HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 41
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Juni 2017    
1. MOVE ON BERSAMA ROH KUDUS
Kisah Para Rasul 2:1-13
 
  1
2. PARAKLETOS
Yohanes 16:4b-15
 
  2
3. CHARIS DAN CHARISMA
1 Korintus 12:1-11
 
  3
4. MANUSIA BARU
2 Korintus 5:16-21
 
  4

 

2017

Juni
Minggu 4
 



 

  Manusia Baru


 Bacaan: 2 Korintus 5:16-21
 Bahan yang Diperlukan: -

 

 

FOKUS



Dosa menjadikan manusia berjarak dengan Allah dan dengan sesama. Penyelamatan Allah adalah pendamaian-Nya dengan manusia. Penyelamatan itu terjadi karena Dia yang berprakarsa untuk melakukannya. Setelah manusia didamaikan dengan Allah, manusia diminta berdamai dengan sesamanya. Inilah hakikat manusia baru. Dalam perjalanan kehidupan sehari-hari, kesalahan dan dosa masih dilakukan, termasuk dalam diri orang-orang yang hidupnya diperbaharui Allah. Inilah paradoks hidup orang percaya. Terkait dengan paradoks itu, Marthin Luther mengatakan, "Simul Iustus et Pecator". Artinya: orang benar, sekaligus orang berdosa. Anugerah dalam Kristus menjadikan manusia berdosa dibaharui dan terus menerus bersedia memperbaharui diri agar tetap menjadi manusia baru. Untuk itu dibutuhkan kesadaran diri. Sadar bahwa dirinya butuh Kristus untuk membaharui hidup. Sadar dirinya butuh membaharui diri terus menerus. Melalui pelajaran ini, remaja diharap mengerti bahwa di dalam Kristus dirinya menjadi manusia baru yang hidup dengan cara pandang baru, kebiasaan baru. Pelajaran ini juga mengajak remaja bersedia hidup dalam pembaharuan terus menerus.
 

PENJELASAN TEKS


Setelah menjadi pengikut Kristus, Paulus hidup dengan cara pandang yang berbeda terhadap sesamanya. Ia tidak lagi menilai manusia menurut ukuran manusia [dirinya sendiri]. Sebelum ia mengikut Yesus, cara pandang inilah yang diterapkan pada semua orang. Bahkan kepada Yesus, ia melakukan hal yang sama. Menilai seseorang menurut ukuran manusia berarti melihat orang lain dengan standart yang ditetapkan oleh Paulus sendiri, sebagaimana yang diyakininya berdasar hukum Taurat. Mereka yang berbeda dianggap bukan sebagai sesama manusia. Karena bukan sesama, mereka harus dijauhi atau bahkan bisa dilenyapkan dari muka bumi. Paulus pernah melakukan hal itu kepada para pengikut Yesus. Kisah Para Rasul 7:54-8:1 mengisahkan tentang Saulus [sebelum berganti nama menjadi Paulus] yang hadir dalam peristiwa pembunuhan Stefanus. Stefanus adalah murid Yesus. Atas restu imam besar, Saulus mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan [Kis. 9:1]. Dalam perjalanan menuju Damsyik untuk melakukan pemburuan terhadap pengikut Tuhan, Saulus mendengar suara berkata,"Saulus, Saulus, megapa engkau menganiaya Aku?" Suara itu adalah suara Tuhan yang mengasihi dia. Sejak saat itulah cara pandang Saulus berubah. Namanya berubah dari Saulus menjadi Paulus. Saulus dan Paulus adalah orang yang sama. Nama Saulus adalah nama dalam bahasa orang Yahudi. Sedangkan Paulus adalah nama dalam bahasa Romawi. Perjumpaan dengan Tuhan membuat ia tidak lagi memandang sesama manusia dengan cara pandangnya sendiri, melainkan cara pandang Allah. Semua  manusia adalah ciptaan Allah yang mesti dikasihi, bukan dimusuhi. Barangsiapa menganiaya sesamanya, ia menganiaya Allah. Dalam 2 Korintus 5:16b Paulus mengatakan,"Sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian". Paulus memakai kata "Sekarang" untuk menunjukkan bagaimana ia mengalami perubahan hidup. Dengan begitu Paulus menunjukkan bahwa ia berbeda dengan dulu. Cara pandang lamanya diganti dengan cara pandang baru. Perubahan itu terjadi karena Kristus. Siapa yang ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang. Apa maksud ciptaan baru? Dengan menjadi ciptaan baru, Paulus bermaksud mengatakan bahwa ada kesinambungan hidup dari yang lama menjadi baru. Meski ada kesinambungan dari ciptaan lama menuju ciptaan baru, yang lama itu sudah tidak berada lagi. Manusia lama dan manusia baru orangnya tetap sama [Paulus tetap Paulus; Addi tetap Addi], yang itu-itu juga. Yang lama tidak sama sekali lenyap, ia tetap hadir seperti beberapa saat lalu. Kebaruan dalam diri Paulus memampukan dia menjalani hidup baru. Hidup yang sesuai kehendak Kristus. Inilah manusia baru. Semua terjadi karena prakarsa Allah dengan perantaraan Kristus. Tujuan dari pembaharuan ciptaan adalah supaya manusia beroleh pendamaian dengan Allah. Pendamaian dengan Allah membuat manusia dan sesamanya bersedia hidup dalam damai. Setelah menjadi manusia baru yang diperdamaikan Allah, Paulus mendapat kepercayaan dari Allah untuk menjadi pelayan pendamaian.
Dalam konteks jemaat Korintus yang hidup dalam pertikaian, kehadiran seorang pelayan pendamaian sangat penting. Kepada jemaat Korintus, Paulus menasihatkan bahwa sesungguhnya mereka adalah manusia-manusia baru. Dalam pertikaian, seseorang akan memandang sesama sebagai orang dengan derajat yang rendah. Mestinya hal ini tidak terjadi lagi sebab merendahkan sesama berarti merendahkan Tuhan, sebagaimana menganiaya jemaat itu sama dengan menganiaya Tuhan. Bagaimana bila jemaat Korintus yang sudah diperbaharui itu kembali melakukan kesalahan dan kejahatan? Pada 2 Korintus 5:20-21, Paulus meminta jemaat agar memberi diri diperdamaikan dengan Allah. Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
 

