HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 41
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Juni 2017    
1. MOVE ON BERSAMA ROH KUDUS
Kisah Para Rasul 2:1-13
 
  1
2. PARAKLETOS
Yohanes 16:4b-15
 
  2
3. CHARIS DAN CHARISMA
1 Korintus 12:1-11
 
  3
4. MANUSIA BARU
2 Korintus 5:16-21
 
  4

 

2017

Juni
Minggu 2
 



 

 
 PARAKLETOS


 Bacaan: Yohanes 16:4b-15
 Bahan yang diperlukan: -
 

 

 

FOKUS



Remaja Kristen masa kini adalah murid Yesus yang diminta untuk menjadi saksi-Nya. Menjadi saksi Kristus di tengah dunia penuh dengan tantangan. Apakah tantangan itu hanya saat ini? Jawabnya tidak! Tantangan bersaksi tentang Yesus sudah ada sejak Yesus berkarya di dunia. Ia mengatakan bahwa dunia menolak dan membenci-Nya. Tidak hanya menolak Yesus, dunia juga menolak murid-muridŽNya. Fitnah, gosip, berita-berita yang mendeskreditkan pengikut Yesus, bahkan tindakan-tindakan buruk bisa dialami para murid. Meski demikian para murid harus tetap mempersaksikan kasih Yesus. Supaya para murid kuat, tabah dan mampu bersaksi, Yesus mengutus Sang Penghibur [Parakletos]. Ia akan menolong, menghibur, membela, memimpin para murid mengenal kebenaran dan mempersaksikan kebenaran. Melalui pelajaran hari ini, remaja diajak untuk menghayati penyertaan Sang Penghibur dalam kehidupan sehari-hari. Berangkat dari penghayatan itu remaja diajak memahami apa karya Sang Penghibur serta menyediakan diri dibimbing Sang Penghibur sebagaimana yang dijanjikan Yesus.
 

PENJELASAN TEKS


Latar atau setting dari Yohanes 16:4b-15 adalah percakapan Yesus dengan muridŽmurid-Nya dalam perjamuan makan terakhir menjelang penangkapan dan penyaliban-Nya [Yoh 13]. Di sepanjang percakapan tersebut, Yesus meneladankan, mengajarkan, dan mengingatkan para murid bahwa Ia mengasihi semua muridŽNya. Dalam percakapan itu juga disampaikan bahwa Ia harus meninggalkan para murid. Sebelum Yesus berpisah dengan murid-murid-Nya, Ia memberikan wejangan [petuah-petuah] tentang bagaimana para murid menjalani hidup. Dalam kehadiran Yesus secara fisik atau tidak, para murid harus tetap tinggal di dalam Dia dan merasakan kesukacitaan [bdk. Yoh. 15:11]. Meski demikian, Yesus juga memahami perasaan para murid yang mengalami kedukaan saat mereka ditinggalkan oleh guru mereka. Dukacita yang dialami para murid sangat besar, sehingga tidak ada seorangpun yang bertanya ke mana Ia akan pergi [Yoh. 16:5]. Yesus menjelaskan bahwa lebih berguna bagi para murid bila Ia pergi supaya nantinya mereka menerima Sang Penghibur. Sang Penghibur dalam bahasa Yunani disebut dengan Parakletos. Kata Parakletos sendiri sekurang-kurangnya memiliki tiga makna: pengacara, pembela atau penasihat di pengadilan; pengantara, penengah, sahabat atau juru bicara; penghibur [dalam penjelasan ini selanjutnya disebut dengan Sang Penghibur]. Jika Yesus tidak pergi, Sang. Penghibur itu tidak akan datang. Namun jikalau Yesus pergi, Ia mengutus Sang Penghibur kepada mereka. Mengapa Sang Penghibur tidak datang bersama Yesus? Penghibur/Parakletos dimengerti sebagai kehadiran Yesus di saat Ia tidak berada secara fisik bersama para murid. Injil Yohanes menyatakan secara jelas tentang pemberian Roh Kudus setelah kebangkitan Yesus dan penampakan-Nya pada para murid. Di saat Ia menampakkan diri, Roh Kudus dihembuskan kepada para murid,"Terimalah Roh Kudus" [Yoh. 20:22]. Dengan kata lain, peran Sang Penghibur itu adalah mengambil alih pekerjaan [tepatnya melanjutkan] yang dilakukan oleh Yesus.

