HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 41
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

Januari 2017    
1. CIPTAAN TUHAN SUNGGUH AMAT BAIK
Kejadian 1:1-31
 
  1
2. BAIK ... APAKAH SEMPURNA?
Mazmur 74:12-17:104:24
 
  2
3. MANUSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
Kejadian 2:4b-25
 
  3
4. DISABILITAS ADALAH ANUGERAH
yohanes 9:141
 
  4
5. BERAGAMNYA VARIASI CIPTAAN TUHAN
1 Korintus 2:11-12
 
  5

 


2017
Januari
Minggu 3
 



 

MANUSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN



Bacaan: Kejadian 2:4b-25
Bahan yang Diperlukan: kertas dan alat tulis, film "The Miracle of Life"


 

FOKUS



Tidak ada seorang pun di dunia ini mampu memesan bagaimana dan seperti apa ia dilahirkan. Dengan teknologi rekayasa genetika di dunia kedokteran yang canggih sekarang ini, tidak tertutup kemungkinan, pasangan suami istri (ayah dan ibu) mampu "memesan" bagaimana anak mereka nantinya. Mereka dan tim medis yang canggih itu mungkin akan mengatur ini dan itu tentang anak yang diharapkan untuk dilahirkan. Namun anak yang dilahirkan nantinya tidak mampu berbuat apa-apa, selain menerima apa adanya dirinya. Memang, tidak jarang terjadi, dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, seorang anak yang dilahirkan mulai bertanya mengapa aku begini, mengapa aku begitu. Paling sering hal seperti itu terjadi ketika seorang anak memasuki masa remaja. Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan diri itu, remaja berusaha mengenali dirinya secara lebih, termasuk seksualitas dirinya. Pelajaran ini mengajak remaja untuk menyadari bahwa seksualitas sebagai laki-laki atau perempuan adalah pemberian atau anugerah Tuhan. Dengan demikian remaja pun diajak untuk mensyukuri anugerah Tuhan atas seksualitas dirinya dan untuk mengelola diri sebagaimana dirinya itu dengan sukacita demi kemuliaan Tuhan.
 

PENJELASAN TEKS


Kejadian 2:4b-25 berasal dari sekitar abad ke-10 S.M. Namun, dalam perkembangannya teks tua ini dipakai dan disesuaikan sedemikian rupa untuk kehidupan religius umat Israel oleh kelompok Imam (Priest), Isi yang mau disampaikan melalui teks ini lebih merupakan refleksi iman tentang TUHAN Allah sebagai Pencipta, daripada informasi (ilmiah) tentang penciptaan manusia. Namun, paparan refleksi iman ini pun memuat suatu penghayatan dan pemahaman tentang lingkungan alam, aneka jenis pohon, binatang-binatang, manusia, dan kondisi mereka secara keseluruhan yang tampak ideal pada mulanya. Tak dapat dielakkan, perhatian terhadap manusia mencolok pada teks ini.

Ayat 4b-7 menjadi semacam pengantar ke dalam kisah manusia pada mulanya. Pengantar yang singkat itu memberikan latar belakang konteks umum penciptaan manusia, yakni penegasan tentang belum adanya semak, hujan, dan manusia di bumi. Namun, selanjutnya penulis juga menyampaikan bahwa "ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi". Kata 'kabut' (Ibrani: ed) di sini memiliki pengertian tentang 'sesuatu yang basah' atau 'mengandung air'. Oleh karena itu, kata ini pun dapat diterjemahkan 'air' (bandingkan Alkitab LAI Bahasa Indonesia Masa Kini Kej. 2:6: "Tetapi air mulai merembes dari bawah dan membasahi permukaan bumi."). Seiring adanya unsur basah atau air, penciptaan manusia pun berlangsung: "Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya" (ayat 7). Dua unsur lain disebutkan di sini: debu tanah (Ibrani: adamah) dan nafas hidup (Ibrani: nisymat khayyim). Unsur 'debu tanah' mau menunjukkan dari mana manusia itu berasal, yaitu dari bumi. Dengan demikian, manusia itu bersifat fana, tidak kekal. Tentang ini, Kejadian 3:19 menuliskan, "sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." Unsur 'nafas hidup' menunjukkan dari mana manusia itu hidup, yaitu dari TUHAN Allah. Dengan demikian manusia itu mampu berelasi dekat dengan Allah.

