HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Juli 2017    
8 Sabat
 
  1
14 Sobat
 
  2
18 Educare
 
  3
22 Life Skill
 
  4
26 I am Malala
 
  5

 Juli 2017

Minggu 2



Sobat
Bacaan:
Amsal 18:24
Bahan yang diperlukan:
-

Fokus


Orang bijak bilang bahwa salah satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang adalah persahabatan. Remaja butuh sabahat kental. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sahabat kental disebut dengan sobat. Secara sosio-psikologis, jalinan persahabatan diawali dari kesamaan-kesamaan yang melekat pada remaja. Dari kesamaan-kesamaan itulah peer group terbentuk dengan mudah. Peer group merupakan relasi antar pribadi, di mana perilaku antar pribadi saling memengaruhi satu sama lain. Persahabatan dalam peer group sangat cair. Ukuran dari persahabatan adalah percaya, mempercayakan diri dan dipercaya. Ketika hal-hal tersebut ada dalam persabahatan, hidup bersama akan dijalani dengan perasaan gembira. Sebaliknya bila persahabatan tidak diisi dengan percaya, mempercayakan diri, serta tidak bisa dipercaya, persahabatan mudah rusak. Rusaknya persahabatan menjadikan suasana hati tidak nyaman. Melalui bahan ini remaja diajak menghayati makna menjadi sobat bagi sesamanya.

Penjelasan Teks

Amsal, secara harfiah berarti perumpamaan, adalah bentuk sastra hikmat yang dapat ditemukan dalam Perjanjian Lama. Dalam penjelasannya, Pdt. Risnawaty Sinulingga menyebutkan bahwa istitah Amsal berasal dari kata ma'sal dalam bahasa Ibrani. Makna dari ma'sal adalah mewakili, menyerupai, dan membandingkan. Ada pula yang menyebut Amsal sebagai kata-kata yang berkuasa atau memerintah.

Kalimat-kalimat dalam Amsal memiliki wibawa karena kalimat-kalimat itu didukung oleh orang banyak dan isinya berasal dari pengalaman kolektif banyak orang, sehingga isinya membuktikan kebenarannya. Oleh karena itu, penjelasan yang ditemukan dalam sebuah "amsal" biasanya merupakan pengajaran hikmat yang berwibawa, telah diterima sebagai kebenaran bahkan telah mengkristal dalam ingatan masyarakat.
Amsal merupakan pengajaran yang bersifat teknis dan praktis berdasarkan pengalaman hidup sehari¬hari. Tujuan pengajaran dalam Amsal adalah keberhasilan hidup individual maupun dalam hidup bersama masyarakat. Nasihat-nasihat dalam Amsal sangat menekankan perlunya individu menjaga relasi dengan sesama. Menjaga relasi dengan sesama sangat penting, apalagi dalam masyarakat agraris sebagaimana konteks Amsal ditulis. Kita dapat menemukan situasi agraris dalam Amsal. Misalnya dalam Amsal 10:1-31:19 kita menemukan banyak istilah dan gambaran dari kehidupan bertani. Secara lebih spesifik istilah-istilah dalam Amsal ini adalah untuk masyarakat petani desa. Dalam situasi masyarakat agraris pedesaan, suasana akrab, guyub, dan kesatuan komunitas sangat dijunjung tinggi. Masyarakat ini pada umumnya menginginkan kemakmuran dan kebahagiaan yang lebih, namun menolak untuk memperkaya diri dengan cara yang tidak bermoral. Masyarakat agraris yang menjunjung tinggi kebersamaan mencela tindakan-tindakan buruk yang menodai kebersamaan.

Amsal 18:24 merupakan bagian dari Amsal 10:1 - 31:19. Amsal ini disebut sebagai kumpulan amsal¬amsal Salomo. Hal ini bisa kita lihat dari judul dalam Amsal 10:1 "Kumpulan amsal-amsal Salomo". Apakah Amsal ini ditulis oleh Salomo? Banyak penafsir menyebutkan bahwa Salomo tidaklah menuliskan semua kumpulan Amsal ini sendirian. Dari berbagai kajian diyakini bahwa Salomo sebagai penghimpun dari Amsal-Amsal itu. Bukti bahwa Salomo adalah penghimpun dan bukan penulis satu¬satunya adalah dimuatnya perkataan-perkataan Agur bin Yake dari Masa dan perkataan-perkataan Lemuel, raja Masa (1ihat Amsal 30:1 dan 31:1).
Amsal 18:24 berbunyi, "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara." Bentuk penulisan Amsal ini disebut sebagai paralel antitesis. Pikiran tentang "teman yang mendatangkan kecelakaan" pada ayat 24a diletakkan dalam posisi antitesis dengan "sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara" di ayat 24b. Ada teman yang mendatangkan kecelakaan; kemungkinan yang dimaksud dengan teman itu adalah teman yang tidak setia ketika ada masalah. Dalam Alkitab dengan Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK), sahabat yang mendatangkan kecelakaan itu disebut dengan teman yang tidak setia. Dalam kehidupan bersama, terdapat individu-individu yang seperti itu. Ibarat pepatah yang berbunyi,"ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang." Model pertemanan seperti ini sangat terkait dengan kepentingan. Seperti pemeo dalam dunia politik,"tidak ada kawan abadi dan tidak ada lawan abadi, yang ada adalah kepentingan abadi." Melalui nasihat ini, penulis Amsal menasihatkan secara tidak langsung agar menghindari bersahabat dengan individu-individu semacam ini. Pertemanan macam ini tidak akan bertahan lama. Ujung dari pertemanan seperti ini adalah pertengkaran dan timbulnya rasa sakit di hati. Antitesis dari teman macam itu adalah sahabat karib. Dalam hidup bersama ada sahabat yang lebih karib daripada saudara sendiri. Terjemahan harfiah dari kata Ibrani untuk kata sahabat yang lebih karib ini adalah "yang mengasihi," maksudnya "teman yang sejati."
 

