HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Roh Kudus Pembaru Ciptaan | Lestari Alamku | 4R: Reduce, Reuse, Recycle, Replace | Energi Terbarukan | Youth 4 Earth
 
   

Roh Kudus
Pemulih Ciptaan


  4R : Reduce, Reuse, Recycle,  Replace
 

fokus
Dalam teologi ekologi, remaja dan lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kesatuan itu ditunjukkan dengan konsep harmoni, yang dalam bahasa Alkitab sebagai ciptaan yang "sungguh amat baik." Remaja sebagai manusia, ciptaan Allah, dipanggil untuk memelihara bumi dan segala isinya. Lingkungan hidup menjadi rekan setara yang memberi kehidupan bagi manusia. Kehidupan yang harmonis ini perlu pemeliharaan yang konsisten dari manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Upaya pemeliharaan lingkungan hidup dilakukan dengan berbagai cara, yaitu mengelola limbah non-organik dengan moto 4R: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (daur ulang), dan Replace (mengganti).
 
Materi ini membutuhkan: botol bekas, ritsleting, tali, jarum besar, gunting/pisau, pita, kertas kado

penjelasan teks
Penulis kitab Kejadian menutup kisah penciptaan bagian pertama dengan kalimat: "Lalu Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik" (ay. 31).
 

Kalimat "sungguh amat baik" menjadi kalimat kesimpulan yang berbeda dengan kalimat-kalimat lain saat Allah selesai menciptakan hari demi hari. Umumnya, Allah mengatakan "sungguh baik" namun khusus di ayat 31, penulis menggunakan tambahkan kata "amat." Dalam bahasa lbrani, kalimat ini berbunyi "tov meod" yang dekat dengan kata "terbaik."
Beberapa penafsir mengidentifikasikan kalimat ini sebagai kesimpulan Allah terhadap manusia yang diciptakan-Nya. Karena itu, mereka memberi tafsiran bahwa manusia lebih tinggi dibandingkan ciptaan lainnya; manusia sebagai ciptaan sempurna, sedangkan lainnya tidak. Padahal apabila kita jeli, kalimat kesimpulan ini digunakan penulis menyasar pada seluruh proses penciptaan Allah, bukan hanya tentang manusia. Contohnya, pada ayat-ayat 26-30, teks ini berbicara tentang manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, yang memiliki kuasa atas segala ciptaan lainnya. Namun penulis mengisahkan manusia, yang sama dengan ciptaan lainnya, mendapatkan anugerah reproduksi untuk beranak cucu memenuhi bumi. Kemudian, penulis menuliskan tentang Allah yang memelihara manusia dengan memberikan tumbuh-tumbuhan berbiji sebagai makanan baginya. Demikian juga, penulis menyatakan Allah memberi makanan bagi segala binatang di bumi dan burung-burung, yaitu tumbuh-tumbuhan yang hijau daunnya. Jadi sebenarnya, kalimat "sungguh amat baik" menyimpulkan seluruh proses penciptaan. "Terbaik" mengarah pada harmonisasi yang Allah hadirkan pada relasi Allah, manusia, binatang dan tumbuhan.

Dalam proses memelihara "terbaik" alias keharmonisan relasional tersebut, Allah menciptakan manusia secara khusus, yaitu seturut gambar dan rupa Allah (ay. 26). Gambar dan rupa Allah sebenarnya tidak mengarah pada urusan gender, laki-laki dan perempuan, sebab binatang pun memiliki gender; tetapi mengarah pada tugas "beranak cuculah, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas binatang-binatang." Ezichi A. Ituma, teolog Nigeria, menyejajarkan tugas ini dengan Kejadian 2:15, yaitu Allah menempatkan manusia di taman Eden untuk mengusahakan dan memeliharanya. Dengan demikian, menurut Ituma, perintah menaklukkan dan berkuasa bukanlah perintah merusak atau semau-maunya manusia terhadap ciptaan lainnya; sebaliknya manusia diberi anugerah kemampuan mengusahakan dan memelihara kehidupan harmonis seluruh ciptaan. Kemampuan tersebut berupa pengetahuan dan kreasi untuk merestrukturisasi lingkungan hidup. Manusia dengan kemampuan berpikir, melahirkan ide, dan melaksanakan proses rekreasi, merupakan keistimewaan manusia dalam menjaga keutuhan kehidupan semua ciptaan.

pengenaan

Remaja, sebagai manusia, menerima "paket" panggilan Allah, yaitu memelihara kelangsungan hidup seluruh ciptaan sekaligus anugerah kemampuan berupa pengetahuan dan berkreasi untuk merestrukturisasi lingkungan hidup. Ketika pada masa kini, kerusakan lingkungan hidup menjadi bahaya dan ancaman bagi relasi harmonis serta kelangsungan kehidupan itu sendiri, maka remaja perlu turut serta dalam pelestarian lingkungan hidup.
Salah satu sikap memelihara lingkungan hidup adalah sikap terhadap limbah (sampah) barang-barang yang terbuat dari bahan non-organik, yang memerlukan waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk penguraiannya. Sikap terhadap limbah non-organik diikuti oleh gerakan 4R: Reduce, Reuse, Recycle dan Replace.