Pada ayat 8-17 Penulis teks memaparkan bagaimana TUHAN Allah mengerjakan segala hal untuk mempersiapkan tempat bagi manusia. TUHAN Allah membuat taman (Ibrani: gan) di Eden. Taman atau kebun Eden itu ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon dari bumi yang buahnya menarik dan dapat dimakan, dan pohon kehidupan (Ibrani: ets hakhayyim) serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (Ibrani: ets hada 'ath tobh wara). Kedua pohon yang disebutkan terakhir ini berkaitan erat dengan kehendak Allah. Hal pohon kehidupan, buahnya menjadi penentu hidup yang abadi (lihat Kejadian 3:22). Hal pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, buahnya menjadi penentu kematian - oleh karena itu, TUHAN Allah melarang manusia untuk memakannya (lihat Kejadian 2:16-17). Selain ditumbuhi oleh pohon-pohon, kebun itu pun dialiri sungai-sungai. Sungai-sungai ini mengelilingi seluruh tanah Hawila yang di dalamnya terkandung barang-barang mahal, antara lain: emas, damar bedolah, dan batu krisopras. Sungai-sungai menjadikan kebun Eden sebagai kebun yang subur. Barang-barang yang mahal menjadikan kebun Eden sebagai kebun yang makmur. Ini sesuai dengan nama kebun itu sendiri, Eden - arti harfiahnya adalah 'makmur'.

Ayat 15-25 menguraikan bagaimana dan mengapa manusia yang dijadikan TUHAN Allah dari debu tanah itu ditempatkan dalam kebun Eden. Manusia ternyata ditempatkan oleh Allah di kebun yang subur dan makmur itu "untuk mengusahakan dan memelihara taman itu" (ayat 15). Lalu Allah pun menyampaikan perintah kepada manusia itu tentang pohon yang boleh dimakan buahnya dan yang tidak boleh dimakan buahnya. Selanjutnya Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan burung. Segala binatang dan burung itu dijadikan Allah sebagai penolong yang sepadan (Ibrani: ezer kenegeddo, harfiah: 'teman yang setara') bagi manusia. Allah membawa semuanya itu kepada manusia itu untuk melihat bagaimana ia menamai binatang-binatang itu. Sampai di sini, tampaklah terjalin relasi antara manusia dan segala makhluk hidup yang diciptakan Allah itu ketika pemberian nama berlangsung. Namun, penolong yang sepadan bagi manusia itu tidak dijumpai. Lantas Allah menciptakan seorang perempuan dari salah satu rusuk manusia itu. Ketika melihat perempuan itu, manusia itu berkata, "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, scbab ia diambil dari laki-laki" (ayat 23). Itulah perkataan yang menunjukkan bahwa perempuan itu adalah penolong yang sepadan bagi laki-laki. Jadi baik laki-laki maupun perempuan, keduanya adalah manusia karena mereka memiliki tulang dan daging yang sama. Bahkan Penulis teks ini menyatakan bahwa keduanya, laki-laki dan perempuan itu, menjadi satu daging (ayat 24) - suatu pernyataan yang menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan adalah satu persekutuan yang akrab.
 

PENGENAAN
 


Pada dasarnya, menjadi laki-laki atau perempuan itu merupakan hal yang tak dapat dipisahkan dari rencana Allah dalam karya penciptaan-Nya. Menjadi laki-laki atau perempuan adalah sama dengan menjadi manusia. Dari kisah Penciptaan manusia ini, kita dapat meyakini bahwa Allah tidak pernah membedakan kedudukan atau status antara laki-laki dan perempuan. Kita membaca, manusia (laki-laki) itu menegaskan bahwa perempuan yang dijadikan Allah itu sungguh adalah penolong yang sepadan, atau teman yang setara, bagi dirinya. Pembedaan antara laki-laki dan perempuan terletak bukan pada hakikatnya, tetapi pada seksualitas tubuhnya. Jadi, jika demikian, maka kita - baik laki-laki maupun perempuan - seharusnya tidak melakukan pembedaan tentang hakikat diri kita sebagai manusia. Di mata Allah, hakikat laki-laki dan perempuan adalah sama dan satu, yakni manusia.

Dari kesaksian Alkitab ini, kita seharusnya memandang bahwa terlahir sebagai manusia, entah sebagai laki-laki atau perempuan, adalah bagian dari rencana Allah dalam karya penciptaan-Nya. Bahkan, dalam perspektif iman Kristen, terlahir sebagai manusia di bumi ini, entah sebagai laki-laki atau perempuan, adalah bagian dari rencana Allah dalam karya penyelamatan-Nya. Tulis Rasul Paulus, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya" (Efesus 2:10). Jadi, dalam iman, kita yakin, menjadi manusia, baik laki-laki maupun perempuan, adalah anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan tersebut seharusnya diterima, dikecap, disyukuri, dan dirayakan oleh kita di sepanjang perjalanan hidup kita di dunia ini.

