HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 40
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

juli 2016    
Refreshing
Mazmur 104:10-15
 
  1
Gaya Belajar
Lukas 2:46-47
 
  2

Menata Waktu
I Petrus 4:1-5
 
  3
Multiple Intelligences
Amsal 14:15-18
 
  4
The Seekers
Matius 7:7-11

 
  5

  The Seekers 



 Bacaan:

Matius 7:7-11

 Bahan yang diperlukan:
 - kertas
 - alat tulis

 
 

FOKUS



Usia remaja adalah masa dimana ada begitu banyak pertanyaan. Keingintahuan remaja seringkali tidak mendapatkan wadah di dalam gereja yang bersifat indoktrinatif dalam mendidik. Kebaktian yang lebih menekankan pada penjelasan satu arah terkadang membuat remaja tidak lagi peduli kepada keingintahuan mereka akan Tuhan. Padahal remaja memiliki keingintahuan yang dapat membuat mereka senantiasa rindu untuk mencari dan mengenal Tuhan. Oleh karena itu, gereja perlu memberikan tempat kepada mereka agar mereka dapat diterima apa adanya termasuk di dalam keraguan iman mereka. Remaja perlu menyadari bahwa mereka dapat menanyakan apa saja di dalam gereja dan tetap merasa aman tanpa dihakimi. Fokus dalam pembelajaran kali ini adalah bagaimana remaja menyadari pentingnya memiliki ketertarikan dan keingintahuan akan Kristus dan kehidupan iman mereka, dan bagaimana mereka mau terus mencari Tuhan.

PENJELASAN TEKS


Meminta, mencari, mengetok, merupakan bagian dari pencarian Tuhan. Charles Spurgeon mengatakan jika kita mendapatkan sesuatu yang kita minta merupakan hal yang menyenangkan, maka menemukan sesuatu yang kita cari adalah seperti menemukan harta karun yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa pencarian akan Tuhan merupakan suatu anugerah, karena pada dasarnya Tuhanlah yang terlebih dahulu mencari manusia.

Meminta, mencari, dan mengetok menunjukkan tindakan yang dilakukan terus-menerus. Meminta mengandung arti kesadaran akan kebutuhan dan kepercayaan bahwa Allah mendengarkan doa kita. Mencari menunjukkan permohonan yang sungguh-sungguh disertai dengan ketaatan pada kehendak Allah. Mengetok menunjukkan adanya ketekunan dalam menghampiri Allah sekalipun Ia tidak menjawab dengan segera.

Meminta (Yunani: aiteo) berarti meminta sesuatu yang penting, sehingga dilakukan berulang kali dan terkadang mengandung paksaan. Ayat ini seringkali diartikan bahwa kita akan mendapatkan apapun yang kita inginkan, menjadikan Tuhan seperti wish maker kita, dan bukan menempatkan Tuhan sebagai Tuhan, padahal aiteo menekankan pada sikap sang pemohon yang menyadari dirinya lebih rendah daripada yang memberikan permohonan. Oleh karena itu, mencari Tuhan melalui permintaan semestinya dilakukan dengan kerendahan hati, karena hanya melalui kerendahan hatilah Tuhan dapat ditemukan.

Mencari (Yunani: zeteo) berarti usaha untuk belajar dan mencari tahu melalui pencarian dan pendalaman yang disertai kerinduan untuk mendapatkan atau mengalami sesuatu dari seseorang. Keingintahuan yang tulus dan konsisten akan menemukan jawabannya dalam Kristus, bukan dengan arogansi atau keinginan untuk memenuhi keinginan diri sendiri. Leon Morris mengatakan bahwa mencari Tuhan berarti bahwa kita tidak mengetahui apa yang kita butuhkan dan juga tidak mengetahui jawaban, sehingga kita kemudian perlu mencarinya melalui Tuhan sendiri, sementara Harold Fowler mengatakan kata kerja mencari menekankan usaha dan konsentrasi pada permohonan kita. Hal ini menunjukkan kerendahan hati, usaha dan ketulusan di dalam mencari Tuhan.William Hendriksen menyimpulkan bahwa mencari berarti bertanya dan berusaha.

Mengetok (Yunani: krouo) berarti melakukan suatu usaha yang terus-menerus sampai pintu dibukakan. Menurut R.T. France, mengetok adalah suatu metafora yang digunakan dalam literatur Yahudi pada masa itu, sebagai ketukan pada pintu surga. France ingin mengatakan bahwa mengetok pintu surga merupakan bagian dari pencarian akan Tuhan, dan keinginan yang terus menerus untuk mengetok akan membuat pintu kerajaan surga dibukakan bagi siapa yang terus meminta, mencari dan mengetok.

Matius 7:8-11 hendak mengatakan bahwa segala upaya yang dilakukan dalam mencari Tuhan akan mendapatkan jawabannya, karena Allah adalah Allah yang penuh kasih. Dengan perbandingan ayah dan anak, Ia bahkan menyatakan bahwa kasihNya lebih daripada seorang ayah mengasihi anaknya, dan Ia menginginkan agar kita memohon segala kebutuhan kepada-Nya, dengan menjanjikan untuk memberikan yang baik kepada kita, walaupun terkadang mata manusia tidak dapat melihat yang terbaik. Allah ingin memberikan pemecahan bagi semua persoalan kita.
 

