HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 41
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

Januari 2017    
1. CIPTAAN TUHAN SUNGGUH AMAT BAIK
Kejadian 1:1-31
 
  1
2. BAIK ... APAKAH SEMPURNA?
Mazmur 74:12-17:104:24
 
  2
3. MANUSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
Kejadian 2:4b-25
 
  3
4. DISABILITAS ADALAH ANUGERAH
yohanes 9:141
 
  4
5. BERAGAMNYA VARIASI CIPTAAN TUHAN
1 Korintus 2:11-12
 
  5

 


2017
Januari
Minggu 2
 



 

 


BAIK... APAKAH SEMPURNA?


Bacaan: Mazmur 74:12-17; 104:24 Bahan yang Diperlukan: -

FOKUS



Tidak jarang media massa menyajikan berita-berita tentang rupa-rupa bencana alam yang terjadi di berbagai pelosok dunia. Rupa-rupa bencana alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, badai atau angin ribut, dan tsunami, seringkali merenggut nyawa banyak orang. Tentu saja akibat dari bencana alam itu bukan hanya jatuhnya korban jiwa, tetapi juga rusaknya lingkungan alam dan pemukiman orang (penduduk) di daerah terjadinya bencana. Beberapa orang mengatakan bahwa bencana alam adalah bagian dari tindakan Tuhan yang penuh misteri bagi kehidupan manusia. Beberapa lainnya mengatakan bencana alam sebagai bagian dari keberlangsungan alam atau suatu fenomena alam.

Melalui pelajaran ini, remaja diajak untuk menyadari bahwa alam ciptaan Allah itu baik, tetapi tidak sempurna dalam harapan manusia. Manusia berharap, alam ciptaan Allah adalah sempurna - dalam arti tidak ada hal-hal alami yang merugikan atau menyusahkan kehidupannya. Namun, pada kenyataannya alam ciptaan Allah masih terus melangsungkan proses alaminya menuju masa depan, dan itu tak terelakkan menghadirkan rupa-rupa fenomena alam, termasuk fenomena alam yang kita sebut sebagai bencana alam. Jadi, melalui pelajaran ini, Remaja pun diajak untuk mampu menerima kenyataan bahwa rupa-rupa bencana alam merupakan bagian dari fenomena alam yang seharusnya disikapi dalam iman dan pengharapan.
 

PENJELASAN TEKS


Mazmur 74:12-17 adalah bagian dari nyanyian Asaf yang mengungkapkan kesedihan atau ratapan karena rusaknya Bait Suci. Kebanyakan pakar Alkitab mengatakan bahwa Mazmur yang terdiri atas 23 ayat ini berasal dari zaman sesudah keruntuhan Yerusalem, yaitu sekitar 586-520 sM. Dengan demikian Mazmur ini menggambarkan kondisi umat Israel pada masa sebelum Hagai dan Zakharia berkarya. Kalau kita perhatikan pada ayat 1 -2 dan 9, maka kita akan mendapat kesan bahwa kondisi umat Israel pada masa itu merasa ditinggalkan oleh Allah -perhatikan pernyataan ini: "Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya?" - dan itu ditunjukkan oleh nihilnya petunjuk-petunjuk dari Allah - "Tanda-tanda kami tidak kami lihat, tidak ada lagi nabi, dan tidak ada di antara kami yang mengetahui berapa lama lagi."
"Berapa lama lagi" - ungkapan ini menunjukkan keluh-kesah dan sekaligus ratapan umat Israel atas kehidupan yang mereka jalani setelah kota Yerusalem runtuh. Mereka hidup dalam kekuasaan dan penindasan musuh. Yang membuat mereka juga sedih adalah rusaknya Bait Suci, simbol kehadiran Allah di tengah kehidupan mereka. Dengan rusaknya tempat persekutuan kudus itu, mereka merasa tidak tenang dalam menjalani hidup. Bukankah "hanya dekat Allah saja aku tenang"? Oleh karena Bait Suci - sebagai tempat pertemuan Allah, yang membuat umat dekat dengan Allah - itu dirusak dan dikuasai musuh, maka umat pun merasa jauh dari Allah, merasa dilepas sendirian oleh Allah. Inilah seruan umat kepada Allah, "Mengapa Engkau menarik kembali tangan-Mu, menaruh tangan kanan-Mu di dada?" (ayat 11).