Kasih dan kesetiaannya melebihi kasih dan kesetiaan saudara sedarah, termasuk ketika kesulitan datang menimpa. Melalui tulisan hikmat ini penulis Amsal mengajak pembaca agar memerhatikan persahabatan dengan cermat. Apakah persahabatan itu membangun hidup atau merusak hidup? Tentu saja harapan dari persahabatan adalah kualitas hidup yang lebih baik.Apa batu uji persahabatan? Batu ujinya adalah ruang dan waktu. Sahabat sejati akan tetap berbuat baik, mempertahankan kebaikan kepada yang dikasihinya dalam situasi dan kondisi apapun.

Pengenaan

Dalam psikologi perkembangan, remaja mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain (social cognition) dan menjalin persahabatan. Dalam persahabatan, biasanya remaja memilih mereka yang memiliki sifat dan kualitas psikologis relatif sama dengan dirinya untuk dijadikan sahabat. Misalnya: kesamaan minat, hobi, dan nilai-nilai kepribadiannya. Oleh karena itu ketika seorang remaja berpindah sekolah atau berpindah tempat tinggal, hal yang menyulitkan remaja adalah menjalin persahabatan di lingkungan baru. Dalam kenyataannya, remaja harus mengalami perpindahan. Perpindahan yang paling sering adalah perpindahan sekolah, misalnya memasuki sekolah yang baru. Karena hal itu tidak bisa dipungkiri, maka remaja diajak untuk menerima realitas. Mereka harus bertemu teman baru dan membangun relasi dengan teman baru itu.
 

Supaya pertemanan berkembang menjadi persahabatan yang menumbuhkan, remaja diminta untuk memerhatikan dengan siapa mereka berteman. Bila teman itu berpotensi merusak, hindarilah. Carilah teman-teman yang mendatangkan hal-hal positif. Dalam berelasi bersama teman-teman yang mendatangkan hal-hal positif, tunjukkanlah kontribusi positif. Terbukalah untuk mencari sahabat sebanyak mungkin. Setelah menemukan teman, bangunlah persahabatan dan pertahankanlah persahabatan. Bersama sahabat yang bersedia berbagi suka-duka dan berbagi kehidupan, setiap pribadi akan berkembang.

Langkah-langkah Penyampaian


Ajak remaja menceritakan kisah-kisah persahabatan mereka. Bisa persahabatan di kampung, di sekolah, di gereja, atau yang lain. Mintalah remaja menyampaikan perasaan-perasan dalam persahabatan (senang, susah, kecewa, bangga, dan sebagainya).
2. Ajak remaja membaca bersama Amsal 18:24.
3. Sampaikan dan sesuaikan penjelasan bahan pada remaja (Lihat penjelasan teks).
4. Sampaikan penekanan pada fokus dan pengenaan.
5. Ajak remaja menghayati dan merenungkan ilustrasi (terlampir). Setelah mendengar ilustrasi ajak remaja melakukan kegiatan.

Kegiatan

Diskusi Kelompok: Aku dan Sahabatku
1. Mintalah remaja membuat kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
2. Mintalah remaja berdiskusi dengan panduan diskusi:
a. Apa makna sobat bagimu?
b. Pengalaman indah apa yang dijumpai dalam persahabatan?
c. Apa kategori sahabat yang baik? Apa yang dilakukan saat persahabatan mengalami hambatan?
d. Hal terbaik apa yang kalian lakukan bagi sahabatmu?
e. Untuk memelihara persahabatan, upaya apa yang dilakukan?
3. Minta setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi kelompok dalam pleno dan menyimpulkan makna sobat bagi remaja.
4. Akhiri dengan membuat komitmen agar persahabatan terjaga.
 
Ilustrasi

Sahabat Sejati Jangan Disakiti

"Bro, aku lagi butuh 500 ribu, pentingggg bangetta, darurat. Please, tolong pinjami aku dulu ya...." Sahabatnya membalas:"Tunggu barang setengah jam ya bro, secepatnya nanti aku transfer." Sudah lewat dari 1/2 jam ... satu jam ... dua jam.... tapi sahabatnya tidak juga memberi kabar. Ketika ditelepon pun ternyata HP-nya tidak aktif.
Ia pun mengirim SMS:"Selama ini aku tidak pernah mengecewakanmu brooo....Tapi kenapa sekarang engkau lari dariku?! Apa salahku?!"
Setelah dibaca, sahabatnya menelepon kembali dan berkata: "Ya ampun, aku tidak bermaksud mematikan HP untuk lari darimu. Aku mematikan HP karena aku sedang menjual HP-ku untuk membantu kebutuhanmu. Lalu, dari sisa penjualan, aku belikan HP second yang murah agar bisa menghubungimu."

                                                                                                   


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999