HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Roh Kudus Pembaru Ciptaan | Lestari Alamku | 4R: Reduce, Reuse, Recycle, Replace | Energi Terbarukan | Youth 4 Earth
 
   

Roh Kudus
Pemulih Ciptaan


  Roh Kudus Pembaru Ciptaan
 

fokus
Dalam peristiwa Pentakosta, Roh Kudus hadir untuk membarui. Karya pembaruan
Roh Kudus seringkali dipahami hanya dialami oleh manusia. Sedangkan makhluk
ciptaan Allah yang lain di luar jangkauan keselamatan itu. Pemahaman ini tentu saja tidak benar. Dalam Alkitab seluruh makhluk adalah ciptaan Allah. Ketika diciptakan, Allah menyebutnya sebagai ciptaan yang baik. Melihat hal tersebut, kita bisa mengatakan bahwa karya pembaruan Allah juga ditujukan kepada segala makhluk (bdk. Mrk. 16:15). Dengan demikan, manusia yang semenjak awal diminta Allah turut memelihara ciptaan, juga memiliki tanggung jawab pemeliharaan atas ciptaan Allah sebagai respons atas keselamatan yang dikerjakan melalui Allah Trinitas. Melalui pelajaran ini remaja diajak melihat karya pembaruan Allah pada seluruh ciptaan melalui Pentakosta. Remaja juga diundang untuk turut mengambil bagian dalam mewujudkan karya pembaruan itu.

penjelasan teks
Mazmur 104 kerap dibaca dalam merayakan masa Pentakosta pada tradisi Yahudi dan Kristen. Pemilihan Mazmur ini dilatarbelakangi keyakinan iman orang Yahudi tentang tindakan Allah yang memberikan roh kehidupan kepada segala makhluk.
 

Karena Roh Allah itulah semua makhluk memiliki kehidupan. Banyak penafsir yang menyatakan bahwa Mazmur 104 ini berisi tentang teologi penciptaan dalam bentuk puisi. Di dalamnya pemazmur merefleksikan karya cipta Allah yang luar biasa. Kekaguman pemazmur inilah yang membuat ia mengajak umat untuk memuji Allah dengan segenap hati. Kata "segenap hati" menunjuk pada keseluruhan diri manusia yang memuji dengan tulus.
Ajakan itu terasa begitu penting sampai-sampai diungkapkan pemazmur dalam pembukaan dan penutupan mazmurnya (ay. 1 dan 35). Seruan memuji Allah berangkat dari pengakuan bahwa Allah sangat besar (ay. 1). Ungkapan "sangat besar" menyiratkan keagungan Allah (terjemahan BIMK) yang tidak mungkin terselami oleh manusia. Sebab manusia hanyalah salah satu ciptaan Allah yang kecil. Pemazmur menyamakan keberadaan hanya seperti debu (ay. 28).
Pemazmur kemudian memerinci kebesaran Allah melalui maha karya ciptaan-Nya. Seperti penaklukan samudera raya (ay. 5-9), pemberi kehidupan pada alam semesta (ay. 10-18), dan juga pencipta benda pengatur waktu (ay. 19-23). Semua itu dilakukan Allah dalam kebijaksanaan (ay. 24), yang menyiratkan keteraturan dan kesaling-bergantungan.

