HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Roh Kudus Pembaru Ciptaan | Lestari Alamku | 4R: Reduce, Reuse, Recycle, Replace | Energi Terbarukan | Youth 4 Earth
 
   

Roh Kudus
Pemulih Ciptaan


  Energi Terbarukan
 

fokus
Energi merupakan kebutuhan manusia bagi hidup sehari-hari. Memasak, penerangan, mencuci pakaian, Internet, transportasi dan sebagainya tidak lepas dari penggunaan energi. Sejarah mencatat bahwa semakin hari penggunaan energi semakin meningkat.
Semakin maju peradaban sebuah bangsa, semakin besar pulalah penggunaannya. Kita patut bersyukur karena di Indonesia terdapat sumber-sumber energi yang dapat digunakan. Salah satunya adalah energi terbarukan. Energi terbarukan adalah energi yang bersumber dari alam dan secara berkesinambungan dapat terus diproduksi tanpa harus menunggu waktu jutaan tahun layaknya energi berbasis fosil. Sumber alam yang dimaksud dapat berasal dari matahari, panas bumi (geothermal), angin, air (hydropower) dan berbagai bentuk dari biomassa. Sumber energi tersebut tidak dapat habis dan dapat terus diperbarukan. Meski tidak dapat habis dan dapat digunakan terus menerus, bukan berarti kita abai dalam menjaga energi itu. Kita perlu menjaganya supaya lestari. Apa kaitan iman Kristen dengan upaya pelestarian lingkungan? Energi adalah anugerah Tuhan bagi kehidupan. Anugerah harus dirawat. Melalui pertemuan ini, remaja diharap mengingat fungsi energi dalam kehidupan sehari-hari dan terpanggil melakukan penghematan energi. Selain itu remaja mengkampanyekan hidup hemat energi.
 
Materi ini membutuhkan: kertas karton, spidol, alat tulis

penjelasan teks
Sebelum bangsa Israel memasuki tanah perjanjian, Tuhan berfirman pada Musa supaya bangsa itu memerhatikan cara hidup di tanah perjanjian.
Di tanah itu mereka mesti memerhatikan tanah dengan cara baik. Tanah merupakan tempat bertumbuhnya kehidupan. Jika tidak mendapat perhatian secara baik, keberadaannya rusak. Rusaknya tanah akan menjadi kerusakan bagi kehidupan lain, termasuk hidup manusia. Tata cara pemanfaatan lahan secara baik disebut oleh Tuhan sebagai sabat bagi Tuhan.
lnilah tata cara pemanfaatan tanah menurut Tuhan. Selama enam tahun, Israel diminta memanfaatkan lahan dengan baik. Enam tahun ladang ditaburi dengan benih, enam tahun itu pula kebun anggur harus dirawat dengan baik supaya menghasilkan buah. Perintah ini mengandung maksud agar selama enam tahun bercocok tanam di atas ladang dan tanahnya, bangsa Israel menjalankan cocok tanam dengan sungguh-sungguh. Setelah benih ditanam, benih itu tidak bisa diletakkan begitu saja. Benih yang tumbuh perlu mendapat pemupukan, perawatan dan penjagaan dari segala gangguan. Kesungguhan dalam merawat, memerhatikan tanaman mendatangkan hasil. Pada tahun ketujuh, tanah yang sudah menghasilkan sumber-sumber kehidupan itu harus diistirahatkan. Imamat 25:4 menyebut,"Tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh. Suatu sabat bagi Tuhan. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi". Bila di atas lahan itu terdapat hasil-hasil tanaman dari proses bercocok tanam sebelumnya, semua hasil panen itu dilarang untuk dipanen. Mengapa? Semua hasil itu dikembalikan pada tanah (ay. 5).
Bila tahun ketujuh, tanah tidak boleh dimanfaatkan. dari mana sumber makanan diperoleh? Pada Tahun Sabat, bangsa Israel menikmati makanan dari basil sebelumnya. Kerja keras mengelola lahan mendatangkan hasil berlimpah, sehingga di tahun ketujuh di saat Israel tidak mengolah tanah, mereka tetap dapat hidup dengan berkecukupan.
Tahun perhentian bagi tanah dilakukan tidak hanya pada tahun ketujuh saja. Israel diminta menghitung tujuh sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun (49 tahun). Dalam bulan ketujuh tanggal sepuluh bulan itu, sangkalala dibunyikan sebagai tanda hari raya Pendamaian. Tahun itu adalah tahun kelimapuluh dan disebut sebagai Tahun Yobel. Pada Tahun Yobel, tanah dibebaskan dari segala bentuk eksploitasi dan eksplorasi.

