HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 39
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

juni 2016    

I am not a bystander
amos 5:7-13
 
  1

words of wisdom
amsal 2:1-22
 
  2

kindness in pictures
kisah para rasul 9:36-42
 
  3

oversharing
kolose 4:5-6

 

  4

 


Bacaan:
Amsal 2:1-22

Bahan yang diperlukan:
- Ponsel dan aplikasi twitter atau media sosial lain
 


Words of Wisdom
 


FOKUS


Remaja memiliki kecenderungan untuk mengambil keputusan hanya melalui apa yang mereka lihat dan dengar, tanpa berpikir panjang, atau tanpa melibatkan Tuhan dalam diri mereka. Dalam proses pencarian identitas dan nilai hidup akan apa yang baik dan yang buruk, yang benar dan salah, sangac penting bagi remaja agar tidak jatuh dalam oversimplification, atau penyederhanaan hanya pada yang hitam dan putih, juga agar remaja dapat berhadapan dengan segala kontradiksi yang harus mereka hadapi setiap saat. Kebijaksanaan ini juga penting agar remaja dapat memiliki pegangan hidup yang tepat dan tidak terombang-ambing pada informasi dan pilihan yang begitu banyak.
 

PENJELASAN TEKS


Kitab Amsal disebut juga kitab para bijak dan perikop ini adalah bagian dari pengajaran mereka. Hikmat, menurut para bijak, walaupun berhubungan dengan pengetahuan dan kepandaian, tidak pernah lepas dari takut akan Tuhan, sehingga kepandaian dan pengertian yang diraih tidak akan ada gunanya jika tidak terhubung dengan Tuhan. Jadi orang yang berhikmat adalah mereka yang mengenal Allah dan menaati perintah-perintah-Nya. Takut akan Tuhan ditekankan berulang-ulang dalam kitab Amsal.

Dalam Amsal 2:1-10 dikatakan bahwa hikmat selalu disediakan bagi mereka yang mencarinya, bahkan perlu dicari dengan usaha lebih. Pengenalan akan Tuhan dimulai dengan memahami firman Allah di dalam hati dan hikmat yang berawal dari tunduk dengan rendah hati kepada Allah akan kemudian mengalir kepada semua bidang kehidupan. Ketika Firman itu hidup di dalam hati kita maka kita akan belajar untuk hidup dengan bijaksana (ay.1) dan hubungan kita dengan Allah akan mendatangkan pengetahuan dan kepandaian (ay.6) yang di dalamnya termasuk kebenaran, keadilan dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik (ay.9).

Mempelajari Firman Tuhan harus disertai sikap hati yang sungguh-sungguh untuk mengenal-Nya. Belajar saja mungkin menjadikan kita sarjana Alkitab yang memiliki pengetahuan dan kepandaian, tetapi tidak menjamin kita mengenal-Nya. Membuka hati dan pikiran untuk berdoa dalam belajar Firman Tuhan mengizinkan Roh Kudus untuk mengambil kendali egosentrisme dan mengubah kita menjadi orang yang dalam hidupnya menjaga tingkah laku, jujur, adil dan setia (ay.7-8).

Jika kita benar-benar bijaksana, maka kita akan berhati-hati untuk menghindari orang-orang dan praktik yang jahat. Ketika kebijaksanaan memiliki kuasa atas kita, ia tidak hanya mengisi kepala, tapi ke hati, dan akan menjaga diri kita baik dalam melawan kebobrokan dan menghadapi godaan hidup (ay. 11-12). Langkah-langkah dosa adalah membawa pada kegelapan, perasaan ketidaknyamanan dan perasaan tidak aman. Alangkah bodoh jika seseorang meninggalkan apa yang baik, yang menyenangkan di dalam kebijaksanaan untuk hidup dalam dosa. Orang-orang ini menikmati dosa, baik melakukan dan melihat orang lain melakukannya! (ay. 12-15,20); Setiap orang yang bijaksana akan menghindari hal ini. Kebijaksanaan dari Tuhan akan menjaga dari mereka-mereka yang menyebabkan keinginan-keinginan daging, pencemaran tubuh sebagai bait Allah, dan peperangan dalam jiwa(ay. 16-19). Dengan memiliki kebijaksanaan, maka kita juga memperoleh berkat-berkat yang dijanjikan Tuhan (ay.21)
 

