di hadapan pemimpin-pemimpin agamanya sendiri. Ini menunjukkan ketakukannya dikucilkan dari komunitas agama Yahudi. Nikodemus mengagumi dan mengakui kewibawaan Yesus meski Dia bukan pemimpin agama. Dalam percakapan itu Yesus menjelaskan kepada Nikodemus tentang perlunya seseorang dilahirkan kembali supaya dapat mengalami kerajaan Allah [bdk. Yoh. 3:5]. Kerajaan Allah adalah kehidupan dalam suasana Allah meraja, karena Allah sendiri yang menurunkan kerajaan-Nya di bumi. Yesus adalah yang turun dari sorga untuk membawa misi Allah bagi dunia [bdk. Yoh.3:13]. Dengan demikian, Yesus hendak menyatakan bahwa Allah berkenan "mendekatkan jarak antara sorga dan bumi". Dekatnya jarak antara sorga dan bumi ini terwujud karena kasih Allah. Pada Yohanes 3:16 dikatakan,"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal". Hal ini disampaikan oleh Yesus pada Nikodemus dalam rangka memberikan pencerahan bagi Nikodemus. Bagi Nokodemus dan pengikut agama Yahudi lain, beriman pada Allah adalah untuk mencari kehidupan setelah kematian [sorga] semata sehingga mereka lupa dengan perkara-perkara hidup sehari-hari. Menurut Yesus, hal yang eskatologis [di masa mendatang] dan keabadian merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan di bumi ini. Kasih merupakan "jembatan" bagi kehidupan di masa kini dan di masa mendatang.

Allah mengungkapkan kasih-Nya kepada dunia karena Ia memperhatikan dunia. Anak Bapa diberikan supaya dunia dirangkul kembali dengan rengkuhan cinta-Nya. Dunia yang digambarkan sebagai kenajisan, negatif, kegelapan tidak lagi dipandang demikian oleh Allah. Dengan kasih, Allah menyatakan keleluasaan hati-Nya bagi dunia yang jahat. Yesus adalah ungkapan tertinggi dari kasih Allah yang dihadirkan bagi dunia. Dengan kehadiran Yesus, penghakiman dunia diganti dengan penyelamatan dunia, sehingga setiap orang yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal.

Apakah hidup kekal itu? Pada hakikatnya, kekekalan hanyalah milik Allah. Hanya Allah yang tidak berawal dan berakhir, tidak mengenal sebelum dan sesudah, tidak akan berubah-ubah. Dengan demikian, kekekalan adalah kepenuhan atau kesempurnaan hidup atau ada tanpa mengenal kelapukan dan pergantian. Dunia yang berdosa adalah dunia yang lapuk dan binasa. Melalui karya kasih Allah, Yesus hadir dan memperkenalkan manusia agar mengambil bagian dalam karya kekekalan. Dari sini Injil mengajarkan bahwa kasih merupakan tindakan Allah yang radikal. Kasih disebut radikal karena dalam kasih, kerapuhan, kematian, kehinaan dirangkul agar menjadi kuat, kekal dan mulia. Bagaimana dengan kita yang direngkuh kasih-Nya? Dengan mengutip Mark Stibbe, Crosby mengajak kita untuk menanggapi kasih Allah.
 
  Jika ayat 16-18 menyajikan potret ringkas tentang Allah, ayat 19-21 menyajikan suatu potret yang jujur, realistis dan tegas tentang manusia. Hukum dalam ayat 19 bahwa manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang. Di sini, terdapat ironi bahwa nyatanya manusia lebih mencintai kegelapan daripada terang. Kata "mencintai" dalam ayat ini sama dengan pada ayat 15; kasih Allah [agapo]. Manusia mencintai kegelapan karena perbuatan-perbuatan mereka yang tersembunyi dan tidak nampak. Namun manusia dihadapkan pada satu pilihan: berbuat jahat atau melakukan yang benar. Orang yang berbuat jahat berasal dari kegelapan, namun yang berbuat benar berasal dari terang. Hidup dalam terang berarti hidup dalam kasih [Crosby, 2009].

