HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 40
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

juli 2016    
Refreshing
Mazmur 104:10-15
 
  1
Gaya Belajar
Lukas 2:46-47
 
  2

Menata Waktu
I Petrus 4:1-5
 
  3
Multiple Intelligences
Amsal 14:15-18
 
  4
The Seekers
Matius 7:7-11

 
  5

  Multiple Intelligence 



 Bacaan:
 msal 14:15-18
 Bahan yang diperlukan:
 
- lembar tes tipe  
 kecerdasan dan form tipe
 kecerdasan menurut
 Howard Gardner
 
 
 

FOKUS



Howard Gardner melakukan penelitian pada 1983 tentang kecerdasan manusia. Kesimpulan dari penelitiannya adalah setiap manusia memiliki jenis kecerdasan masing-masing. Hasil penelitian ini pun diterapkan dalam dunia pendidikan. Namun sayangnya, penerapan dari hasil penelitian itu kurang dipahami dengan menyeluruh. Kecerdasan melulu diukur secara kognitif. Banyak remaja kurang berhasil mengembangkan diri dengan tipe-tipe kecerdasan yang mereka miliki. Melalui pembelajaran kali ini remaja akan diajak untuk menyadari bahwa mereka
memiliki tipe kecerdasan yang berbeda-beda. Dengan pemahaman yang jelas tentang tingkat kecerdasan itu, remaja diharapkan dapat mengembangkan potensi diri dengan terang firman Tuhan, sehingga mereka dapat menjadi manusia yang bijak, yang tidak hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh orang lain kepada mereka.
 

PENJELASAN TEKS


Amsal 14 ini berbicara mengenai kebijakan dan kebodohan. Pada ayat 15, penulis Amsal berbicara mengenai orang yang tidak menggunakan pikirannya untuk mengolah sesuatu terlebih dahulu. Ia hanya mengikuti apa yang orang lain katakan tanpa menyadari apa yang terjadi dengan dampaknya. Ia menjadi orang yang mudah tertipu dan terbawa oleh perkataan indah orang lain. Sedangkan orang yang bijak (Ibrani: arum; Inggris: wise) adalah orang yang memperhatikan apa yang ia dengar, lihat dan pikirkan. Ia memiliki prinsip yang jelas sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengaruh luar. Ia dapat melihat apa yang tersembunyi dari permukaan untuk menemukan makna yang terkandung di dalamnya.

Ayat 16 menuliskan tentang tindakan yang dilakukan oleh orang bijak, yaitu berhati-hati (Ibrani: chakam; "berhati-hati dalam memilih, menjauhi kejahatan"). Amsal menjelaskan mengenai orang yang cerdas dalam menjaga dirinya dengan sedemikian rupa, mereka mengetahui apa yang benar dan salah, takut akan Allah dan menjauhi dosa yang menjadi penyebab dari segala hal yang lain. Orang yang cerdas akan berusaha untuk mendekatkan diri pada kekudusan dan kebenaran, sehingga ia mampu berhenti saat ada kejahatan dan menjauhkan dirinya dari padanya. Sementara, orang bodoh tidak mampu mengendalikan diri. Emosi orang diluapkan untuk membuat dirinya merasa aman. Ia bertindak melawan kesadarannya sendiri sehingga tiba pada kehancurannya.

Ayat 17 berbicara mengenai orang yang lekas marah. Nafsu dan amarahnya lebih cepat menguasainya bahkan dapat segera diprovokasi oleh hal-hal sekalipun. Orang yang lekas marah mengatakan hal-hal yang dapat menyakiti orang lain dan melakukan tindakan-tindakan yang tidak dipikirkan resikonya terlebih dahulu. Hal ini justru memperlihatkan kelemahan diri mereka sendiri. Sementara kebalikan dari orang yang seperti ini adalah orang yang sabar.

Ayat 18 menjelaskan bahwa orang yang bodoh mewariskan kebodohan karena mereka menyimpannya, mengembangkannya, dan bahkan bersuka atasnya. Mereka tidak mau berpisah dengan kebodohan mereka dan menganggapnya sebagai keuntungan. Penilaian mereka didasarkan pada pemikiran mereka yang bodoh. Hal ini tidak lain karena mereka tidak memaknai pengalaman mereka sebagai proses pembelajaran hidup.Apa yang mereka pikirkan adalah apa yang mereka ingin pikirkan. Sementara orang bijak melihat pengetahuan sebagai suatu yang yang mereka harus selalu cari, sehingga pada akhirnya kebijaksanaanlah yang mereka peroleh sebagai hadiah dari pengetahuan mereka. Mereka mengembangkan pengetahuan dan wawasan mereka dengan sedemikian rupa sehingga mereka menjadi kaya akan sudut pandang dan pilihan karena mereka melakukan apa yang mereka pelajari. Mereka menempatkan kebahagiaan dan harga diri mereka pada pengetahuan Allah dan panggilan mereka.
 

