HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Lihatlah Sekelilingmu |
Menjadi Berkat|
Tuhan Tidak Diskriminatif|
Menegakkan Keadilan

    Menjadi Berkat
Bagi Banyak Orang

fokus
Tanggal 4 Januari merupakan Hari Konvensi Internasional tentang Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi Rasial. Diskriminasi rasial adalah segala bentuk
Perbedaan, pengecualian, pembatasan, atau pengutamaan berdasarkan ras, warna kulit, keturunan atau kebangsaan atau sukubangsa, yang mempunyai maksud atau
dampak meniadakan atau merusak pengakuan, pencapaian atau pelaksanaan, atas dasar persamaan, hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya atau bidang kehidupan masyarakat yang lain. Perlakuan diskriminatif menjadi tembok pemisah antar pribadi atau kelompok. Hal itu menjadi momok bagi semua pihak untuk hidup bersama secara baik. Rasul Paulus belajar menerima sesama tanpa melihat latar belakang seseorang karena ia belajar dari pengalamannya. Pengalamannya adalah: Tuhan menerima dia apa adanya. Melalui pengalaman itu, ia membuang sikap diskriminatif terhadap sesama. Firman Tuhan mengajar agar kita membuang segala bentuk diskriminatif pada sesama dengan kasih dan penerimaan. Kasih Kristus merobohkan tembok pemisah relasi antar manusia. Melalui pelajaran hari ini remaja memahami Tuhan yang anti diskriminatif dan bersedia mengembangkan sikap anti diskriminatif.


 

penjelasan teks
Pasal 3 dari surat Efesus diawali dengan ungkapan Paulus tentang dirinya. Ia menyebut bahwa dirinya adalah "orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus". Pernyataan ini bermakna bahwa Paulus dijebloskan ke dalam penjara karena pemberitaan Injil Yesus Kristus kepada orang-orang Yahudi maupun orang-orang non Yahudi. Waktu itu orang-orang non Yahudi disebut sebagai orang-orang yang tidak mengenal Allah (ay. 1). Sebutan itu juga dikenakan terhadap jemaat di kota Efesus (ayat 1).Paulus meyakini bahwa Kristus memberikan kepercayaan padanya untuk memberitakan kabar gembira (Injil) kepada semua orang tanpa dibatasi oleh suku dan latar belakang apapun. Ia mensyukuri panggilannya itu dan menyebut hal itu sebagai tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah (ay. 2). Kepadanya diberikan wahyu untuk menyingkapkan kasih karunia Allah. Buah penyingkapan wahyu itu adalah pemahaman baru dalam dirinya. Allah yang berlimpah dengan kasih setia mengasihi semua bangsa. Hal ini tentu berbeda dengan pemahaman dalam diri Paulus sebelum ia menerima wahyu Allah. Sebelumnya ia adalah seorang Yahudi tulen (Farisi), di mana ia merasa sebagai umat pilihan Allah dan bangsa-bangsa lain (non Yahudi) adalah bangsa kafir yang pantas mendapat murka Allah. Pemahaman itu menjadikan Paulus bersikap eksklusif dan diskriminatif terhadap umat lain. Pemahaman lama itu sudah berubah. Pengertian baru didapat karena Kristus. "Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini" (3:8). Dari pengalaman itu, dia tiba pada pengakuan atas ketakterdugaan dan kehebatan kasih Allah. Kasih karunia Allah sungguh berlimpah-ruah dan dahsyat. Di sini tampak jelas, Paulus mengungkapkan kesadaran diri sebagai pribadi "yang paling hina di antara segala orang kudus". Pengalaman dikasihi dan diterima Allah membuat Paulus dapat mengasihi dan menerima sesama. Selain Allah mengasihi dan menerimanya, Paulus juga punya pengalaman diterima oleh sesama. Dalam Kisah Para Rasul 9:26-31 dituturkan bagaimana Barnabas menerima kehadirannya dan mengajak saudara-saudaranya menerima Saulus (nama Paulus dalam versi Ibrani).

Pengalaman yang direfleksikan menimbulkan kesadaran baru. Kesadaran dalam diri Paulus membuatnya mampu meruntuhkan tembok pemisah yang merintangi hidup bersama. Pemberitaan Injil kepada orang-orang non Yahudi merupakan pemberitaan pengharapan bagi semua bangsa. Ungkapan "di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya" merupakan ungkapan dari sikap optimis Paulus bahwa di mata Allah semua orang dari kalangan, suku dan bangsa apapun diterima-Nya. Oleh kasih karunia¬Nya, Allah tidak membeda-bedakan manusia. Maka dari itu jemaat di kota Efesus diminta Paulus agar tidak tawar hati karena melihat keberadaannya di penjara. Ia memang dipenjara, namun bukan karena kesalahannya. Ia dipenjara karena memperjuangkan cinta kasih Kristus kepada segala bangsa. Bahkan dalam keadaan menderita karena perjuangannya untuk merobohkan pemisah antar bangsa itu, Paulus menunjukkan keteladanan imannya melalui sujud syukur kepada Bapa (ay. 14). Tindakan sujud syukur ini menunjukkan bahwa Paulus tidak menyesal terhadap situasi yang dialaminya. Ia menjadi korban perlakuan diskriminatif oleh orang-orang Yahudi, namun la tetap memuji Tuhan. Dari dalam penjara Paulus mendoakan umat (ay. 16) agar mereka beroleh peneguhan Allah untuk tetap erat dan kuat dalam persekutuan cinta kasih Allah sebagaimana dialami Paulus. Roh Allah akan meneguhkan umat sehingga iman dalam Kristus diam dalam hati dan berakar serta berdasar di dalam kasih (ay. 16-17).

