HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Kepedulian Seorang Perwira | Dibebaskan dan Membebaskan | Antara Simpati dan Empati |
Kritik yang Membangun

    Menjadi Berkat
Bagi Banyak Orang

fokus
Fokus pada diri sendiri atau self centered merupakan ciri zaman ini. Dengan gadget dalam genggaman, sepertinya dunia sudah dimiliki. Padahal permasalahan ada di sekeliling, namun tidak terlihat atau tidak ada kepedulian pada orang lain maupun lingkungan. Kebutuhan pengakuan yang tinggi pada setiap individu melahirkan kesombongan pribadi yang biasanya diwujudkan dalam bentuk prestasi, status dan materi. Sikap rendah hati dan peduli menjadi semakin langka. Pada pelajaran kali ini remaja diajak untuk belajar dari seorang perwira Romawi yang memiliki kepedulian yang luar biasa pada budaknya, bahkan ia mau merendahkan dirinya sendiri bagi orang lain.

penjelasan teks
Tokoh sentral dalam peristiwa ini adalah seorang perwira Romawi; dan dia bukan manusia biasa. Seorang perwira setara dengan seorang sersan mayor resimen; dan para perwira adalah tulang punggung tentara Romawi. Di mana pun mereka dibicarakan dalam Perjanjian Baru mereka dibicarakan dengan baik (bandingkan dengan Luk. 23:1-56; Kis. 10:22; 22:26; 23:17,23-24; 24:23; 27:43). Seorang sejarawan bernama Polybius menjelaskan kualifikasi mereka.

 


"Mereka bukanlah pencari bahaya dalam peperangan sebagaimana orang-orang yang dapat memerintah, mereka perlu bijak dan cermat dalam mengambil setiap tindakan, mereka dapat diandalkan; mereka tidak mudah cemas dan tidak bergegas maju ke dalam pertempuran; tetapi ketika dalam tekanan mereka harus siap untuk mempertahankan tanah mereka dan mati di pos mereka."
(https://www.studylight.org/commentaries/dsb/luke-7.html). Perwira itu pastilah lelaki di antara banyak lelaki atau dia tidak akan pernah memegang pos yang menjadi miliknya.

Perwira Romawi ini memiliki sikap yang tidak biasa terhadap budaknya. Dia mengasihi budaknya dan bersusah payah untuk menyelamatkannya. Dalam hukum Romawi seorang budak didefinisikan sebagai benda yang hidup dan bukan sebagai manusia; dia tidak punya hak apapun; seorang tuan bisa memperlakukannya dengan buruk dan bahkan membunuhnya jika dia menginginkannya. Seorang penulis manajemen perkebunan Romawi merekomendasikan petani untuk memeriksa peralatannya setiap tahun dan membuang yang sudah tua dan rusak, dan melakukan hal yang sama dengan budaknya. Biasanya ketika seorang budak telah melewati masa aktif bekerjanya, dia dibuang untuk mati. Hal ini yang menjadikan sikap perwira ini kepada budaknya, sangat tidak biasa (ay. 2-3).

Perwira ini jelas merupakan seorang yang sangat religius. Seseorang harus memiliki hati yang tulus sebelum ia mau membangun sinagoga bagi orang Yahudi. Memang benar bahwa orang Romawi mendorong kehidupan agamawi, namun hal itu dilakukan semata untuk menjaga ketertiban. Namun perwira ini tidak melihat dari sisi pandangan Romawi.
Dia memiliki sikap yang sangat tidak biasa terhadap orang Yahudi. Jika orang-orang Yahudi membenci orang-orang non Yahudi, maka orang-orang non Yahudi pun membenci orang-orang Yahudi. Anti-semitisme bukanlah hal yang baru. Bangsa Romawi menyebut bangsa Yahudi sebagai ras yang kotor; mereka berbicara tentang Yudaisme sebagai takhayul biadab; mereka berbicara tentang kebencian orang-orang Yahudi; mereka menuduh orang-orang Yahudi menyembah kepala keledai dan setiap tahun mengorbankan orang asing yang bukan Yahudi kepada Tuhan mereka. Memang benar, banyak dari orang-orang non Yahudi, yang letih akan banyak dewa dan moralisme
paganisme, telah menerima doktrin Yahudi tentang Tuhan yang satu dan etika Yahudi yang keras. Tetapi seluruh suasana cerita ini menyiratkan ikatan persahabatan yang erat antara perwira ini dan orang-orang Yahudi (ay. 4-5).
Perwira ini merupakan orang yang rendah hati. Dia tahu betul bahwa seorang Yahudi yang taat dilarang oleh hukum untuk masuk ke rumah seorang non Yahudi (Kis. 10:28); sama seperti seorang Yahudi dilarang untuk mengizinkan seorang non Yahudi ke rumahnya atau berkomunikasi dengannya. Dia bahkan tidak datang kepada Yesus sendiri. Dia membujuk teman-teman Yahudi untuk mendekati-Nya. Orang yang terbiasa memerintah ini memiliki kerendahan hati yang luar biasa Ia adalah seorang yang memiliki iman yang luar biasa pada Kristus. Sebagai seorang panglima Romawi ia dapat mengandalkan kemampuan medis tentara Romawi untuk rnenyembuhkan budaknya. Namun ia menundukkan keadaan yang ada sepenuhnya pada Kristus. Dia datang dengan keyakinan yang sempurna dan berkata, "Tuhan, saya tahu Engkau bisa melakukan ini" Yesus sendiri pun heran melihat imannya dan membandingkannya dengan iman orang-orang Yahudi yang lain.

