HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Februari 2018
Allah Bapa

 
26 Bapa Kami Yang di Surga   1
32 Bapa Yang Mahakasih   2
36 Bapa Pemelihara   3
40 Bapa Yang Mahatahu   4

Februari 2018 Minggu 2

1 Yohanes 3:1-6
Bahan yang diperlukan: -tayangan film
- lembar isian

 

Fokus
_____________________


Menjadi anak Allah bagi sebagian orang adalah sebuah prestise dan prestasi yang perlu dikejar. Bahkan dalam beberapa kasus, ada orang yang berusaha menjadi anak Allah dan menyebut diri sebagai anak Allah dengan tujuan untuk kepentingan diri, terkhusus supaya orang-orang di sekitarnya merasa segan dan menaruh hormat kepadanya. Padahal seseorang menjadi anak Allah bukan karena upaya dan kerja keras manusia, melainkan karena anugerah Allah semata. Pelajaran hari ini menolong remaja menghayati kasih Allah yang besar yang memanggil mereka menjadi anak-Nya sekaligus mengajak remaja mengisi hidup sebagai anak-anak Allah.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Surat I Yohanes tampak ditujukan untuk segenap jemaat Kristen, berbeda dengan surat 2 dan 3 Yohanes yang dialamatkan kepada pribadi-pribadi. Secara umum surat-surat Yohanes ditulis untuk mendorong pengikut Yesus agar tetap setia pada kebenaran. Secara khusus, surat I Yohanes menjelaskan batas-batas antara yang benar dan yang sesat: serta isinya membicarakan kasih Kristen yang tidak mengenal kompromi karena dilandasi kasih Allah yang lebih dulu mereka alami.
Bacaan kali ini diawali dengan penegasan tentang anugerah Allah bagi jemaat, yaitu mereka disebut sebagai anak-anak Allah. Di tengah masyarakat saat itu yang hidup di bawah kepemimpinan Kaisar Romawi, seseorang disebut sebagai anak-anak Allah merupakan suatu hal yang menggetarkan dan tidak lazim. Mengapa? Karena gelar anak Allah adalah gelar khusus yang disandang oleh Kaisar Romawi. Dengan gelar itu, Kaisar Romawi punya wibawa yang amat besar di mata rakyatnya.

Di tengah konteks seperti itulah, penulis surat Yohanes menyebutkan bahwa umat Kristen mendapat kasih yang besar yang dikaruniakan Allah karena mereka dilayakkan untuk rnenjadi anak-anak Allah. Ini menjadi penegasan bahwa "gelar" anak Allah itu dikaruniakan bagi jemaat, bukan diusahakan oleh jemaat. Pada bagian ini kata "dikaruniakan" dalam bahasa Yunaninya berasal dari kata didomi, yang punya arti memberi, melengkapi dan menyediakan sesuatu bukan asal memberi-menyediakan, atau sekadar untuk menyenangkan, tapi bertujuan untuk kebaikan orang yang diberi. Dalam hal inilah tampak Allah sebagai Bapa yang Mahakasih, yang mau mengangkat orang-orang berdosa menjadi anak-anak-Nya dan memberi mereka kebaikan. Karena kasih Bapa yang besar itu, ada perubahan status yang amat "ekstrim" dalam diri orang-orang berdosa: dari musuh Allah menjadi anak-anak Allah, dari orang-orang yang patut dihukum menjadi orang-orang yang diberi kebaikan, from nobody to somebody. Karena Bapa yang Mahakasih itu, manusia berdosa mendapatkan hak istimewa diangkat menjadi anak-anak Allah yang hidup.

Status sebagai anak Allah merupakan pemberian dari Allah bagi umat manusia, bukan supaya orang  yang mendapatkannya menggunakan status itu untuk kepentingan diri dan "menguasai" orang lain, seperti yang dilakukan oleh kaisar Romawi pada masanya. Status sebagai anak Allah justru diberikan Allah supaya mendatangkan kebaikan bagi orang tersebut sehingga kehadirannya mendatangkan kebaikan juga bagi orang lain.
Lebih lanjut dipaparkan penulis surat I Yohanes bahwa status sebagai anak Allah, selain mendatangkan kebaikan bagi seseorang, juga memanggil orang itu untuk hidup seturut dengan Bapa-Nya. Apa yang harus dilakukan? Pertama, menjadi sama dengan Yesus (ay. 2); itu artinya sebagai anak Allah, seseorang menjadi sama dengan Sang Anak Sulung dengan meneladani apa yang Yesus lakukan dan katakan. Kedua, menyucikan diri karena Allah juga suci (ay. 3). Kata "suci" di sini dari kata Yunani hognos yang berarti bersih dan murni. itu berarti sebagai anak Allah, seseorang diminta untuk hidup menjauhi kecemaran dan dosa karena dosa dipandang sebagai pelanggaran atau ketidaktaatan pada hukum Tuhan (ay. 4). Untuk itu, perlu yang ketiga, sebagai anak Allah, seseorang harus tinggal di dalam Dia (ay. 6). Tinggal di dalam Tuhan berarti hidup dalam kedekatan dengan Dia dan dalam naungan kasih-Nya.