Bagian yang menjadi perhatian kita untuk pelajaran Minggu ini (Mzm. 74:12-17) merupakan bagian kedua dari Mazmur 74. Berbeda dari bagian pertama (ayat 1-11) yang berisi seruan pcngaduan kepada Allah tentang penderitaan yang umat Israel sedang alami karena rusaknya Bait Suci, bagian kedua ini berisi pernyataan iman kepada Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Menarik di sini, pernyataan iman ini menegaskan relasi yang tak terpisahkan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, antara perbuatan Allah, kehidupan umat, dan rupa-rupa fenomena alam. Pernyataan iman ini dibuka demikian: "Namun Engkau, ya Allah adalah Rajaku dari zaman purbakala, yang melakukan penyelamatan di bumi" (ayat 12). Jelas Pemazmur menyatakan bahwa Allah itu Raja atau Penguasa yang telah berkarya sejak masa lalu ("purbakala") - di sini (tidak tertutup kemungkinan) Pemazmur menyinggung iman kepada Allah yang mengerjakan karya penciptaan langit dan bumi, dan Raja atau Penguasa yang terus-menerus berkarya pada masa kini dan masa depan - di sini Pemazmur menyinggung iman kepada Allah yang mengerjakan karya penyelamatan di bumi.

Beberapa peristiwa alam disinggung dalam bagian kedua Mazmur 74 ini, yakni antara lain peristiwa "terbelahnya" laut, mata air, dan sungai, peristiwa siang dan malam dengan benda-benda langit yang menghiasinya, dan peristiwa bcrgantinya musim, secara khusus musim kemarau dan musim hujan. Dengan gamblang, Pemazmur menghubungkan rupa-rupa fenomena alam ini dengan Allah sendiri. Allah diyakini sebagai Yang Mahakuasa, yang menjadikan, mengatur, dan mengarahkan semua fenomena alam sesuai dengan rencana-Nya. Walaupun berasal dari penulis yang berbeda, Mazmur 104:24 mampu meringkas pernyataan-pernyataan iman yang dikemukakan dalam Mazmur 74 ini: "Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kau jadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu."

Pada Mazmur 104:24, kita membaca pernyataan tentang penciptaan segala sesuatu (perhatikan kata "sekaliannya") bcrdasarkan 'kebijaksanaan' Allah. Pernyataan seperti ini dapat kita temukan juga pada Amsal 3:19 dengan memakai kata 'hikmat' dan 'pengertian', dan pada Yeremia 10:12 dengan memakai kata-kata: 'kekuatan', kebijaksanaan', dan 'akal budi'. Penegasan penciptaan berdasarkan kebijaksanaan atau hikmat Allah sebenarnya mau mengungkapkan minimal tiga hal:

1) Segala sesuatu yang Allah ciptakan adalah baik (ingat materi Derap Remaja Minggu 1 Januari). Dalam Kejadian 1, kata 'baik' (tobh) berarti juga indah alias punya nilai estetis.

2) Segala sesuatu yang Allah ciptakan itu sesuai dengan rencana-Nya yang baik. Allah adalah Yang Mahabaik; oleh karena itu, Dia pun menciptakan sesuai dengan kebijaksanaan-Nya yang baik. Namun, kita seharusnya menyadari, kebaikan Allah tidak sama dengan kebaikan menurut ukuran manusia. Allah adalah Yang Mahabesar; manusia adalah makhluk ciptaan-Nya. Manusia memiliki keterbatasan dalam memahami hikmat, pengetahuan, dan pikiran Allah (bandingkan Roma 11:33-35).

3) Segala sesuatu yang Allah ciptakan itu sempurna, dalam arti mencapai tujuan-Nya yang baik. Di sini kita pun seharusnya menyadari keterbatasan kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. Kesempurnaan menurut Allah tentu berbeda dari kesempurnaan menurut ukuran manusia. Jadi, inilah yang seharusnya terjadi dalam hidup kita: dalam ketidaksempurnaan menurut ukuran manusia, dengan iman dan pengharapan, kita berusaha melihat kesempurnaan karya Allah. Kita mengakui rupa-rupa bencana alam di bumi ini sebagai ketidaksempurnaan alam. Namun, iman dan pengharapan kepada Allah Pencipta, Yang Mahabaik, mendorong kita untuk melampaui ketidaksempurnaan itu, lalu memandang kesempurnaan karya Allah dalam segala sesuatu.

Penulis Mazmur 74 menyatakan iman dan pengharapan kepada Allah Pencipta, Yang Mahabaik. Tak dapat dielakkan, iman dan pengharapan itu bertolak dari pengalaman hidupnya dan pengalaman hidup kolektif umat Israel bersama dengan Allah di sepanjang sejarah. Itulah sebabnya rupa-rupa fenomena alam, termasuk bencana-bencana alam yang terjadi pada masa lalu, ia hayati sebagai karya Allah. Jadi, Pemazmur pada dasarnya berusaha untuk mengedepankan iman dan pengharapan di tengah kondisi kehidupan yang berliku-liku dan berbatu-batu.
 