PENGENAAN
 


Pendidikan di Indonesia cenderung mendorong anak didik untuk mengejar prestasi akademik, sementara kemampuan untuk mengembangkan kebijaksanaan dan pemahaman spiritual diabaikan. Remaja dibentuk menjadi pribadi yang cenderung bereaksi tanpa berpikir panjang, apalagi di zaman yang super instan. Fokus remaja dewasa ini lebih banyak kepada nilai, bukan pada pengertian atau ilmu. Maka, dampaknya adalah remaja menjadi anak-anak berpengetahuan banyak tetapi tidak disertai dengan kemampuan emosional dan spiritual. Padahal, kecerdasan yang mereka miiiki sebenarnya sangat berguna untuk membangun diri mereka menjadi orang-orang yang bijak di dalam Allah, yang tidak lekas marah, berpikir kritis, memiliki prinsip dan menghargai diri mereka sendiri tanpa harus takut terbawa oleh pengaruh di sekitar mereka. Jika mereka mampu untuk mengembangkan diri mereka sesuai dengan disertai kecerdasan-kecerdasan yang dipaparkan penulis Amsal, maka mereka akan menjadi manusia yang dapat menyatakan karya Tuhan dengan maksimal.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Minta remaja menjelaskan pemahaman mereka tentang cerdas dan penilaian remaja bahwa seseorang itu cerdas atau tidak!
2. Tanyakan pada remaja tentang tingkat kecerdasan mereka pribadi dan dan alasannya. '
3. Jelaskan pada remaja bahwa semua orang pada dasarnya adalah cerdas. Kecerdasan yang bukan hanya ilmu berhitung, namun cakap dalam bersosialisasi. Berikanlah lebih banyak contoh-contoh.
4. Jelaskan bahwa ada berbagai jenis kecerdasan manusia dan ajaklah mereka untuk melakukan kegiatan tes tipe kecerdasan.
5. Masuklah kepada pembacaan ayat dan jelaskan mengenai penjelasan teks.
6. Jelaskan hubungan antara orang bijak dan bodoh dengan jenis kecerdasan yang dimiliki manusia.
7. Berikan contoh-contoh bagaimana remaja dapat mengembangkan diri mereka sesuai dengan jenis kecerdasan yang mereka miiiki.
8. Ajaklah remaja untuk mengembangkan hidup mereka sesuai dengan jenis kecerdasan mereka dalam takut akan Tuhan.
 

KEGIATAN



Mengisi tes tipe kecerdasan (bisa dengan app Android "type kecerdasan superlink") atau online melalui http://www.bgfl.org/bgfl/custom/resources_ftp/client_ftp/ks3/ict/multiple_int/questions/ questions.cfm, atau download pertanyaan-pertanyaan tersebut dan bagikan kepada remaja.                                  
                                                                                                                                                                                                                   

LAMPIRAN


                                                              Tipe-tipe kecerdasan menurut Howard Gardner

1. Word smart (kecerdasan linguistik)
Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Orang yang memiliki kecerdasan ini merupakan seseorang yang pandai mengolah kata-kata saat berbicara maupun menulis. Orang tipe ini biasanya gemar mengisi TTS, bermain scrable, membaca, dan bisa mengartikan bahasa tulisan dengan jelas.

Ciri-cirinya: Senang bermain dengan kata-kata, menikmati membaca, diskusi dan menulis, suka membumbui percakapan dengan hal-hal menarik yang baru saja ia baca atau dengar, suka mengerjakan teka-teki silang, bermain scrable atau bermain puzzle. Dapat mengeja dengan sangat baik, senang bermain dengan kata-kata. Jika Seseorang memiliki kecerdasan ini, maka pekerjaan yang cocok untuk Ia adalah jurnalis, penyair, atau pengacara. Contoh tokoh terkenal: Abraham Lincoln, Chairil Anwar.

2. Number/reasoning smart (kecerdasan logika atau matematis)
Kecerdasan logika matematik ialah kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. ia mampu memikirkan dan menyusun solusi dengan urutan yang logis atau masuk akal.Tipe kecerdasan ini adalah orang yang memiliki kecerdasan dalam hal angka dan logika.

