HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Roh Kudus Pembaru Ciptaan | Lestari Alamku | 4R: Reduce, Reuse, Recycle, Replace | Energi Terbarukan | Youth 4 Earth
 
   

Roh Kudus
Pemulih Ciptaan


  Lestari Alamku
 

fokus
Perubahan iklim (climate change) atau yang lebih sering disebut (secara kurang tepat) sebagai pemanasan global (global warming) menjadi istilah dan fenomena yang sering kita dengar dan alami beberapa tahun terakhir ini. 97% ilmuwan yang meneliti fenomena perubahan iklim ini menyimpulkan bahwa perubahan iklim ini disebabkan oleh aktivitas manusia, antara lain dari pembakaran bahan bakar fosil yang melepaskan banyak karbon ke atmosfer sehingga terbentuk gas-gas rumah kaca. Selain perubahan iklim, banyak aktivitas manusia lainnya yang merusak alam, seperti perambahan hutan yang mengakibatkan hilangnya habitat bagi hewan-hewan yang hidup di hutan.
Semua hal yang disebutkan di atas mengakibatkan rusaknya keseimbangan yang menjaga harmoni dan kelestarian alam. Karena itu, melalui pelajaran minggu ini remaja diajak untuk memahami kerusakan alam akibat ulah manusia, dan dibangkitkan minat serta kemauan mereka untuk ikut aktif melestarikan alam.

penjelasan teks
Aktivitas manusia yang jahat dan tidak berkenan kepada Tuhan telah membuat Tuhan menyesal telah menciptakan manusia, karena itu Dia menghapuskan manusia dari muka bumi. Tetapi Tuhan menyelamatkan Nuh dan keluarganya yang hidup benar di mata Tuhan.
 

Setelah menyuruh Nuh untuk membangun sebuah bahtera untuk menyelamatkan diri dan keluarganya (beserta sebagian dari hewan-hewan yang ada di bumi), Tuhan menurunkan air bah untuk menenggelamkan semua yang tertinggal.
Bacaan kita kali ini merupakan bagian dari perjanjian Allah dengan Nuh setelah air bah surut dan semua penghuni bahtera telah keluar dari bahtera. Ayat-ayat bacaan kita kali ini seperti mengulang kembali akhir kisah penciptaan dalam Kejadian 1 & 2, karena kondisinya pun hampir mirip, yaitu bumi yang kembali kepada saat seperti pada awal-awal setelah penciptaan. Segenap ciptaan diberi perintah untuk kembali memenuhi bumi, dan manusia diberi peran dan tugas yang tertinggi untuk berkuasa atas segala ciptaan lain.
Dalam alam pikir Ibrani saat itu, "berkuasa" bukan berarti dapat berlaku sesuka dan semaunya. Tanda kekuasaan yang tertinggi adalah kuasa untuk memberi (mendelegasikan) peran. Itulah yang dilakukan Tuhan kepada manusia. Manusia diberi peran sebagai delegasi Ilahi di dunia ini untuk mengusahakan dan memelihara bumi beserta isinya (bdk. Kejadian 2:15), dan pada gilirannya memberi peran kepada seluruh ciptaan yang lain. Konsekuensinya tentu adalah bahwa peran yang manusia berikan kepada ciptaan lain harus sesuai dengan peran manusia sebagai "pemelihara" bumi. Dengan kata lain, walaupun manusia diberi kebebasan untuk mengusahakan bumi, namun semua itu harus dilakukan dengan bertanggung jawab tanpa melupakan peran sebagai pemelihara.
Pada bagian akhir bacaan kita minggu ini, Tuhan mengadakan perjanjian dengan Nuh dan keluarganya (baca: umat manusia) beserta seluruh makhluk di bumi (ay. 8- 17): sebagai timbal balik dari pemeliharaan dan penjagaan kelestarian bumi beserta seluruh isinya, tidak akan ada lagi air bah yang menghancurkan seluruh isi bumi. Tuhan juga memberikan bumi kemampuan untuk
memperbaiki diri(lih.Kej. 8:22).

pengenaan

Global warming, istilah yang akhir-akhir ini sering kita dengar dalam percakapan mengenai cuaca dan iklim. Sebenarnya istilah ini tidak terlalu tepat, karena perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia ini bukan hanya menyebabkan suhu rata-rata di bumi semakin tinggi, tetapi juga menyebabkan cuaca dan iklim yang ekstrem seperti badai dan angin topan yang semakin sering frekuensinya, curah hujan yang tidak menentu, naiknya ketinggian air laut, dan seterusnya. Akibat dari perubahan iklim ini tentu sudah tidak asing di telinga maupun mata kita (antara lain kekeringan yang berkepanjangan mengakibatkan rusaknya pertanian dan perkebunan, banjir yang semakin hebat mengakibatkan terganggunya aktivitas perekonomian dan rusaknya tempat tinggal kita, dan seterusnya).