Ayat 8-11 mencatat tentang para murid yang membutuhkan kehadiran Sang Penghibur. Mereka butuh Roh Kudus karena mereka hidup di tengah-tengah dunia yang membenci dan menolak Yesus. Kebencian pada Yesus mengalir pada kebencian terhadap para murid. Di tengah situasi dunia yang penuh kebencian pada para murid, mereka diutus oleh Yesus untuk bersaksi kepada dunia. Kesaksian yang harus disampaikan pada dunia adalah tentang karya Yesus di tengah dunia dan rancangan damai sejahtera-Nya bagi dunia. Menjadi saksi di tengah dunia yang membenci tentu bukan perkara yang mudah untuk dijalani. Oleh karena itu, kehadiran Sang Penghibur dibutuhkan. Sang Pengibur akan bersaksi bersama mereka sehingga Sang Penghibur itu datang untuk menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman [Yoh. 16:8]. Sang Penghibur menginsyafkan dunia yang menolak kehadiran Yesus. Penolakan pada Yesus itu berpuncak pada kebencian kepada-Nya dan buah dari kebencian adalah penyaliban. Sang Penghibur akan bersaksi bersama para murid untuk menginsyafkan dunia akan kebenaran dan penghakiman. Dunia sudah menghakimi Yesus dengan penghakiman yang tidak berdasar dan tidak adil. Pada dasarnya, dengan menghakimi Yesus, dunia sudah dihakimi. Yesus sudah menyampaikan bahwa barangsiapa tidak percaya ia telah berada di dalam hukuman [bdk. Yoh. 3:18]. Kebangkitan Yesus adalah pembuktian bahwa kebencian dunia kepada-Nya sangat tidak berdasar sekaligus melalui kebangkitan itu Yesus hendak menyatakan bahwa penolakan, kebencian tidak dapat mengganti kuasa kasih Allah.

Ayat 12-14 menegaskan kembali tentang peran Sang Penghibur. Jika Sang Penghibur datang, Ia akan memimpin para murid ke dalam kebenaran. Hal ini untuk menegaskan pada para murid bahwa Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup [Yoh. 14:6]. Dengan pimpinan dari Sang Peghibur para murid mengalami kebenaran dan kehidupan dalam Dia dan setiap hari berjalan dalam kebenaran dan kehidupan yang diajarkan Yesus. Dengan hidup dalam kebenaran sebagaimana yang diajarkan Yesus, para murid akan memuliakan Dia [Yoh. 16:14].
Ayat 15 menutup perbincangan tentang Sang Penghibur atau Roh Kudus dengan menunjukkan hubungan Bapa-Anak-Roh Kudus. Yesus menegaskan bahwa segala sesuatu yang dipunyai Bapa adalah kepunyaan-Nya. Apa yang dipunyai oleh Anak disampaikan-Nya kepada Roh Kudus [Sang Penghibur]. sang Penghibur menyampaikan dan memimpin para murid hidup dalam kebenaran yang diajarkan Yesus.
 

