HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 39
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

juni 2016    

I am not a bystander
amos 5:7-13
 
  1

words of wisdom
amsal 2:1-22
 
  2

kindness in pictures
kisah para rasul 9:36-42
 
  3

oversharing
kolose 4:5-6

 

  4

 


Bacaan:

Kolose 4:5-6

Bahan yang diperlukan:-


 


Oversharing
 


FOKUS


Segala sesuatu yang berlebihan biasanya membahayakan pelakunya. Demikian pula halnya dengan berbagi atau sharing. Remaja zaman sekarang suka membagikan kejadian, perasaan, dirinya, pendapatnya, serta pandangannya di media sosial. Semuanya boleh-boleh saja di dunia yang serba bebas ini. Namun apakah yang boleh selalu menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna? Belum tentu. Kadangkala apa yang dibagikan remaja di media sosial mendacangkan bahaya bagi dirinya sendiri atau orang lain. Misalnya saja, sharing informasi tentang diri seorang remaja perempuan, kadangkala dimanfaatkan oleh pelaku jahat untuk menipu atau melakukan sexual abuse terhadap dirinya melalui media sosial. Oleh karena itu remaja perlu belajar bersikap bijak dalam membagikan sesuatu di media sosial. Jangan terlalu berlebih berbagi di media sosial. Secukupnya saja.
 

PENJELASAN TEKS


Surat Kolose adalah salah satu surat Paulus dari dalam penjara. Pergumulan jemaat Kolose adalah menghadapi ajaran-ajaran sesat, sehingga Paulus banyak menulis tentang ajaran Kristus, serta kaitannya kehidupan orang yang percaya kepada Kristus.

Pasal 4:5-6 merupakan bagian dari nasihat Paulus bagi hubungan-hubungan rumah tangga. Namun ayat 5-6 sepertinya "keluar" dari ide tersebut, sebab Paulus sedang berbicara tentang peran jemaat dalam hubungannya dengan komunitas di luar jemaat. Mungkin saja, Paulus mau menasihatkan jemaat dalam kerangka interaksi dengan orang lain, agar jemaat tetap menunjukkan identitasnya sebagai orang Kristen.

Ayat 5 Paulus menasihatkan secara langsung bagaimana seharusnya jemaat berinteraksi dengan orang luar. Menariknya Paulus merendengkan kata "hikmat" dengan "waktu." Dalam bahasa Yunani kata "hikmat" menggunakan "sophia." "Sophia" berhubungan dengan pengetahuan yang luas sekaligus penggunaan akal budi. Dengan kata lain orang yang berhikmat adalah orang yang berpengetahuan luas serta pandai menggunakan pengetahuannya untuk hal-hal yang baik. Sedangkan kata "waktu" digunakan kata "kairos." "Kairos" berhubungan dengan kesempatan yang ada dalam kejadian/ peristiwa kehidupan manusia. Dengan merendengkan kedua kata ini, Paulus menegaskan bahwa hidup bersama dengan orang lain menjadi lebih bermakna apabila jemaat menggunakan kesempatan untuk melakukan hal-hal baik melalui pengetahuan mereka.

Makna pentingnya "sophia" dan "kairos" di ayat 5 menguat di ayat 6 ketika Paulus secara gamblang menasihatkan jemaat untuk menggunakan kata-kata yang penuh kasih, jangan hambar. Menggunakan kata-kata yang penuh kasih, tentu saja berkaitan dengan kemampuan jemaat untuk berhikmat dalam memilih kata-kata yang tepat ketika berbicara dengan orang lain. Jangan menyakiti atau menjatuhkan orang lain dengan kata-kata yang mereka katakan kepada sesamanya. Demikian juga jemaat perlu hikmat untuk memilih kesempatan yang baik dan tepat untuk mengatakannya hal-hal yang berguna kepada sesamanya. Hal ini, menurut Paulus, akan kelihatan ketika jemaat harus memberi jawab atas perkataan orang lain kepadanya. Tentu saja perkataan yang disampaikan pada waktu, tujuan, dan pengetahuan yang baik akan menghasilkan kebaikan bagi diri jemaat sendiri maupun orang lain.
 

PENGENAAN


Media sosial telah menghadirkan dunia yang terbuka bagi semua orang, termasuk remaja. Remaja bukan saja mudah untuk mengakses segala informasi, tetapi juga terbuka untuk berkawan dengan semua orang di segala penjuru dunia. Selain keterbukaan informasi, media sosial membawa dampak munculnya budaya pengen eksis. Di kalangan remaja, 'pengen eksis' mereka lakukan agar mereka diterima oleh kelompoknya. Karena itu mereka membagikan segala informasi tentang hidup mereka di media sosial. Hal ini mereka lakukan dengan mengirimkan foto-foto/ video-video diri mereka sendiri atau bersama teman-teman. Atau juga mereka mengisi status-status mereka di media sosial tentang hidup pribadi mereka.