pengenaan
Dalam usianya sekarang, remaja membutuhkan penerimaan yang besar dalam proses pencarian jati diri mereka. Hal inilah yang membuat mereka sulit untuk peduli pada orang lain, saat mereka sendiri merasa tidak mendapatkan penerimaan atau masih terus berjuang untuk merasa diterima. Di sinilah kepedulian dapat mengubah kehidupan seseorang.
Kepedulian pada sesama merupakan pernyataan kasih Kristus yang semakin lama semakin tenggelam dalam budaya individualisme. Dalam dunia yang semakin ramai ini justru makin banyak orang yang merasa terasing dan sendirian. Tekanan pada individualisme seringkali meninggalkan kepedulian dan melahirkan rasa frustasi dan depresi, karena terlalu berfokus pada diri sendiri (self centered). Oleh karena itu maka kepedulian menjadi amat sangat penting. Kepedulian membangun rasa berharga, penerimaan, dan terutama kasih.

langkah-langkah penyampaian
1. Mulailah dengan menanyakan kepada remaja mengenai kehidupan seorang perwira (status sosial, pekerjaan, kebanggaan).
2. Lalu bacalah perikop Alkitab dan jelaskan secara detail mengenai perwira Romawi pada zaman itu (status sosial, pekerjaan, kebanggaan). Jika memungkinkan tampilkan pula gambar-gambar yang dapat membantu remaja memahami dengan lebih baik.
3. Lanjutkan dengan Penjelasan Teks. Jelaskan perbedaan yang dimiliki antara perwira Romawi pada umumnya dengan perwira Romawi dalam teks Alkitab.
4. Masuklah pada Pengenaan dan jelaskan pentingnya kepedulian dalam kehidupan pada saat ini.
5. Jelaskan program S3 yang dilaksanakan oleh GKI Cianjur. Ajaklah remaja untuk membuat perencanaan untuk melakukan kegiatan serupa sesuai dengan konteks yang ada di sekeliling mereka. Kegiatan dapat berbeda tetapi dengan prinsip yang sama, yaitu kepedulian.
6. Ajaklah mereka untuk memberikan komitmen dalam kegiatan ini selama sebulan.

Belajar menyatakan kepedulian pada sesama dengan melakukan kegiatan S3 dengan sesederhana mungkin selama 4 kali dalam sebulan.

ilustrasi
S3 (Sangu Setiap Sabtu)

Sangu Setiap Sabtu adalah aksi sosial lintas agama dan program diakonia transformatif GKI Cianjur yang dilaksanakan sejak 2017. Kegiatan ini dilakukan untuk berbagi makanan ke tuna wisma yang ada di Cianjur. Siapapun terbuka untuk ikut terjun dalam kegiatan ini. Kegiatan yang awalnya hanya dilakukan oleh jemaat GKI Cianjur ini kemudian mulai berkembang. Dalam waktu 3 bulan, gereja-gereja lain mulai terlibat dan setelah 4 bulan, komunitas antar agama juga sudah terlibat bersama dalam kegiatan ini.
Kegiatan yang mereka lakukan sangat sederhana. Setiap Sabtu mereka berkumpul bersama. Pukul 18.00 batas akhir pengumpulan makanan ke gereja. Pukul 18.30 mereka membungkus sesuai dengan apa saja yang tersedia. Makanan dibungkus menjadi 30 paket makanan. Paket makanan ini disebut amunisi. Sedangkan tuna wisma yang dilayani biasa disebut target.
 

30 paket dibagikan pada pukul 20.00-22.00. Kenapa membagi 30 paket perlu waktu 2 jam? Karena kegiatan ini bukanlah hanya sekadar berbagi nasi. Nasi hanya pintu masuk untuk mengenal mereka. Banyak percakapan yang terjadi dengan para tuna wisma tersebut melalui perjumpaan itu sehingga para relawan kemudian mengetahui pergumulan-pergumulan mereka. Yang sakit diberi obat, yang memerlukan selimut diberi selimut. Yang tidak memiliki KTP dibantu supaya bisa mendapatkan KTP. Yang tidak memiliki BPJS dibantu supaya memiliki BPJS. Karena proses yang ingin dicapai cukup besar maka hanya dipilih 30 target yang benar-benar sudah dapat dipastikan bahwa mereka memang tinggal di jalan.
Target utama program ini adalah supaya mereka tidak lagi tinggal di jalan.

Mereka didorong untuk pulang ke keluarga mereka atau yang memang sudah tidak memiliki keluarga didorong agar dapat membuka usaha mandiri. Mereka diberikan pinjaman modal dengan kesepakatan bahwa hasil usaha digunakan untuk menyewa kamar kost atau bahkan rumah.
Tim ini memiliki koordinator umum; koordinaor amunisi; koordinator area; mentor usaha; dan penanggung jawab media sosial.
Melalui media sosial, banyak pihak lain yang kemudian mengetahui kegiatan ini dan tertarik untuk bergabung. Undangan terbuka dibuat bagi siapa saja yang mau bergabung. Ada juga pasukan penyambut kalau ada pihak luar gereja yang ingin ikut bergabung. Keramahtamahan menjadi penting bagi setiap orang yang datang sehingga membuat mereka merasa diterima dan disambut dengan tangan terbuka. Perjumpaan antar agama sebagai relawan dan dengan para tuna wisma ini membangun suatu hubungan pertemanan dan kepercayaan karena semua merasakan keramahtamahan melalui keasyikan berbincang bersama.

(Dikutip dan: https://www.facebook.com/s3cianjur/)
 


 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999