Yohanes 3:16 ini menegaskan bahwa prakarsa bagi semua tindakan keselamatan itu ada pada Allah. Sumber utama keberadaan Allah adalah kasih. Percakapan Yesus dengan Nikodemus ini mengajak kita untuk mendalami makna kasih yang ditawarkan Allah melalui Yesus. Ia menyediakan cara baru dengan kasih supaya manusia dibebaskan dari kegelapan yang buruk menuju hidup dalam terang. Dengan terang itu, manusia tidak takut menjalani hidup. Dalam refleksinya, Jean Vanicr mengungkapkan:

  Allah berbisik dalam diri kita: "Aku mengasihi engkau apa adanya.
Aku mengasihi engkau sehingga Aku datang untuk menyembuhkan engkau
dan menganugerahkan hidup kepadamu.
Jangan takut. Bukalah hatimu. '
Baguslah bahwa engkau menjadi dirimu sendiri.
Engkau tidak harus menjadi sempurna dan cerdas.
Engkau dicintai sebagaimana adanya.
Ketika engkau semakin sadar bahwa engkau dikasihi, engkau akan terdorong untuk menanggapi kasih itu dengan kasih dan berkembang dalam kasih" [Tenggelam dalam misteri Yesus, 2009].
 
PENGENAAN
 


Terang terus, terus terang... adalah buah hidup dalam kasih. Kehadiran Kristus yang memberi pencerahan kepada Nikodemus adalah pcmberian terang bagi seorang agamawan agar mengalami karya kasih Allah. Jika dikaitkan dengan kehidupan beragama, di sini Nikodemus yang mengalami kasih Allah itu diundang untuk hidup dan beragama dengan kasih. Beragama dengan kasih adalah beriman pada Allah yang telah "mendekatkan sorga dan bumi". Dengan jalan ini, umat beriman diundang agar berpijak di bumi. Bumi sebagai pijakan adalah tempat di mana-manusia saling berjumpa satu sama lain. Sebagaimana Allah merangkul bumi dengan kasih-Nya, maka beriman pada Allah dilakukan dengan merangkul sesamanya. Tindakan fanatisme, fundamentalisme, radikalisme dan terorisme atas nama agama menihilkan kasih Allah. Itu harus dihindari oleh pengikut Kristus. Dengan kasih, rangkullah sesama. Dengan kasih, berikan ampunan pada yang bersalah. Dengan kasih, hadapilah kenyataan. Beragamalah dengan ramah. Dengan demikian "Satu Kata: Kasih" akan mewujud dalam tindakan nyata. Kasih bukan teori, kasih adalah tindakan. Kasih tidak berhenti di kata-kata, kasih berjalan bersama aksi nyata. Just do it!
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Ajak remaja mendiskusikan perbedaan dikasihi dan dibenci. Di sini remaja juga bisa menyampaikan pengalaman-pengalaman dikasihi atau dibenci.
Selain itu, pembimbing bisa mengajak remaja membayangkan atau menceritakan apa rasanya mengasihi dan membenci.
2. Sampaikan pada remaja: seandainya Allah mengendepankan kebencian, tentu Allah akan meniadakan ciptaan-Nya. Berikan penjelasan pada remaja bahwa menurut pemikiran masyarakat pada zaman Yohanes dinyatakan bahwa dunia merupakan sebuah kedosaan, gelap. Pemikiran itu menunjukkan pula bahwa dunia pantas dihukum.
3. Ajak remaja membaca Yohanes 3:16 bersama-sama dengan suara keras. Berikan penjelasan teks Yohanes 3:16.
4. Tekankan kehidupan agama Nikodemus. Ia beragama namun hidupnya suram. Penjelasan Yesus tentang kasih adalah ajakan untuk memerhatikan bahwa beriman harus berpijak di bumi supaya terhindar dari fanatisme, fundamentalisme, radikalisme dan terorisme [lihat fokus], Hindari "mendongak ke atas" atau menghayati bahwa tujuan hidup beragama hanya demi mendapat sorga semata. Beragama harus vertikal dan horizontal.
5. Akhiri dengan mengajak remaja menghayati makna "Satu Kata: Kasih". Dengan kasih remaja menjalankan hidup beriman yang ramah dan bermartabat. Penyampaian dapat diakhiri dengan ilustrasi. Penekanan ilustrasi adalah: dalam hidup beriman, kasih lebih dikenang dan abadi ketimbang ritual-ritual.

