HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 41
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Juni 2017    
1. MOVE ON BERSAMA ROH KUDUS
Kisah Para Rasul 2:1-13
 
  1
2. PARAKLETOS
Yohanes 16:4b-15
 
  2
3. CHARIS DAN CHARISMA
1 Korintus 12:1-11
 
  3
4. MANUSIA BARU
2 Korintus 5:16-21
 
  4

 

2017

Juni
Minggu 1
 



 

 Move On Bersama Roh Kudus



 Bacaan: Kisah Para Rasul 2:1-13
 Bahan yang diperlukan: -
 

 

 

FOKUS



Hari raya Pentakosta merupakan hari peringatan akan pencurahan Roh Kudus bagi para murid Kristus. Sesuai namanya "Pentakosta" berasal dari bahasa Yunani, "Pentekoste" yang artinya hari kelima puluh. Karena itu pelaksanaan hari raya Pentakosta adalah dihitung 50 hari- sejak hari raya Paskah. Selaku umat percaya, gereja mengenang karya Allah yang telah membangkitkan Kristus pada hari Paskah, dan menunggu janji Kristus setelah Dia naik ke surga bahwa Dia akan mengutus Roh Kudus. Di masa kini, banyak gereja, termasuk GKI merayakan Pentakosta sebagai peringatan pencurahan Roh Kudus sekaligus sebagai Pengucapan Syukur Tahunan. Sayangnya titik berat perayaan itu akhirnya lebih pada pengucapan syukur tahunan atau persembahan unduh-unduh dibandingkan dengan mengingat dan merayakan kehadiran dan karya Roh Kudus dalam kehidupan orang beriman. Pelajaran hari ini mengajak remaja untuk menyadari salah satu dampak pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta itu adalah menggerakkan para murid Yesus untuk bangkit dari keterpurukan dan membuat para murid move on atau melanjutkan hidup sebagai saksi kebangkitan Kristus yang mcnembus batas-batas suku bangsa dan bahasa.
 

PENJELASAN TEKS


Kala Yesus hendak naik ke sorga, Ia memberikan beberapa wejangan, salah satunya adalah perintah untuk menjadi saksi-Nya,"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Para murid yang diutus menjadi saksi itu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus dicurahkan atas mereka. Kata `kuasa' di sini dalam bahasa Yunani digunakan kata dunamis yang secara harfiah berarti "daya dorong atau kekuatan yang luar biasa" (dipakai untuk kata yang dekat dengan itu "dinamit"). Dan dampak dari kuasa Roh Kudus ini tampak pada saat hari Pentakosta tiba.
Saat hari Pentakosta tiba, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba terjadi fenomena yang luar biasa: bunyi seperti tiupan angin, tampak lidah-lidah seperti nyala api; lalu rasul-rasul bisa berbahasa lain bersaksi dengan luar biasa tentang Yesus sehingga makin banyak orang yang percaya kepada Yesus. Apa artinya semua itu?

(1). Bunyi seperti tiupan angin keras (ay. 2)
Bunyi seperti angin keras ini hanya terjadi di rumah tempat para murid berkumpul dan angin yang keras itu tidak merusak. Seperti kita ketahui bersama, fungsi angin adalah untuk "menggerakkan" dan "menyejukkan". Para murid Yesus saat itu berada dalam suasana tidak enak karena baru berpisah dan ditinggalkan Yesus yang naik ke sorga. Mereka juga merasakan ketakutan karena rumor soal pencurian mayat Yesus yang beredar di tengah masyarakat, sehingga akhirnya mereka lebih banyak diam, berkumpul dan tidak bergerak. Di tengah keadaan seperti itulah, Allah bekerja: Roh Kudus dicurahkan supaya hati yang galau disejukkan dan ditenangkan. Roh Kudus juga diutus untuk memberi semangat baru dan menggerakkan para murid untuk tidak tinggal diam, tapi mau move on, melanjutkan hidup untuk menjadi saksi karya Tuhan Yesus.