PENGENAAN


Begitu banyak faktor dalam melihat suatu peristiwa atau dalam pengambilan suatu keputusan. Dibutuhkan kebijaksanaan untuk dapat menentukan cara pandang yang baik dan mengambil keputusan tepat. Tanpa kebijaksanaan hidup manusia akan terombang-ambing oleh kebingungan karena banyaknya faktor ini. Kitab Amsal menyatakan bahwa pengenalan akan Tuhanlah yang akan membawa kita pada kebijaksanaan, karena hanya melalui pengenalan akan Tuhanlah maka manusia dapat melihat melalui kacamata Tuhan yang empunya kebijaksanaan. Saat itulah hikmat itu hidup di hati setiap manusia yang takut akan Tuhan.

Masa remaja adalah masa pencarian diri yang penuh dengan kontradiksi. Kontradiksi-kontradiksi ini terjadi karena remaja masih berusaha untuk membedakan nilai-nilai hidup, mengerti diri mereka sendiri dan bagaimana mereka memposisikan diri mereka, serta pergumulan-pergumulan hidup antara idealisme dan realita yang nampaknya seringkali tidak sejalan. Selain daripada itu pembentukan identitas diri mereka juga sangat dipengaruhi oleh didikan dan informasi-informasi yang mereka dapatkan, serta teladan dari orang sekitar mereka. Di masa ini emosi dan pikiran mereka juga mudah sekali terpengaruh oleh faktor luar sehingga seringkali terjadi pergolakan dalam diri mereka. Terkadang tindakan mereka tidak didasari oleh pemikiran yang panjang, namun hanya oleh impuls atau reaksi yang mereka terima dari luar. Oleh karena itu maka amat penting bagi remaja untuk dapat belajar menjadi bijaksana, karena dengan menjadi bijaksana mereka dapat menjaga dan mengatur diri mereka, apa yang keluar dari pikiran dan mulut mereka. Kebijakan ini dimulai dengan pengetahuan akan Tuhan.

Kebijaksanaan itu sendiri sangat luas, dapat berkaitan dengan mengelola waktu, diri, makanan, uang, dalam pengambilan keputusan, dalam menyampaikan pikiran, dalam melihat suatu peristiwa, dan lain-lain. Dalam segala aspek inilah remaja perlu Tuhan untuk dapat membimbing mereka hidup dan menjadi pribadi yang penuh dengan kebijaksanaan. Dalam dunia remaja yang tidak lepas dari media sosial, remaja juga diajak untuk menjadi bijak di dalam mengunggah gambar, menyatakan pendapat atau menentukan pendapat saat membaca berita atau artikel-artikel di dalamnya.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN


1. Mulailah dengan menceritakan ilustrasi mengenai Socrates dan sang pemuda. Kemudian tanyakan kepada remaja apa yang mereka pikirkan melalui cerita tersebut.
2. Bacalah perikop Alkitab dan dilanjutkan dengan penjelasan teks. Kaitkanlah ilustrasi dengan bacaan perikop Alkitab. Jelaskan kepada remaja bahwa untuk mendapatkan kebijaksanaan dibutuhkan usaha yang serius.
3. Masuklah pada Pengenaan dan berikanlah contoh-contoh jenis-jenis kebjiaksanaan
4. Masuklah pada Kegiatan I. Ajaklah mereka untuk mencari kutipan dengan bersungguh-sungguh.
5. Lanjutkan dengan Kegiatan 2 dan berikan contoh orang yang dianggap bijak.
 

KEGIATAN



Kegiatan 1

Mintalah remaja untuk berkumpul dalam kelompok-kelompok, lalu ajak mereka untuk mencari kutipan-kutipan mengenai kebijaksanaan yang berkesan bagi mereka dan pampanglah di twitter dengan hastag/# wiseyouth. Setelah itu ajaklah mereka untuk menceritakan dalam kelompok mereka mengapa memilih kalimat tersebut.

