HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia




 

Maria, Sang Introduktor
Yohanes 2:1-11 | Perempuan Samaria, Pemberita Injil Yohanes 4.6-26, 39-42 |Tabita Rasul Penderma Kisah Para Rasul 9:36-42 |Ananias Rasul Pemulih Kisah Para Rasul 9:10-19a
 
 

Kesaksian dan Pelayanan Para Murid Kristus


    Ananias Rasul Pemulih  
Minggu Keempat :
28 Juli 2019
Bacaan : 
Kisal Para Rasul 9 : 10-19a
Bahan yang diperlukan :

-
 

fokus
Memulihkan merupakan upaya mengembalikan sesuatu menjadi seperti semula. Saat keadaan sehat berubah jadi sakit, dibutuhkan pemulihan supaya ada kesembuhan. Bilamana kesembuhan fisik tidak terjadi, pemulihan tetap diperlukan dalam bentuk lain supaya si sakit bisa menerima keadaan dirinya dan melanjutkan hidup di masa mendatang. Persahabatan yang mulanya baik menjadi rusak, perlu dipulihkan. Demikian juga dengan relasi manusia dengan Allah melalui hidupnya. Sebelum menjadi Rasul Kristus, Saulus merusak relasinya dengan Allah dengan cara memburu, melukai, bahkan menghabisi nyawa murid-murid Kristus. Rusaknya relasi dengan Allah berdampak pada rusaknya relasi dengan sesama. Karena kasih Allah, relasi Saulus dipulihkan. Pemulihan relasi Saulus dengan Allah dan dengan sesama terwujud melalui buah pelayanan Ananias. Ia adalah seorang rasul pemulih yang berkarya untuk mengembalikan relasi Saulus dengan Allah dan dengan sesamanya. Pemulihan Saulus menjadikannya sebagai pribadi yang mengasihi Tuhan dan sesama. Melalui bahan ini remaja diharap dapat mengenal tokoh Ananias sebagai rasul pemulih bagi Saulus, dan remaja juga bersedia menjadi pemulih.

penjelasan teks
Siapa Ananias, Rasul Pemulih itu? Dalam Alkitab, terdapat beberapa nama Ananias. Anansias dalam kisah ini berbeda dari Ananias dalam Kisah Para Rasul 5:1-11 (Ananias dan Safira).
Dari sumber-sumber ditemukan bahwa Ananias adalah seorang Kristen berasal dari kota Damsyik. Dalam Kisah Para Rasul 22:12 Paulus menyebutnya sebagai orang saleh yang menurut pada hukum Taurat dan sangat terkenal di antara orang-orang Yahudi. Ia telah menjadi pengikut Kristus sebelum Saulus bertobat.
Pertobatan Saulus diawali dengan "kegagalannya" mengemban amanat dari agamanya. Sebagai seorang Yahudi sejati, Saulus memusuhi orang-orang Kristen. Atas rekomendasi dari imam besar, Saulus mendapat kewenangan untuk menangkap orang-orang Kristen dan membawanya kepada majelis Yahudi di Damsyik (Kis. 9:2). Pengalaman perjalanan menuju Damsyik menjadi titik balik kehidupannya. Yesus yang dianiayanya menjumpai Saulus. Pengalaman akan Kristus yang bangkit memiliki makna penting dalam kisah pertobatan Saulus. Bersama Yesus yang bangkit, Saulus bersedia melakukan semua perintah-Nya. Setelah Saulus mengalami perjumpaan dengan Yesus, dirinya mendapat perintah untuk menjadi saksi-Nya. Apa yang terjadi dengan Saulus setelah mengalami Yesus? Dalam Kisah Para Rasul 9:10-13 ditemukan apa yang terjadi dengannya.