(2). Lidah-lidah seperti nyala api (ay. 3)
Lidah-lidah seperti nyala api ini hinggap di atas para murid namun mereka tidak terbakar hangus. Fungsi api dalam alkitab adalah untuk "menyucikan" dan "memurnikan". Dengan begitu, hadirnya Roh Kudus ini menandakan para murid disucikan dan dimurnikan dari segala kekotoran dan kenajisan akibat dosa dan pelanggaran mereka. Seperti emas yang dibakar dalam api supaya makin murni, demikian pula para murid dihinggapi Roh Kudus seperti lidah api supaya mereka makin murni di hadapan Allah dan sebagai hasilnya, para murid menjadi manusia baru atau ciptaan baru dengan kobaran semangat atau spirit yang baru. Dengan spirit yang baru itu, mereka move on, dan keterpurukan karena kehilangan guru, menuju hidup yang penuh semangat baru, semangat dan motivasi yang murni untuk bersaksi tentang Injil.

(3). Berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain (ay. 4)
Tanda ketiga ini yang kerapkali disalahmengerti. Ada orang yang menjadikan tanda ketiga ini sebagai ukuran ada tidaknya Roh Kudus di suatu gereja, yaitu karunia bahasa Roh. Yang disebut "bahasa-bahasa lain" dalam Kis. 2:4 berbeda dengan "bahasa Roh" dalam 1 Kor. 12:10, 14:4 (KJV: unknown tounge, BIS: bahasa yang ajaib). Dalam Kis. 2:4 memang digunakan kata Yunani yang sama dengan 1 Kor. 12:10, yaitu glossa namun pada bagian ini bahasa yang muncul adalah bahasa lain yang ada di dunia dan dimengerti orang-orang lain dari bangsa yang berbeda (KJV: other tongues, BIS: bahasa lain). Bahasa kerap kali membatasi gerak seseorang untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Orang jadi terkotak¬kotak dan tersekat-sekat. Karena faktor bahasa jugalah tidak jarang muncul salah paham dan konflik. Peristiwa Babel, misalnya, saat Tuhan mengacaukan pekerjaan besar itu bukan dengan mengirim malaikat untuk memukuli mereka, tapi cukup dengan mengacaukan bahasa. Dengan dicurahkannya Roh Kudus, para murid diberi kuasa, yaitu kemampuan untuk bisa berbahasa bangsa lain supaya para murid dapat menembus batas-batas yang selama ini menghalangi seseorang untuk membagikan kabar baik (Injil) bagi sesama. Karunia berbahasa lain ini menjadi daya dorong para murid untuk dengan penuh keberanian bersaksi tentang perbuatan-perbuatan besar yang Allah lakukan, yang menembus batas-batas perbedaan bangsa dan bahasa.
Dengan kata lain, Kabar Baik dibagikan juga kepada mereka yang berbeda supaya mereka yang menyambut karya Tuhan itu dipersatukan tanpa terhalang oleh sekat¬sekat perbedaan yang ada.
 

