HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia




 

Maria, Sang Introduktor
Yohanes 2:1-11 | Perempuan Samaria, Pemberita Injil Yohanes 4.6-26, 39-42 |Tabita Rasul Penderma Kisah Para Rasul 9:36-42 |Ananias Rasul Pemulih Kisah Para Rasul 9:10-19a
 
 

Kesaksian dan Pelayanan Para Murid Kristus


    Tabita Rasul Penderma  
Minggu Ketiga :
21 Juli 2019
Bacaan : 
Kisal Para Rasul 9 : 36-42
Bahan yang diperlukan :
Puzzle Baju
-
 

fokus
Derma merupakan pemberian pada orang lain atas dasar kasih. Apakah semua derma selalu didasarkan kasih? Ada berbagai macam motivasi saat seseorang berderma seperti: ingin menjadi populer, ingin mendapat simpati, ingin mendapat dukungan (biasanya menjelang pemilu). Berderma dengan ketulusan hati dan dengan motivasi tertentu memiliki dampak berbeda. Ketulusan dalam berderma sangat terkait dengan semangat kasih di dalamnya. Tanpa semangat itu tindakan menderma bisa jadi hanya sebagai kepura-puraan supaya tampak murah hati. Ujung dari kepura-puraan adalah popularitas. Tabita adalah seorang murid Yesus yang murah hati. Ia gemar berderma. Tindakannya didasarkan pada semangat kasih dan bukan kepura-puraan, apalagi demi popularitas. Bahwa akibat dari kemurahan hatinya Tabita dikenal banyak orang, hal itu bukanlah tujuan dari tindakannya. Melalui pelajaran hari ini remaja mengenal tokoh Tabita atau Dorkas sebagai rasul penderma pakaian kepada banyak orang. Selain itu, remaja diharap bersedia untuk bersaksi dan melayani dengan berbuat baik kepada orang lain.

penjelasan teks
Bisa jadi banyak remaja kurang memahami siapa Tabita dan apa perannya dalam kekristenan perdana. Oleh karena itu remaja perlu menelusuri siapa Tabita dan seperti apa kaitannya dengan kekristenan perdana. Tabita disebut sebagai murid perempuan Yesus. Namanya dikenal dengan sebutan mathetria. Kata itu merupakan bentuk feminin dari kata mathetes (Yunani) yang artinya 'murid (perempuan) Kristus'. Arti nama Tabita (Ibrani) atau Dorkas (Yunani) adalah rusa betina, hewan yang mewakili karakter "anugerah" dan "mempesona." Ia seorang perempuan yang menghayati kasih Yesus dan mewujudkan kasih itu dalam hidup sehari-hari. Sesuai dengan namanya, ayat 39 mengindikasikan bahwa sang pemilik nama adalah orang yang benar-benar mempesona karena ia berbuat baik kepada banyak orang dengan bersedekah. Sedekah bermakna pemberian kepada orang-orang yang membutuhkan dengan semangat kepedulian dan cinta kasih. Salah satu kelompok yang membutuhkan sedekah adalah para janda. Mengapa para janda? Pada masyarakat kala itu para janda disebut sebagai orang-orang dengan status sosial rendah. Status itu membuat mereka sebagai kelompok rentan hingga menjadi korban ketidakadilan.

Kisah Para Rasul 9:3.7 mencatat bahwa Tabita mengalami sakit, lalu meninggal dunia. Meninggalnya Tabita mendatangkan duka mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya. Rasa duka itu diwujudkan melalui penghormatan terhadap jenazah Tabita. Jasadnya diurus menurut tata cara Yahudi yaitu dengan cara dimandikan dan dibaringkan di atas ruang.

Kesaksian dalam Alkitab menunjukkan bahwa Tabita memang meninggal dunia. Namun semangat cinta kasih dan kebaikannya tidak pernah mati. Semangat kebaikannya menular terhadap orang¬orang lain di kota Yope. Dalam semangat cinta kasih dan kebaikan, mereka teringat Rasul Petrus. Saat itu Petrus ada di Lida, kota yang dekat dengan Yope (kurang lebih 20 km), di sana ia baru saja dipakai Tuhan untuk menyembuhkan Eneas, seorang yang telah lumpuh selama 8 tahun. Orang¬orang Kristen di Yope segera mengirimkan pesan kepada Petrus, "Segeralah datang ke tempat kami." (ay 38). Memang tidak disebutkan secara detail apa yang mereka harapkan dari Sang Rasul atas diri Tabita. Namun ada dua hal penting yang diangkat dalam Kisah Para Rasul 9:39-42. Pertama, ayat 37: mayat Tabita dimandikan, tapi tidak dipersiapkan untuk proses penguburan. Di sana dicatat bahwa mereka membaringkan mayatnya di ruang atas.
 

Kedua, begitu Petrus tiba di Yope, semua janda datang berdiri di dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepada Petrus semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas sewaktu ia masih hidup. Mari kita perhatikan baik-baik hal ini. Baju dan pakaian yang dibuat oleh Dorkas merupakan tanda yang mengingatkan tentang kebaikan hati seorang perempuan bernama Tabita (Dorkas). Melihat hal itu hati Petrus tergerak untuk melakukan tindakan kebaikan bagi semua orang. Ia menyuruh mereka keluar, lalu berlutut dan : -berdoa kemudian berkata, "Hai Tabita, bangunlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan bangun lalu duduk. Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri.
Kemudian Petrus memanggil orang-orang kudus berserta janda-janda dan menunjukkan pada mereka bahwa Tabita hidup. Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.
 

pengenaan
Berderma atau memberi merupakan salah satu tindakan manusia yang memiliki makna mendalam. Berderma terdapat dalam tindakan membagi dan menyambut sesama dengan ramah. Dengan demikian, memberi tidak selalu terkait dengan kepemilikan materi. Berderma bukanlah sebuah transaksi. Dalam transaksi terjadi pertukaran, di mana seseorang yang memberi akan diberi (mendapat). Paling tidak si pemberi mendapat popularitas. Berderma disebut bukan transaksi sebab didasarkan pada semangat cinta. Bahwa saat seseorang yang biasa berderma dan namanya dikenal orang banyak, itu bukan tujuan utamanya. Hal itu seperti yang terjadi dengan Tabita.

