HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Lihatlah Sekelilingmu |
Menjadi Berkat|
Tuhan Tidak Diskriminatif|
Menegakkan Keadilan

    Menjadi Berkat
Bagi Banyak Orang

fokus
Keadilan adalah salah satu syarat masyarakat dapat hidup damai sejahtera. Tanpa keadilan masyarakat akan menjadi kacau, kejahatan berkuasa, penindasan dan tirani merajalela. Oleh karenanya keadilan harus ditegakkan. Tuhan sendiri memanggil manusia untuk menegakkan keadilan. Panggilan untuk menegakkan keadilan juga berarti panggilan untuk hidup benar dalam masyarakat, yakni bertindak berdasarkan hukum dalam memperjuangkan keadilan. Panggilan ini adalah panggilan semua orang dalam masyarakat dan bangsa, panggilan orang per orang secara pribadi, keluarga, kaum dan masyarakat. Maka panggilan ini juga merupakan panggilan bagi orang percaya. Pelajaran hari ini mengajak remaja untuk berani menegakkan keadilan dengan hidup benar di hadapan Tuhan sekaligus percaya pada Tuhan yang adil.

penjelasan teks
Saat mendengar kata "keadilan", mungkin secara cepat orang akan berpikir bahwa itu adalah sebuah prinsip sama rata.Atau, jika itu terkait dengan soal hukuman atas kejahatan seseorang, maka keadilan lalu diartikan sebagai hukuman yang setimpal atas kejahatan seseorang. Namun prinsip keadilan menurut Alkitab tidaklah sesederhana itu. Kata keadilan dalam kitab-kitab Perjanjian Lama berkorelasi dengan pengadilan dan penghakiman
 

(shaphat); penghukuman yang dilakukan dengan proses yang benar (mishpat); pengampunan dan pembalasan (yasha) yang khususnya ditujukan sebagai tindakan Tuhan atas ciptaan; juga kebenaran yang lurus (tsedeq) yang diberlakukan bagi timbangan atau neraca, perkataan, dan juga kasus-kasus etika sebagaimana digunakan dalam Mazmur 40:10.

Mazmur 40:10 menyebutkan bahwa pemazmur (Daud) mengabarkan keadilan Allah. Kata 'keadilan' yang dipergunakan di sini adalah tsedeq. Tsedeq dalam bahasa Ibrani secara harfiah artinya kebenaran yang lurus. Naim Stifan Ateek dalam bukunya yang berjudul "Semata-mata Keadilan: Visi Perdamaian Seorang Kristen Palestina" (BPK GM, 2009, hlm. 167) menjelaskan bahwa dalam bahasa Arab. akar kata tsedeq adalah sidq, yang artinya keadaan yang sebenarnya. Sedangkan dan akar kata bahasa Arab yang sama, sadiq, berarti sahabat: seseorang yang mengatakan kebenaran kepada kita. Jadi perkataan pemazmur "aku akan mengabarkan keadilan (tsedeq)..." (ay. 10) dapat juga dimengerti demikian," aku akan mengabarkan kebenaran, kebenaran yang lurus yang apa adanya." Sampai di sini dapat disimpulkan bahwa keadilan di dalam alkitab tidaklah berdiri sendiri, melainkan selalu merujuk pada kebenaran.