PENGENAAN
 


Tidak ada seorang pun menginginkan dirinya atau keluarganya menjadi korban dari suatu bencana. Bencana merupakan suatu keburukan (malum) yang menyusahkan dan menyakitkan bagi seluruh makhluk. Namun, menjalani hidup di dunia ini tak lepas dari suatu bencana. Ada rupa-rupa bencana yang mungkin terjadi dalam perjalanan hidup ini. Salah satunya bersumber dari alam, tepatnya dari proses alam yang berlangsung seiring waktu kehidupan. Bencana yang bersumber dari alam itu sendiri ada banyak macamnya, seperti: gempa bumi, gunung meletus, badai atau angin ribut, dan tsunami. Rupa-rupa bencana alam ini tidak mustahil memakan korban jiwa dan kerusakan alam yang cukup signifikan.
Beberapa orang memandang rupa-rupa bencana alam sebagai bukti ketidaksempuraaan alam ini. Beberapa orang lainnya memandang bahwa semua itu adalah bagian tak terpisahkan dari proses alami seluruh ciptaan Allah. Apakah semua itu berarti Allah menciptakan segala sesuatu ini tidak baik dan tidak sempurna? Kita tahu, Alkitab mempersaksikan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu itu baik. Bahkan dapat ditambahkan, seperti Mazmur 104:24 ungkapkan, Allah menciptakan segala sesuatu itu dengan kebijaksanaan-Nya. Jika demikian, kita seharusnya memahami apa yang dimaksudkan "baik", "sempurna", dan "penciptaan dengan kebijaksanaan" pada kesaksian Alkitab.

Dengan memahami bahwa "baik" dan "sempurna" menurut Allah adalah berbeda dari "baik" dan "sempurna" menurut ukuran manusia, remaja pada gilirannya diajak untuk menyadari bahwa rupa-rupa bencana alam di dunia ini merupakan bagian dari fenomena alam yang seharusnya disikapi dalam iman dan pengharapan kepada Tuhan. Oleh karena itu, daripada mempersalahkan Tuhan (karena dipandang "tidak becus" dalam menciptakan alamsemesta, misalnya) atau mempersalahkan diri atau keluarga atau sesama yang lain (karena dipandang "banyak dosa"), remaja diundang untuk tersungkur di hadapan Allah Pencipta, Yang Mahabaik, Yang Tak Terpahami. Selain itu, yang lebih utama lagi adalah remaja diajak untuk selalu waspada dan bersikap antisipatif terhadap datangnya bencana alam, misalnya dengan menjaga lingkungan alam sekitarnya atau melakukan gerakan cinta alam yang lebih luas.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Awali dengan memberikan Ilustrasi sebagai pembuka wawasan tentang fenomena alam yang terjadi di bumi.
2. Ajak remaja melakukan Kegiatan.
3. Sampaikan penjelasan teks Mazmur 74:12-17 dan Mazmur 104:24. Di sini remaja diajak untuk memahami bahwa Allah menciptakan alam dan segala isinya itu dengan baik dan berdasarkan kebijaksanaan-Nya (lihat Penjelasan Teks).
4. Ajak remaja untuk memandang rupa-rupa bencana alam sebagai bagian dari fenomena alam yang seharusnya disikapi dalam iman dan pengharapan (lihat Fokus dan Pengenaan).
5. Akhiri dengan menyanyikan NKB 128 "Kuberserah kepada Allahku".

                                                                                                   
KEGIATAN


1. Remaja masuk ke dalam beberapa kelompok kecil.
2. Remaja berdiskusi tentang fenomena alam, secara khusus berkaitan dengan fenomena perubahan iklim yang terjadi sekarang ini. Beberapa pertanyaan dapat menjadi bahan untuk diskusi ini:
a. Bagaimana menurut pendapatmu tentang cuaca akhir-akhir ini?
b. Apa yang menyebabkan perubahan iklim terjadi sedemikian drastis?
3. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya.

                                        

ILUSTRASI


                                                                         KIAMAT 29 JULI 2016?

Beberapa waktu lalu Kelompok End Times Propechies mem-posting sebuah video "Why The World Will End Surely On 29 July 2016" yang membuat gempar banyak orang. Mereka mengklaim bahwa Bumi akan kiamat pada 29 Juli 2016. Apa dasar yang dipakai kelompok ini?