                                                                                                   
KEGIATAN



Refleksi Kasih

• Sediakan kotak [bisa dibuat dari kardus].
• Bagikan kertas dan alat tulis pada setiap remaja
• Minta remaja menulis Yohanes 3:16 di kertas itu
• Minta remaja mengembangkan cinta Allah dalam hidupnya di selembar kertas. Intinya: dalam kertas harus dituangkan gagasan mencinta sesama. Hindari menuangkan gagasan atau tulisan yang bernada kebencian.
• Akhiri dengan doa. Isi doa adalah memohon agar dalam hati setiap orang meneladan Allah yang mengasihi dunia. Doa juga memohon agar hati setiap remaja dipenuhi cinta.
• Setelah doa, kertas dimasukkan ke dalam kotak. Kotak itu disimpan dan diakhir tahun bisa dibuka bersama dan setiap tulisan dalam kotak dibaca kembali untuk refleksi hidup/akhir tahun.
 

ILUSTRASI

DUA BERSAUDARA YANG SALING MENCINTA

Dua bersaudara, yang seorang membujang, yang lain kawin, punya ladang, dengan subur menghasilkan limpah gandum. Separuh diberikan kepada saudara yang satu dan separuhnya kepada yang lain.
Semua berjalan baik pada awal. Lalu, terkadang saja, orang, yang kawin mulai bangun terjaga dari tidurnya di waktu malam dan berpikir. Ini tidak adil. Saudaraku tidak kawin dan ia mendapatkan separoh hasil ladang. Di sini aku dengan istri dan lima anak, jadi aku terjamin aman di masa tua. Tetapi siapa yang menjaga saudaraku celaka nanti, kalau ia jadi tua? Ia harus menyimpan lebih banyak bagi masa depan daripada sekarang, maka kebutuhannya jelas lebih besar dari pada saya.

Dengan ini ia bangun tidur, diam-diam menyelinap ke tempat saudaranya dan memasukkan sekarung gandum dalam lumbung saudaranya.

Si bujang mendapatkan ilham sama di waktu malam juga. Kadang-kadang ia bangun dari tidurnya dan berkata pada dirinya: "Ini jelas tidak adil. Saudaraku punya istri dan lima anak dan ia mendapat separoh hasil tanah. Dan aku tidak punya tanggungan selain diriku sendiri. Maka tidak wajar saudaraku miskin, karena kebutuhannya jelas lebih besar dari saya, harus menerima tepat sama seperti saya."Lalu ia keluar dari tempat tidurnya dan memasukkan sekarung gandum di lumbung saudaranya.

Pada suatu hari mereka bangun tidur pada waktu sama, dan lari bertabrakan, masing-masing menggendong sekarung gandum!

Bertahun-tahun kemudian, sesudah mati, kisah itu diketemukan. Maka ketika orang sekota itu mau membangun kenisah mereka memilih tempat, di mana dua saudara bertemu, sebab mereka tidak bisa memikirkan tempat lain di kota, yang lebih suci daripada itu.

Perbedaan penting dalam agama itu bukan antara yang beribadah dan mereka yang tidak beribadah tetapi antara mereka yang mencinta dan yang tidak.
                                                                                                              
                                                                

                                                                                                                


A R S I P
| derap desember 0415 | derap januari 0116 | derap januari 0216 | derap januari 0316 |
| derap januari 0416 | derap januari 0516 | derap februari 0116 | derap februari 0216 | derap februari 0316 |
| derap februari 0416 | derap maret 0116 | derap maret 0216 | derap maret 0316 | derap maret 0416 |
 | derap april 0116 | derap april 0216 | derap april 0316 | derap april 0416 | derap mei 0116 |

 | derap mei 0216 | derap mei 0316 | derap mei 0416 |derap mei 0516 |derap juni 0116 | derap juni 0216 |
 | derap juni 0316 | derap juni 0416 |derap juli 0116 | derap juli 0216 | derap juli 0316 | derap juli 0416 |  |derap juli 0516 | derap agustus 0116 | derap agustus 0216 | derap agustus 0316 | derap agustus 0416 |
| derap september 0116 | derap september 0216 | derap september 0316 | derap september 0416 |
| derap oktober 0116 | derap oktober 0216 | derap oktober 0316 | derap oktober 0416 |
| derap oktober 0516 | derap nopember 0116 | derap nopember 0216 | derap nopember 0316 |
|derap nopember 0416 | derap desember 0116 | derap desember 0216 | derap desember 0316 |
| derap desember 0416 | derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999