Bagian teks yang kita baca juga mencerminkan kekuasaan Allah sebagai pemberi hidup. Pemazmur menggambarkan betapa aktifnya Allah berkarya untuk memelihara ciptaan-Nya, Ia tidak hanya menciptakan, tetapi juga memberi makanan pada waktunya (ay. 27). Hal itu membuat seluruh semesta bersandar penuh pada kuasa Allah. Karya Allah berlanjut, melalui kehadiran Roh-Nya Allah mencipta dan membarui (ay. 30).
Kata "tercipta" (Ibrani: bara) sering dipahami dalam makna penciptaan dari tiada menjadi ada (dalam bahasa Latin disebut creatio-ex-nihilo). Namun kata bara juga bisa dipahami menciptakan sesuatu yang baru dari bahan mentah yang telah tersedia (seperti pematung yang memahat dari batu yang telah tersedia). Pemazmur tidak membedakan dua pemahaman tersebut. Refleksinya menegaskan entah dari ketiadaan atau dari bahan mentah, tetaplah penciptaan terjadi karena kerja Roh Allah.
Sedangkan kata "membarui" (Ibrani: chadas) bermakna memperbaiki apa yang rusak atau tidak sesuai dengan desain ciptaan Allah. Pemazmur menyadari karya cipta Allah bisa juga rusak (seperti kejatuhan manusia dalam dosa). Pemazmur melihat bahwa karya Allah juga melingkupi tetapi juga membarui ciptaan yang rusak. Di sini pemazmur mengimani terjadinya pemeliharaan Allah (sering disebut dengan istilah providentia Dei) yang terus menerus membarui tanpa pernah henti.

pengenaan
Selama ini kisah pencurahan Roh Kudus dikaitkan dengan pembaruan hidup manusia. Tentu saja hal ini benar. Namun apakah sekadar itu? Apakah karya Allah melalui Roh Kudus-Nya juga dikaruniakan pada ciptaan Allah yang lain? Pemahamam Kristen perlu menambahkan dalam dirinya keyakinan iman bahwa karya pembaruan Roh bukan hanya ditujukan kepada manusia, tetapi seluruh ciptaan Allah, termasuk alam yang menjadi tempat tinggal manusia. Justru karena itu, jika seseorang percaya dirinya telah menerima Roh Kudus, maka semangat membarui dan memelihara ciptaan ada di hati mereka.
Saat memperingati hari turunnya Roh Kudus, remaja perlu belajar bahwa kedatangan Roh Kudus bukan sekadar dirayakan melalui ibadah belaka, namun juga dalam karya nyata. Salah satu karya nyata remaja dan kaum muda adalah membarui ciptaan Allah. Perlu ditegaskan bahwa kaum muda terkenal identik dengan inovasi atau kebaruan. Selain itu, sebagai bagian dari generasi Z yang peduli pada lingkungan, remaja perlu ditantang untuk memikirkan apa yang bisa mereka lakukan dalam turut memelihara karya keselamatan Allah pada semesta ini.

langkah-langkah penyampaian
1. Mulailah dengan mengucapkan selamat hari Pentakosta. Ceritakan tentang peristiwa pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta. Lanjutkan dengan bertanya, apakah karya pembaruan Roh Kudus dalam peristiwa Pentakosta hanya ditujukan pada manusia?
2. Jelaskan bahwa karya pembaruan itu juga ditujukan kepada dunia. Jadi manusia yang dikaruniakan Roh Kudus, pasti juga diundang untuk bertanggung jawab atas seluruh ciptaan Tuhan (lihat bagian Fokus).
3. Masuklah dalam Penjelasan Teks Alkitab. Tegaskan bahwa refleksi pemazmur yang menunjukkan bahwa Roh Kudus Allah menciptakan dan membarui seluruh ciptaan. Tugas manusia adalah turut serta membarui ciptaan Tuhan.
4. Ajak remaja memikirkan, karena karya Roh mencerahkan, maka hal inovatif apa yang bisa mereka lakukan untuk membarui dan memelihara semesta ini. Pakailah contoh Ilustrasi di bawah.
5. Akhiri dengan Kegiatan.

kegiatan

Brainstorming
1. Bagikan potongan kertas kecil kepada seluruh remaja
2. Minta remaja menuliskan pendapatnya tentang hal yang mungkin mereka lakukan untuk menjaga lingkungan hidup di sekitar gereja.
3. Kumpulkan tulisan itu dan tuliskan pada papan tulis. Satukan hal yang sama dari usulan tersebut.
4. Carilah dari yang mereka usulkan, mana yang mungkin dilakukan dengan kategori: belum pernah dilakukan!
5. Buatlah perencanaan yang lebih matang agar usulan itu dapat dilaksanakan.