PENGENAAN
 


Tuhan yang tidak terlihat seringkali sulit untuk dapat dicari, apalagi dikenali. Di dalam dunia yang sangat mengutamakan visualisasi dan apa yang dilihat sebagai patokan dan pedoman dalam menentukan sesuatu, remaja seringkali terjebak di dalamnya dan pada akhirnya melupakan Tuhan. Ditambah dengan kehidupan sekuler yang semakin individualis dan materialis, hal ini yang membuat mereka menjadi tidak tertarik untuk mencari Tuhan. Padahal pencarian akan Tuhan merupakan hal penting di dalam proses pengembangan iman mereka. Bagaimana iman remaja bertumbuh sangat bergantung pada berapa besar keingintahuan dan kerinduan mereka untuk mencari Kristus dan bagaimana apa yang mereka dapatkan melalui pencarian tersebut dapat dijalani dalam kehidupan sehari hari. Remaja perlu menyadari bahwa proses ini adalah proses yang berjalan seumur hidup, karena keterbatasan manusia dalam memahami Tuhan dan hidup itu sendiri. Namun demikian hendaknya proses meminta, mencari dan mengetok ini dapat menjadi kerinduan bagi remaja di dalam hidup mereka sehingga mereka dapat hidup di dalam kepenuhan janji Tuhan.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Tanyakan pada remaja pertanyaan apa yang mereka miliki mengenai iman mereka (atau dapat juga mengenai tema tertentu) atau berikanlah remaja sehelai kertas dan lakukanlah kegiatan. (Usahakan agar kegiatan Q & A ini dapat dilakukan sebelum hari H). Kemudian pembicara dapat menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
2. Masuklah kepada pembacaan ayat dan jelaskan mengenai Penjelasan Teks.Jelaskan kepada remaja mengapa meminta, mencari, dan mengetok adalah hal yang penting bagi iman mereka. Jelaskan juga maksud dari setiap proses tersebut.
3. Lanjutkan dengan Pengenaan dan Ilustrasi sebagai bahan refleksi
4. Ajaklah remaja untuk membuat komitmen untuk mencari Tuhan melalui doa dan pertanyaan-pertanyaan secara rutin.
 

KEGIATAN



                                                                        Kebaktian/Persekutuan Q & A

Ajaklah remaja untuk mengadakan kebaktian atau persekutuan dengan tema Q & A (Questions and Answers). Mintalah mereka untuk menuliskan pertanyaan yang ingin mereka tanyakan (tema bisa bebas atau khusus) pada selembar kertas kecil beberapa minggu sebelum kebaktian khusus ini dilangsungkan agar dapat memberikan kesempatan bagi pembicara untuk mempersiapkan setiap jawabannya. Hal ini bertujuan untuk menggali keingintahuan remaja mengenai kehidupan kekristenan atau mengenai iman mereka, atau mengenai Kristus, atau hal yang berkaitan dengan pandangan-pandangan Kristiani dalam kehidupan sehari hari. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa juga dibahas di majalah/ buletin/ mading remaja. Hal ini dapat membuat remaja mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka yang diharapkan dapat terus membuat mereka menggali pertanyaan-pertanyaan lain dalam dunia kekristenan.                       
                                                                                                                                                                                                                   

ILUSTRASI


Mencari Allah adalah seumpama melakukan pendekatan kepada seorang yang kita sukai. Andi menyukai Anita, dan ia ingin lebih mengenalnya. Diperlukan keinginan yang tulus untuk mengenal Anita dan biasanya membutuhkan usaha yang panjang. Semakin Andi ingin mengenal Anita, maka semakin banyak pertanyaan yang perlu ia ajukan, semakin banyak waktu yang diperlukan untuk bertemu dan berkomunikasi dengannya, semakin besar juga usaha yang dilakukan, dan hal ini harus dilakukan terus menerus karena pengenalan ini tidak berhenti di satu titik saja, bahkan hingga masa perkawinanpun Andi tetap perlu belajar untuk mengenal Anita, karena selalu ada hal baru yang belum diketahui sebelumnya. Semakin tulus Andi ingin tahu mengenai Anita, maka semakin banyak hal yang dapat ia ketahui.

Untuk dapat mengenal Anita dengan lebih baik, Andi pun harus berusaha dan tidak hanya dapat berkeinginan semata, karena tanpa usaha yang nyata maka tidak akan ada hasil yang diperoleh. Namun terkadang motivasi Andi bukanlah untuk benar-benar mengenal Anita, tetapi Andi lebih ingin memperoleh sesuatu darinya. Hal inilah yang membuat seringkali pencarian ini tidak berhasil karena saat Andi tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, ia kemudian menjadi kecewa, dan kehilangan semangat untuk mengenal Anita. Tidak selamanya Andi bisa mendapatkan apa yang ia inginkan, namun seperti pepatah mengatakan "perhatian yang tulus tidak pernah sia-sia", maka sebenarnya Andi sudah banyak mengenal Anita saat melakukan pendekatan. Demikianlah juga dengan mencari Allah. Terkadang kita malas mencari Allah karena menurut kita tidak penting, atau kita ingin mencari Allah tetapi enggan untuk berusaha. Terkadang pula kita lebih menempatkan kepentingan diri kita dibandingkan dengan orang yang ingin kita kenal. Hal ini yang seringkali menjadi penghambat di dalam proses pencarian.                                                           
 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999