Reduce merupakan cara mengurangi sampah dengan memaksimalkan penggunaan barang. Beberapa contoh menggunakan kemasan isi ulang, seperti menggunakan kertas bolak-balik untuk mencetak dokumen, membawa tas belanja sendiri daripada menggunakan kantong kresek. Selain itu menghindari perilaku konsumtif dengan cara membeli barang-barang sesuai kebutuhan.

Reuse merupakan cara memanfaatkan kembali barang-barang bekas. Misalnya, botol-botol plastik dapat digunakan untuk wadah sesuatu, kaleng bekas dapat dijadikan pot bunga, tempat paper clip, tempat pensil, dan lain-lain.

Recycle merupakan cara mendaur ulang sampah dengan memisahkan sampah-sampah organik, yaitu limbah makanan, dan sampah non-organik. Limbah organik dapat dikelola menjadi pupuk atau makanan binatang. Sedangkan sampah non-organik, seperti kertas-kertas bekas koran atau majalah dapat didaur ulang menjadi kertas daur ulang; kertas pembungkus plastik dapat didaur ulang menjadi dompet plastik; pakaian-pakaian bekas dapat dijadikan keset atau lap, dll.

Replace merupakan cara mengganti barang yang lama dengan barang yang ramah lingkungan. Misalnya, mengganti gelas-gelas plastik dengan menggunakan botol air minum; menggunakan kotak bekal makanan sebagai pengganti styrofoam untuk membawa makanan; mengganti bola lampu biasa dengan bola lampu LED yang menggunakan sedikit energi sehingga lebih ramah lingkungan.

langkah-langkah penyampaian

1. Pembimbing membuka pelajaran dengan mengisahkan ilustrasi tentang Bayu Sutrisno yang melakukan gerakan anti styrofoam. Kemudian pembimbing bertanya kepada peserta remaja, bagaimana pandangan Kristen tentang gerakan cinta lingkungan?
2. Pembimbing masuk ke Penjelasan Teks yang menekankan pada panggilan Allah untuk memelihara keharmonisan relasi dengan seluruh ciptaan. Kemudian fokus diarahkan pada panggilan manusia untuk turut melestarikan lingkungan hidup.
3. Pembimbing masuk ke dalam Pengenaan yang mengajak remaja untuk menjalani panggilan Allah
melestarikan lingkungan hidup melalui gerakan 4R.
4. Peserta membentuk kelompok kecil untuk melakukan Kegiatan.

kegiatan
Membuat Barang Daur Ulang
Ada beberapa aktivitas membuat barang-barang daur ulang dengan barang bekas. Peserta remaja membentuk kelompok kecil. Setiap kelompok membuat satu jenis dari tiga jenis barang daur ulang.

1. Bungkus Kado dari Botol Bekas

(Sumber: http://caraaslan.blogspot.com/2016/08/cara-membungkus-kado-unik-dari-botol.html)
Bahan dan peralatan yang dibutuhkan:
• Botol bekas
• Pita
• Cutter
• Isi kado
Cara membuat Bungkus Kado dengan Botol Bekas:
• Potong botol bekas dengan ketinggian sesuai dengan kebutuhan.
• Masukkan kado ke dalam botol yang sudah dipotong.
• Lipat ujung botol hingga botol tertutup rapat.
• Ikat dengan pita agar lipatan tidak lepas sekaligus sebagai hiasan.
• Kado dengan bungkus dari botol bekas siap untuk diberikan.
 

2. Dompet dari Botol Plastik
(Sumber: http://www.berbaginesia.com/2013/01/keterampilan-dompet-koin-dari-botol.html)
Bahan dan peralatan yang dibutuhkan:
• 2 botol bekas
• Ritsleting
• Tali
• Jarum besar
• Gunting/pisau
Cara membuat Dompet dari Botol Bekas:
• Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memotong kedua botol tersebut menjadi dua bagian. Bagian bawah yang digunakan.
• Gabungkan kedua potongan botol bagian bawah tersebut dengan ritsleting dengan menggunakan tali/benang. (1ihat gambar)
• Dompet dari botol bekas sudah bisa digunakan.
 