ilustrasi
TEMPO.CO, Yogyakarta - Prototype pembersih sampah sungai atau "Turbin Undershoot Penyaring Sampah" tidak lahir dari aktivitas sibuk yang membuat pusing layaknya persiapan Ujian Nasional. Karya yang mengantarkan tiga siswi SMAN 6 Kota Yogyakarta menyabet medali emas kategori Green Technology di ajang International Exhibition for Young Inventor (IEYI) pada awal Mei lalu itu lahir dari aktivitas gembira dan semangat coba-coba.
Elizabeth Widya Niadianita, salah satu dari perancang alat pemungut sampah dari aliran sungai itu, mengaku tidak ada beban saat merampungkan pembuatan alat itu. Alat itu mulanya juga hanya dibuat untuk memenuhi tugas karya ilmiah pelajaran muatan lokal riset di sekolahnya. "Modal iseng sih, gak ribet-ribet amat kok," kata pelajar program IPS yang baru saja naik kelas XII itu.
Niadianita mengatakan awalnya ide membuat karya untuk memecahkan solusi sampah di sungai merupakan saran gurunya. Kata dia saran itu disampaikan guru pelajaran muatan lokal riset di sekolahnya karena mudah menang kompetisi. "Tapi tidak ada target harus menang juga," kata dia.

Konsultasi dengan guru itu kemudian mereka kembangkan lewat pengamatan langsung di sungai. Kebetulan, lokasi SMAN 6 Kota Yogyakarta hanya berjarak 300-an meter dari aliran sungai Code yang membelah kota Yogyakarta. "Di sana memang banyak sampah, maklum dekat permukiman," ujar Niadianita.
Hasil menggali informasi di internet, saat Niadianita dan dua rekannya masih kelas XI, semula tidak memuaskan. "Belum ada alat khusus yang canggih bisa memungut sampah dari sungai," ujar dia.
Karena terdesak waktu ujian akhir sekolah di penghujung kelas XI, mereka akhirnya menemukan gagasan sederhana, yakni menggerakkan sampah ke penampungan dengan papan berjalan mirip ekskalator. Tidak disangka, proposal karya ini ternyata lolos final IEYI 2013 di Malaysia. "Kami sudah kelas XII dan lama tak mengutak-atik alat ini," ujar dia.

Tri Ayu Lestari, rekan satu tim Niadianita, menambahkan informasi lolosnya karya mereka ke IEYI Malaysia membuat mereka agak serius. "Maklum, kalau menang kan hebat, kelas internasional," ujar Ayu mengatakan mereka kembali mengubek-ubek internet untuk mencari ide agar alat penyaring sampah sungai makin efektif. Konsep "Turbin Undershoot" akhirnya muncul. "Dengan perangkat ini makin banyak sampah ke arah putaran turbin dan terangkut papan berjalan ke bak sampah," kata dia.
Kata Ayu timnya mengebut penyempurnaan karyanya sebulan penuh menjelang tenggat akhir penyusunan laporan karya ilmiah ke panitia IEYI 2013 di Malaysia. "Kami kerja banting tulang sekitar sebulan itu," kata dia.
Hasilnya, kata Ayu, mengejutkan. Mereka rnemenangi medali emas kategori teknologi hijau. "Kami benar-benar gak menyangka," ajar dia.
Kata dia selepas memenangi kompetisi gagasan yang muncul untuk penyempurnaan alat itu makin menggebu. Dia membayangkan apabila alat itu terpasang di banyak titik aliran sungai, masalah sampah penyebab banjir bakal tuntas. "Kami mulai berpikir alat ini bisa berguna," ajar dia.

(Sumber:https://tekno.tempo.co/read/494377/peduli-sampah-siswi-smu-6-yogya-raih medali¬emas/full&Paging=0tomatis)

 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999