pengenaan
Di sekitar kita sikap diskriminatif masih banyak dijumpai. Ada berbagai bentuk diskriminasi seperti: diskriminasi ras, gender, menyisihkan disabilitas, diskriminasi di dunia kerja dan sekolah dan sebagainya. Sikap diskriminatif bisa terjadi karena kesengajaan maupun tanpa disengaja. Baik disengaja maupun tidak, ada korban di sana. Remaja Kristen bisa menjadi korban diskriminasi, seperti diperlakukan tidak adil, diolok-olok, mendapat pembedaan-pembedaan. Apa yang dilakukan? Sikap diam merupakan pembiaran terhadap sikap diskriminatif. Bersikap pro-aktif merupakan cara baik untuk menghentikan perlakuan diskriminatif. Pro-aktif artinya meruntuhkan pemisah diskriminasi dengan cara tepat, baik dan menjadikan semua pihak memiliki kesadaran sama. Dari mana? Dimulai dari diri sendiri. Contoh dari diri sendiri adalah seperti tidak membeda-bedakan sesama, bergaul dengan semua orang tanpa membatasi diri dari latar belakang suku, agama, golongan. Sambil terus mengupayakan pergaulan bersama, upaya penyadaran dilakukan dengan dialog. Upaya mewujudkan perlawanan pada sikap diskriminatif yang muncul dari dalam diri didasari pada penghayatan kita tentang Tuhan. Ia adalah Allah yang tidak diskriminatif. Sebagai Sang Pencipta, Ia mengasihi dan menerima seluruh ciptaan-Nya. Maka dari itu percaya pada Tuhan berarti bertindak sebagaimana yang dilakukan-Nya.

langkah-langkah penyampaian
1. Awali penyampaian dengan menunjukkan gambar "Kita semua adalah Sama". Gambar ini dibuat oleh Dewan Mahasiswa Justicia UGM dalam rangka peringatan Hari Konvensi Internasional tentang Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi Rasial tahun 2017. Mintalah remaja mendialogkan makna pernyataan "kita semua adalah sama".
2. Tanyakan pada remaja pengalaman mendapat perlakuan diskriminatif. Bila ada remaja yang bersedia menceritakan pengalamannya, berilah waktu agar menyampaikan pengalamannya. Sampaikan juga pada remaja bahwa terkadang tanpa disadari, kita bersikap diskriminatif pada orang lain.
3. Ajak remaja membaca Efesus 3:1-17 dan sampaikan Penjelasan Teks.
4. Berikan penekanan pada remaja tentang Allah yang merobohkan tembok pemisah dan Ia memanggil umat-Nya untuk melakukan hal yang sama. Sikap diskriminatif menjadi momok hidup bersama. Paulus merasakan menjadi korban. Meski demikian, ia tidak tawar hati. Semangat memberitakan cinta kasih Allah diteladankan bagi jemaat Efesus agar erat dalam persekutuan kasih.
5. Akhiri dengan Kegiatan.

kegiatan
Membuat Tulisan atau Video Pendek Gerakan Anti Diskriminasi

Mintalah remaja menuliskan dengan bahasa puitis, naratif, gaul atau bahasa yang mereka suka untuk mengungkapkan perlawanan terhadap perlakuan diskriminatif. Syarat: hindari SARA, menyudutkan kelompok tertentu. Gerakan anti diskriminasi mesti dilakukan dengan cara sopan. Usai menulis, minta remaja mendialogkan dalam kelompok dan mengirimkan tulisan mu di media sosial.
Selain dalam bentuk tulisan, remaja dapat pula membuat video pendek sebagai gerakan anti diskriminasi. Video pendek itu dapat di-share melalui grup medsos atau ke jejaring yang lain.

ilustrasi
JAKARTA,PGI.OR.ID-Tindakan diskriminatif telah merambah ke dunia pendidikan di Indonesia. Contoh kasus apa yang dilakukan oleh An Harianto, Kepala Sekolah Negeri 4, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Pekanbaru, Riau, yang rnenyatakan bahwa siswa beragama Kristen dilarang untuk membacakan UUD 1945 karena dianggap janggal bila harus menyebut Allah (sebagaimana yang tertulis dalam UUD 1945 alinea ketiga).
Kasus lain, di SMP Negeri I, Peranap Napal, Riau. Di sekolah ini siswi-siswi beragama Kristen dipaksa untuk mengenakan jilbab dan berdoa menurut agama Islam sebelum memasuki kelas. Menyikapi kedua kasus tersebut, Majelis Pekerja Harian-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH-PGI) melayangkan surat protes keras dan memohon perhatian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henrietta Hutabarat-Lebang dan Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom itu, MPH-PGI meminta agar Mendikbud RI Muhadjir Effendy menegur Kepala Sekolah Negeri yang memaksakan kebijakan diskriminatif terhadap peserta didik, dan melanggar UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
"Kami kuatir, bila hal-hal seperti ini tetap dibiarkan maka dapat menjadi preseden buruk dan kemungkinan terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia," demikian surat tertanggal 7 Desember 2016 itu. (https://pgi.orid/diskriminasi-di-lembaga-pendidikan-pgi-layangkan-surat-protes-kepada-mendikbud¬ri/)

 


 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999