Selain merujuk pada kebenaran, keadilan juga merujuk pada kemurahan atau belas kasih Allah. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan kata "tsedaqah" yang diterjemahkan dengan kata "keadilan" di ayat 11. "Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku....," demikian kata pemazmur (ay. 11). Kata "tsedaqah" dalam bahasa Ibrani secara harfiah berarti keadilan; kebenaran yang disertai dengan belas kasih. Dengan demikian, berbicara tentang keadilan Allah dalam Alkitab selalu terkandung makna kebenaran dan belas kasih Allah di dalamnya.
Kembali pada Mazmur 40:10-11, inilah yang hendak dikabarkan pemazmur, yakni tentang keadilan Allah yang tidak semata-mata menghukum manusia dengan sewenang-wenang atas dosa yang telah diperbuatnya, melainkan yang juga menunjukkan kebenaran dan belas kasih pada waktu yang bersamaan. Hal tersebut dihayati pemazmur dengan berkaca dari pengalamannya sendiri ketika jatuh ke dalam jerat dosa. Seharusnya Allah menghukumnya setimpal dengan kesalahannya, namun kenyataannya tidak. Hukuman itu memang didapatkannya, namun bukan karena Allah yang mengganjarnya, melainkan dosanya sendiri. Dosanya selalu mengejar ke manapun ia pergi sehingga hidupnya tidak tenteram. Pemazmur melukiskan kejaran dosa itu seperti malapetaka yang tak ada habisnya dan senantiasa mengepung hidup pemazmur. Sedemikian banyaknya malapetaka itu hingga tak terhitung banyaknya seperti rambut di kepala (ayat 13). Pemazmur terjerat dan tidak dapat melepaskan diri. Ibarat seorang yang jatuh ke dalam lumpur hidup dan terhisap ke dalamnya untuk mati terbenam hidup-hidup. Usaha apapun untuk melepaskan diri sia-sia saja. Semakin keras meronta dan berusaha melepaskan dirt justru akan semakin tersedot oleh lumpur itu. Hanya jika ada pertolongan dari luar saja maka ia dapat diselamatkan. Pada saat seperti itu,pemazmur bersaksi bahwa Allah yang seharusnya menghukumnya justru yang menjadi penyelamatnya (ay. 12,14,17-18).

Dari pengalamannya pernah ditolong Allah, pemazmur yakin bahwa hanya Tuhan saja yang bisa diandalkan dalam segala situasi. Juga di saat pemazmur menghadapi tekanan dari luar, yakni para musuhnya menginginkan kematiannya (ay. 15) serta mengolok dan menghinanya (ay. I 6). Pemazmur menjadi sangat tertekan dan merasa sangat sengsara (ay. 18). Namun ia percaya pada keadilan Tuhan. Tuhan akan peduli dan menolongnya. Tuhan akan membuat semua orang yang memusuhinya mendapatkan malu dan cela akibat perbuatannya sendiri (ay. 15-16).
Semua soal keadilan Allah itu diceritakan pemazmur di hadapan jemaah yang besar (ay. 10-11).Hal ini bukan tanpa maksud sebab sebagian dari jemaah yang besar atau orang Israel pada waktu itu menjalani praktik hidup yang penuh ritual keagamaan namun tidak mempraktikkan keadilan dalam kehidupan sesehari. Mereka rajin mempersembahkan korban kepada Tuhan,baik itu korban sembelihan, korban sajian, korban bakaran, dan korban penghapusan dosa (ay. 7), namun tidak rajin menegakkan keadilan. Berbagai tindak kejahatan masih merajalela. Pengalaman pemazmur dimusuhi sebagai orang benar menjadi salah satu bukti tidak ditegakkannya keadilan, kebenaran, serta perilaku hidup yang taat kepada Allah dalam dalam hidup bangsa yang menyatakan dirinya sebagai umat Tuhan. Kesaksian pemazmur itu mengingatkan bahwa Tuhan yang Mahaadil akan bertindak pada waktunya. Pada saat itu tidak ada orang yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri, sekeras apapun usahanya.Di pihak lain, kesaksian pemazmur menjadi kekuatan bagi orang-orang yang tetap mengandalkan Tuhan, percaya pada keadilan dan pertolongan Tuhan.

pengenaan
Orang percaya seringkali diperhadapkan pada situasi di mana mengatakan kebenaran diikuti risiko menghadapi kesulitan. Banyak orang telah menjadi korban demi perjuangan menegakkan kebenaran, keadilan dan kejujuran. Kadang secara sadar atau tidak sadar, demi rasa aman atau masa bodoh, orang percaya bersikap diam terhadap ketidakadilan yang terjadi. Malahan kadang orang percaya terseret untuk ikut mengiyakan ketidakadilan. Banyak orang suka menuntut keadilan. Banyak orang suka menikmati perlakuan adil. Sayangnya tidak banyak orang yang mau memperjuangkannya. Situasi sulit akibat berani menegakkan keadilan memang tak terhindarkan. Kadang orang percaya juga gagal menegakkan keadilan, tetapi hendaknya itu tidak menjadikan alasan bagi orang percaya, termasuk remaja, untuk menyerah menegakkan keadilan.