Karya Allah sebagai Bapa yang Mahakasih tampak dalam banyak cara. Selain lewat pengangkatan manusia menjadi anak-Nya dan pemeliharaan-Nya yang melampaui akal manusia, karya kasih¬Nya tampak juga melalui berbagai tindakan yang menjaga supaya anak-anak-Nya tidak keluar dari kehendak-Nya dan menjauh dari¬Nya. Ibrani 12:5-6 menyatakan demikian: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkIa menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Bapa yang Mahakasih tidak akan tinggal diam melihat anak-anak-Nya melakukan ketidakbenaran dan menyimpang dari jalan yang benar. Ia mendidik, mengingatkan, menghajar, dan menyesah bukan karena benci tapi justru karena amat mengasihi anak-anak-Nya. Seorang bapa gereja bernama Hieronimus menyatakan demikian: "Murka Allah yang terbesar adalah kala Ia tak lagi murka terhadap orang-orang yang berdosa." Ini menegaskan bahwa kasih Allah juga tampak kala Ia masih mengingatkan dan menghajar anak-anak yang dikasihi-Nya.


Pengenaan
_____________________


Pemahaman seseorang tentang Allah sebagai Bapa yang Mahakasih biasanya muncul sebagai penghayatan pengalaman akan Allah dalam hidup keseharian. Umumnya remaja menyebut Allah sebagai Bapa yang Mahakasih karena mengalami kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Namun kebaikan Tuhan itu biasanya hanya dipahami kala apa yang seseorang inginkan terpenuhi dalam hidupnya, kala ia merasakan pemeliharaan Tuhan lewat keberhasilan dan pencapaian prestasi tertentu dalam karya yang dilakukannya. Tidak jarang remaja tak melihat sisi yang lain dari Bapa yang Mahakasih, yaitu bahwa Ia juga mendidik, mengingatkan, menghajar dan menyesah kala anak-Nya berjalan menyimpang dari kehendak Sang Bapa dan menjauh dari-Nya. Hidup sebagai anak Allah memang adalah hidup yang terberkati, pertama-tama karena status anak Allah itu adalah sebuah pemberian untuk kebaikan diri orang tersebut. Selain itu juga hidup anak Allah menjadi hidup yang terberkati karena memiliki Bapa yang Mahakasih, yang memandang remaja berharga di mata,Nya. Sementara harus diakui, di nisi lain, remaja kerap merasa tidak berharga dalam pergaulan dengan teman-temannya. Rasa tidak berharga itu muncul karena membanding-bandingkan diri dengan teman atau orang lain, lalu merasa "kalah" dan punya banyak kekurangan atau kelemahan. Remaja perlu menyadari bahwa hidupnya sebagai anak-anak Allah dipenuhi begitu banyak rahmat Tuhan. Di tengah kelemahan dan kekurangan, Sang Bapa juga memberi kekuatan dan kelebihan. Karenanya remaja justru perlu lebih fokus pada kekuatan dan kelebihan dirinya sehingga mensyukuri semua itu sebagai bentuk kasih dari Sang Bapa.

Namun hidup sebagai anak Allah juga menuntut tanggung jawab sang anak untuk membawa nama Allah dalam hidupnya. Remaja perlu diingatkan untuk mengisi hidupnya yang sudah mengalami anugerah Allah itu dengan hidup makin serupa dengan Yesus — sang Anak Sulung Bapa — hidup suci seperti Bapa juga suci dan terus tinggal di dalam Tuhan, tidak bergerak keluar dan menjauh dari-Nya.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1 . Awali dengan Ilustrasi tentang gambaran ayah yang mengasihi anaknya. Mintalah peserta berkomentar tentang isi ilustrasi tersebut. Tanyakan juga apa yang mereka pahami tentang gambaran Allah sebagai Bapa yang Mahakasih.
2. Masuk pada bagian Penjelasan Teks, tekankan tentang karya Bapa yang Mahakasih tampak lewat pengangkatan manusia menjadi anak-anak-Nya. Bahas soal gelar anak Allah pada masa itu di tengah masyarakat yang ada dalam kekaisaran Romawi, adalah gelar bagi Kaisar Romawi. Tekankan soal menjadi anak Allah adalah sesuatu yang dikaruniakan (Yun.: didomi) untuk kebaikan bagi yang menerimanya. Tapi sekaligus status sebagai anak Allah juga menuntut tanggung jawab untuk hidup selaras dengan Sang Bapa (lihat bagian Penjelasan Teks). Ingatkan juga soal Bapa yang Mahakasih yang karya-Nya tampak pula lewat didikan dan teguran kala anak-anak-Nya hidup menjauh dari Sang Bapa.
3. Pada bagian Pengenaan, ajak remaja masuk pada Kegiatan. Minta mereka sendiri menyebutkan apa saja yang sudah Bapa yang Mahakasih lakukan dalam hidup mereka dan apa respons mereka sebagai anak-anak-Nya.
4. Akhiri dengan mengajak peserta mengingat kasih Allah Bapa dalam berbagai keadaan di tengah hidup mereka dan memotivasi mereka untuk menjalani hidup sebagai anak-anak Allah kala mengisi hidup sehari demi sehari.
                           

Kegiatan
_____________________
 

No

Karya Bapa yang Mahakasih dalam Hidupku

Respons sebagai anak Allah

1    
2    
3    
4    

Ilustrasi
_____________________


Putarkan film yang dapat diunduh di: https://www.youtube.com/watch?v=Td5qJAKp_Xg
 

                                                                           


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999