PENGENAAN
 


Remaja tidak luput dari yang namanya kegagalan dan keterpurukan. Penyebabnya bisa bermacam-macam: gagal berprestasi di sekolah, putus cinta, kehilangan sahabat, mengalami peristiwa dukacita karena kematian anggota keluarga, kalah bersaing dengan teman sebaya dan 1001 alasan lain. Tidak jarang, hal-hal tersebut membuat seorang remaja putus asa dan memutuskan untuk "berhenti" berusaha dan enggan untuk bangkit dari keterpurukan. Tidak sedikit remaja yang kemudian mencari jalan pintas untuk mengakhiri hidup atau mencari pelampiasan dengan berbagai hal negatif yang justru makin menghancurkan hidupnya.
Sebagai remaja Kristen, mengalami keterpurukan atau kegagalan adalah sesuatu yang wajar terjadi dalam diri seseorang. Namun yang membuatnya berbeda adalah adanya Roh Kudus yang memberi spirit atau kuasa (Yun. dunamis) untuk seorang remaja mampu move on. Bahkan bukan sekadar melanjutkan hidup, tapi bangkit untuk mengisi hidup dengan lebih bermakna dan jadi berkat. Roh Kudus dicurahkan atas hidup para murid untuk menggerakkan mereka dan ketakutan sehingga berani keluar dari keterpurukan, mempermurni para murid dalam mengikut Tuhan dan melayani-Nya, juga untuk menjadi saksi Kristus lewat perkataan maupun perbuatan yang menembus batas-batas perbedaan suku, Bahasa dan budaya. Apa dampaknya bagi remaja di masa kini? Kuasa Roh Kudus itu membawa dampak yang sama, yaitu menggerakkan para remaja keluar dari ketakutan dan keterpurukan karena berbagai kegagalan, mempermurni semangat mereka untuk menjadi pengikut Kristus dan melayani-Nya, serta mendorong mereka menjadi saksi tentang perbuatan Allah yang besar, menerobos sekat-sekat pembatas (suku, ras, golongan, budaya, tingkat sosial) yang selama ini menghalangi karya Allah dialami sesama.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Awali pertemuan dengan memaparkan secara singkat hari raya Pentakosta. Lanjutkan dengan menanyakan kepada beberapa remaja mengenai apa saja yang mereka ketahui tentang karya Roh Kudus saat pencurahan di hari Pentakosta itu terjadi.
2. Ingatkan bahwa dalam perayaan Pentakosta itu selain peringatan akan pencurahan Roh Kudus, ada juga pengucapan syukur tahunan karena penyertaan dan pemeliharaan Allah bagi umat-Nya. Tegaskan bahwa gereja tidak boleh hanya berfokus pada persoalan pengumpulan persembahan syukur tahunan sebagai bentuk perayaan hari Pentakosta, melainkan merasakan dan merayakan kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan gereja.
3. Masuk pada bagian Penjelasan Teks dengan memaparkan tiga tanda yang
menyertai pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta itu. Hal-hal yang tampak spektakuler itu bukan untuk ajang pamer diri atau show off supaya para murid menjadi tenar, tapi justru merupakan karya Tuhan yang mau membuat para murid move on dan keadaan mereka semula: menggerakkan mereka untuk berubah dan tidak tinggal diam, memurnikan motivasi mereka dalam mengikut dan melayani Tuhan, serta mendorong para murid menjadi saksi karya Allah menembus batas-batas perbedaan.
4. Untuk pengenaan lakukan Kegiatan. Remaja masuk dalam kelompok (3-4 remaja per kelompok). Dengan diskusi yang ada diharapkan remaja menyadari kehadiran Roh Kudus dan mengalami sendiri kuasa-Nya. Pada bagian ini dapat disampaikan contoh karya Roh Kudus yang menggerakkan orang untuk menjadi saksi Kristus melalui Ilustrasi yang ada.
5. Akhiri kegiatan dengan tekad untuk bangkit dan mengalami kuasa Roh Kudus yang membuat mereka move on, bukan sekadar melanjutkan hidup, tapi mau berubah, makin murni dalam mengikut Yesus dan menjadi saksi Kristus lewat perkataan dan perbuatan.
 

                                                                                                   
KEGIATAN


Diskusi:
- Minta remaja membagikan pengalaman mereka merasakan kuasa Roh Kudus dalam hidup mereka.
- Apakah mereka pernah mengalami keadaan terpuruk dan putus asa, lalu merasakan kuasa Roh Kudus yang memberikan daya dorong dan kekuatan luar biasa untuk move on dan bangkit?
- Sebutkan perubahan yang terjadi setelah Roh Kudus berkarya dalam hidup remaja.

 

