HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Februari 2018
Allah Bapa

 
26 Bapa Kami Yang di Surga   1
32 Bapa Yang Mahakasih   2
36 Bapa Pemelihara   3
40 Bapa Yang Mahatahu   4

Februari 2018 Minggu 4

Mazmur 139
Bahan yang diperlukan:
- kertas HVS
selotip - alat tulis
- stabilo

 

Fokus
_____________________


Kemahatahuan Allah tentu tidak lagi disangkal dan dibantah dalam iman percaya kita sebagai anak¬anak-Nya. Namun dalam menanggapi dan menyikapinya, di sinilah tidak jarang terjadi pertentangan, dan pertanyaan dalam diri remaja. Di satu sisi remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, namun tak jarang mereka memiliki banyak segi dan dimensi diri yang juga tersembunyi dan ditutupi. Bahkan tidak sedikit remaja yang lari dan coba menyendiri karena berbagai situasi.
Dalam kontradiksi yang sedemikian, kehadiran Allah yang Mahatahu menyapa kembali kehidupan remaja yang kadang diwarnai polemik. Sehingga lewat pelajaran ini remaja dapat mengerti dan diteguhkan bahwa Bapa mengenal dirinya dalam pengenalan yang utuh dan sedalam-dalamnya, Bahkan remaja mampu bersyukur memiliki Allah yang Mahatahu dan memperhatikan dirinya.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Mazmur 139 merupakan pengakuan iman pemazmur dalam ketakjuban penuh kepada Tuhan yang Mahatahu. Tuhan mengetahui semua yang pemazmur lakukan. Bahkan isi hati manusia sebelum diucapkan. Tuhan mengetahui sedalam-dalamnya dan sebenar-benarnya pikiran, hati, perkataan. dan perbuatan manusia yang baik maupun yang jahat. Mazmur ini merupakan syair doa pribadi yang menunjukkan Kemahakuasaan TUHAN sebagaimana yang diimani sekaligus dipercaya oleh pemazmur. Kemahakuasaan Tuhan dalam Mazmur 139 ini setidaknya dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian besar:
Ayat 1-6 Kemahatahuan Allah atas segala pikiran dan kedalaman hati (omniscience)
Ayat 7-12 Kemahahadiran Tuhan yang Maha Tahu di segala tempat (omnipresence)
Ayat 13-18 Kemahakuasaan Tuhan Sang Pencipta kejadian manusia (omnipotence)

Kemudian bagian terakhir ayat 19-24 menjadi respons personal pemazmur di hadapan Allah yang Maha Tahu yakni untuk menghindari jalan kefasikan melawan Tuhan dan tetap hidup di jalan yang kekal (ay. 24). Pengetahuan akan Kemahakuasaan Tuhan ini membuat pemazmur kagum sekaligus percaya kepada-Nya.
Di sinilah kebenaran Firman Tuhan, ia tidak seperti CCTV yang secara pasif memantau dan merekam setiap kegiatan manusia, melainkan Allah yang hidup dan berkomunikasi dengan umat-Nya. Allah tidak hanya memonitor dan mengetahui segala sesuatu; namun dalam kuasa-Nya. Ia terus menyertai manusia.

Allah yang Mahatahu dan Mahakuasa ini (dalam pengajaran Yesus, lihat pelajaran Minggu I bulan Februari) mau menjadi Bapa kita. Gambaran ini menunjukkan sebuah relasi yang hangat, akrab, bahkan intim sebagai keluarga. Iman memang tidak boleh dan tidak dapat dibangun dalam ketakutan.
Bersama pengenalan akan Allah Bapa, kita (remaja) akan semakin dipenuhkan dalam pengenalan akan diri pribadi terlebih di dalam tahapan "mencari jati diri". Sebagaimana pemazmur menyatakan respon dan komitmen imannya untuk terus dituntun di jalan yang kekal maka demikian sebaiknya kita menjalani kehidupan.
Tidak ada yang luput dari hadapan Tuhan, termasuk segala persoalan dan beban pergumulan yang saat ini kita rasakan. Ia Allah yang mempersekutukan diri dengan anak-anak-Nya.


Pengenaan
_____________________


Masa remaja seringkali dikenal sebagai masa pengenalan jati diri. Hal ini dikarenakan remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, baik mengenai banyak hal di sekitarnya, maupun keingin tahuan atas beragam pertanyaan di dalam dan seputar dirinya. Dan remaja masa kini cenderung mengandalkan media komunikasi dan teknologi informasi seperti Google dan search engine lainnya. Alhasil banyak remaja yang hidup dalam alam pikir yang praktis, taktis, dan otomatis.