Secara khusus, bagi remaja, kesadaran seksualitas diri, entah sebagai laki-laki atau perempuan, merupakan hal penting dalam rangka pengelolaan diri mereka. Dalam hal ini remaja diajak untuk menerima dan mensyukuri seksualitas diri mereka. Seksualitas diri itu adalah anugerah Tuhan dalam karya penciptaan-Nya dan karya penyelamatan-Nya. Dengan seksualitas diri yang dihayati dan dikelola dengan baik, remaja dapat menjadi berkat bagi banyak orang demi kemuliaan Tuhan.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Awali dengan film "The Miracle of Life", film tentang proses menjadi manusia (lihat Ilustrasi).
2. Ajak remaja melakukan Kegiatan 1 untuk mengetahui pemahaman mereka tentang tubuh laki-laki dan perempuan.
3. Sampaikan kepada remaja bahwa setiap pribadi perlu mengenali dirinya secara lebih, termasuk seksualitas dirinya. Ajaklah remaja untuk memahami bahwa seksualitas sebagai laki-laki atau perempuan adalah pemberian atau anugerah Tuhan (lihat Fokus)
4. Kemukakan kesaksian Alkitab, secara khusus dari Kejadian 2:4b-25, tentang hakikat manusia, laki-laki dan perempuan, sebagai ciptaan Allah (lihat Penjelasan Teks).
5. Tekankan bahwa pada hakikatnya laki-laki dan perempuan adalah manusia yang diciptakan oleh Allah sesuai dengan rencana-Nya. Tidak ada perbedaan hakikat sebagai manusia pada diri laki-laki dan perempuan. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan itu berkaitan dengan seksualitas. Oleh karena seksualitas itu adalah anugerah Allah dalam karya penciptaan-Nya dan karya penyelamatan-Nya, remaja diajak untuk mensyukuri dan mengelola seksualitas diri mereka apa adanya untuk kemuliaan Tuhan (Lihat Pengenaan).
6. Akhiri dengan Kegiatan 2 sebagai refleksi tentang pengenalan atas seksualitas diri yang telah diberikan Tuhan.

                                                                                                   
KEGIATAN


KEGIATAN 1

1. Bentuklah kelompok-kelompok kecil terdiri atas 4 orang (2 laki-laki dan 2 perempuan).
2. Diskusikan dalam kelompok kecil itu tentang tiga kelebihan dari laki-laki dan perempuan.
3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.

KEGIATAN 2

1. Setiap remaja dibagikan sehelai kertas dan alat tulis.
2. Setiap remaja diminta untuk menuliskan impiannya sebagai laki-laki atau perempuan: ingin menjadi apa (berdasarkan seksualitas dirinya) pada masa depan?
3. Setiap remaja menuliskan langkah-langkah untuk mencapai impian tersebut.
4. Setiap remaja menyatakan tekad untuk mencapai impian itu dalam doa secara pribadi.

                                        

ILUSTRASI


                                                                     Film "The Miracle of Life"

Diunduh dari https://www.youtube.com/watch?v=GZk4hT7ncvO
Film animasi ini menggambarkan proses menjadi manusia, mulai dari masuknya sel sperma ke sel telur (ovum) sampai dengan kelahiran seorang manusia. Dengan film ini, Remaja diajak untuk memahami bahwa secara alami, menjadi manusia itu. entah laki-laki atau perempuan, merupakan peristiwa yang luar biasa, yang dalam perspektif iman dipandang sebagai peristiwa anugerah Tuhan.                                                                    
                                                          
               

                                                                                                                


A R S I P
| derap desember 0415 | derap januari 0116 | derap januari 0216 | derap januari 0316 |
| derap januari 0416 | derap januari 0516 | derap februari 0116 | derap februari 0216 | derap februari 0316 |
| derap februari 0416 | derap maret 0116 | derap maret 0216 | derap maret 0316 | derap maret 0416 |
 | derap april 0116 | derap april 0216 | derap april 0316 | derap april 0416 | derap mei 0116 |

 | derap mei 0216 | derap mei 0316 | derap mei 0416 |derap mei 0516 |derap juni 0116 | derap juni 0216 |
 | derap juni 0316 | derap juni 0416 |derap juli 0116 | derap juli 0216 | derap juli 0316 | derap juli 0416 |  |derap juli 0516 | derap agustus 0116 | derap agustus 0216 | derap agustus 0316 | derap agustus 0416 |
| derap september 0116 | derap september 0216 | derap september 0316 | derap september 0416 |
| derap oktober 0116 | derap oktober 0216 | derap oktober 0316 | derap oktober 0416 |
| derap oktober 0516 | derap nopember 0116 | derap nopember 0216 | derap nopember 0316 |
|derap nopember 0416 | derap desember 0116 | derap desember 0216 | derap desember 0316 |
| derap desember 0416 | derap januari 0117 | derap januari 0217 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999