Kisah Tabita menunjukkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan berdampak. Dampak pertama dialami oleh orang-orang di sekitar yang menerima kebaikan itu. Setelah orang-orang di sekitar menerima kebaikan itu, mereka menyebarkan kepada orang lain dan terus berputar hingga kebaikan itu bisa kembali lagi pada si pemberi. Tabita mendermakan kebaikan. Ia pun mengalami kebaikan. Pada akhirnya kebaikan hati Tabita itu membuatnya mengalami kebangkitan dari kematian.
Remaja masa kini berada di berbagai lingkungan, salah satunya di lingkungan yang egoistik, yang memikirkan diri sendiri. Dalam lingkungan seperti itu, semua orang abai terhadap sesamanya. Apa jadinya jika semua saling mengabaikan? Ketika manusia abai kepada sesama, sebenarnya ia sedang abai terhadap dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial manusia butuh sesama. Oleh itu itu milikilah jiwa berderma bagi sesama supaya hidup bertumbuh kembang secara utuh.

langkah-langkah penyampaian

1. Ajak remaja mendialogkan fenomena saat ini terkait dengan tindakan memberi, namun dengan pamrih tertentu. Misalnya: menjelang pemilihan umum banyak orang memberi, membagi, berderma pada masyarakat. Namun dermanya itu berpamrih (lihat Ilustrasi). Apa pandangan remaja tentang hal itu?
2. Ajak remaja memerhatikan kisah Tabita yang selama hidupnya senang menderma kepada sesama, khususnya para janda dan kaum miskin. Lihat Penjelasan Teks.
3. Ajak remaja menghayati kisah Tabita dengan mendalami makna memberi dalam kehidupan mereka sehari-hari. Lihat Pengenaan.
4. Akhiri dengan kegiatan atau jika perlu mengajak remaja melakukan tindakan tertentu sebagai bentuk derma mereka bagi sesama.
 
kegiatan
Broken Wear
Masukkan puzzle baju dalam amplop dan diacak dengan puzzle di amplop lain (milik kelompok lain).

Tugas kelompok adalah menyusun puzzle menjadi utuh. Karena potongan puzzle yang ada di amplop mereka ada di amplop milik kelompok lain, mereka diminta saling berbagi potongan puzzle. Untuk berbagi, mereka tidak boleh meminta potongan puzzle dari kelompok lain. Mereka hanya boleh membagikan potongan puzzle yang tidak digunakan pada temannya. Dengan saling membagikan, mereka akan saling mendermakan miliknya pada kelompok lain.
 

ilustrasi
Gagal Terpilih, Caleg Golkar Minta Uang untuk Masjid Dikembalikan

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Seorang talon legislatif DPRD Kabupaten Tasikmalaya daerah pemilihan 1 asal Partai Golkar berinisial AD meminta kembali uang sumbangan masjid di Kampung Malaganti, Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Uang sebesar Rp 2,5 juta diambil kembali karena AD gagal terpilih sebagai anggota legislatif. "Caleg itu memberikan sumbangan awal Rp 2,5 juta dari keseluruhan yang dijanjikan semuanya 10 juta. Namun, sudah diambil lagi oleh tim sukses karena calegnya gagal terpilih," kata pengurus Masjid Al Hidayah, Wahyudin, kepada Kompas.com, Selasa (22/4/2014) pagi. Menurut Wahyudin, awalnya caleg itu datang ke pengurus DKM kampungnya dan berjanji akan memberikan sedekah sebesar Rp 10 juta untuk bantuan pembangunan masjid. Namun, caleg itu meminta masyarakat memilih dirinya saat pencoblosan 9 April lalu. "Untung saja uang yang baru diberikan caleg itu belum dibelikan apa-apa. Soalnya saya sempat curiga dengan permintaan caleg itu. Betul saja, dua hari setelah pencoblosan, ada tim sukses dan caleg itu SMS ke saya minta uang sumbangan dikembalikan," kata Wahyudin. Wahyudin menambahkan, alasan caleg meminta sumbangannya dikembalikan karena suaranya di kampung ini hanya 17 dari jumlah DPT sebanyak 1.300 orang. "Sumbangan di desa ini bukan di kampungnya saja. Bahkan, caleg sama meminta uang sumbangannya di Kampung Ciemoh dan Cibatu yang masih satu desa di sini. Kalau di Ciemoh uang itu sudah dibelikan pipa saluran air warga dan batu. Caleg pun meminta pipa dan batu itu dijual dan uangnya dikembalikan lagi," ungkap dia. Dengan kejadian ini, Wahyudin hanya berharap pembangunan masjid di wilayahnya akan segera selesai meski sumbangan caleg itu diambil kembali. Wahyudin percaya rumah ibadah umat Muslim ini akan selesai dibangun meski tanpa sumbangan dari caleg tersebut. Hingga berita ini diturunkan, AD belum berhasil dihubungi untuk dimintai keterangannya.

Sumber
https://regional.kompas.com/read/2014/04/22/1210411/Gagal.Terpilih.Caleg.Golkar.Minta.Uang.untuk.Masjid.Dikembalikan.
 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999