Menurut teori Johari Window, pengenalan dikategorikan dalam empat bidang.
Pertama, bidang yang terbuka (Open Self), yaitu hal apa yang kita dan siapa raja bisa lihat mengenai diri ini (Saya tahu, orang lain pun tahu).
Kedua, bidang buta (Blind Self), yaitu apa yang orang lain lihat. tetapi kita sendiri tidak bisa melihatnya (Saya tidak tahu, orang lain tahu).
Ketiga, bidang yang tersembunyi (Hidden Self), yaitu apa yang kita lihat dan ketahui namun orang lain tidak bisa melihatnya (Saya tahu, orang lain tidak tahu).
Keempat, bidang yang tidak disadari (Unknown Self), yaitu apa yang kita maupun orang lain tidak bisa lihat dalam diri ini (Saya tidak tahu, orang lain pun tidak tahu).

Jadi, dari empat bidang dalam kategori Jendela Johari, ada dua bidang yang kita bisa lihat dan ada dua bidang yang kita tidak bisa lihat. Dari kedua bidang yang kita tidak bisa lihat itu, hanya satu bisa dilihat orang lain. Sisa satu bidang yang semua orang tidak bisa lihat. Meskipun demikian Tuhan dapat melihat semua bidang, dan Ia mengenal seluruh keberadaan kita.

God is Almighty, but he is also a Father who is heavenly
Don't he afraid, keep calm and know God and we will learn to know ourselves.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Ajak remaja untuk melakukan Kegiatan "Aku Tahu Kamu Tahu" (teriampir)
2. Mintalah remaja untuk mengevaluasi kegiatan tersebut bersama-sama;
- Apakah penilaian orang lain terhadap diri mereka tepat atau kurang tepat?
- Mereka dapat diminta untuk menandai bagian yang tidak mereka sukai namun diakui ada benarnya (ditandai dengan stabilo).
3. Ajak remaja untuk berefleksi dan bertekad diri bahwa apa yang mereka tidak sukai dan diri mereka dapat mereka terima dan menjadi sarana untuk memperbaiki diri.
4. Pembimbing menjelaskan mengenai teori Jendela Johari (lihat Pengenaan).
5. Ajak remaja untuk membaca Mazmur 139 dan berikan penjelasan sekaligus pemaknaan atas bacaan tersebut (lihat Penjelasan Teks).
6. Tekankan mengenai Allah yang mengenal umat-Nya sebagaimana Bapa mengenal anak-Nya dalam sebuah relasi yang hangat, akrab dan intim sebagai keluarga, bukan seperti CCTV (closed circuit television) yang mengawasi bahkan memonitor setiap gerak-gerik yang dilakukan umat-Nya.
7. Akhiri dengan nyanyian: "Kau Mengenal Hatiku"
                           

Kegiatan
_____________________

1. Setiap Remaja ditempelkan kertas HVS kosong pada punggungnya.
2. Mintalah setiap remaja untuk saling mengisi kertas kosong tersebut dengan menuliskan sifat-sifat yang mereka kenal dan rasakan terhadap sosok temannya yang bersangkutan.
3. Jika mereka sudah saling mengisi, mintalah setiap remaja untuk membaca tulisan temannya pada kertas HVS mereka masing-masing untuk kemudian mereka koreksi.
4. Dalam hal ini, pembimbing dapat mengarahkan remaja untuk menuliskan penilaian yang obyektif terhadap temannya tanpa ada hinaan yang dapat membuat temannya sakit hati.
Pembimbing juga perlu memerhatikan agar setiap remaja dapat mengenal dirinya melalui penilaian teman-teman lingkungannya.
 

Ilustrasi
_____________________


Kau Mengenal Hatiku

Hanya dekat kasih-Mu Bapa, jiwaku-pun tenang
Engkau menerimaku dengan sepenuhnya
Walau dunia melihat rupa, namun Kau memandangku
Sampai kedalaman hatiku


Refrein:
Tuhan inilah.yang ku tahu Kau mengenal hatiku
Jauh melebihi semua yang terdekat sekalipun
Tuhan inilah yang ku mau Kau menjaga hatiku
Supaya kehidupan terpancar senantiasa

 

                                                                           


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999