Kegiatan 2

Ajaklah remaja untuk memikirkan seorang tokoh yang menurut mereka bijak. Mintalah mereka untuk menjelaskan alasan kenapa tokoh itu yang dipilih, dan bagaimana mereka dapat melihat Tuhan melalui tokoh tersebut. Kemudian ajak mereka untuk berkomitmen untuk belajar menjadi bijak seperti tokoh yang mereka sebutkan.

Contoh:
Randy Pausch
Randy Pausch adalah seorang profesor di bidang interaksi manusia - komputer, dan desain di Universitas Carnegie Mellon, Pittsburgh, Amerika. Pada September 2006 ia didiagnosa mengidap kanker pankreas dan pada Agustus 2007 divonis tinggal memiliki 3 sampai 6 bulan lagi untuk hidup. Walaupun divonis demikian, Randy tidak patah semangat dan tidak ingin dikasihani. Ia tetap melakukan rutinitasnya dengan baik. Pada September 2007 ia mempresentasikan sebuah ceramah terakhir di kampusnya yang menjadi begitu terkenal dan mengubah banyak kehidupan orang lain. Apa yang membuat ia bijaksana? Salah satunya adalah dengan mempersiapkan keluarganya untuk menghadapi kehidupan setelah ia meninggalkan mereka ketimbang berfokus kepada dirinya sendiri. Ceramah terakhirnya yang dihadiri 400 orang ia katakan sebenarnya ditujukan bagi keluarganya, bukan hanya kepada para undangan yang menghadiri ceramah tersebut. Dalam ceramah yang menginspirasi begitu banyak orang itu, Randy menceritakan tentang betapa pentingnya seseorang untuk meraih mimpi-mimpi hidupnya, dan membantu menciptakan mimpi-mimpi orang lain. Semua yang ia presentasikan didasari oleh imannya kepada Kristus yang mendasari setiap pikiran dan langkah hidupnya. Ia dikenal sebagai "the dying man who taught America how to live".

Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Randy_Pausch;
https://www.youtube.com/watch?v=ji5_MqicxSo

                                                                Komitmen
Aku ingin belajar menjadi bijak dengan memfokuskan diri pada orang lain dan bukan ke diri sendiri.
                                                             

                                                                                                       

ILUSTRASI


                                                              Socrates dan Seorang Pemuda

Ada cerita tentang seorang pemuda yang bangga dengan dirinya yang datang ke Socrates untuk meminta pengetahuan. Ia mendatangi filsuf berotot besar itu dan berkata, "O Socrates Agung, saya datang kepada anda untuk meminta pengetahuan."

Socrates melihat kesombongan yang ada dalam diri pemuda ini, dan kemudian ia mengajak sang pemuda berjalan jalan ke jalanan, ke laut, dan ke air yang dalam. Lalu ia bertanya, "Apa yang kamu inginkan?" "Pengetahuan, O Socrates yang bijak," kata pemuda itu dengan senyum.

Socrates meletakkan tangannya yang kuat di bahu pria itu dan mendorongnya ke bawah sehingga mukanya masuk ke dalam air. Selama tiga puluh detik Socrates membiarkan dia. Setelah itu ia mengangkat kepala sang pemuda dan bertanya, "Apa yang kamu inginkan?" "Kebijaksanaan," jawab pemuda itu degan tergagap, "O Socrates yang besar dan bijaksana."

Socrates mendorongnya ke bawah lagi. Tiga puluh detik berlalu, tiga puluh lima. Empat puluh. Socrates membiarkan dia di dalam air. Ketika ia mengangkat kepalanya, sang pemuda makin terengah-engah kehabisan napas.
 

"Apa yang kamu inginkan, anak muda?" Antara berat, napas terengah-engah sesama sambil mendesah, "Kebijaksanaan, O yang bijaksana dan indah ..."Socrates kembali mendorong kepala sang pemuda hingga lima puluh detik berlalu.. "Apa yang kamu inginkan?" "Udara!" suara pemuda hampir tak terdengar. "Aku butuh udara!"

"Bila kamu menginginkan kebijaksanaan seperti kamu menginginkan udara, maka kamu akan mendapatkannya!"



Sumber
http://www.sermonillustrations.com/wisdom

"Jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah" (Amsal 2:3,-5)
 

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999