langkah-langkah penyampaian
1 . Awali dengan mengajak remaja melakukan Kegiatan.
2. Sampaikan pengantar bahwa keadilan sangat diperlukan dalam kehidupan bersama dan apa akibatnya jika keadilan tidak ditegakkan (lihat Fokus).
3. Masuklah dalam Penjelasan Teks. Sampaikan dua poin penting tentang keadilan Allah, yakni 1) keadilan Allah selalu merujuk pada kebenaran dan belas kasih Allah, 2) keadilan Allah dapat diandalkan oleh siapapun yang berharap kepada-Nya.
4. Sampaikan Pengenaan. Berikan penegasan bahwa orang percaya jangan hanya menuntut diperlakukan dengan adil saja, melainkan harus berani juga menegakkan keadilan dalam hidup sesehari. Berikan contoh sederhana soal menegakkan keadilan seputar kehidupan remaja sesehari, seperti: tidak menyerobot antrian orang lain, berani mengakui kesalahan dan tidak membiarkan orang lain dihukum karena kesalahan sendiri, tidak memperlakukan adik atau orang yang lebih muda dengan semena-mena, tidak mengucilkan teman yang tidak seide dengannya, dll.
5. Akhiri dengan Ilustrasi. Beri penekanan bahwa Soomro pantang menyerah karena dia tahu bahwa dia tidak bersalah. Memperjuangkan kebenaran kadang tidak mudah namun keadilan harus selalu ditegakkan. Soomro memberikan contoh bahwa jangan pernah takut melangkah walau rintangan menghadangnya dari berbagai arah.

kegiatan
Studi kasus

Laobulaluo adalah seorang kepala polisi di kota Heizhugou, Provinsi Sichuan, China Barat. Ia berusia sekitar 30 tahun. Ia adalah anggota etnis minoritas Yi. Ia dikenal sebagai polisi yang tidak kenal nepotisme.
Selama menjadi kepala polisi, Laobulaluo sudah menahan 48 sanak keluarganya berkaitan dengan berbagai kejahatan yang dilakukan mereka. Mereka adalah saudara, sepupu dan sejumlah anggota keluarga dari pihak istrinya. Bahkan 25 sanak keluarganya harus meringkuk di penjara atau dikirim melakukan kerja sosial atau berbagai bentuk hukuman lainnya. Selama 10 tahun kariernya, dia secara pribadi menahan seorang adiknya dan dua sepupunya karena mabuk dan memukul seorang guru SD setempat. Sanak keluarganya yang lain ditahan karena mencopet tas seorang perempuan.
Sikap tegas kepala polisi ini membuat sanak keluarganya marah dan balik mengancam orangtuanya. Kadang mereka diam-diam memotong ekor atau kaki sapi piaraannya. Menurut kalian apakah yang sebaiknya dilakukan oleh Laobulaluo menghadapi persoalan ini?
(Kenyataan dari akhir cerita tersebut: Laobulaluo berkata, "Pada tahun-tahun pertama, saya tidak berani mudik ke kampung untuk libur Tahun Baru. Tapi sekarang semuanya bagi saya tidak soal. Saya merasa ekoe-oke saja, bagaimanapun keadilan harus ditegakkan.")

Cerita untuk kasus dikutip dengan perubahan seperlunya dari:
http://www.mirifica.net/2014/07/10/kamis-10-juli-2014-menegakkan-keadilan-dalam-semangat-kasih

ilustrasi
SOOMRO MEMPERJUANGKAN KEADILAN DI TENGAH DERASNYA ANCAMAN

Vemale.com - Menjadi wanita memang tidak pernah mudah. Selain memiliki banyak peran, wanita juga harus menjaga kehormatan. Susah payah menjaga diri, namun terkadang cobaan tidak dapat dihindari. Orang-orang tidak bertanggung jawab di luar sana dengan tanpa perasaan menyakiti dan merenggut harga diri. Tidak hanya sakit hati, beban mental yang didapatkan akibat perbuatan tidak terpuji ini juga menekan diri. Lukanya tidak akan pernah sembuh seumur hidup dan tidak akan hilang ataupun redup.

