HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Lihatlah Sekelilingmu |
Menjadi Berkat|
Tuhan Tidak Diskriminatif|
Menegakkan Keadilan

    Menjadi Berkat
Bagi Banyak Orang

fokus

Generasi muda saat ini kerap disebut sebagai generasi menunduk. Sebab fokus utamanya ada pada gawai di genggaman. Realitas ini tak terelakkan. Remaja memang perlu memiliki informasi tentang dunia. Mereka perlu melihat sekeliling kehidupannya untuk memberi makna pada kehidupan. Belajar dari Yesus, tampaklah bahwa dengan berkeliling Yesus berjumpa dengan data yang bermanfaat bagi karya pelayanan-Nya. Dunia yang kebanjiran informasi atau data seringkali kehilangan manfaatnya bagi kehidupan masa kini, selain dari sekadar update pengetahuan saja. Itu sebabnya, data yang berlimpah di masa kini perlu disikapi dengan sikap kritis yang dilanjutkan dengan keheningan hingga remaja dapat melakukan analisis sosial. Melalui pelajaran ini remaja diajak untuk belajar nnenerima informasi dan menerimanya dengan sikap kritis dan keheningan sehingga pada gilirannya mewarnai kehidupan.

penjelasan teks
Karya yang Yesus kerjakan disimpulkan oleh penginjil Matius dengan singkat dan padat: "Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan" (ay. 35). Berdasarkan teks ini, kita bisa melihat bahwa tindakan pelayanan Yesus terdiri dari pengajaran (guru), pemberitaan (pemberita), dan pemulihan (penyembuh). Semua karya itu dilakukan demi tegaknya Injil Kerajaan Surga (kerap disebut Injil Kerajaan Allah).
 

Menurut Widi Artanto, Injil Kerajaan Surga adalah visi dan misi Yesus di dunia. Visi dan misi tersebut melingkupi empat tema utama, yaitu: keutuhan ciptaan, pembebasan, kehambaan, dan perdamaian. Empat tema itu diungkapkan lewat satu kata: shalom! ltulah yang dilakukan Yesus dalam karya-Nya.
Menariknya, penempatan teks ini diletakkan sebelum pemanggilan dan pengutusan para murid (lih.Mat. 10:1-15). Hal itu menegaskan bahwa para murid juga diminta, seperti Yesus, untuk berkarya menghadirkan dan menegakkan Injil Kerajaan Sorga.
Dalam kerangka melakukan karya-Nya. Yesus berkeliling. Dengan berkeliling, Yesus bisa memahami realita sekaligus belajar dari realita itu. Itu sebabnya pengajaran Yesus mampu mengangkat pergumulan umat sekaligus dikemas dengan bahasa yang dimengerti umat. Sehingga mental pujian. seperti: "Yang demikian belum pernah dilihat orang Israel" (Mat. 9:33). Melihat keadaan pada waktu
berkeliling adalah tindakan yang cukup melelahkan dan menyita waktu. Penginjil pernah mencatat tuturan bahwa Yesus tertidur saat berada di perahu (lihat Luk. 8:23). Memang secara
geografis, lingkup perjalanan Yesus terbatas di Palestine dan Yerusalem atau sekitarnya. Namun perjalanan itu lebih mengandalkan kekuatan kaki yang tentu berbeda dan tidak bisa dibandingkan dengan keadaan masa kini.
Menariknya, kelelahan yang mungkin dialami Yesus tidak menghentikan karya-Nya. Semua itu berangkat dari ungkapan "tergeraklah hati" Yesus. Berulang kali teks Alkitab mencatat hal tersebut (mis. Mrk. I:41: Mat. 14:14; Luk. 7:3 dan sebagainya). Kata ini (Yun: splagkhnistheis) diterjemahkan dengan compassion. Compassion. menurut Karen Armstrong, berarti "menanggungkan [sesuatu] bersama orang lain; menempatkan diri kita dalam posisi orang lain, untuk merasakan penderitaannya seolah-olah itu adalah penderitaan kita sendiri, dan secara murah hati masuk ke dalam sudut pandangnya." Dengan demikian, tindakan berkeliling Yesus membuat Yesus mampu melihat realitas di sekelilingnya, sekaligus memahami pergumulan yang dihadapi oleh masyarakat yang dijumpainya. Yesus berkeliling untuk mencari informasi dan mengolahnya bagi kepentingan pemberitaan Injil Kerajaan Allah.