PENGENAAN
 


Membaca Injil Yohanes secara utuh membuat kita menemukan bahwa tema kasih merupakan tema yang kuat dibicarakan dalam injil ini. Maka dari itu, membaca Yohanes 16:4b-15 tidak dapat dilepaskan dari bingkai kasih. Dalam kasih-Nya kepada para murid, Yesus tidak membiarkan mereka berjalan sendiri. Situasi kehidupan yang dijalani para murid Yesus sejak dulu hingga kini adalah penolakan dan kebencian. Dalam segala era penolakan dan kebencian yang ditujukan kepada murid-murid Yesus sungguh nyata. Hal yang ironis adalah: di tengah dunia yang menolak dan membenci Yesus dan pengikut-pengikut-Nya, Ia mengutus para pengikut-Nya mempersaksikan berita kasih Allah. Oleh karena tugas ini berat maka Yesus tidak tinggal diam. Ia mengutus Sang Penghibur untuk membimbing para murid memberitakan berita kasih Allah. Dengan bimbingan dari Sang Penghibur, para murid diharap tabah, kuat dan mampu mewujudkan panggilan memberitakan berita kasih Yesus.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Sampaikan ilustrasi tentang orang-orang Kristen di Suriah yang menjadi korban keganasan ISIS. Salah satunya adalah seorang bernama Bapa Jacques Murad [terlampir]. Sampaikan pada remaja bahwa iman mereka pada Kristus membuat mereka setia, bertekun dalam berbagai keadaan. Kesetiaan itu merupakan kesaksian yang patut diteladani.
2. Sampaikan pada remaja bahwa setiap remaja Kristen dipanggil untuk menjadi saksi Kristus. Dalam menjadi saksi terdapat berbagai tantangan [lihat fokus dan pengenaan]. Namun Tuhan tidak tinggal diam. Ia menyertai murid-murid-Nya.
3. Sampaikan penjelasan teks dan berikan penekanan tentang penyertaan Sang Penghibur [Parakletos] dalam kehidupan remaja.
4. Ajak remaja menghayati kehidupan mereka saat ini dan mengolah pengalaman hidup yang disertai oleh Sang Penghibur.
5. Akhiri dengan kegiatan.
 

                                                                                                   
KEGIATAN


Membuat simbol penyertaan Sang Penghibur
Setelah remaja mendapat penjelasan tentang Parakletos, ajak remaja menghayati peran Sang Penghibur dalam kehidupan mereka. Usai melakukan penghayatan, mintalah remaja membuat simbol penyertaan Sang Penghibur menurut pengalaman mereka masing-masing. Remaja bisa membuat dalam bentuk barang, lukisan, puisi atau apapun menurut penghayatan mereka.
Usai membuat simbol, mintalah masing-masing remaja mempresentasikan di hadapan teman-temannya. Bila jumlah remaja banyak, mintalah mempresentasikan dalam kelompok. Setelah presentasi, akhirilah dengan doa. Salah satu bentuk doa yang bisa dilakukan adalah doa kontemplatif dengan lagu Taize "Datanglah ya Roh Kudus" / "Veni Lumen" [partitur terlampir].

                                                                  VENI LUMEN (Choral)
 

 

ILUSTRASI


Bapa Jacques Murad, biarawan di Suriah yang disekap selama berbulan-bulan oleh kelompok teror Negara Islam di Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) mengatakan bahwa sebelum dibebaskan, dirinya disekap di asrama bawah tanah dengan 250 orang Kristen lainnya yang menolak meninggalkan iman mereka meskipun ditekan setiap hari.
"Orang-orang Kristen itu sering dipertanyakan tentang iman serta doktrin Kristen. Namun, mereka menolak meninggalkan iman mereka meskipun banyak tekanan. Mereka setia kepada pembacaan rosario. Pengalaman ini justru memperkuat iman setiap orang, termasuk iman saya sebagai seorang pendeta. Seolah-olah saya telah dilahirkan kembali," kata Bapa Jacques Murad dari Biara Mar Elian saat berbagi pengalaman kepada Agenzia Fides akhir Oktober lalu.   
Sebanyak 250 orang-orang Kristen serta para pendeta telah diculik dan ditangkap dari Qaryatayn.

ISIS yang telah menguasai beberapa kota di Irak dan Suriah, menculik dan menyandera kelompok hesar Kristen dengan kekerasan beserta ancaman pembunuhan.
Murad diculik oleh anggota jihad dari Biara di pinggiran Qaryatayn bersama-sama dengan rekan kerjanya pada 21 Mei, tetapi akhirnya dibebaskan pada 11 Oktober.

Kantor berita Italia ANSA melaporkan bahwa pendeta Murad telah dibebaskan pada awal bulan ini, tetapi mereka tidak memberikan perincian tentang pembebasannya.

Pendeta Murad mengatakan bahwa ia terus berharap terjadi mukjizat atas penculikan yang terjadi padanya saat itu. Meskipun ia ditahan dengan tangan yang selalu diikat ke helakang, tetapi selalu.mendapati dirinya yang selalu percaya bahwa suatu hari ia akan dibebaskan
 [http://www.satuharapan.com/readŽdetail/read/disekap-isis-berbulan-bulan-kristen-suriah-tetap-setia].
                                                  

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright Đ 1999