Panggilan Tuhan bagi Israel agar mereka mengistirahatkan tanah juga berdimensi kelestarian alam. Tahun Yobel menjadi sarana mengistirahatkan tanah. Dengan demikian tanah berkesempatan memulihkan diri. Tanah bebas dar i pencemaran apapun sehingga unsur-unsur yang ada di dalamnya kembali menjadi baik, sebelum kembali ditanami. Yobel mengingatkan bahwa tanah harus dihormati dan tidak boleh diperlakukan secara sewenang-wenang. la harus lestari supaya manusia yang ada di atasnya juga lestari.
Mengapa tanah mendapat perhatian serius sehingga harus diperhatikan dan dirawat? Selain menjadi sumber kehidupan, tanah merupakan anugerah Allah. Pada mulanya nenek moyang bangsa Israel adalah bangsa nomaden yang tidak memiliki tanah. Mereka memiliki tanah karena Allah menggenapi janji-Nya. Maka dari itu tanah bernilai tinggi, melebihi sejumlah uang. Tingginya nilai tanah itu membuat tanah dihayati sebagai pusaka yang tak terbeli dengan harga berapapun. Karena tanah menjadi simbol pusaka, maka tanah dilihat pula sebagai simbol relasi antara manusia dengan Allah dan dengan sesamanya. Di atas pijakan tanah, Tuhan menyatakan berkat dan manusia selaku penerima berkat dipanggil berbagi berkat dengan sesamanya.

pengenaan
Energi terbarukan seperti angin, matahari, tumbuhan, panas bumi, air, biofuel dan sebagainya merupakan anugerah Allah bagi kehidupan. Energi itu bersumber dari alam dan secara berkesinambungan dapat terus diproduksi tanpa harus menunggu waktu jutaan tahun layaknya energi berbasis fosil. Sekalipun tidak perlu menunggu jutaan tahun untuk dapat dipergunakan kembali, bukan berarti penggunaannya bisa dilakukan secara sembarangan.
Semangat Yobel mestinya menjadi kerangka bagi orang Kristen dalam menghayati hidup sebagai umat Allah. Upaya menghayati hidup sebagai anugerah Allah dilakukan dengan cara merawat kehidupan. Hidup hemat merupakan salah satu cara merawat kehidupan. Selama manusia hidup di bumi ini energi dibutuhkan oleh siapapun. Dari mana sumber energi didapat? Secara iman kita menghayati bahwa semua yang ada di sekitar kita adalah ciptaan Allah. Energi sebagai anugerah Allah mesti dijaga. Sebagaimana Israel menghayati tanah dengan nilai tinggi, demikian juga dengan energi. Energi tidak dapat dinilai dengan sejumlah uang. Jika udara dan air tercemar siapakah yang sanggup membayarnya? Tidak ada yang sanggup. Oleh karena itu sebagai bagian penghuni bumi, remaja Kristen perlu berpartisipasi aktif menjaga alam sebagai sumber ketersediaan energi supaya mereka menikmati hidup di bumi ini dengan harmoni.

langkah-langkah penyampaian
1. Ajak remaja melihat film-film pendek tentang pencemaran lingkungan. Film dapat diunduh di
https://www.youtube.com/watch?timecontinue=33&v=pcpbBIDJ_EY,
https://www.youtube.com/watch?v=THbb7dRvQsU dan lain-lain. Ajak remaja berdialog tentang kerusakan lingkungan itu dan dampak-dampaknya.
2. Sampaikan pada remaja bahwa manusia butuh energi. Energi itu disediakan oleh Tuhan di alam semesta ini. Salah satunya adalah energi terbarukan. Pendamping remaja dapat menyampaikan makna energi terbarukan seperti yang terdapat dalam fokus.
3. Sampaikan pada remaja bahwa energi itu mesti dirawat supaya lestari (lihat Fokus dan Pengenaan).
4. Ajak remaja memerhatikan teks Imamat 25:1-12 dan sampaikan Penjelasan Teks. Akhiri penjelasan teks dengan menyampaikan Pengenaan.
5. Ajak remaja melakukan penghematan energi dan pelestarian alam serta mengkampanyekan pelestarian alam dalam hidup sehari-hari. Sampaikan Ilustrasi tentang remaja yang mencipta energi terbarukan dari bahan di sekitar (Lampiran).