ILUSTRASI


                                                               Roh Menggerakkan Menjadi Saksi
Ada seorang tentara AS berdiri di pinggir jalan untuk mencari tumpangan ke kota Chicago di Illinois. Sebenarnya perbuatan "hitchhiking" ini melanggar hukum dan berbahaya, tetapi tidak ada alternatif lain bagi tentara ini kecuali melakukan hal itu.
Tiba-tiba sebuah limousine warna hitam menghampiri tentara itu dan memberikan tumpangan. Tentara dan pemilik limousine tersebut saling berkenalan. Kemudian sesuatu terjadi, Roh Kudus menggerakkan tentara itu untuk membagikan berita mengenai keselamatan di dalam Kristus kepada pemilik limousine ini. Awalnya tentara itu menolak dorongan Roh tersebut, karena pikirnya,"Masakan saya habis melanggar aturan, tiba-tiba memberitakan Kristus." Belum lagi tentara ini takut sang pemilik limousine marah dan menurunkannya di tengah jalan.
Tapi dorongan Roh Kudus tersebut sedemikian kuat sehingga tentara ini tidak tahan lagi dan berkata kepada pemilik limousine ini, "Pak, bolehkah saya menanyakan masalah pribadi?" ''Oh, boleh saja," jawab Bapak ini. "Kalau misalnya Bapak meninggal dunia besok pagi, Bapak kira-kira akan masuk surga atau masuk neraka?" "Kamu tahu nggak?" jawab Bapak ini, "Sesaat sebelum saya memberimu tumpangan, saya juga tiba-tiba memikirkan hal itu, dan saya pikir kalau saya mati besok, saya akan masuk neraka." "Bapak maukah mendengar kisah tentang jalan keselamatan?" tanya tentara ini. "Oh, tentu saja mau," jawab Bapak itu.
Tentara itu lalu mulai membagikan berita keselamatan mengenai Yesus Kristus dan mengajak Bapak pemilik limousine tadi untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Bapak itu bersedia menerima Yesus, dan ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan meminta tentara itu membimbingnya berdoa untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Air mata meleleh di pipi Bapak ini. Ia mengatakan, "Tahukah kamu? Malam ini kamu sudah melakukan hal yang sangat besar bagi hidup saya, saya tak akan pernah melupakan apa yang kamu sudah lakukan bagi hidup saya."
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan sampai Chicago, ketika tentara itu mohon diri (turun dari mobil), Bapak itu memberikan satu kartu nama sambil berkata, "Ketahuilah... hari ini kamu sudah melakukan hal yang sangat penting dalam hidup saya. Kapan-kapan kalau main ke Chicago hubungilah saya di alamat ini." Dan tak lama kemudian mereka berpisah.
Waktu lima tahun sudah berlalu dan tentara ini kemudian kembali berkunjung ke kota Chicago, dan ia ingat akan kartu nama yang diberikan oleh Bapak pemilik limousine ini kepadanya. Tentara ini ingin tahu kabar mengenai Bapak tersebut, dan ia datang ke alamat yang tertera di kartu nama tersebut, dan ia sampai ke sebuah gedung pencakar langit kantor pusat sebuah perusahaan raksasa di Amerika Serikat.
Ia memberikan kartu tersebut kepada satpam, dan satpam itu sangat terkejut dan bertanya, "Dari mana kamu dapatkan kartu ini?" Tentara itu menjawab, "Yang empunya kartu itu sendiri yang memberikannya kepada saya." Satpam itu menjawab, "Kamu naik ke lantai paling atas, sampai sana belok kiri dan kamu tanya pada sekretaris yang ada di sana."
Tentara itu naik ke lantai paling atas dan memberikan kartu nama itu kepada sekretaris yang ada di sana yang juga sangat terkejut, "Dari mana anda dapatkan kartu ini?" Jawab tentara itu, "Wah... panjang ceritanya... tapi beliau sendiri yang memberikannya kepada saya." "Bapak ini sekarang tidak ada di sini...apakah anda ingin bertemu dengan istrinya?" "Boleh," jawab tentara itu, dan ia dipertemukan dengan istri Bapak itu yang merupakan Presidcn Direktur dari perusahaan raksasa tersebut.
"Dari mana kamu peroleh kartu ini?" tanya ibu tersebut. Tentara itu menceriterakan ihwal pertemuannya dengan Bapak itu dan bagaimana Bapak itu menerima Yesus sebagai penyelamatnya. Mendengar itu semua meledaklah tangis sang Ibu. Ia menceriterakan bahwa tak lama sesudah menurunkan tentara itu, limousine tersebut mengalami kecelakaan yang sangat fatal yang menewaskan Bapak tersebut.
Ibu itu mengatakan bahwa bertahun-tahun ia berdoa supaya suaminya diselamatkan, dan ia mengira bahwa suaminya meninggal tanpa diselamatkan, sehingga ia begitu marah kepada Tuhan dan meninggalkan gereja dan pelayanannya. Apa yang dilakukan oleh tentara itu adalah hal yang paling penting yang pernah terjadi dalam hidup Bapak itu.

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999