Adalah seorang bernama Ananias. Ia berasal dari kota Damsyik. Firman Tuhan datang kepadanya agar menjumpai Saulus. Rupanya Ananias sudah mendengar cerita dari berbagai kalangan tentang Saulus. Rupanya cerita tentang penganiayaannya terhadap orang-orang Kristen sangat terkenal di kota Damsyik. Oleh karena itu Ananias menaruh kecurigaan terhadap Saulus. Ia coba menghindar dari panggilan Tuhan dengan mengatakan, "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang mi. Betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudusmu di Yerusalem..." (Kis. 9:13-14). Ananias tahu bahwa panggilan berasal dari Tuhan, namun baginya berat untuk menemui Saulus. Dalam kebimbangan itu Ananias mendapat petunjuk yang membuatnya berani.
Kisah Para Rasul 9:15: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain.... Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ditanggung dalam nama-Ku" (Kis. 9:15-16). Atas dasar itu Ananias berangkat menjumpai Saulus. Ia mengubah prasangka buruk menjadi kerjasama dengan Saulus. Perubahan itu merupakan pemulihan dalam dirinya. Sebelum hadir bersama Saulus dan memulihkan kehidupan Saulus. Ananias sendiri perlu dipulihkan. Tanpa pemulihan dalam dirinya, tidak mungkin Ananias dapat menghadirkan pemulihan bagi sesama.
Ananias melaksanakan perintah Tuhan. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus. Seketika setelah penumpangan tangan itu, seolah-olah selaput penutup pandangan Saulus gugur dari matanya hingga ia dapat melihat lagi (Kis. 9:18). Selanjutnya Ananias menyapa Saulus dengan sebutan sebagai Saudara. Sapaan itu membuat Saulus kembali teringat pada pengalaman penampakan Kristus yang sudah dialaminya. Ananias, rasul pemulih menjadikan Saulus pulih dari kebutaan (fisik) dan kebenciannya terhadap Yesus (iman pada Allah). Setelah itu Saulus dibaptis atas nama Kristus yang selama ini dibenci dan dilawannya. Setelab Saulus diberi makan dan minum, ia merasakan pemulihannya semakin lengkap. Perjumpaan dengan Ananias mengembalikan kehidupan Saulus menjadi utuh sebagaimana yang diharapkan Tuhan kepadanya.

pengenaan
Memulihkan merupakan tindakan tidak mudah, rumit dan kadang-kadang menimbulkan keputusasaan. Mengapa demikian? Dalam proses memulihkan semua pihak mesti saling memahami dan bersedia untuk bekerja sama. Ananias menjadi sarana pemulihan Saulus. Sebelum Ananias memulihkan Saulus, ia mengalami pemulihan terlebih dahulu. Pemulihan dalam diri Ananias terjadi ketika ia bersedia membuka diri, bekerjasama dengan Saulus. Demikian juga dengan Saulus. Ia bersedia menyambut kehadiran Ananias utusan Tuhan.

Setiap murid Yesus adalah utusan untuk memulihkan kehidupan. Dalam hal ini remaja juga dipakai oleh Tuhan menjadi pemulih-pemulih. Tujuan dari pemulihan adalah menjadikan kehidupan utuh. Dalam hidup kita, ada banyak hal yang perlu dipulihkan. Alam ciptaan Tuhan, perdamaian, keadilan, relasi dengan sesama, orang-orang sakit, patah semangat dan sebagainya. Kehadiran seorang pemulih dibutuhkan agar hal-hal yang rusak kembali menjadi baik seperti pada mulanya.
Untuk menjadi pemulih dibutuhkan sikap rendah hati. Dengan kerendahan hati, seseorang hadir bagi sesamanya secara tulus, iklhas, jauh dari pementingan sendiri. Di atas semua itu adalah kasih. Orang-orang yang hidupnya dipenuhi kasih akan mudah membagikan kasih pada sesamanya. Orang¬orang yang merasakan hidupnya telah dipulihkan akan lebih mudah melakukan pendampingan pada yang butuh pemulihan.
 

langkah-langkah penyampaian
1. Mintalah remaja melihat di smartphone mereka gambar-gambar tentang orang sakit Melihat gambar-gambar itu, apa yang mereka rasakan dan pikirkan? Apakah ada belas kasih pada orang¬orang itu? Apa yang membuat mereka berbelas kasih?
2. Sampaikan pada remaja bahwa orang sakit membutuhkan pemulihan. Terkait hal ini jelaskan makna pemulihan (1ihat Fokus).
3. Ajak remaja memperhatikan penjelasan Kisah Para Rasul 9:10-19a. Berikan penjelasan tentang peran Ananias dalam proses pemulihan Saulus. Lihat Penjelasan.
4. Tegaskan kepada remaja bahwa setiap orang Kristen dipanggil menjadi pemulih kehidupan. Ada banyak hal dapat dipulihkan (1ihat Pengenaan).
5. Akhiri penyampaian dengan ilustrasi dan kegiatan yang terarah kepada timbulnya kepekaan remaja untuk terlibat dalam karya pemulihan.