Kelompok End Times Propechies menggunakan teori bahwa pada 29 Juli 2016, dua kutub bumi, yakni Kutub Selatan dan Kutub Utara, akan terbalik. Mereka mengkhawatirkan bahwa bergesernya kutub akan melemahkan medan magnet secara temporer yang melindungi makhluk bumi dari radiasi matahari. Teori lain menyebutkan bahwa bergesernya kutub akan mengubah rotasi bumi. Oleh karena itu, pergeseran ini dianggap akan menyebabkan rentetan peristiwa lain yang berakhir pada kiamat.

Pihak NASA sudah memberikan penjelasan. Ini adalah sebuah fenomena alam yang biasa terjadi. Para ilmuwan menjelaskan bahwa pada saat ini sedang berlangsung pergeseran kutub bumi yang merupakan fenomena geomagnetik, yaitu Kutub Utara perlahan bergerak ke arah kutub magnetik utara karena pergeseran besi cair di inti bumi.

Ilmuwan menyebutkan bahwa bumi memang mengalami perputaran geomagnetik penuh setiap 780 ribu tahun. Namun, pergeseran kutub magnetik tidak mendadak dan bergerak sangat pelan. Tak ada catatan geologi yang menunjukkan bahwa pergeseran kutub harus ditanggapi dengan serius. Menurut catatan, kutub sudah bergeser lebih dari 965 kilometer sejauh ini, seperti dilansir Inquisitry. NASA menambahkan bahwa pada abad ke-20, kutub bumi sudah bergeser sekitar 64,3 kilometer per tahun. Menurut penelitian mereka, pergerakan itu akan bertambah cepat antara 14 Juli - 19 Agustus sehingga besar kemungkinan itulah pemicu munculnya ramalan kiamat 29 Juli ini. "Saat ini kutub Bumi memang mengalami geomagnetik tapi tak perlu panik karena penduduk bumi sulit untuk melihatnya. Sejauh ini tak ada catatan geologi yang menyebut bahwa bumi akan kiamat dengan Kutub Utara dan Kutub Selatan yang berbalik. Meskipun nanti medan magnet bumi akan melemah, atmosfer bumi yang tebal mampu melindungi diri dari partikel matahari. Penting untuk diingat bahwa berbaliknya kutub magnetik bumi secara utuh membutuhkan waktu ribuan tahun, sehingga proses tersebut berkaitan dengan semua perubahan cuaca drastis dan aktivitas seismik. Satu-satunya efek fenomena ini adalah alat penunjuk arah atau kompas harus diperbaiki," demikian penjelasan dari NASA.

Sumber:
http://plus.kapanlagi.com/nasa-benarkan-kutub-bumi-sedang-bergeser-29-juli-bakal-kiamat-e0721f.html dan http://global.liputan6.com/read/2556325/pergeseran-kutub-bumi-akan-picu-kiamat-29-juli-2016
           
ILUSTRASI 2

LAMPIRAN

NKB 128 "Kuberserah kepada Allahku"

'Ku berserah kepada Allahku
di darat pun di laut menderu.
Tiap detik tak berhenti,
Bapa surgawi t'rus menjagaku.

Refrein:

'Ku tahu benar 'ku dipegang erat,
di gunung tinggi dan samudera;
di taufan g'lap 'ku didekap.
Bapa surgawi t'rus menjagaku                                                    

               

                                                                                                                                  


A R S I P
| derap desember 0415 | derap januari 0116 | derap januari 0216 | derap januari 0316 |
| derap januari 0416 | derap januari 0516 | derap februari 0116 | derap februari 0216 | derap februari 0316 |
| derap februari 0416 | derap maret 0116 | derap maret 0216 | derap maret 0316 | derap maret 0416 |
 | derap april 0116 | derap april 0216 | derap april 0316 | derap april 0416 | derap mei 0116 |

 | derap mei 0216 | derap mei 0316 | derap mei 0416 |derap mei 0516 |derap juni 0116 | derap juni 0216 |
 | derap juni 0316 | derap juni 0416 |derap juli 0116 | derap juli 0216 | derap juli 0316 | derap juli 0416 |  |derap juli 0516 | derap agustus 0116 | derap agustus 0216 | derap agustus 0316 | derap agustus 0416 |
| derap september 0116 | derap september 0216 | derap september 0316 | derap september 0416 |
| derap oktober 0116 | derap oktober 0216 | derap oktober 0316 | derap oktober 0416 |
| derap oktober 0516 | derap nopember 0116 | derap nopember 0216 | derap nopember 0316 |
|derap nopember 0416 | derap desember 0116 | derap desember 0216 | derap desember 0316 |
| derap desember 0416 | derap januari 0117 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999