Kisah mengiris hati ini datang dari seorang remaja yang mendapat cobaan berat dalam hidupnya. Soomro, seorang gadis asal Pakistan yang diperkosa ketika masih berusia belia ini sungguh membuat trenyuh hati. Bagaimana tidak, ketika masih berusia 13 tahun, Soomro dinodai oleh lakiČlaki yang tidak bertanggung jawab. Bertahun-tahun Soomro diam, hingga pada akhirnya Soomro memiliki keberanian untuk melaporkan laki-laki tersebut. Bukan dukungan yang didapat, malah ancaman bertubi-tubi yang dituainya. Mulai dari dijauhi oleh tetangga dan masyarakat sekitarnya, hingga teror fisik seperti perlakuan kasar kepada ayah dan saudaranya. Semua ini berawal ketika masyarakat beranggapan bahwa kasus pemerkosaan adalah aib dan memalukan kaumnya.

Keluarga Soomro tidak tinggal diam dalam menghadapi tekanan dari masyarakat kepada putrinya. Mereka mendukung Soomro sepenuhnya bahkan mempertaruhkan nyawa mereka. Kakak laki-laki Soomro diketahui tewas terbunuh oleh orang yang tidak dikenal berkaitan dengan kegigihannya membela adik tercinta. Soomro tidak patah arang walau tekanan dan ancaman terus menerpanya, karena Soomro yakin bahwa keadilan harus diperjuangkan dan pelaku kejahatan haruslah diganjar dengan hukuman. Walaupun bertahun-tahun Soomro diam bukan berarti dirinya melupakan perbuatan asusila yang menimpanya.
Perjuangan Soomro untuk mendapatkan keadilan rupanya tidak hanya mendapat pertentangan dari masyarakat, namun juga dari pihak penegak keadilan sendiri. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, Soomro yang ingin memenjarakan pemerkosanya malah dituduh oleh hakim hanya berhalusinasi tentang tragedi pemerkosaannya. Soomro semakin mendapat tekanan dari berbagai pihak, namun gadis tegar ini tidak pernah menyerah.

Kegigihan Soomro mendapatkan perhatian dan simpati dunia. Seorang sineas membuat film dokumenter yang berjudul 'Diburu di Pakistan' yang menceritakan tentang pengalaman buruk Soomro dan kegigihannya untuk mendapatkan keadilan. Film dokumenter ini diputar di Festival Film Sundance dan menarik simpati banyak orang serta mendapatkan banyak apresiasi. Kisah hidup Soomro yang penuh dengan rintangan membuat masyarakat dunia memberikan dukungan kepadanya.
Walaupun mendapatkan banyak rintangan dan ancaman, Soomro berkata bahwa dirinya akan terus memperjuangkan keadilan untuknya. "Aku tidak akan membiarkan orang yang telah berlaku jahat kepadaku mendapatkan kebebasan untuk mengulangi perbuatannya,"tegas Soomro dengan sorot mata gigih dan kuat. Kegigihan dan tekad kuat Soomro dapat menjadi motivasi bagi kita bahwa keadilan haruslah diperjuangkan walaupun banyak rintangan menghadang.

Mungkin Soomro adalah salah satu wanita yang mendapatkan cobaan besar dalam hidupnya dan rintangan berat dalam hari-harinya. Masyarakat yang seharusnya memberikan dukungan moril malah menekannya dan menuduhnya sebagai gadis labil. Soomro pantang menyerah karena dia tahu bahwa dia tidak bersalah. Memperjuangkan kebenaran kadang tidak mudah namun keadilan harus selalu ditegakkan. Soomro memberikan contoh bahwa jangan pernah takut melangkah walau rintangan menghadangnya dari berbagai arah.

(Dikutip dari:
https://www.vemale.com/keluarga/22593-soomro-memperjuangkan-keadilan-ditengah-derasnyaČancaman.html)

 


 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright ę 1999