kegiatan
Komunitas Pemulihan


Komunitas pemulihan merupakan tempat bagi setiap orang berbagi kisah-kisah kehidupan. Syarat pertama dari komunitas itu adalah hospitalitas. Hospital, dari kata "hospis", arti harafiahnya: "tempat penampungan bagi yang membutuhkan".
Setiap orang membutuhkan sesamanya untuk berbagi cerita, termasuk berbagi problematika kehidupan. Ketika seseorang mengalami masalah, hidupnya menjadi tidak utuh. Kehadiran komunitas yang saling meneguhkan menjadi tempat terjadinya pemulihan. Persekutuan remaja merupakan komunitas pemulihan bagi semua anggotanya. Untuk itu persekutuan remaja diajak membiasakan diri mewujudkan hospitalitas.
Melalui pembiasaan hospitalitas, remaja diharap menjadi komunitas pemulihan. Hal-hal penting dalam hospitalitas adalah:
1. Keramahan, bertegur sapa satu sama lain serta penerimaan tulus.
2. Perhatian, saling memberikan perhatian pada sesama (seperti: capek, bete, sakit, lama tidak hadir ke gereja, orang tuanya sakit, sekolah terhambat, dll). Wujud perhatian seperti: mengunjungi/melawat, mengirim kata-kata positif melalui media sosial, dll.
3. Mendoakan, saling mendoakan satu sama lain dengan semangat cinta kasih.

ilustrasi


Pantang Menyerah: Heri, Mantan Napi Pendiri Komunitas Ex Residivist


Liputan6 SCTV, Bandung - Seorang mantan narapidana mendirikan komunitas Ex Residivist, dengan tujuan untuk memberdayakan mantan narapidana agar diterima di masyarakat Seperti ditayangkan Pantang Menyerah dalam Liputan6 Siang SCTV, Jumat (13/4/2018), Pascorner, sebuah kafe yang terletak tepat di depan Lembaga Permasyarakatan Banceuy, Kota Bandung, Jawa Barat.
Sekilas tak tampak berbeda dengan kafe-kafe lainnya. Namun ada yang unik dar i kafe ini. Berdiri sejak Mei 2017 lalu, kafe ini sepenuhnya di kelola oleh mantan narapidana atau warga binaaan dani berbagai lembaga pemasyarakatan yang ada di Bandung.
Tak hanya mengelola kafe. Komunitas ini juga memiliki sebuah usaha tempat pembuatan pin, kaos dan bordir. Sebagian besar pekerjanya pun adalah mantan warga binaan lapas. Berbagai kegiatan bisnis ini digagas untuk mengubah stigma di masyarakat, bahwa mantan narapidana dapat berkreasi secara positif.
Sosok Asep Djuheri atau biasa disapa, Heri Coet, adalah tokoh yang mewujudkan kegiatan komunitas ini. Komunitas Ex Residivist namanya. Selama 15 tahun mantan narapidana ini mendekati dan memberikan motivasi bagi para mantan narapidana yang telah lulus dari lembaga pemasyarakatan.
Sebagai mantan narapidana, Heri paham betul kehidupan para mantan warga binaan. Ia tak ingin kisah kelam hidupnya menimpa para sahabatnya. Tahun 2000 lalu, setelah lebih dari delapan kali keluar masuk penjara, Heri mencoba kembali ke masyarakat dan bangkit dari keterpurukan.
Berkat kerja keras pantang menyerah, kini dirinya mampu kembali ke masyarakat. Sebagian besar hidupnya dicurahkan untuk para mantan narapidana. Lebih dari 100 orang mantan narapidana ikut bergabung dalam berbagai bidang usaha.
Ayah tiga anak ini bertekad akan terus membantu para mantan narapidana agar bisa diterima masyarakat dan membangun masa depan. Bersama komunitas Ex Residivist, ia mengubur dalam¬dalam stigma yang selama ini melekat di masyarakat, bahwa para mantan narapidana adalah sampah tak berguna.

(https://www.liputan6.com/news/read/3451287/pantang-menyerah-heri-mantan-napi-pendiri¬komunitas-ex-residivist


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999