kegiatan

Aku Melestarikan Energi

Ajak remaja membuat mind mapping melestarikan energi terbarukan dengan cara hemat energi. Mind mapping dituangkan pada selembar kertas karton. Mind mapping dilakukan dalam kelompok dengan maksud mereka dapat berdiskusi terlebih dulu sebelum membuatnya.
Contoh:
 

Usai membuat mind mapping, remaja diminta membuat flyer melalui HP mereka sebuah kampanye tentang kelestarian energi terbarukan, lalu kemudian dibagikan di medsos.

ilustrasi
Inilah Naufal, Remaja yang Menemukan Energi Listrik dari Pohon Kedondong
TRIBUNJAMBLCOM, JAKARTA - Pada tahun 2025 mendatang, Pemerintah harus memenuhi bauran energi baru dan terbarukan hingga 23 persen dari total energi yang dipakai dalam pembangkit listrik.
Sejauh ini baru energi terbarukan yang dikembangkan Pemerintah, sementara energi baru belum dikembangkan. Padahal, ada salah satu penemuan fenomenal dari remaja 15 tahun asal Kota Langsa, Aceh, ini.
Remaja itu bernama Naufal Raziq yang menemukan energi listrik dari pohon kedodong (Spondias dulcia forst). Siswa kelas III M.Ts. Negeri Langsa Lama, Kota Langsa, Nangroe Aceh Darusalam tersebut saat ini tengah mencari cara supaya temuannya bisa lebih sempurna dan daya pemulihan (recovery) energi listrik dari pohon kedodong dapat terjadi secara optimal.
Saat ini energi yang dikeluarkan oleh pohon kedondong itu sudah bisa dinikmati untuk penerangan, namun memang perlu penyempurnaan lagi. "Saat ini energinya belum begitu stabil. Saya lakukan eksperimen dengan proses charging menggunakan baterai sebagai penyimpan daya sehingga energi dari pohon kedondong siang harinya dapat disimpan di baterai dan pada malamnya energinya dapat kembali digunakan untuk menghidupkan lampu," ujar Naufal saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu ( 10/5/2017).
Baterai yang Naufal pakai juga bukan baterai yang biasa kita temukan di toko-toko. Naufal membuat sendiri baterainya dari berbagai bahan baku seng dan bahan lainnya. Dengan memakai baterai tersebut, sumber listrik yang dihasilkan dari kadar asam pohon kedondong tersebut akan tersimpan ke dalam baterai, sehingga aliran listrik dari baterai akan stabil jika digunakan untuk menerangi rumah.
Proses kerja dari penyimpanan melalui baterai ini mirip dengan penyimpanan sinar matahari atau surya ke dalam alat solar cell atau PLTS. "Proses awalnya itu langsung dari pohon kedondong ke lampu, energinya tidak stabil dan lama kelamaan drop dan recovery secara alaminya lambat sekali, sekarang dari pohon ke baterai lalu ke lampu, ini edisi terbaru dari penemuan saya," tutur Naufal dengan ekspresi penuh percaya diri.

(Referensi:
http://jambi.tribunnews.com/2017/05/12/inilah-naufal-remaja-yang-menemukan-energi-listrik-dari¬pohon-kedondong)

(Gambar:
https://www.google.com/search?q=langkah-langkah+hemat+energi&client=firefox-b-b&source=lnms&tbm=isch&sa=nved=0ahUKEwjUI_PZ9rPcAhVWeysKHRRsCPAQ_AUICigB&biw=1366&bih=654#imgdii=Rj5jdFzcC8tzXMAimgrc=ew-6NsGW\A/9padM)

 


 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999