Ciri-cirinya: senang bekerja dengan angka dan dapat melakukan perhitungan mental (mencongak), senang menyiapkan jadwal perjalanan secara terperinci, senang dengan permainan, puzzle atau sesuatu yang membutuhkan kemampuan berpikir logis dan statistis seperti permainan cheker atau catur. Pekerjaan yang cocok jika memiliki kecerdasan ini adalah ilmuwan, akuntan, atau progammer. Contoh tokoh terkenal:Albert Einstein, B.J. Habibie, Bill Gates.

3. Self smart (kecerdasan intrapersonal)
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Dapat memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri. Orang tipe ini memiliki kecerdasan pengetahuan akan diri sendiri dan mampu bertindak secara adaptif berdasarkan pengenalan diri.

Ciri-cirinya: sering menyendiri untuk memikirkan dan memecahkan masalah itu sendiri, memunyai hobi atau kesenangan yang bersifat pribadi yang tidak banyak anda bagikan atau ungkapkan kepada orang lain. Pekerjaan yang cocok untuk Orang dengan tipe ini yaitu konselor atau teolog. Contoh orang terkenal: Confucius.

4. People smart (kecerdasan interpersonal)
Kecerdasan interpersonal ialah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Orang tipe ini biasanya mengerti dan peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, dan temperamen orang lain.

Ciri-cirinya: senang bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok atau komite, lebih suka belajar kelompok dari pada belajar sendiri. Pekerjaan yang cocok untuk orang tipe ini antara lain networker, negosiator, atau guru. Contoh tokoh terkenal: Soekarno, Dalai Lama.

5. Music smart (kecerdasan musikal)
Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dan timbre dari musik yang didengar.

Ciri-cirinya: yaitu suka bersiul, mudah menghafal nada lagu yang baru didengar, menguasai salah satu alat musik tertentu, peka terhadap suara sumbang, dan gemar bekerja sambil bernyanyi. Pekerjaan yang cocok untuk Seorang yang memunyai kecerdasan ini adalah penyanyi atau pencipta lagu. Contoh tokoh terkenal: Kenny G, Mozart.

6. Picture smart (kecerdasan spasial)
Kecerdasan visual dan spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat). Mereka yang termasuk ke dalam tipe ini memiliki kepekaan tajam untuk visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk, dan ruang. Selain itu, mereka juga pandai membuat sketsa ide dengan jelas.

Ciri-cirinya: menyukai seni, menikmati lukisan dan patung. Memilki cita rasa yang baik akan warna, cenderung menyukai pencatatan secara visual dengan menggunakan kamera atau handycam. Pekerjaan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini adalah arsitek, fotografer, desainer, pilot, atau insinyur. Contoh tokoh terkenal: Pablo Picasso, Leonardo Da Vinci.

7. Body Smart (kecerdasan kinetik)
Kecerdasan kinestetik ialah kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara terampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran dan perasaan. Orang tipe ini mampu mengekspresikan gagasan dan perasaan. Mereka menyukai olahraga dan berbagai kegiatan yang mengandalkan fisik.

Cri-cirinya: gemar berolahraga atau melakukan kegiatan fisik, cakap dalam melakukan sesuatu seorang diri, senang memikirkan persoalan sambil aktif dalam kegiatan fisik seperti berjalan atau lari. Pekerjaan yang cocok untuk orang tipe ini adalah atlet, pengrajin, montir, dan penjahit. Contoh tokoh terkenal: Lionel Messi, David Beckham, Michael Jordan, Michael Phelps.

8. Nature smart (kecerdasan naturalis)
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang di jumpai di alam maupun lingkungan. Orang yang memiliki kecerdasan ini mampu memahami dan menikmati alam dan menggunakannya secara produktif serta mengembangkan pengetahuannya mengenai alam.

Ciri-cirinya: yaitu mencintai lingkungan, mampu mengenali sifat dan tingkah laku binatang, dan senang melakukan kegiatan di luar atau alam. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh petani, nelayan, pendaki, dan pemburu. Contoh tokoh terkenal: Charles Darwin, Mendel

9. Existential intelligence (Kecerdasan eksistensiai)
Kemampuan menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan -persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia.

Ciri-cirinya: mereka suka memikirkan persoalan mengapa ada, apa makna hidup ini. contoh tokoh terkenal seperti Plato, Sokrates,Thomas Aquinas.

Sumber:
http://kgvaluecard.com/news/read/8-jenis-kecerdasan-yang-bisa-dimiliki-manusia
http://www.tecweb.org/styles/gardner.html
http://infed.org/mobi/howard-gardner-multiple-intelligences-and-education/

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999