Lembaga Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 2013 menyimpulkan, "... bahwa aktivitas manusia merupakan penyebab dominan terjadinya pemanasan global sejak pertengahan abad ke-20." Penyumbang terbesar adalah emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N20). Gas-gas ini terutama dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara dalam pembangkit listrik dan kendaraan bermotor, serta pembakaran sampah. Efek dari perubahan iklim ini semakin diperparah dengan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam lainnya, seperti perambahan hutan, penangkapan ikan yang tidak terkontrol, dan pengelolaan sampah yang tidak tepat.
Jika kita bandingkan Kejadian 2:15, kita dapat melihat bahwa manusia diberi kebebasan untuk mengusahakan bumi, namun juga diberi peran untuk memelihara bumi; manusia boleh mengusahakan bumi untuk kesejahteraan dirinya, namun tidak boleh lupa agar tidak kebablasan melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam sampai merusak alam itu sendiri. Walaupun bumi memiliki kemampuan untuk memulihkan diri, pemulihan diri ini memerlukan waktu yang cukup panjang (lihat bagian Ilustrasi). Jika manusia tidak mendukung proses pemulihan ini, maka proses pemulihan bumi akan kalah dengan proses perusakan yang terus-menerus dilakukan oleh manusia.
Bagaimana dengan para remaja? Apakah gaya hidup mereka ikut berkontribusi pada perusakan alam ini? Bagaimanakah mereka dapat ikut serta dalam menjaga kelestarian alam?

langkah-langkah penyampaian
1. Jelaskan kepada remaja tentang perubahan iklim yang disebabkan manusia (lihat Fokus dan bagian awal Pengenaan).
2. Ajak remaja melakukan Kegiatan 1.
3. Sampaikan Penjelasan Teks dan Pengenaan.
4. Tekankan kembali peran manusia sebagai "penguasa" alam yang bertanggung jawab atas pemeliharaan alam.
5. Sampaikan Ilustrasi & Pengenaan. Berikan pengertian tentang proses pemulihan diri bumi yang membutuhkan waktu yang lama sehingga memerlukan dukungan manusia dalam proses ini.
6. Akhiri dengan mengajak remaja melakukan Kegiatan 2.

kegiatan
1. Buatlah beberapa kelompok yang terdiri dari 5-6 remaja per kelompok, lalu mintalah mereka mencari contoh kerusakan alam yang disebabkan manusia beserta akibatnya (sebisa mungkin yang dekat dengan tempat tinggal mereka atau yang mereka rasakan sendiri dampaknya — misal banjir karena sungai dekat rumah penuh sampah).
2. Ajak tiap kelompok untuk mencari cara agar dapat berpartisipasi dalam pelestarian alam dan/atau mencegah kerusakan alam sesuai dengan contoh yang mereka cari di kegiatan 1. Minta masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka dan ajak remaja untuk melakukannya di lingkungan mereka.

ilustrasi

Penelitian NASA: Bukti Langsung Pertama Pemulihan Lapisan Ozon kareno Larangan Bahan Kimia

Untuk pertama kali, melalui observasi satelit pada lubang ozon, terlihat bahwa jumlah bahan kimia chlorine yang merusak lapisan ozon mulai berkurang, sehingga jumlah ozon yang rusak lebih sedikit.
Pengamatan lubang lapisan ozon dan perhitungan jumlah chlorine di atmosfer menunjukkan bahwa pengurangan chlorine ini disebabkan secara langsung oleh pelarangan penggunaan bahan kimia CFC (chlorofluorocarbon) yang mengandung chlorine. Dampaknya, kerusakan lapisan ozon tahun ini (2018) berkurang sebesar 20% dibandingkan pada tahun 2005.

CFC adalah bahan kimia yang dapat naik ke stratosfer. Di sana CFC dipecah oleh radiasi UV matahari. Sebagian menjadi chlorine yang merusak lapisan ozon. Lapisan ozon di stratosfer melindungi makhluk hidup di permukaan bumi dari radiasi UV berbahaya yang dapat menyebabkan kanker kulit dan katarak, menekan sistem imun tubuh, dan merusak tanaman-tanaman di bumi.
Dua tahun setelah penemuan lubang ozon pada tahun 1985, negara-negara di dunia menandatangani Protokol Montreal yang pada akhirnya melarang produksi dan penggunaan CFC.

Penelitian-penelitian di masa lalu menggunakan metode analisis statistik untuk menunjukkan pemulihan lapisan ozon. Penelitian kali ini adalah yang pertama yang menggunakan perhitungan komposisi kimia di lubang ozon untuk menunjukkan bahwa bukan saja lapisan ozon mulai pulih, tetapi pemulihan ini disebabkan karena berkurangnya jumlah CFC di atmosfer.
Di masa depan, lubang ozon ini seharusnya dapat perlahan-lahan pulih kembali seiring dengan berkurangnya CFC di atmosfer, namun proses ini memerlukan waktu puluhan tahun. CFC memiliki masa hidup selama 50-100 tahun sebelum hancur secara alami, sehingga bahan kimia ini bertahan di atmosfer untuk waktu yang sangat lama. Menimbang fakta ini, diperkirakan paling cepat sekitar tahun 2060-2080 barulah lapisan ozon akan pulih dan lubang ozon di atmosfer tidak ada lagi.

Disarikan dari :
https://www.nasa.gov/feature/goddard/2018/nasa-study-first-direct-proof-of-ozone-hole¬recovery-due-to-chemicals-ban


 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999