HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Juni 2018
Gereja

 

- Gereja Sebagai Persekutuan Umat Allah - Gereja: Kudus dan Rasuli
- Gereja: Satu dan Am - House of Prayer

 

Juni 2018 Minggu III

Yohanes 17 : 20-23
Bahan yang diperlukan: -

Fokus
_____________________

 
Gereja Kristen Protestan memiliki denominasi yang sangat banyak. Denominasi-denominasi ini memiliki perbedaan-perbedaan. Demikian pula dengan GKI. Walaupun satu gereja, namun tetap ada perbedaan perbedaan di dalamnya. Seringkali karena minimnya pengetahuan dan pengalaman akan perbedaan-perbedaan yang ada, remaja menjadi mudah terbawa oleh perbedaan-perbedaan ini dan akhirnya menghakimi gereja atau denominasi yang berbeda dengan mereka. Padahal perbedaan itu merupakan kehendak dan rencana Allah. Melalui pelajaran kali ini remaja hendak diajak untuk belajar melihat dan menyadari bahwa Gereja adalah satu walaupun memiliki denominasi dan perbedaan-perbedaan dalam doktrin dan bentuk ibadah mereka.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Doa Yesus dalam Injil Yohanes ini berbicara mengenai kehidupan kekristenan. Di awal bagian Yesus mendoakan diri-Nya sendiri dalam menyatakan pekerjaan Allah. Selanjutnya Ia mendoakan para murid-Nya, agar Allah Bapa juga menyertai, mendampingi, dan memberikan kekuatan kepada mereka. Dan terakhir Ia berdoa bagi masa depan gereja-Nya. Iman sempurna Kristus dinyatakan melalui doa ini. Kerinduan-Nya agar semua pengikut-Nya menyadari bahwa mereka adalah satu adalah sungguh indah. jelaslah doa Yesus bukanlah untuk diri-Nya sendiri. Ia juga berdoa untuk kesatuan bagi keagungan dan kemuliaan Allah (ay. 21). Pengunaan kata "satu" dalam perikop ini digunakan empat kali, yang menandai kerinduan Yesus bagi gereja-Nya. Kesatuan yang didasari oleh kemuliaan (ay. 22) dan kasih Allah (ay. 23).

Kesatuan yang Yesus mohonkan bukanlah kesatuan dalam berorganisasi maupun administrasi, namun kesatuan dalam relasi bersama dengan Allah. Karena itu dinyatakan: sama seperti Kristus dan Bapa adalah satu. Kesatuan ini adalah kesatuan kasih di antara manusia seperti Kristus mengasihi mereka, kesatuan yang berdasarkan relasi dari hati. Kesatuan yang Yesus maksudkan juga bukanlah bagi gereja untuk menyelenggarakan ibadah dengan cara yang sama maupun kesamaan dalam menyembah Tuhan, tetapi kesatuan murid Kristen merayakan segala perbedaan.

Doa Yesus mengenai kesatuan umat-Nya ini menjadi suatu visi dan pengharapan Kristus, karena sejarah mencatat bahwa kesatuan tubuh Kristus ini sejak dahulu hingga sekarang dibatasi oleh manusia karena mereka lebih mencintai organisasi, sistem, pengakuan iman, dan ritual mereka ketimbang mengasihi satu sama lain. Jika setiap pengikut Kristus benar-benar mengasihi Tuhan dan sesama maka tidak ada gereja yang mengucilkan siapapun sebagai murid Kristus. Karena hanya kasih Kristus yang mampu membongkar segala kotak-kotak dan tembok yang manusia bangun antar sesama mereka dan juga antar gereja.
Doa Kristus ini juga adalah bagian yang meyakinkan dunia mengenai inti kekristenan dan tempat Kristus di dalamnya. Adalah hal yang umum jika manusia lebih memilih terbagi-bagi ketimbang bersatu, menjadi lebih manusiawi jika mereka terpecah belah ketimbang bergabung bersama. Oleh karena itu kesatuan seluruh murid Kristus menjadi satu tujuan yang indah bagi setiap pengikut-Nya yang perlu terus diupayakan berdasarkan kekuatan dan doa pengharapan dari Kristus sendiri.

Pada ayat 22, Yesus menyatakan tentang kemuliaan yang Ia berikan kepada murid-murid-Nya, yaitu ketaatan kepada Tuhan. Ketaatan kepada Tuhan dalam menyadari makna kasih Kristus yang menuruti kehendak Bapa-Nya untuk mengorbankan diri-Nya di kayu salib menjadi kemuliaan yang menyatukan seluruh pengikut-Nya. Dengan demikian maka ketaatan kepada Tuhan dalam pernyataan kasih menjadi suatu kemuliaan yang menyatukan. Dalam ketaatan inilah manusia juga melihat relasi yang khusus antara Kristus dengan Bapa. Tidak ada seorangpun yang dapat hidup seperti Kristus tanpa kedekatan dengan Bapa. Kemuliaan ini kemudian nampak dalam diri setiap manusia yang mendekatkan diri pada Allah karena kasih mereka kepada-Nya. Jadi bagi siapapun pengikut Kristus yang menghidupi kasih, maka terjadi kesatuan antara mereka dengan Bapa dan Kristus. Di dalam hal inilah kesempurnaan Allah dinyatakan.