pengenaan
Generasi masa kini kerap disebut generasi menunduk. Mengapa? Karena di mana pun mereka berada fokus mereka ada pada gawai (gadget) di genggaman. Gawai dengan koneksi internet memang menyediakan informasi yang bercorak "kelimpahan," "keterjangkauan" (aksesibilitas), dan "kelangsungan" (immediacy). Jika demikian, bukankah generasi masa kini memiliki informasi yang cukup? Dengan informasi yang sedemikian banyak itu, apakah generasi masa kini telah melihat sekeliling dengan baik? Jawabnya tidak! Kelimpahan informasi ternyata tidak membuat generasi muda paham dengan dunia sekelilingnya Menurut Komisi Kateketik KWI penyebab utamanya adalah ketiadaan keheningan. Ketiadaan keheningan membuat informasi sekadar data yang kerap diterima tanpa filter kekritisan. Itu sebabnya berita hoax kerap diterima sebagai kebenaran. Lebih lanjut, terhadap data itu tidak dilakukan analisis sosial yang memadai.
Keheningan adalah sebuah upaya merenungkan dengan lebih mendalam informasi-informasi yang kita terima. Lewat keheningan kita diajak merenungkan apa manfaat informasi itu? Apakah informasi ini adalah berita bohong (hoax)? Apakah informasi itu juga bermanfaat bagi orang lain?
Berlimpahnya informasi menunjukkan kelebihan yang diberikan oleh kemajuan teknologi informasi. Kemajuan itu mesti diterima sebagai keniscayaan, namun sekaligus didialogkan lewat filter kehati¬hatian dan analisis sosial yang cukup memadai. Melalui cara itu, limpahan informasi memampukan remaja melihat sekeliling dengan baik, yang pada gilirannya mampu memberi makna bagi kehidupan di masa kini.

langkah-langkah penyampaian
1. Ajak remaja melihat berita atau gambar hoax. Minta mereka memberi komentar atas berita atau gambar hoax itu (lihat Ilustrasi).
2. Melihat sekeliling adalah hal yang penting untuk melihat realitas secara kritis dalam sikap keheningan. Apa yang dilakukan Yesus menjadi contoh (lihat Penjelasan Teks).
3. Tegaskan bahwa karya pelayanan Yesus berangkat dari tindakan berkeliling yang dilakukan Yesus. Dengan berkeliling Yesus memiliki data hingga karya-Nya sesuai dengan kebutuhan kehidupan.
4. Remaja perlu bersyukur sebab kemajuan teknologi informasi memberikan limpahan informasi yang luar biasa. Dengan sikap kritis dan keheningan, remaja tidak menjadi korban hoax, namun justru berperan memberi wawasan yang bermanfaat bagi kehidupan.
5. Akhiri dengan Kegiatan.

kegiatan
Belajar melakukan pengamatan kehidupan melalui lingkaran pastoral.
 

1. Minta remaja mengamati sebuah keadaan yang disebut pengalaman (adalah baik jika keadaan atau aktual atau viral di jemaat).
2. Minta remaja menganalisis secara sederhana keadaan atau pengalaman itu. Cara menganalisisnya bisa dengan 5 W I H (Who, What, When, Where, Why, dan How).
3. Buatlah refleksi atas hasil analisis itu. Refleksi adalah upaya melihat realitas itu berdasarkan pemahaman teologis kita.
4. Buatlah perencanaan dan aksi untuk menjawab keadaan yang telah dianalisis dan direfleksikan
5. Lakukanlah evaluasi (meninjau kembali perencanaan dan aksi) yang telah dibuat itu.

ilustrasi


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 |


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999