PENGENAAN
 


Menjadi manusia baru memiliki dua pengertian yaitu menjadi ciptaan baru di dalam Kristus yang menghayati kesatuan dengan Yesus dan sesamanya. Selain itu, menjadi manusia baru juga bermakna menjadi pengikut Yesus yang setia dan sadar diri bahwa hidupnya butuh Kristus. Kesadaran ini dibutuhkan karena dalam perjalanan hidup sehari-hari manusia baru dalam Kristus juga adalah manusia biasa yang bisa terjatuh dalam khilaf, salah dan dosa. Dengan kesadaran ini, manusia baru akan terus menerus membaharui diri. Cara pandang manusia baru yang mau hidup dengan sesama serta membaharui diri terus menerus mewujud melalui hidup yang kreatif, bertanggungjawab dan peduli pada sesama.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Tunjukkan gambar mata uang Rp.10.000,- an yang sudah tidak laku [contoh bisa dicari melalui internet] dan mata uang Rp. 10.000,- an yang masih laku. Ajak remaja berdiskusi tentang makna kebaruan dalam mata uang itu.
Nominal sama tetapi yang satu sudah berlalu dan satu masih berlaku saat ini. Sampaikan pula bahwa di masa mendatang uang yang masih berlaku ini akan diperbaharui lagi.
2. Ajak remaja membaca 2 Korintus 5:16-21. Sampaikan penjelasan teks dengan menekankan makna kebaruan dalam Kristus.
3. Ajak remaja menghayati kehidupan diperbaharui dalam Kristus [lihat pengenaan].
4. Sampaikan ilustrasi makna hidup baru
5. Akhiri dengan kegiatan. Setelah kegiatan usai, remaja diajak menegaskan tekad sebagai manusia baru.

                                                                                                   
KEGIATAN


Yel "Manusia Baru"

• Mintalah remaja membentuk kelompok. Satu kelompok 5 orang
• Berdasarkan penjelasan yang disampaikan pembimbing, minta kelompok mendiskusikan: apa yang dilakukan sebagai manusia baru.
• Minta setiap kelompok merumuskan hal-hal yang akan dilakukan sebagai manusia baru.
• Rumusan diwujudkan dalam bentuk yel yang kreatif.
• Setiap kelompok diminta menampilkan yel
• Mintalah masing-masing kelompok memberi apresiasi kepada kelompok lain.
 

ILUSTRASI


Ade yang Sama

Ade dulu dikenal sebagai seorang remaja yang suka melakukan penipuan. Keahliannya menipu tidak diragukan lagi. Suatu kali Ade mengalami sebuah peristiwa yang menyakitkan hatinya. Ibunya mengalami musibah. Saat ibunya hendak pergi ke pasar dengan mengendarai sepeda motor datanglah penjambret yang merebut tas ibunya. Karena melakukan perlawanan, ibunya terseret sepeda motor yang dipakai si penjambret hingga mengalami luka parah dan harus dirawat di Rumah Sakit. Peristiwa itu membuat Ade merenung dan mengingat betapa sakitnya para korban yang sudah ditipunya. Sejak saat itu ia berjanji untuk tidak melakukan penipuan lagi. Ia menuturkan bahwa untuk menghilangkan kebiasaan menipu bukanlah hal yang mudah. Namun karena ia berusaha menghidupi komitmennya, Ade berhasil menghilangkan kebiasaan itu. Ade yang sekarang bukan penipu itu adalah Ade yang sama dengan Ade yang dulu. Bedanya adalah kebiasaan hidup yang dijalaninya.
                                               


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999