Sebenarnya sah-sah saja bagi mereka untuk mengirimkan atau membagikan apapun di media sosial milik mereka. Hanya saja, kadangkala apa yang mereka bagikan berlebihan. Hal-hal yang seharusnya menjadi area private' alias hanya untuk mereka sendiri, tanpa pikir panjang akibatnya, mereka bagikan begitu saja di media sosial. Begitu pula, mereka kadangkala membagikan kisah teman-temannya, tanpa izin dari teman tersebut, di media sosial yang berdampak buruk pada relasi mereka.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN


1. Pembimbing membuka pelajaran dengan ilustrasi kisah Amanda Todd. Mintalah remaja untuk memberi pendapat tentang kisah tersebut. Pembimbing menyampaikan bahwa Amanda Todd adalah contoh dari kekerasan dunia maya yang membuat remaja harus berhati-hati dengan segala sesuatu yang mereka bagikan di dunia maya.
2. Pembimbing menyampaikan pentingnya kehati-hatian tersebut dengan mengulas penjelasan teks. Paulus menasihatkan jemaat Kolose agar bijak ketika berinteraksi dengan orang lain. Bijak terlihat ketika jemaat mampu berkata-kata dengan segenap pengetahuan mereka untuk mendatangkan hal-hal yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Bijak juga untuk memilih kesempatan dan kata-kata yang diucapkan atau dibagikan kepada orang lain.
3. Masuklah dalam pengenaan bagi remaja agar mereka berhati-hati terhadap segala sesuatu yang mereka bagikan kepada orang lain, terutama di media sosial. Berbagi informasi kepada orang lain di media sosial yang bijak berarti mereka tahu memilah dan memilih informasi yang tepat dan tidak berlebihan sehingga semuanya mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.
4. Pembimbing mengajak remaja untuk melakukan kegiatan sebagai akhir dari pelajaran hari ini.
 

KEGIATAN



1. Mintalah remaja untuk mengisi tabel tentang status-status orang lain yang mereka pernah baca di media sosial (Facebook,Tweeter, Instagram, Path.WhatsApp, Line, dll.).  
    

 Jenis

Negatif

Positif

Kata-kata • "dasar lo, anjxxxx, 'gak tahu diri... Bisanya menghina orang aja.
• Pacarku seksi sekali. Payudaranya besar, bibirnya sensual.
•....
•...
• Hidup ini adalah pilihan, karena itu belajarlah dewasa dengan memilih yang bcnar dan baik.
•...
•...
•...
Video/Foto •Memasang foto-foto bagian tubuh sensitif dari teman.
• Mengirimkan video-video yang berisi kekejaman secara detail yang dialami oleh orang lain.
•....
•....
•....
•....
• Video tentang motivasi hidup.
•....
•....
•....  

2. Mintalah remaja untuk membandingkan status-status mereka di media sosial dengan tabel di atas tadi. Ajaklah remaja untuk menganalisis perbandingan status mereka dengan status dalam tabel tersebut:
• Apa dampak dari status-status mereka atau orang lain di media sosial bagi kehidupan remaja masa kini?
• Apa yang sebaiknya remaja upload atau bagikan di media sosial?                                                                                                                                                                                                                     

ILUSTRASI


                                                                            Kisah Amanda Todd
Amanda Todd berusia 15 tahun, saat dia ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri pada 10 Oktober 2012. Kasus Amanda ini cukup 'menggemparkan' dunia maya sebab satu bulan sebelumnya Amanda mengirimkan video dirinya sendiri dan menceritakan penderitaannya akibat 'kebodohannya' memberikan foto/video bagian-bagian tubuh sensualnya kepada seseorang yang jahat. Orang tersebut membuat Amanda malu dan terluka dengan mengirimkan secara luas foto/video tersebut di media sosial. Orang tersebut memberi tekanan mental kepada Amanda untuk mengirimkan lebih banyak foto/video seksinya dan kembali mempermalukan Amanda di media sosial. Amanda menderita walaupun orangtuanya sudah membantunya untuk pindah ke lingkungan baru. Namun tetap saja, Amanda tidak bisa bertahan hidup karena dia merasa semua orang dari belahan dunia ini telah mengetahui foto/video tubuhnya yang disebarkan di media sosial. Kisah Amanda menjadi contoh kekerasan dunia maya alias cyber bullying yang berakibat buruk dalam kehidupan remaja.

Melalui kisah Amanda Todd, remaja diajak belajar hati-hati mengirimkan segala sesuatu di media sosial. Kehati-hatian akan bermanfaat bagi diri remaja sendiri maupun orang lain agar terhindar dari cyber bullying.

Dapat diunduh di: https://www.youtube.com/watch?v=ZTh0h8gEPWs
                         


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999