Pengenaan
_____________________


Banyaknya denominasi gereja seringkali membuat remaja bingung dan bertanya-tanya. Kesan perbedaan dan perpecahan menjadi sesuatu yang umum terlihat, apalagi jika melihat pada agama Kristen Protestan, yang nampaknya begitu mudah untuk membuka gereja baru jika terjadi konflik dan perbedaan. Kesan perbedaan yang begitu tajam mengenai pelaksanaan ibadah, metode, doktrin dan organisasi cenderung membuat remaja tidak mampu melihat kesatuan tubuh Kristus dinyatakan. Bahkan dapat menciptakan kebingungan antara gereja yang benar dan salah yang pada ujung-ujungnya membuat remaja menghakimi gereja, ajaran, tata cara, dan yang berbeda dengan dirinya sebagai sesuatu yang salah. Belum lagi jika mereka melihat "perebutan" dan kompetisi antar gereja. Hal lain yang terlihat adalah membanding-bandingkan gereja, yang lebih "asik", yang lebih "kudus", dan yang lainnya.
Kesatuan tubuh Kristus dalam gereja - sebagaimana yang terlihat dalam Pengakuan Iman Rasuli ¬dinyatakan sebagai "am" yang berarti umum. Dalam Pengakuan Iman Rasuli versi Inggris, kata yang dipakai adalah "katolik". Pengunaan kata katolik dalam hal ini bukanlah merujuk pada Gereja Roma Katolik, melainkan pada kesatuan umat Allah di seluruh dunia. Am yang bermakna umum di sini adalah kasih Kristus yang universal yang dinyatakan dalam dunia lewat persekutuan umatnya yang mengatasi segala batas dan tembok gereja, ritual, metode, struktur organisasi, dan juga denominasi.
Kasih Allah perlu dinyatakan bersama-sama, karena dalam kesatuan ada kekuatan. Gereja yang berbeda-beda hendaknya tidak dilihat sebagai perbedaan yang memecah belah, namun sebagai kekuatan yang saling melengkapi bagaimana kasih Allah dinyatakan. Kesatuan umat Allah dalam menyatakan kasih-Nya menjadi cerminan gereja yang satu dan am.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Tanyakan pada remaja gereja-gereja apa saja yang mereka ketahui dengan ciri-ciri ibadah, lagu, doktrin dan lain sebagainya. Jika perlu bentuklah kelompok-kelompok dan mintalah mereka untuk mengumpulkan data-data ini dalam kelompok tersebut, lalu menyebutkan perbedaan-perbedaan yang ada dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
2. Jelaskan sebagaimana yang disampaikan dalam Penjelasan Teks dan tanyakan pada remaja bagaimana mereka dapat melihat gereja yang satu dan am di tengah banyaknya gereja dengan warnanya masing-masing.
3. Lanjutkan dengan Pengenaan akan pentingnya mereka melihat kesatuan gereja Allah ketimbang segala perbedaan yang memecah belah.
4. Ceritakan ilustrasi mengenai terbentuknya komunitas Taize dan visi mereka dalam menyatakan karya kasih Allah.
5. Ajaklah remaja untuk melakukan kegiatan dan mengambil komitmen untuk memperjuangkan gereja yang satu dan am dengan tidak membanding-bandingkan atau menganggap yang lain salah, tetapi dengan mencari persamaan dan kebaikan yang dilakukan.
 

Kegiatan
_____________________

Ajaklah remaja untuk mencari informasi mengenai gereja-gereja yang berbeda, jika memungkinkan lebih baik lagi jika dapat mengunjungi gereja-gereja yang berbeda dan sedapat dapatnya berdialog dengan pengurus gereja tersebut. Carilah data bagaimana gereja-gereja tersebut menyatakan kasih Allah, dan carilah persamaan yang dapat membuat hubungan antar gereja tercipta dan kasih Kristus dinyatakan dalam karya bersama.
 

Ilustrasi
_____________________


Komunitas Taize, Komunitas Persatuan

Komunitas Taize berawal dari sebuah komunitas hidup membiara para Bruder di sebuah desa di Perancis yang bernama Taize. Komunitas Taize didirikan oleh Roger Schutz sebagai suatu usaha menemukan cara-cara mengatasi perpecahan di dalam kekristenan dan pertengkaran dalam keluarga bangsa manusia.
Berawal dari kerinduan untuk membangun suatu komunitas yang menghidupi rekonsiliasi dalam kehidupan keseharian di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, Roger L. Schutz datang ke Taize, sebuah desa kecil di pinggiran kota Cluny. Perancis pada tahun 1940. Sembilan tahun kemudian, ia bersama tujuh orang rekannya membangun komunitas Taize dengan mengikrarkan kaul untuk hidup selibat (tidak menikah), ketaatan, kebersahajaan, dan hidup berbagi. Di Taize inilah Roger membantu para pengungsi Yahudi, korban kekejaman rezim Nazi Jerman serta membangun kehidupan dengan ritme kehidupan bertani dan berdoa. Komunitas Taize mengalami perkembangan dan merupakan sebuah komunitas oikumene (gabungan beberapa aliran gereja) di mana bruder Roger sebagai pendiri adalah seorang Protestan Lutheran. Inti spiritualitas Taize adalah menjadi ragi perdamaian yang ditaburkan kepada ribuan kaum muda yang melakukan peziarahan iman di Taize setiap tahunnya dan pertemuan pertemuan di berbagai belahan dunia. Semangat perdamaian komunitas Taize merupakan "perumpamaan persatuan" (A Parable of Community) yang diambil dari doa Yesus dalam Yohanes 17: 20-23.

Sumber: Muhammad Nur Kholis Setiawan, Djaka Sutapa, ed., Meniti Kalam Kerukunan, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010, hal 576

                                          
            


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999