3.Tempat Pencil dari Botol Plastik
(Sumber: https://bacaterus.com/cara-membuat-tempat-pensil-dari-botol-bekas/) Bahan yang dibutuhkan:
• 2 bagian bawah botol minuman soda dengan ukuran yang sama (disarankan untuk menggunakan botol minuman soda berkuran 1 atau 1,5 liter)
• Lem tembak
• Kain flanel
• Ritsleting
Cara membuat:
• Cuci bagian botol hingga bersih dan keringkan sebelum digunakan
• Potong salah satu bagian bawah botol sehingga memiliki tinggi 2 1/4 inci, sedangkan bagian bawah botol lainnya memiliki tinggi 4 inci. Pastikan semua alat tulis Anda bisa masuk ke dalam tempat pensil yang akan Anda buat.
• Bungkus ujung ritsleting dengan kain flanel, rekatkan kain flanel dan ritsleting menggunakan lem tembak
• Beri lem tembak pada bagian belakang ritsleting (jangan sampai terkena rel-nya), kemudian tempelkan ritsleting di bagian bawah botol yang lebih tinggi.
• Setelah lem kering, coba membuka-tutup ritsleting pada tempat pensil tersebut Bagian bawah tempat pensil ini adalah bagian botol yang lebih tinggi.
 

ilustrasi
Pria Muda ini Sebar Virus Cinta Lingkungan
(Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/pria-muda-ini-sebar-virus-cinta-lingkungan.html)

Merdeka.com Tinggal di daerah yang sama sekali tak ramah lingkungan, membuat pria muda ini tergerak untuk peduli terhadap lingkungan. Ia adalah Bayu Sutrisno, tinggal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Tanjung Priok dikenal sebagai wilayah lalu lalangnya kendaraan trailer dan truk setiap detiknya. Hal ini memberikan dampak pencemaran udara maupun tanah. Selokan-selokan pun juga dipenuhi sampah.
"Karena gue tinggal di Tanjung Priok, dan jujur di sana seperti sudah jadi kebiasaan kalau lingkungan kotor dan penuh sampah," katanya saat dihubungi melalui pesan elektronik, Kamis (14/8).

Sejak duduk di SMA, Bayu telah tergabung dalam organisasi Teens Go Green, Karang Taruna di RW tempat tinggalnya, dan World Merit. Hingga saat ini, ia masih aktif dalam organisasi yang bergerak dalam bidang lingkungan tersebut.
Salah satu kontribusinya dalam lingkungan, yaitu mengkampanyekan "Stop Penggunaan Styrofoam" sebagai wadah makanan. Untuk mengkampanyekan gerakan ini ia mensosialisasikannya melalui media sosial, roadshow ke berbagai sekolah, dan membuat event bersama Ancol, LSM Kehati (Keanekaragaman Hayati), dan Terangi (Yayasan Terumbu Karang Indonesia).
Styrofoam adalah salah satu benda yang susah terurai. Butuh ratusan tahun agar benda rapuh ini hancur. Kandungan zat karsinogen-nya juga akan menempel 'pada makanan panas yang dapat menimbulkan kanker.
Berangkat dari hal tersebut, dalam kehidupannya sehari-hari ia kerap mencontohkannya kepada orang terdekat. Ia sedang sibuk mengkampanyekan penggunaan "Stop Penggunaan Styrofoam" kepada para pedagang.
Sikapnya ini terkadang membuat orang sekitarnya risih. Tak jarang saat di kantor ia sering menjadi bahan ledekan akibat sifatnya yang 'Anti Styrofoam'.

Awalnya, orang-orang di kantor sering memesan makanan dengan kemasan styrofoam, akhirnya ia mengkampanyekan gerakannya kepada rekan-rekan kerja. Walaupun tak langsung berbuah manis, ia hanya berharap rekan-rekannya sadar akan isu tersebut.
"Menyuarakan itu (gerakan stop styrofoam) di lingkungan kantor walaupun sampai sekarang masih diejek, dan jika ada makanan dengan wadah styrofoam ya gue nggak makan," tuturnya.
Pria yang lahir 21 tahun lalu ini berharap agar masyarakat Indonesia memiliki gaya hidup ramah lingkungan. Di antaranya, penggunaan listrik dengan bijak, membawa tempat makanan dan minuman, dan mengurangi konsumsi barang yang menghasilkan sampah terutama styrofoam.
"Alhamdulillah gue ngelihat semakin banyak anak muda yang sadar pentingnya lingkungan hidup ini," tambahnya.
Selain peduli dalam penggunaan styrofoam, ia juga pernah membersihkan taman margasatwa Muara Angke setelah bencana banjir melanda Jakarta. Selain itu, ia aktif dalam kampanye lingkungan di 30 sekolah se-Jabodetabek.
 


 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999